Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
Keris Bali Sepuh Carita Genengan Luk 11
| Kode | MK103 |
| Stok | Habis |
| Kategori | Dhapur Carita Genengan, Katalog Produk, Keris, Keris Luk 11, Pamor Ngulit Semangka, Tangguh Bali |
| Jenis | : Keris Lurus |
| Dhapur | : Carita Genengan |
| Pamor | : Ngulit Semangka |
| Tangguh | : Bali era Majapahit |
| Warangka | : Kekandikan, Bahan Kayu Sono Keling |
| Deder/Handle | : Buto Nawasari, Bahan Kayu Sono Keling |
| Pendok | : - |
| Mendak | : Uwer, Bahan Perak Berhias Batu Safir |
Keris Bali Sepuh Carita Genengan Luk 11
Keris Bali Sepuh Carita Genengan Luk 11
Pusaka ini menggunakan warangka model Kekandikan berbahan kayu Sono Keling lawasan yang menampilkan karakter klasik khas Bali. Hulu atau deder menggunakan model Buto Nawasari, juga dari kayu Sono Keling lawasan, dipadukan dengan mendak model uwer berbahan perak berhias batu safir.
Keseluruhan busana memancarkan kesan gagah, klasik, dan berwibawa. Warna kayu yang tua berpadu dengan ornamen perak menghadirkan nuansa wingit sekaligus mempertegas karakter pusaka sebagai karya adiluhung yang memiliki daya tarik estetis tinggi.
Garap dan Pasikutan
Ditinjau dari kualitas garapnya, keris ini menunjukkan pengerjaan yang matang dan berkelas. Bilah ditempa dengan material yang padat, besinya pulen, serta pamor keluar dengan jelas sehingga memperlihatkan kualitas tempa yang baik.
Dari sisi pasikutan, keris ini memiliki karakter yang menarik. Sebagaimana lazimnya keris Bali, bilahnya relatif panjang sehingga memberikan kesan tegap dan berwibawa. Namun, di balik ketegasan tersebut, pasikutannya tetap tampak ramping, luwes, dan memancarkan aura wingit yang kuat.
Karakter demikian memperlihatkan kesinambungan estetika keris Bali dengan tradisi perkerisan Majapahit. Oleh karena itu, berdasarkan bentuk, garap, dan proporsi bilahnya, pusaka ini diperkirakan berasal dari Tangguh Bali Sepuh, pada masa ketika pengaruh budaya Majapahit masih sangat kuat di Pulau Bali.
Tangguh Bali Sepuh
Hubungan Bali dengan Majapahit merupakan salah satu babak penting dalam sejarah Nusantara. Sejak ekspedisi Majapahit ke Bali pada pertengahan abad ke-14, pengaruh kerajaan tersebut berkembang dalam berbagai bidang, mulai dari pemerintahan, sastra, seni, arsitektur, hingga tradisi perkerisan.
Ketika Majapahit mengalami kemunduran pada akhir abad ke-15, banyak bangsawan, empu, pendeta, dan seniman yang bermigrasi ke Bali. Bersama mereka turut berpindah berbagai pengetahuan, teknik tempa, serta tradisi artistik yang kemudian berkembang dan berakulturasi dengan budaya lokal.
Karena itu, Bali dikenal sebagai salah satu wilayah yang berhasil menjaga kesinambungan warisan budaya Majapahit. Dalam dunia perkerisan, pengaruh tersebut masih dapat dibaca melalui proporsi bilah, kehalusan garap, ketegasan ricikan, serta wibawa pasikutan yang menjadi ciri sejumlah keris Bali tua.
Meski demikian, keris Bali bukanlah sekadar kelanjutan dari keris Majapahit. Para empu Bali mengembangkan warisan tersebut menjadi gaya yang memiliki identitasnya sendiri, sehingga lahirlah karakter keris Bali yang khas, anggun, berwibawa, dan sarat nilai budaya.
Dhapur Carita Genengan
Setiap nama dhapur keris bukan sekadar penanda bentuk, melainkan juga mengandung simbol, pesan, bahkan ajaran yang diwariskan oleh para empu.
Nama Carita Genengan terdiri atas dua unsur yang menarik untuk dimaknai. Kata carita dalam bahasa Jawa Kuno maupun Bali berarti kisah, cerita, atau tuturan yang mengandung pengalaman dan pelajaran hidup. Sementara itu, kata genengan diduga berasal dari kata geneng, yang memiliki kedekatan makna dengan keadaan yang utuh, lengkap, matang, atau telah mencapai kesempurnaan.
Apabila kedua kata tersebut dipadukan, Carita Genengan dapat dimaknai sebagai kisah yang utuh, perjalanan hidup yang telah mencapai kematangan, atau cerita yang menghadirkan hikmah secara lengkap.
Penafsiran ini tentu bukan makna yang bersifat mutlak. Sebagaimana banyak nama dhapur keris Nusantara, pemaknaannya berkembang melalui tradisi lisan, pakem daerah, serta pandangan para ahli perkerisan.
