Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
- Warangka Sarung Keris Ladrang Sunggingan
- Keris Sempana Pamor Wengkon Isen Tangguh Madura Se
- Blawong Keris Isi 2 Ukir Wayang Bima Werkudara Bro
- Pusaka Keris Pulanggeni Pengging Pamor Tunggak Sem
- Pendok Keris Kelas Premium Bunton Surakarta Silih
- Keris Carubuk Pamor Pulo Tirto Sepuh
- Jual Jagrak Stand Wadah Tempat Keris Tombak Ukir
- Keris Naga Sapta Luk 7 Pamor Keleng
Selamat Datang di Galeri Pusaka Keris Indonesia
Keris telah terdaftar dan diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia Non-Bendawi Manusia yang berasal dari Indonesia sejak 25 November 2005. Pada hari itu pula oleh hampir 85% dari kalangan penggemar keris menganggap 25 November sebagai Hari Keris Nasional.
Dalam proposal pengajuan keris sebagai ‘Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage and Humanity’ oleh UNESCO saat itu (2004) disebutkan, bahwa keris secara prinsipil memiliki lima fungsi dalam masyarakat Indonesia. Yaitu, tradisi, fungsi sosial, seni, filosofi, dan mistis.
Pusaka Keris - Galeri Kolektor Keris Indonesia
Eksoterisme & Esoterisme Keris
Keris adalah salah satu benda bernilai seni tinggi yang penuh sarat makna dan hakikat. Dalam memandang sebilah keris orang bisa memandangnya dari nilai eksoteris dan esoterisnya. Eksoteris adalah nilai-nilai yang nampak dari wujud bentuk ragawinya. Sedangkan esoteris adalah nilai-nilai pada sebilah keris yang dilihat daripada sudut arti, makna, falsafah hingga tuahnya.
Jika melihat nilai eksoterisnya, tentu cukup meraba dan membaca dari bentuknya, hasil tempanya, keindahan seninya hingga pada nilai estetika pada proses pembuatan hingga pada hasil wujudnya. Tentu dalam hal ini tidak lepas dari literasi-literasi yang tercatat tentang berbagai silsilah sebuah keris. Lalu setelah mengetahui eksoterisnya, barulah nilai-nilai esoteris pada sebilah keris akan mampu dirasakan dan diintisarikan kedalam kehidupan.
Pada zaman dahulu keris dibuat bukan sekadar untuk menjadi sebilah senjata tajam sebagai alat perang atau alat pembunuh semata, namun keris dibuat lebih kepada tujuan untuk sebuah wujud bukti spiritualitas diri.
Terbukti dari setiap nama yang disematkan dalam sebilah keris selalu terselip makna. Mulai dari dhapurnya, pamornya hingga pada lekukan-lekukan ornamen kecil yang disebut ricikan. Sehingga keris tidaklah disebut sebagai alat perang ataupun senjata tajam semata, tetapi keris digolongkan kedalam golongan yang memiliki derajat yang lebih tinggi yaitu pusaka.
Keris adalah karya adi luhung yang dibuat dengan penuh harap dan doa. Tidak sekadar dibakar, dibentuk dan ditempa, tetapi keris juga ditirakati melalui puasa, doa dan ritual-ritual khusus lain. Tirakat yang bertujuan untuk mentransferkan nilai-nilai luhur budaya dan nilai-nilai luhur spiritualitas yang dihubungkan kepada Sang Penguasa Semesta Jagad. Bahwa setiap satu bilah keris adalah simbol doa dan harapan dari setiap yang menginginkan wujudnya, dengan kata lain keris dibuat untuk menciptakan sarana spiritualitas diri menuju kepadaNya, hingga dapat menjadi sebuah makna yang mengintisari kedalam kehidupan para pemiliknya. Keris diharapkan menjadi piyandel seperti doa dan harapan dari Sang Empu yang dititipkan pada setiap bilah keris yang dibuatnya.
Pemaharan Keris
Bursa Tosan Aji Pusaka Pemaharan keris, tombak, kujang dan tosan aji pusaka lainnya.
Jamasan Keris
Menerima jasa jamasan atau mewarangi keris, tombak, kujang, kudi dan tosan aji lainnya.
