Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
- Pusaka Keris Carubuk Patrem Sepuh Kuno
- Keris Nagasasra Wahyu Tumurun Kinatah Kamarogan Si
- Pedang Sabet Sokayana Pamor Damaskus Kuno
- Pusaka Keris Jalak Ngore Keleng
- Keris Mundarang Pamor Miring Lar Gangsir Langka Se
- Keris Jalak Ngore Pamor Udan Mas
- Pusaka Keris Sabuk Inten
- Keris Corok Pulanggeni Pamor Keleng Hurap Besi Keh
Jangkung Pacar Pamor Tambal Lima
| Kode | TAG125 |
| Stok | Habis |
| Kategori | Dhapur Jangkung, Dhapur Jangkung Pacar, Katalog Produk, Keris, Keris Luk 3, Pamor Tambal |
Jangkung Pacar Pamor Tambal Lima
Jangkung Pacar Pamor Tambal Lima
Filosofi Jangkung Pacar
Jangkung panganggenya, kudu jinangkung dèn-eling… Dhapur Jangkung mengandung arti agar dalam hidupnya manusia untuk selalu “eling” memohon dan mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Esa dengan sumarah, sumeleh serta mituhu” agar hidupnya jinangkung-jinampangan (dilindungi dan diberkati oleh Yang Maha Kuasa).
Sumarah berarti berserah atau pasrah dan percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena kita mengetahui betapa Maha Kuasa-Nya Allah sekaligus memahami betapa tidak berharga dan tidak berdayanya kita manusia di hadapan Allah. Bahwa DIA lah yang mengatur segala sesuatunya dan akan memberikan yang terbaik dalam kehidupan kita. Di saat kita menghadapi cobaan hidup maka kita bekeyakinan bahwa Allah telah punya rancangan-Nya sendiri bagi kita.
Sumeleh bukan berarti menyerah. Manusia sebagai hamba hanyalah bisa berusaha dan apapun hasilnya tergantung ridho-Nya. Maka dengan sumeleh manusia di harapkan tak mudah putus asa dan teguh dalam usahanya, termasuk ikhlas menerima yang tidak dikehendaki atau tidak kita harapkan terjadi.
Mituhu : artinya patuh dan menurut nasehat orang tua, karena orang tua adalah salah satu jalan yang membuat seorang manusia bisa sukses. Menjadi langkah awal menuju sebuah kesuksesan yang luar biasa.
Pacar sendiri adalah daun yang biasa dipakai untuk menghias kuku, juga pada jaman dahulu digunakan untuk mewarnai kayu, warnanya merah darah. Daun pacar memiliki sifat magis dan melambangkan kesucian. Hal yang disucikan adalah berkenaan dengan raga, penyucian jiwa yang berkenaan dengan niat (artinya memberikan petuah kepada anak agar memperbaiki niatnya dalam menyongsong kehidupannya di masa mendatang) dan menyucikan tekad (artinya bercita-cita atau bersungguh-sungguh untuk menjaga hidup yang benar).
Tak heran pada jaman dahulu kala, seorang anak yang sudah beranjak dewasa dan siap memilih jodoh dan menentukan jalan hidupnyanya sendiri dibekali oleh ayahnya dengan sebuah keris berdapur Jangkung Pacar – karena menjadi sebuah hal yang penting dalam tradisi Jawa untuk mengawali pernikahan. Hal ini dianggap karena sebuah pernikahan memiliki kedudukan tinggi bagi perjalanan hidup seseorang. Hal ini berkenaan dengan makna yang juga terkandung dalam agama bahwa salah satu prosesi pernikahan adalah proses penyempurnaan agama bagi setiap orang (baik laki-laki maupun perempuan). Dimana ibadah orang yang menikah dianggap lebih tinggi derajatnya ketimbang yang belum menikah. Inilah makna filosofi dari tradisi yang mengandung nilai-nilai yang begitu kental dengan ajaran agama. Maka tradisi yang demikian adalah baik untuk dijaga dan dilestarikan.
