Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
- Pendok Aksesoris Keris Penutup Gandar Warangka
- Keris Pamor Simbang Kurung Tuban Bekel Jati
- Keris Tilam Upih Pamor Tejo Kinurung
- Jual Keris Majapahit Kuno Jalak Sangu Tumpeng Pamo
- Dhapur Keris Mundarang
- Jual Keris Pamor Udan Mas Meteor Kinatah Lambang G
- Pamor Langka!! Keris Mahesa Lajer Pamor Kul Buntet
- Keris Jalak Sangu Tumpeng Kuno
Keris Brojol Pamor Jung Isi Dunyo
| Kode | F001 |
| Stok | Habis |
| Kategori | Dhapur Brojol, Katalog Produk, Keris, Keris Lurus, Pamor Jung Isi Dunya, Tangguh Tuban |
| Jenis | : Keris Lurus |
| Dhapur | : Brojol |
| Pamor | : Jung Isi Dunyo |
| Tangguh | : Tuban |
| Warangka | : Gayaman Surakarta, Bahan Kayu Trembalo |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Bahan Kayu Kemuning Bang |
| Pendok | : Blewah, Bahan Mamas |
| Mendak | : Parijata, Bahan Kuningan |
Keris Brojol Pamor Jung Isi Dunyo
Keris Brojol Pamor Jung Isi Dunyo
Keris Brojol Pamor Jung Isi Dunyo ini menghadirkan pertemuan makna yang utuh antara laku batin, doa kesejahteraan, dan jejak sejarah. Berdhapur Brojol, ia mengingatkan pada filosofi kelahiran dan sikap sumarah—bahwa hidup bermula dari kepasrahan dan kejujuran niat. Dipadu dengan Pamor Jung Isi Dunyo, bilah ini memancarkan harapan akan kelimpahan rejeki yang dikelola dengan kebijaksanaan. Sementara tangguh Tuban menegaskan watak pusaka ini sebagai warisan dari tanah yang sarat keberanian, keteguhan sikap, dan perlawanan terhadap ketidakadilan. Keseluruhannya menjadikan keris ini bukan sekadar tosan aji, melainkan simbol perjalanan hidup manusia: lahir dengan bersih, berjuang dengan kesadaran, dan menata dunia dengan kebijaksanaan.
Dhapur Brojol
Dhapur Brojol merepresentasikan filosofi kelahiran—sebuah peristiwa sakral ketika manusia hadir ke dunia dalam keadaan suci, tanpa membawa apa pun selain kepasrahan sejati. Seperti bayi yang baru lahir, manusia diingatkan akan asal-usulnya: hadir atas kehendak Gusti, hidup dalam titah-Nya, dan kelak kembali sepenuhnya dalam lindungan-Nya. Dalam konteks inilah, keris berdhapur Brojol menjadi simbol laku sumarah—berserah diri dengan penuh kesadaran kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Dalam pemaknaan yang lebih luas, Brojol juga dimaknai sebagai perlambang kelancaran dan terbukanya jalan hidup. Kata mbrojol mengandung harapan agar setiap urusan, ikhtiar, dan persoalan kehidupan dapat terurai dengan lancar, tanpa hambatan yang berarti. Karena itu, keris dhapur Brojol kerap dipandang sebagai pusaka doa—sebuah pengharapan agar pemiliknya senantiasa dianugerahi kemudahan, kelapangan batin, serta jalan keluar yang jernih dalam menghadapi berbagai persoalan hidup.
Pamor Jung Isi Dunyo
Pamor Jung Isi Dunyo merupakan pamor langka yang tampil mapan, tegas, dan mudah dikenali. Ia tergolong pamor mlumah (terlentang), dengan pola yang dapat muncul di berbagai bagian bilah—baik di sor-soran, bagian tengah, maupun pucuk. Visual pamor ini berupa bulatan-bulatan kecil berlapis yang dikelilingi lingkaran lebih besar, membentuk komposisi yang khas dan sarat makna. Gambaran tersebut sering dimaknai sebagai simbol bahwa sesuatu yang tampak kecil, bila disyukuri dan dikelola dengan bijaksana, dapat berkembang menjadi berkah yang besar.