Sandangan Keris
Menerima jasa sandangan keris seperti warangka, mendak, selut, pendok, deder dan lain-lain.
Investasi & Kerja Sama
Membuka peluang investasi dan kerja sama kepada siapa saja yang ingin terjun di bursa keris.
Koleksi Terbaru
PUTHUT SAJEN Puthut Sajen merupakan salah satu bentuk tosan aji yang sederhana, tetapi memiliki simbolisme yang cukup dalam. Dalam tradisi Jawa, sosok atau ornamen puthut sering dikaitkan dengan figur pertapa yang menjalani laku prihatin, mengendalikan keinginan, dan mendekatkan diri kepada nilai-nilai kehidupan yang lebih tinggi. Namun bentuk puthut juga sering diasosiasikan dengan janin atau bayi… selengkapnya
Rp 1.700.000TOMBAK BANYAK ANGREM Tombak Banyak Angrem memiliki bentuk yang tidak biasa. Bilahnya menyerupai seekor angsa yang sedang mengerami telurnya, sehingga disebut Banyak Angrem. Bentuknya yang tidak simetris justru menjadi ciri yang menarik, karena berbeda dengan kebanyakan dhapur tombak yang menekankan keseimbangan bentuk bilah. Ketidakpraktisan bentuknya sebagai senjata perang membuat Banyak Angrem lebih dikenal sebagai tombak… selengkapnya
Rp 3.500.000DHAPUR TILAM UPIH Dhapur Tilam Upih merupakan salah satu dhapur keris lurus atau leres yang sangat dikenal dalam tradisi perkerisan Jawa. Ricikannya relatif sederhana, yaitu gandik lugas, tikel alis, dan pejetan. Kesederhanaan inilah yang justru menjadi salah satu ciri utama dhapur Tilam Upih. Nama Tilam Upih berasal dari kata tilam yang berarti alas atau tempat… selengkapnya
Rp 3.500.000DHAPUR JALAK NYUCUP MADU Dhapur Jalak Nyucup Madu menggambarkan seekor burung jalak yang sedang mengisap madu. Nama ini dapat dibaca sebagai perlambang manusia yang tekun mencari sesuatu yang baik dan bermanfaat dalam kehidupannya. Madu menjadi simbol sesuatu yang manis, bernilai, dan membawa manfaat. Sementara tindakan nyucup atau mengisap madu menggambarkan proses untuk mendapatkannya. Artinya, sesuatu… selengkapnya
Rp 4.500.000Dhapur Tilam Upih Dhapur Tilam Upih merupakan salah satu dhapur keris lurus atau leres yang sangat dikenal dalam tradisi perkerisan Jawa. Ricikannya relatif sederhana, yaitu gandik lugas, tikel alis, dan pejetan. Nama Tilam Upih berasal dari kata tilam, yang berarti alas atau tempat beristirahat, dan upih, yang merujuk pada pelepah pinang. Pada masa lalu, pelepah… selengkapnya
Rp 5.500.000Keris Patrem Patrem merupakan sebutan untuk keris berukuran kecil, umumnya sekitar 15–25 cm, sehingga lebih ringkas dan mudah dibawa sebagai ageman. Dalam tradisi perkerisan, Patrem sering dikaitkan dengan kaum perempuan dan anak-anak, meskipun penyebutan tersebut tidak harus dipahami sebagai batas mutlak penggunaannya. Ukurannya yang kecil membuat Patrem memiliki karakter yang berbeda dari keris berukuran umum…. selengkapnya
Hubungi AdminDhapur Carubuk Dhapur Carubuk, yang kadang disebut juga Crubuk, merupakan salah satu dhapur keris luk 7. Ukuran bilahnya sedang dan umumnya memiliki bentuk nglimpa, tanpa ada-ada. Ricikan yang menjadi cirinya antara lain kembang kacang, jalen, lambe gajah, pejetan, tikel alis, dan greneng. Dalam tradisi perkerisan, Carubuk juga memiliki sejarah dan kisah yang cukup panjang. Manuskrip… selengkapnya
Rp 4.000.000DHAPUR TILAM UPIH Dhapur Tilam Upih merupakan salah satu dhapur keris lurus atau leres yang sangat dikenal dalam tradisi perkerisan Jawa. Ricikannya relatif sederhana, yaitu gandik lugas, tikel alis, dan pejetan. Kesederhanaan tersebut justru menjadi salah satu ciri utama dhapur ini. Nama Tilam Upih berasal dari kata tilam, yang berarti alas atau tempat beristirahat, dan… selengkapnya
