Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
- Keris Jalak Sangu Tumpeng Mataram Sultan Agung
- Keris Nogososro Sabuk Inten Luk 11
- Kujang Lanang Sepuh Pamor Tirto Tumetes Tangguh Pa
- Keris Sengkelat Pamor Akhodiyat Meteorit Mataram S
- Tombak Sigar Jantung Pamor Tunggak Semi
- Dimaharkan Pusaka Keris Brojol Warangka Ladrang Ir
- Pusaka Keris Sengkelat Warangka Timoho Kendit
- Keris Gonjo Iras Pamor Setro Banyu
Keris Gumbeng Pamor Slewah Sepuh
Rp 3.350.000| Kode | TAG079 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Dhapur Bethok Gumbeng, Katalog Produk, Keris, Keris Lurus, Pamor Slewah, Tangguh Pajajaran |
| Jenis | : Keris Leres |
| Dhapur | : Gumbeng |
| Pamor | : Slewah |
| Tangguh | : Pajajaran |
| Warangka | : Gayaman Surakarta, Kayu Adem Ati Iras |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Kayu Adem Ati |
| Pendok | : - |
| Mendak | : Widengan, Bahan Kuningan |
Keris Gumbeng Pamor Slewah Sepuh
Dhapur Gumbeng
Gumbeng merupakan salah satu dhapur keris lurus dengan bentuk yang sederhana dan berkarakter tenang. Sepintas, bentuknya menyerupai Kebo Lajer, terutama pada gandhik yang memanjang, namun bilahnya cenderung lebih lebar. Sebagian besar Keris Gumbeng yang dikenal saat ini berasal dari tangguh sepuh sehingga memiliki nilai historis sekaligus spiritual yang tinggi.
Di balik tampilannya yang sederhana, Dhapur Gumbeng menyimpan filosofi mendalam mengenai hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam semesta.
Secara harfiah, “Gumbeng” dimaknai sebagai suatu tingkat kesadaran yang dicapai ketika seseorang berada dalam laku semedi atau meditasi. Pada keadaan ini, hati, pikiran, dan jiwa berada dalam keselarasan yang utuh sehingga menghadirkan keheningan batin, kedamaian, serta rasa kedekatan dengan Sang Pencipta.
Dalam tradisi spiritual Jawa, semedi bukan sekadar praktik menenangkan pikiran, melainkan sebuah laku batin untuk menyelaraskan cipta, rasa, dan karsa manusia dengan kehendak Tuhan serta keteraturan alam semesta. Melalui semedi, seseorang berusaha membersihkan batin, mengendalikan hawa nafsu, dan mencapai keseimbangan antara aspek lahir maupun batin.
Pada tingkatan tertentu, laku semedi dipahami sebagai perjalanan melintasi tahapan kesadaran spiritual, mulai dari syariat, tarekat, hakikat, hingga makrifat. Dalam budaya Jawa, perjalanan tersebut dikenal sebagai laku raga, laku budi, laku manah, dan laku rasa. Ajaran serupa juga dijelaskan oleh Mangkunegara IV dalam Wedhatama melalui empat tahapan sembah, yaitu sembah raga, sembah cipta, sembah jiwa, dan sembah rasa.
Hakikat dari perjalanan spiritual ini adalah menyelaraskan berbagai dorongan dalam diri manusia. Kecenderungan menuju kebaikan maupun keburukan harus diharmoniskan agar tercipta keseimbangan. Ketika hawa nafsu mampu dikendalikan, manusia akan semakin dekat kepada sifat-sifat ketuhanan.
Penyatuan dengan Tuhan dalam pengertian ini bukanlah menyatunya zat manusia dengan Zat Tuhan, melainkan menyelaraskan sifat, asma, dan af’al manusia dengan sifat, asma, dan af’al Tuhan yang dianugerahkan melalui kodrat dan iradat-Nya. Dengan demikian, tugas manusia adalah menjaga keselarasan dirinya dengan kehendak Ilahi yang telah tertanam dalam kehidupannya.
Semedi yang dijalankan tanpa pemahaman akan batas-batas tersebut dikhawatirkan justru dapat membuat seseorang kehilangan keseimbangan batin dan mengalami perubahan cara pandang yang menyimpang terhadap hakikat kehidupan.
Puncak dari laku semedi adalah tercapainya ketenangan pikiran, hati, dan jiwa. Sebagaimana ajaran yang diyakini dalam berbagai tradisi spiritual, hanya dengan selalu mengingat Tuhan, hati akan memperoleh ketenteraman yang sejati.