Dalam praktik perkerisan, pamor Jung Isi Dunyo terkadang muncul berdampingan dengan pamor Wos Wutah atau Ngulit Semangka, meski tak jarang pula berdiri sendiri sebagai pamor utama. Secara tuah, pamor ini dipercaya membantu pemiliknya dalam ikhtiar mencari rejeki, menata kemakmuran, dan menjaga keberlangsungan kesejahteraan hidup.
Secara etimologis, “Jung Isi Dunyo” berarti “kapal yang sarat dengan harta benda.” Kata jung dimaknai sebagai kapal, sedangkan dunyo dalam bahasa Jawa berarti dunia atau harta kekayaan. Istilah jung sendiri telah dikenal sejak masa Jawa kuno, tercatat dalam prasasti abad ke-9, dan kemudian digunakan secara luas dalam tradisi maritim Nusantara. Dalam Undang-Undang Laut Melayu akhir abad ke-15, kata jung kerap dipakai untuk menyebut kapal pengangkut barang dagangan.
Dengan demikian, pamor Jung Isi Dunyo dapat dipahami sebagai simbol doa dan harapan agar pemilik keris ini dianugerahi kelimpahan rejeki, kekuatan dalam mengelola kekayaan, serta kebijaksanaan agar harta duniawi menjadi sarana kemaslahatan, bukan sumber keterikatan semata.
Tangguh Tuban
Keris tangguh Tuban umumnya memiliki pejetan sempit, gandik tegak, bilah agak lebar (nglimpo), serta gonjo lurus atau agak melengkung (wuwung). Kepala gonjonya berbentuk buweng, bagian perut mbathok mengkurep, dan ekornya nguceng mati.
Tuban sendiri bukan hanya sebuah wilayah, melainkan ruang cerita yang hidup dalam ingatan masyarakat. Dua legenda besar yang melekat kuat adalah kisah Ronggolawe dan Brandal Lokajaya—keduanya membentuk nilai-nilai sosial dan keberanian yang diwariskan dari masa ke masa.
Dalam tradisi lisan Tuban, Ronggolawe bukanlah pemberontak, tetapi simbol keadilan. Tindakannya memprotes pengangkatan Empu Nambi sebagai Patih Amangkubumi dianggap wajar, sebab jasa Nambi terhadap Majapahit tidak sebesar tokoh-tokoh lain seperti Lembu Sora, Dyah Singlar, Arya Adikara, atau bahkan dirinya sendiri. Ronggolawe, putra Arya Wiraraja—penguasa Sumenep yang berjasa melindungi Raden Wijaya—adalah tokoh yang ikut membuka Hutan Tarik, menghadapi pasukan Tartar, dan menumpas sisa kekuatan Jayakatwang.
Namun sejarah resmi seperti Pararaton dan Kidung Ranggolawe mencatat peristiwa berbeda: protes Ronggolawe dianggap pemberontakan, sehingga ia diperdayai dan dibunuh di Sungai Tambak Beras oleh Mahisa Anabrang. Bagi masyarakat Tuban, tragedi itu bukan sekadar sejarah, melainkan konspirasi politik tingkat tinggi yang digerakkan oleh Mahapati—tokoh ambisius yang ingin merebut jabatan patih. Intrik politik ini akhirnya juga menewaskan Lembu Sora dan Empu Nambi.
Dengan demikian, setiap pusaka tangguh Tuban bukan hanya mewariskan bentuk fisik, tetapi juga aura sejarahnya—semangat keberanian, keteguhan sikap, dan perjuangan melawan ketidakadilan.