Namun justru di situlah letak keindahannya. Sebuah dhapur tidak hanya menjelaskan bentuk bilah, tetapi juga mengajak kita membaca nilai-nilai yang ingin diwariskan para empu. Sebab sebilah keris tidak hanya ditempa oleh besi dan api, melainkan juga oleh cerita, sejarah, dan kebijaksanaan yang terus hidup dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Makna Budaya Keris di Bali
Dalam kehidupan masyarakat Bali, keris bukan hanya dipandang sebagai pusaka, melainkan sebagai bagian yang menyatu dengan tradisi dan kehidupan spiritual. Salah satu buktinya adalah peringatan Tumpek Landep, hari suci yang diperingati setiap 210 hari, tepat pada Sabtu Kliwon Wuku Landep.
Pada hari tersebut, umat Hindu memohon landeping idep, yaitu ketajaman pikiran dan kebijaksanaan, kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasi-Nya sebagai Dewa Pasupati. Selain pusaka dan senjata, berbagai sarana kehidupan seperti kendaraan, komputer, hingga peralatan kerja turut didoakan sebagai ungkapan syukur atas manfaat yang diberikan.
Hal ini menunjukkan bahwa esensi Tumpek Landep bukanlah memuliakan benda, melainkan mengingatkan manusia agar menggunakan ilmu pengetahuan, kecerdasan, teknologi, dan segala kemampuan yang dimiliki untuk menghadirkan kemaslahatan. Tradisi ini sekaligus menjadi momentum mulat sarira, yaitu bercermin dan melakukan introspeksi diri agar kehidupan senantiasa berjalan dalam kebijaksanaan dan dharma.
Melalui pemahaman tersebut, keris Bali tidak hanya hadir sebagai karya seni tempa yang indah, tetapi juga sebagai simbol perjalanan budaya, spiritualitas, dan nilai-nilai luhur yang tetap hidup hingga hari ini.
MK103
Keris Bali Sepuh Carita Genengan Luk 11
| Berat | 2000 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 216 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Singkir Tolak Wabah Pagebluk Asli Sepuh Kuno Tangguh Segaluh Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Sempana Luk 9 Pamor (motif lipatan besi) : Singkir / Adeg Sapu Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Segaluh (Abad XIII) Panjang Bilah : 33 cm Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Timoho Kuno Handle / Gagang : Kemuning Bang Kuno… selengkapnya
Rp 2.250.000Keris Tindih Bethok Putut Pandito Semedi Pamor Melati Sinebar Sepuh Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Bethok Putut Pandito Semedi Pamor (motif lipatan besi) : Melati Sinebar Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Pajajaran Sepuh Panjang Bilah : 25,6 cm Warangka : Gayaman Jogja Kayu Timoho Kuno Original Bawaan Bilah Handle / Gagang : Kayu… selengkapnya
Rp 6.555.000Keris Pamor Simbang Kurung Tuban Bekel Jati Keris Pamor Simbang Kurung Tuban Bekel Jati adalah salah satu dari ratusan koleksi pusaka keris. Keris ini termasuk dalam golongan jenis keris lurus. Jika dilihat dari bentuk dan ricikannya, keris ini berdhapur Tilam Upih. Untuk pamor yang tergurat di sekujur bilahnya adalah pamor Wahyu Tumurun. Ditambah pada bagian sor-soran keris ini… selengkapnya
Rp 25.555.000Pusaka Keris Brojol Sepuh Kuno Dhapur: Brojol Pamor: Ngulit Semangka Kode: PK068 INFO SELENGKAPNYA Tentang Pusaka Keris Brojol Sepuh Kuno Silahkan Hubungi Kami Melalui Whatsapp/Telp/SMS: 082177400100
Hubungi AdminKeris Pamor Singkir Angin Tangguh Tuban Majapahit Sepuh Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Brojol Pamor (motif lipatan besi) : Singkir Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Tuban Era Majapahit Panjang Bilah : 33 cm Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Trembalo Gandar Iras Kuno Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang Kuno Pendok : Blewah… selengkapnya
Rp 2.555.000Keris Jalak Ngore Era Kerajaan Mataram Sultan Agung Keris Jalak Ngore Era Kerajaan Mataram Sultan Agung merupakan salah satu dari ratusan koleksi pusaka keris kami. Keris ini berdhapur Jalak Ngore, merupakan dhapur keris lurus dengan ricikan tikel alis, pejetan, sraweyan dan greneng. Untuk pamor yang tergurat di sekujur bilahnya adalah pamor Udan Mas Tiban. Sedangkan… selengkapnya
Rp 3.900.000Keris Pulanggeni Luk 5 Pamor Singkir Sepuh Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Pulanggeni Luk 5 Pamor (motif lipatan besi) : Singkir Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram (Abad XVI) Panjang Bilah : 36 cm Warangka : Gayaman Yogyakarta Kayu Timoho Handle / Gagang : Model Yogya Kayu Cendana Kuno Pendok : Bunton Yogyakarta… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Empu Koso Madura Sepuh Keris Empu Koso Madura Sepuh adalah salah satu keris koleksi kami yang memiliki ciri khas tangguh yang sangat khas. Pampor yang putih memplak, tebal, nggajih (seperti lemak) dan menonjol menjadi salah satu ciri khas yang paling nampak pada keris-keris tangguh Madura Koso. Disebut Madura Koso karena keris ini tangguhnya Madura… selengkapnya
Rp 3.555.000


















WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.