Rp 3.500.000DHAPUR SENGKELAT Dhapur Sengkelat merupakan salah satu dhapur keris luk 13 yang sangat dikenal dalam khazanah perkerisan Jawa. Dhapur ini memiliki ricikan yang cukup lengkap, yaitu sekar kacang, jalen, lambe gajah satu, tikel alis, pejetan, sogokan rangkap, sraweyan, dan greneng. Susunan ricikan tersebut menjadi ciri penting yang membentuk karakter Dhapur Sengkelat. Sengkelat juga termasuk dhapur… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Sombro Keris Sombro merupakan salah satu pusaka yang sangat dikenal dalam tradisi perkerisan Jawa. Bentuknya sederhana, bahkan sekilas menyerupai bilah pisau atau senjata kecil. Kesederhanaan inilah yang justru menjadi salah satu karakter yang membuatnya menarik. Dalam literatur pakem dhapur keris, bentuk yang selama ini populer disebut sebagai Keris Sombro dapat digolongkan ke dalam dhapur… selengkapnya
Rp 1.250.000Dhapur Gumbeng Gumbeng merupakan salah satu dhapur keris lurus dengan bentuk yang sederhana dan berkarakter tenang. Sepintas, bentuknya menyerupai Kebo Lajer, terutama pada gandhik yang memanjang, namun bilahnya cenderung lebih lebar. Sebagian besar Keris Gumbeng yang dikenal saat ini berasal dari tangguh sepuh sehingga memiliki nilai historis sekaligus spiritual yang tinggi. Di balik tampilannya yang… selengkapnya
Rp 3.350.000Dhapur Tilam Sari Tilam Sari merupakan salah satu dhapur keris lurus yang cukup banyak dijumpai di Pulau Jawa. Bentuknya sekilas sangat menyerupai Tilam Upih sehingga keduanya kerap membingungkan pemerhati keris. Ricikan Tilam Sari antara lain gandik polos berukuran normal, tikel alis, pejetan, sraweyan, dan odo-odo. Secara filosofis, tilam sari dimaknai sebagai tempat pembaringan. Unsur keris… selengkapnya
Rp 3.600.000Dhapur Tilam Upih Tilam Upih merupakan salah satu dhapur keris lurus atau leres yang dikenal luas dalam tradisi perkerisan Jawa. Ricikannya relatif sederhana, yaitu gandik lugas, tikel alis, dan pejetan. Kesederhanaan ini justru menjadi salah satu karakter utama dhapur Tilam Upih. Nama Tilam Upih berasal dari kata tilam, yang berarti alas atau tempat beristirahat, dan… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Patrem Patrem merupakan salah satu jenis keris yang dibedakan berdasarkan ukuran bilahnya yang relatif kecil, umumnya sekitar 15–25 cm. Patrem bukan nama dhapur, sehingga bentuknya dapat berupa keris lurus maupun luk, dengan jumlah luk yang umumnya tidak banyak, sering hingga luk 5. Gandhik-nya pun dapat beragam, antara lain berbentuk naga, singa, atau kikik. Patrem… selengkapnya
Hubungi AdminKERIS PATREM Patrem merupakan salah satu jenis keris yang dibedakan terutama berdasarkan ukuran bilahnya yang relatif kecil. Istilah patrem tidak menunjuk pada satu bentuk dhapur tertentu, sehingga keris patrem dapat memiliki bentuk lurus maupun luk. Pada umumnya jumlah luknya tidak banyak dan sering dijumpai hingga luk 5. Bentuk gandhik juga dapat beragam, antara lain berbentuk… selengkapnya
Hubungi AdminDHAPUR TILAM UPIH Dhapur Tilam Upih merupakan salah satu dhapur keris lurus atau leres yang sangat dikenal dalam tradisi perkerisan Jawa. Ricikannya relatif sederhana, yaitu gandik lugas, tikel alis, dan pejetan. Kesederhanaan tersebut justru menjadi salah satu ciri utama dhapur ini. Nama Tilam Upih berasal dari kata tilam, yang berarti alas atau tempat beristirahat, dan… selengkapnya