Keris berdapur luk tiga Jangkung dipercaya mempunyai tuah atau melambangkan dorongan semangat untuk mencapai cita-cita : “sae kagem ingkang kagungan gegayuhan – Kajangkung Gegayuhaning Manah”. Konon pula pada masa mudanya Sultan Agung mempunyai keris andalan Jangkung Manglar Monga, keris luk tiga dimana pada bagian bawah terdapat gambaran burung garuda dengan sayap mengepak. Adapun keris Jangkung Manglar Monga ini mengandung makna akan harapan dan cita-cita melanglang jagad dengan menjadikan budaya Jawa sebagai budaya yang tinggi.
Pamor Tambal
Sesuai dengan namanya dibuat dengan cara ditambal di bilah, bentuknya mirip dengan goresan kuas besar pada sebuah bidang lukisan. Walau seringkali posisi/jaraknya tidak merata/sama namun tetap indah dipandang. Pamor tambal tergolong pamor rekan yang sengaja dirancang oleh sang Empu.
Bagi sebagian pecinta keris, pamor tambal dipercaya sebagai pamor pemilih, artinya tidak semua orang cocok untuk memilikinya. Namun bagi mereka yang cocok, pamor ini mempunyai tuah yang konon baik untuk kemajuan karir, serta memudahkan pemiliknya mencapai derajad dan kedudukan sosial yang tinggi di dalam masyarakat (junjung derajad).
Sacara filosofi dan spiritual, pamor tambal dibuat sebagai doa/harapan agar setiap kelemahan dan kekurangan kita akan ditambal dan ditutupi-Nya, sebagai pemilik kuas Sang Pelukis Kehidupan. Pamor Tambal dapat juga mengandung arti akan adanya sebuah “ikhtiar” untuk mewujudkan sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya. Sebuah perlambang bahwa kita manusia sadar sebagai hamba yang penuh ketidaksempurnaan. Dalam kerendahan hati memohon agar setiap celah kelemahan dan kekurangan kita akan ditambal oleh Sang Penata Kehidupan dan berharap segala sesuatunya ditutup sesuai rancangan-Nya.
Filosofi Pamor Tambal Lima
Dalam budaya Jawa angka lima melambangkan kesempurnaan hidup manusia, baik secara fisik/lahiriah maupun tingkat spiritual/agama. Anugerah pertama dan terbesar dalam hidup adalah ketika Sang Pencipta memberikan kelengkapan panca indera. Manusia yang sempurna secara fisik/lahiriah adalah mereka yang terlahir tanpa ada kekurangan dalam salah satu panca inderanya, yang diikuti pula tanda fisik lainnya yakni memiliki lima jari tangan dan lima jari kaki. Selanjutnya Tuhan selalu mengingatkan bahwa manusia harus selalu bersyukur dan meminta ampun atas segala dosa dilakukannya di dunia dengan menjalani syariat Agama, yang misal dalam Islam berjumlah lima hal pokok, rukun islam serta sholat lima waktu.
Maka bagi orang Jawa, angka lima adalah pokok menuju kesempurnaan. Oleh karena itu pula, orang Jawa memiliki lima jenis hari (bukan tujuh yang seperti kita anut) yaitu pon, wage, kliwon, legi, dan pahing. Tidak hanya dijadikan sebagai jumlah hari, masyarakat Jawa menilai lelaki sempurna lahir batin baru akan dianggap sebagai seorang “satria” ketika sudah mencapai astobroto atau memiliki lima hal yang melengkapi hidupnya. Lima hal itu ialah: Griya (rumah), Wanita (isteri), Turangga (kuda), Kukila (burung), dan Curiga (keris).
