Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
- Pusaka Keris Betok Sombro Keleng Majapahit
- Keris Nagasasra Wahyu Tumurun Kinatah Kamarogan Si
- Jagrak Stand Keris Patrem
- Keris Langka Klika Benda Sepuh
- Keris Sengkelat Luk 13 Sepuh Pamor Wengkon
- Jagrak Keris Isi 5 Ukiran Rojomolo Alusan Istimewa
- Pendok Keris Templek Model Blewah Kemalo Merah Sep
- Keris Tangguh Majapahit
Keris Brojol Pamor Jung Isi Dunyo
Rp 4.000.000| Kode | F001 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Dhapur Brojol, Katalog Produk, Keris, Keris Lurus, Pamor Jung Isi Dunya, Tangguh Tuban |
| Jenis | : Keris Lurus |
| Dhapur | : Brojol |
| Pamor | : Jung Isi Dunyo |
| Tangguh | : Tuban |
| Warangka | : Gayaman Surakarta, Bahan Kayu Trembalo |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Bahan Kayu Kemuning Bang |
| Pendok | : Blewah, Bahan Mamas |
| Mendak | : Parijata, Bahan Kuningan |
Keris Brojol Pamor Jung Isi Dunyo
Keris Brojol Pamor Jung Isi Dunyo
Keris Brojol Pamor Jung Isi Dunyo ini menghadirkan pertemuan makna yang utuh antara laku batin, doa kesejahteraan, dan jejak sejarah. Berdhapur Brojol, ia mengingatkan pada filosofi kelahiran dan sikap sumarah—bahwa hidup bermula dari kepasrahan dan kejujuran niat. Dipadu dengan Pamor Jung Isi Dunyo, bilah ini memancarkan harapan akan kelimpahan rejeki yang dikelola dengan kebijaksanaan. Sementara tangguh Tuban menegaskan watak pusaka ini sebagai warisan dari tanah yang sarat keberanian, keteguhan sikap, dan perlawanan terhadap ketidakadilan. Keseluruhannya menjadikan keris ini bukan sekadar tosan aji, melainkan simbol perjalanan hidup manusia: lahir dengan bersih, berjuang dengan kesadaran, dan menata dunia dengan kebijaksanaan.
Dhapur Brojol
Dhapur Brojol merepresentasikan filosofi kelahiran—sebuah peristiwa sakral ketika manusia hadir ke dunia dalam keadaan suci, tanpa membawa apa pun selain kepasrahan sejati. Seperti bayi yang baru lahir, manusia diingatkan akan asal-usulnya: hadir atas kehendak Gusti, hidup dalam titah-Nya, dan kelak kembali sepenuhnya dalam lindungan-Nya. Dalam konteks inilah, keris berdhapur Brojol menjadi simbol laku sumarah—berserah diri dengan penuh kesadaran kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Dalam pemaknaan yang lebih luas, Brojol juga dimaknai sebagai perlambang kelancaran dan terbukanya jalan hidup. Kata mbrojol mengandung harapan agar setiap urusan, ikhtiar, dan persoalan kehidupan dapat terurai dengan lancar, tanpa hambatan yang berarti. Karena itu, keris dhapur Brojol kerap dipandang sebagai pusaka doa—sebuah pengharapan agar pemiliknya senantiasa dianugerahi kemudahan, kelapangan batin, serta jalan keluar yang jernih dalam menghadapi berbagai persoalan hidup.
Pamor Jung Isi Dunyo
Pamor Jung Isi Dunyo merupakan pamor langka yang tampil mapan, tegas, dan mudah dikenali. Ia tergolong pamor mlumah (terlentang), dengan pola yang dapat muncul di berbagai bagian bilah—baik di sor-soran, bagian tengah, maupun pucuk. Visual pamor ini berupa bulatan-bulatan kecil berlapis yang dikelilingi lingkaran lebih besar, membentuk komposisi yang khas dan sarat makna. Gambaran tersebut sering dimaknai sebagai simbol bahwa sesuatu yang tampak kecil, bila disyukuri dan dikelola dengan bijaksana, dapat berkembang menjadi berkah yang besar.