Hubungi AdminDHAPUR TILAM UPIH Dhapur Tilam Upih merupakan salah satu dhapur keris lurus atau leres yang sangat populer dalam tradisi perkerisan Jawa. Ricikannya relatif sederhana, yaitu gandik lugas, tikel alis, dan pejetan. Kesederhanaan tersebut justru menjadi salah satu karakter utama Dhapur Tilam Upih. Nama Tilam Upih berasal dari kata tilam yang berarti alas atau tempat tidur,… selengkapnya
Hubungi AdminDHAPUR BROJOL Dhapur Brojol merupakan salah satu dhapur keris lurus atau leres dengan ricikan yang relatif sederhana. Ricikan utamanya adalah gandik lugas dan pejetan. Kesederhanaan susunan ricikan tersebut menjadi salah satu karakter yang mudah dikenali dari dhapur Brojol. Nama Brojol dalam bahasa Jawa berkaitan dengan pengertian keluar, lolos, atau terlepas dari suatu keadaan. Istilah ini… selengkapnya
Rp 4.000.000DHAPUR CARANG SOKA Dhapur Carang Soka merupakan salah satu dhapur keris luk 9. Ricikan yang menjadi cirinya antara lain sekar kacang, jalen, lambe gajah, pejetan, tikel alis, sraweyan, dan greneng. Susunan ricikan tersebut menjadi bagian penting dalam mengenali Dhapur Carang Soka dan membedakannya dari dhapur luk 9 lainnya. Nama Carang Soka secara harfiah dapat dipahami… selengkapnya
Hubungi AdminPutut Sajen Pamor Mrambut Keris Putut Sajen merupakan salah satu bentuk keris yang memiliki ciri khas berupa figur putut, yaitu sosok yang secara simbolik menggambarkan seorang pertapa atau resi yang sedang menjalani laku. Dalam tradisi pusaka Nusantara, bentuk putut tidak hanya dipahami sebagai hiasan, tetapi juga menjadi simbol tentang laku, ketekunan, pengendalian diri, dan pencarian… selengkapnya
Hubungi AdminKujang Naga Putut Sajen Kujang Naga Putut Sajen merupakan sebutan koleksi untuk kujang yang menampilkan perpaduan unsur naga dan figur putut, serta secara tradisi dikaitkan dengan fungsi sajen atau perlengkapan dalam kegiatan adat dan upacara. Istilah ini lebih tepat dipahami sebagai gabungan antara ciri bentuk, ragam hias, dan konteks fungsi, karena sebutan “Naga Putut Sajen”… selengkapnya
Hubungi AdminDhapur Brojol Brojol merupakan salah satu dhapur keris lurus yang memiliki ricikan sederhana. Ciri utamanya berupa gandhik lugas dan pejetan, tanpa banyak tambahan ricikan yang rumit. Kesederhanaan inilah yang menjadi karakter kuat dari dhapur Brojol. Nama brojol dalam bahasa Jawa berkaitan dengan pengertian keluar, lolos, atau terlepas dari suatu keadaan. Dalam kehidupan sehari-hari, sesuatu yang… selengkapnya
Hubungi AdminDhapur Tilam Upih Tilam Upih merupakan salah satu dhapur keris lurus yang sederhana dan sangat dikenal dalam tradisi perkerisan Jawa. Ciri utamanya adalah gandhik polos, dengan ricikan berupa tikel alis dan pejetan. Karena tidak banyak menggunakan ricikan tambahan, bentuk Tilam Upih tampak sederhana, bersih, dan tidak berlebihan. Di beberapa daerah, dhapur ini juga dikenal dengan… selengkapnya
Hubungi AdminDhapur Pulanggeni Pulanggeni merupakan salah satu nama dhapur keris yang cukup dikenal dalam tradisi perkerisan Jawa. Nama ini juga memiliki hubungan yang kuat dengan dunia pewayangan, khususnya tokoh Arjuna, karena Pulanggeni dikenal sebagai salah satu nama atau sebutan bagi pusaka milik Arjuna dalam tradisi pewayangan Jawa. Secara etimologis, nama Pulanggeni kerap dikaitkan dengan kata api… selengkapnya