TAG125
Tags: keris jangkung, keris luk 3, Keris Pamor Tambal, Keris Tangguh Pajang Mataram
Jangkung Pacar Pamor Tambal Lima
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 1.405 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Sengkelat Luk 13 TUS Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Sengkelat Luk 13 Pamor (motif lipatan besi) : Wos Wutah Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Sultan Agung Abad 16 Masehi Panjang Bilah: 36,5 cm Warangka : Gayaman Yogya Kayu Kemuning Handle / Gagang : Kayu Tayuman Pendok: Slorok Kemalo Merah Abrit Mendak :… selengkapnya
Rp 7.777.000Keris Parungsari Dwi Waja Blambangan Keris Parungsari Dwi Waja Blambangan merupakan salah satu dari ratusan koleksi pusaka keris kami. Keris ini termasuk dalam golongan jenis keris luk 13. Jika dilihat dari bentuk dan ricikannya, keris ini berdhapur Parungsari. Parungsari adalah salah satu bentuk dhapur keris berluk tiga belas. Ukuran Panjang bilahnya sedang. Keris ini memakai kembang kacang;… selengkapnya
Rp 5.000.000Jalak Sangu Tumpeng Pamor Kulit Semangka Dalam tradisi perkerisan Jawa, terdapat empat dhapur yang sejak lama dipercaya sebagai pusaka wajib bagi seorang lelaki: Brojol, Tilam Upih, Tilam Sari, dan Jalak Sangu Tumpeng. Keempatnya bukan sekadar bentuk bilah, melainkan penanda laku hidup—dari kelahiran, penataan rumah tangga, hingga kesiapan menjalani tanggung jawab duniawi dan batiniah. Di antara… selengkapnya
Rp 3.500.000Pusaka Keris Tilam Upih Pamor Tirto Tumetes Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Tilam Upih Pamor (motif lipatan besi) : Tirto Tumetes/Tetesing Warih Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Pajajaran Abad Ke 14 Masehi Panjang Bilah : 36 cm Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Trembalo Kuno Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang kuno Pendok :… selengkapnya
Rp 2.555.000Keris Nogo Siluman Kinatah Emas Pamor Banyu Tetes Mataram Senopaten Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Naga Siluman Luk 5 Pamor (motif lipatan besi) : Banyu Tetes Ceprit-Ceprit (kinatah emas 5 wedono) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Senopaten Abad 14 Masehi Panjang Bilah : 38,3 cm Warangka : Ladrang Surakarta Kayu Trembalo Nginden Kuno… selengkapnya
Rp 15.555.000Keris Pamengkang Jagad Pamor Pandito Bolo Pandito Keris Pamengkang Jagad Pamor Pandito Bolo Pandito – Di antara banyak pusaka Nusantara, ada yang hadir dengan keunikan tak biasa—Keris Brojol Pamengkang Jagad. Sebuah pusaka yang seolah “retak” di bagian tengah bilahnya, menghadirkan kesan misterius sekaligus menegaskan bahwa ia bukan sekadar sebilah keris biasa. Dalam dunia perkerisan, Pamengkang… selengkapnya
Rp 4.600.000Pusaka Keris Carang Soka Pamor Sodo Sakler Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Carang Soka Luk 9 Pamor (motif lipatan besi) : Sodo Lanang / Adeg siji / Adeg Sakler Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Blambangan Abad Ke 15 Masehi Panjang Bilah : 35 cm (pesi utuh original tidak sambungan) Warangka : Ladrang Surakarta Kayu… selengkapnya
Rp 2.500.000LANGKA!! Keris Condong Campur Pamor Segoro Muncar Tangguh HB Sepuh Asli Original Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Condong Campur Pamor (motif lipatan besi) : Segoro Muncar Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : HB Sepuh (Hamengkubuwono) Panjang Bilah : 35,7 cm Warangka : Gayaman Jogjakarta Kayu Timoho Kuno Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang Kuno… selengkapnya
Rp 8.999.000Pusaka Keris Kyai Carubuk Luk 7 Tangguh Pengging Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Carubuk Pamor (motif lipatan besi) : Beras Wutah Ceprit Ceprit Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Pengging Madya Panjang Bilah : 34 cm Pesi masih utuh panjang original Warangka : Kayu Jati Ladrang Surakarta Handle / Gagang : Kayu Jati Pendok :… selengkapnya
Hubungi Admin




















WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.