Dalam praktik perkerisan, pamor Jung Isi Dunyo terkadang muncul berdampingan dengan pamor Wos Wutah atau Ngulit Semangka, meski tak jarang pula berdiri sendiri sebagai pamor utama. Secara tuah, pamor ini dipercaya membantu pemiliknya dalam ikhtiar mencari rejeki, menata kemakmuran, dan menjaga keberlangsungan kesejahteraan hidup.
Secara etimologis, “Jung Isi Dunyo” berarti “kapal yang sarat dengan harta benda.” Kata jung dimaknai sebagai kapal, sedangkan dunyo dalam bahasa Jawa berarti dunia atau harta kekayaan. Istilah jung sendiri telah dikenal sejak masa Jawa kuno, tercatat dalam prasasti abad ke-9, dan kemudian digunakan secara luas dalam tradisi maritim Nusantara. Dalam Undang-Undang Laut Melayu akhir abad ke-15, kata jung kerap dipakai untuk menyebut kapal pengangkut barang dagangan.
Dengan demikian, pamor Jung Isi Dunyo dapat dipahami sebagai simbol doa dan harapan agar pemilik keris ini dianugerahi kelimpahan rejeki, kekuatan dalam mengelola kekayaan, serta kebijaksanaan agar harta duniawi menjadi sarana kemaslahatan, bukan sumber keterikatan semata.
Tangguh Tuban
Keris tangguh Tuban umumnya memiliki pejetan sempit, gandik tegak, bilah agak lebar (nglimpo), serta gonjo lurus atau agak melengkung (wuwung). Kepala gonjonya berbentuk buweng, bagian perut mbathok mengkurep, dan ekornya nguceng mati.
Tuban sendiri bukan hanya sebuah wilayah, melainkan ruang cerita yang hidup dalam ingatan masyarakat. Dua legenda besar yang melekat kuat adalah kisah Ronggolawe dan Brandal Lokajaya—keduanya membentuk nilai-nilai sosial dan keberanian yang diwariskan dari masa ke masa.
Dalam tradisi lisan Tuban, Ronggolawe bukanlah pemberontak, tetapi simbol keadilan. Tindakannya memprotes pengangkatan Empu Nambi sebagai Patih Amangkubumi dianggap wajar, sebab jasa Nambi terhadap Majapahit tidak sebesar tokoh-tokoh lain seperti Lembu Sora, Dyah Singlar, Arya Adikara, atau bahkan dirinya sendiri. Ronggolawe, putra Arya Wiraraja—penguasa Sumenep yang berjasa melindungi Raden Wijaya—adalah tokoh yang ikut membuka Hutan Tarik, menghadapi pasukan Tartar, dan menumpas sisa kekuatan Jayakatwang.
Namun sejarah resmi seperti Pararaton dan Kidung Ranggolawe mencatat peristiwa berbeda: protes Ronggolawe dianggap pemberontakan, sehingga ia diperdayai dan dibunuh di Sungai Tambak Beras oleh Mahisa Anabrang. Bagi masyarakat Tuban, tragedi itu bukan sekadar sejarah, melainkan konspirasi politik tingkat tinggi yang digerakkan oleh Mahapati—tokoh ambisius yang ingin merebut jabatan patih. Intrik politik ini akhirnya juga menewaskan Lembu Sora dan Empu Nambi.
Dengan demikian, setiap pusaka tangguh Tuban bukan hanya mewariskan bentuk fisik, tetapi juga aura sejarahnya—semangat keberanian, keteguhan sikap, dan perjuangan melawan ketidakadilan.