F001
Tags: Bentuk keris, filosofi keris, fungsi keris, jenis keris, keris brojol, Keris Jawa, Keris Jawa Kuno, keris jawa tengah, sejarah keris
Keris Brojol Pamor Jung Isi Dunyo
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 1.595 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Sempono Pamor Janur Sinebit Janur Sinebit, merupakan nama salah satu pamor keris yang cukup eksotik. Bentuk gambaran pamor ini berupa garis-garis membujur bilah dengan ukurannya yang relatif tebal. Janur Sinebit merupakan pengejawantahan dari sebuah daun kelapa yang masih muda yang disebit atau disayat. Dalam budaya Jawa-Bali, janur sering disertakan dalam acara-acara penting seperti pernikahan dan… selengkapnya
Rp 2.750.000Keris Sempono Bungkem Asli Sepuh Keris Sempono Bungkem Asli Sepuh memang merupakan keris pusaka yang sangat langka. Dengan ciri khas yang unik yaitu kembang kacang model bungkem menyatu dengan gandik. Tidak hanya sekadar kembang kacang yang menempel saja, melainkan menancap dengan gandiknya. Kebanyakan keris Sempono Bungkem hanya sekadar kembang kacang yang menempel tidak sampai menyatu…. selengkapnya
Rp 6.500.000Adeg Sodo Lanang Dhapur: Tilam Upih Pamor: Adeg (Sodo Lanang / Sodo Sakler) Tangguh: Tuban Abad/Tahun: XV Masehi Warangka: Ladrang Surakarta Iras Kayu Trembalo Kuno Hulu: Yudawinatan Kayu Kemuning Bang Mendak: Widengan Kuningan Pendok: Blewah Mamas Surakarta Filosofi Pamor Sodo Lanang Dalam khazanah seni dan warisan budaya Nusantara, Keris Tilam Upih dengan pamor Sodo Lanang… selengkapnya
Rp 7.500.000Keris Tuban Kuno Pamor Pedaringan Kebak Keris Tuban Kuno Pamor Pedaringan Kebak adalah salah satu keris dari ratusan koleksi pusaka keris. Keris ini tergolong ke dalam jenis keris lurus. Dilihat dari bentuk dan ricikannya keris ini berdhapur Tilam Upih. Sedangkan untuk pamor yang tergurat pada bilahnya adalah pamor Pedaringan Kebak (di bagian sor-soran ada pamor Rojo Gundolo)…. selengkapnya
Rp 1.850.000Tombak Pusaka Baru Kuping Pamor Mrambut Dhapur / Jenis Bentuk Tombak : Baru Kuping Tangguh / Masa Pembuatan : Kasultanan Cirebon Sepuh Pamor / Motif lipatan besi : Sanak Mrambut Panjang Bilah Tajam : 19,5 cm Panjang Pesi : 10 cm Warangka : Kayu SOno Keling / Rose Wood Landeyan : Kayu Jati 50 cm… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Buto Ijo Tangguh Majapahit Kuno Keris Buto Ijo Tangguh Majapahit Kuno merupakan keris pusaka kuno yang berusia ratusan tahun. Keris ini tergolong jenis keris luk 9 dengan ukuran panjang bilahnya sedang, permukaan bilahnya nggigir sapi karena memakai ada-ada, tikel alis, pejetan, sraweyan. Jika dilihat dari material besi juga pasikutannya yang ramping dan pamornya ceprit-ceprit,… selengkapnya
Rp 3.333.000Pusaka Keris Sengkelat Pamor Kenongo Ginubah Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Sengkelat Luk 13 Pamor (motif lipatan besi) : Kenongo Ginubah Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : STW Panjang Bilah :35 cm Warangka : Ladrang Ukiran Ular Kayu Sawo Handle / Gagang : Kemuning Kuno Mendak : Kuningan Kode: K151 Dialih rawatkan (dimaharkan) sesuai dengan… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Pamor Udan Mas Dhapur Tilam Upih Sepuh Warangka Cendana Wangi Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Tilam Upih Pamor (motif lipatan besi) : Udan Mas Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Islam Abad Ke 17 Masehi Panjang Bilah : 34 cm Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Cendana Wangi NTT Kuno Handle / Gagang :… selengkapnya
Rp 7.555.000Badik Rencong Aceh Kuno Dhapur / Bentuk : Rencong (senjata tradisional Aceh) Pamor : Keleng Hurap Tangguh : Kuno panjang bilah : 22,6 cm panjang total ketika disarungkan : 32 cm warangka : kayu kuno handle : tanduk kuno Kode : PK190
Rp 900.000


















WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.