Oleh karena itu, Dhapur Gumbeng mengandung pesan agar manusia senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan, hidup selaras dengan alam semesta, serta menjaga kejernihan hati dalam setiap langkah kehidupan. Dalam khazanah tuah keris, Dhapur Gumbeng dipercaya membawa energi yang melambangkan ketenangan batin (kasepuhan), ketenteraman keluarga, kebijaksanaan, dan sifat pengayom.
TAG079
Keris Gumbeng Pamor Slewah Sepuh
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 90 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Adeg Sodo Lanang Dhapur: Tilam Upih Pamor: Adeg (Sodo Lanang / Sodo Sakler) Tangguh: Tuban Abad/Tahun: XV Masehi Warangka: Ladrang Surakarta Iras Kayu Trembalo Kuno Hulu: Yudawinatan Kayu Kemuning Bang Mendak: Widengan Kuningan Pendok: Blewah Mamas Surakarta Filosofi Pamor Sodo Lanang Dalam khazanah seni dan warisan budaya Nusantara, Keris Tilam Upih dengan pamor Sodo Lanang… selengkapnya
Rp 7.500.000Tombak Godong Pring Sepuh Tombak Godong Pring merupakan salah satu dhapur tombak yang namanya diambil dari alam. Dalam bahasa Jawa, godong berarti daun, sedangkan pring berarti bambu. Maka secara harfiah, Godong Pring berarti daun bambu. Penamaan ini tentu bukan tanpa alasan. Bentuk bilahnya yang ramping, memanjang, dan proporsional mengingatkan pada siluet daun bambu yang sederhana,… selengkapnya
Hubungi AdminPusaka Keris Carito Keprabon Pamor Wos Wutah Ceprit Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Carito Keprabon Luk 11 Pamor (motif lipatan besi) : Beras Wutah Ceprit (besi Padat Berserat Khas Majapahit) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Majapahit Abad Ke 13 Masehi Panjang Bilah : 33 cm Warangka : Ladrang Surakarta Gandar Iras Kayu Trembalo Kuno… selengkapnya
Rp 3.111.000Keris Panimbal Pamor Akhodiyat Meteor Tangguh Pajang Sepuh Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Panimbal Luk 9 Pamor (motif lipatan besi) : Wos Wutah (Akhodiyat Meteorit) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Pajang Mataram (Abad XVI) Panjang Bilah : 36 cm Warangka : Gayaman Yogyakarta (Kayu Trembalo Kuno) Handle / Gagang : Yogyakarta (Kayu Kemuning… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Sepuh Jangkung Mataram Sultan Agung Pamor Wahyu Tumurun Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Jangkung Luk 3 Pamor (motif lipatan besi) : Kulit Semangka Wahyu Tumurun (pamor ngebyar meteorit) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Sultan Agung Panjang Bilah : 36,2 cm Warangka : Gayaman Jogjakarta Kayu Timoho Handle / Gagang : Kayu Kemuning… selengkapnya
Rp 4.555.000Tombak Pusaka Karawelang Mataram Senopaten Tombak Pusaka Karawelang merupakan salah satu pusaka simbolik yang sarat makna kesatriyaan. Dalam khazanah pewayangan, Tombak Karawelang dikenal sebagai pusaka yang berakar pada laku pengabdian, ketajaman batin, dan keteguhan dharma. Di tangan para ksatria, tombak ini bukan semata senjata, melainkan perlambang kemampuan menembus persoalan dengan kejernihan rasa dan kebijaksanaan budi…. selengkapnya
Rp 2.000.000Keris Pamor Segara Wedi Sepuh Keris pamor Segara Wedi adalah salah satu pusaka yang memiliki makna mendalam dalam filosofi dan spiritualitas Jawa. Nama Segara Wedi sendiri dapat diartikan sebagai “Lautan Pasir”—sebuah gambaran tentang pertemuan dua unsur besar dalam alam, yakni air dan pasir. Pamor ini mencerminkan keseimbangan antara keteguhan dan kelenturan, antara ketegaran dan kebijaksanaan… selengkapnya
Rp 4.300.000Keris Sengkelat Luk 13 Tangguh Mataram Sepuh Utuh TUS Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Sengkelat Luk 13 Pamor (motif lipatan besi) : Kulit Semangka (Pamor Jelas dan Cerah) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram (Abad XVII) Panjang Bilah : 35 cm Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Timoho Kuno Handle / Gagang : Kemuning Bang… selengkapnya
Rp 3.555.000










WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.