F001
Tags: Bentuk keris, filosofi keris, fungsi keris, jenis keris, keris brojol, Keris Jawa, Keris Jawa Kuno, keris jawa tengah, sejarah keris
Keris Brojol Pamor Jung Isi Dunyo
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 780 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Pusaka Keris Kebo Lajer Tebu Kineret Sepuh Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Kebo Lajer Pamor (motif lipatan besi) : Tebu Kineret Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Tuban Era Mataram Abad XVII Panjang Bilah : 36,5 cm Pesi masih utuh panjang original tidak sambungan Warangka : Gayaman Yogyakarta Kayu Pandan Laut Kuno Handle / Gagang… selengkapnya
Hubungi AdminPusaka Tombak Menur Pamor Pedaringan Kebak Dhapur / Jenis Bentuk Tombak : Menur Tangguh / Masa Pembuatan : Mataram Sultan Agung Pamor / Motif lipatan besi : Beras Wutah Lembut Nyutro Putih Panjang Bilah Tajam : 19 cm Warangka : model tongkat komando dari kayu galeh nagasari panjang 53 cm Kode: PK032 INFO SELENGKAPNYA Tentang… selengkapnya
Rp 1.777.000Keris Nogo Siluman Kinatah Emas Asli Keris Nogo Siluman Kinatah Emas Asli – Naga Siluman, yang berasal dari bahasa Sanskerta, merupakan salah satu bentuk senjata tradisional Indonesia berupa keris yang paling menakjubkan dan mudah dikenali. Keistimewaan utamanya terletak pada desainnya yang menggambarkan kepala naga dengan detail samar, sementara badan naga menyatu harmonis dengan bilah keris…. selengkapnya
Rp 171.000.000Keris Sengkelat Tangguh PB Sepuh Pakubuwono Ke 2 Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Sengkelat Luk 13 Pamor (motif lipatan besi) : Kulit Semangka Full Bilah (tidak putus dari atas sampai bawah) Istimewa Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : PB II (Pakubuwono Ke 2) Panjang Bilah : 36 cm Warangka : Ladrang Surakarta Kayu Trembalo Nginden… selengkapnya
Rp 5.555.000Jual Keris Nogo Sosro Kinatah Kamarogan Kamardikan Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Nagasasra atau Nogososro Luk 13 Pamor (motif lipatan besi) : Kulit Semangka Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Kamardikan (Garap Alusan Pesanan Khusus. Jarang Beredar Dipasaran) Panjang Bilah : 36 cm Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Sono Keling Handle / Gagang : Kayu… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Sengkelat Luk 13 Tangguh Mataram Abad XVII Sepuh Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Sangkelat Luk 13 Pamor (motif lipatan besi) : Kulit Semangka Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Abad ke 17 Masehi Panjang Bilah : 35 cm Warangka : Ladrang Surakarta Kayu Trembalo Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang Kuno… selengkapnya
Rp 3.113.000Keris Brojoguno Putran PB X Pamor Satrio Pinayungan Dadung Muntir Puser Bumi Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Tilam Sari Pamor (motif lipatan besi) : Satrio Pinayungan (Dadung Muntir, Puser Bumi ) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : PB XIII Putran Brojoguno Panjang Bilah : 37 cm Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Nagasari Handle / Gagang… selengkapnya
Rp 4.111.000Keris Sempono Pamor Adeg Tangguh Blambangan Sepuh TAG149
Rp 3.500.000Keris Nagasasra Luk 13 Kinatah Kamarogan Kamardikan Alusan Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Nogososro / Nagasasra Luk 13 Pamor (motif lipatan besi) : Kulit Semangka Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Kamardikan Alusan (Dipesan Secara Khusus Dan Digarap Oleh Empu Yang Mumpuni) Panjang Bilah : 37,7 cm Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Sonokeling Handle /… selengkapnya
Rp 2.111.000Keris Pamor Putri Kinurung Sepuh Keris Pamor Putri Kinurung Sepuh ini memiliki dhapur Tilam Upih lurus dengan warangka gayaman dari bahan kayu trembalo kuno. Pamor ini sifatnya menjaga dan melindungi segala kebaikan dan nilai-nilai luhur. Sehingga keris dengan pamor ini juga diyakini sebagai keris penjaga kebaikan dan menjauhkan dari sambikala atau keburukan dan bencana. Ini… selengkapnya
Rp 1.500.000


















WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.