Rp 4.500.000Dhapur Tilam Upih Tilam Upih merupakan salah satu dhapur keris lurus yang sederhana, tetapi justru karena kesederhanaannya dhapur ini menjadi salah satu bentuk keris yang sangat dikenal dan banyak dijumpai dalam tradisi perkerisan Jawa. Ciri utama Tilam Upih terletak pada gandhik yang polos, dengan ricikan berupa tikel alis dan pejetan. Tidak banyak ornamen atau ricikan… selengkapnya
Rp 3.000.000Dhapur Dholog Dholog merupakan salah satu dhapur keris luk 5 dengan ricikan yang cukup lengkap. Ciri-cirinya antara lain gandhik lugas, pejetan, tikel alis, sogokan rangkap, dan sraweyan. Pada beberapa bilah dapat dijumpai greneng, sementara pada bilah lainnya tidak. Nama Dholog menarik untuk dibaca dari sisi filosofis. Dalam pemahaman budaya Jawa, kata dholog dapat dikaitkan dengan… selengkapnya
Hubungi AdminDhapur Regol Karno Tinanding Regol merupakan salah satu dhapur keris lurus yang memiliki bentuk cukup khas dan tergolong jarang dijumpai dalam dunia perkerisan. Keunikannya terutama terlihat pada bagian gandhik yang berjumlah dua, yaitu satu berada di bagian depan dan satu lagi di bagian belakang bilah. Selain itu, bentuk gaja pada dhapur ini juga memiliki karakter… selengkapnya
Hubungi AdminDhapur Brojol Brojol merupakan salah satu dhapur keris lurus dengan ricikan yang relatif sederhana. Pada bilahnya terdapat gandhik lugas dan pejetan, tanpa banyak ricikan tambahan yang menonjol. Kesederhanaan inilah yang menjadi salah satu karakter utama dhapur Brojol. Namun, kesederhanaan Brojol justru menyimpan pembacaan filosofis yang menarik. Dalam bahasa Jawa, brojol berkaitan dengan pengertian keluar atau… selengkapnya
Hubungi AdminDHAPUR TILAM UPIH Tilam Upih merupakan salah satu dhapur keris lurus yang bentuknya sederhana dan sangat dikenal dalam tradisi perkerisan Jawa. Gandhik-nya polos, sementara ricikan yang menjadi cirinya antara lain tikel alis dan pejetan. Di beberapa daerah, dhapur ini juga dikenal dengan sebutan Tilam Petak atau Tilam Putih. Kesederhanaan bentuk tersebut bukan berarti menjadikannya kurang… selengkapnya
Hubungi AdminKawruh
Mengapa Pengetahuan Keris Sering Berbeda-beda? Sebagian besar pengetahuan tentang keris yang dihayati dan dipraktikkan hingga hari ini pada dasarnya merupakan... selengkapnya
Menyiapkan Ruang Kesalahan untuk Kebenaran yang Lebih Bijaksana Cara Aman Memahari Keris bagi Pemula Keris adalah warisan budaya yang tidak... selengkapnya
Bagaimana Keris di Masa Depan? Keris di masa depan bukanlah pusaka yang ditinggalkan oleh zaman, melainkan warisan yang menemukan cara... selengkapnya
Keris untuk Generasi Muda Keris bukan benda kuno yang tertinggal oleh zaman. Ia adalah pesan lama yang menunggu untuk dibaca... selengkapnya
Keris dalam Perspektif Agama Islam Antara Budaya, Simbol, dan Tauhid Keris merupakan salah satu warisan budaya Nusantara yang memiliki sejarah... selengkapnya
Kesaktian Keris dalam Perspektif Hukum Islam Menimbang Keyakinan antara Budaya dan Akidah Pembahasan mengenai kesaktian atau tuah keris kerap menimbulkan... selengkapnya
Keris di Era Digital Era digital telah mengubah cara manusia berinteraksi dengan pengetahuan, budaya, dan sejarah. Informasi kini bergerak cepat,... selengkapnya
Keris dan Dukun Hari ini, cara pandang terhadap keris telah mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Keris tidak lagi semata-mata diposisikan... selengkapnya

WhatsApp us