Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Admin PusakaKeris.com
● online
Admin PusakaKeris.com
● online
Halo, perkenalkan saya Admin PusakaKeris.com
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Buka jam 08.00 s/d jam 23.00
Beranda » Dhapur Carita Genengan » Keris Bali Sepuh Carita Genengan Luk 11
click image to preview activate zoom

Keris Bali Sepuh Carita Genengan Luk 11

Rp 35.000.000
KodeMK103
Stok Tersedia (1)
Kategori Dhapur Carita Genengan, Katalog Produk, Keris, Keris Luk 11, Pamor Ngulit Semangka, Tangguh Bali
Jenis : Keris Lurus
Dhapur Carita Genengan
Pamor Ngulit Semangka
Tangguh Bali era Majapahit
Warangka : Kekandikan, Bahan Kayu Sono Keling
Deder/Handle : Buto Nawasari, Bahan Kayu Sono Keling
Pendok : -
Mendak : Uwer, Bahan Perak Berhias Batu Safir
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan lebih cepat! Quick Order
Bagikan ke

Keris Bali Sepuh Carita Genengan Luk 11

Keris Bali Sepuh Carita Genengan Luk 11

Pusaka ini menggunakan warangka model Kekandikan berbahan kayu Sono Keling lawasan yang menampilkan karakter klasik khas Bali. Hulu atau deder menggunakan model Buto Nawasari, juga dari kayu Sono Keling lawasan, dipadukan dengan mendak model uwer berbahan perak berhias batu safir.

Keseluruhan busana memancarkan kesan gagah, klasik, dan berwibawa. Warna kayu yang tua berpadu dengan ornamen perak menghadirkan nuansa wingit sekaligus mempertegas karakter pusaka sebagai karya adiluhung yang memiliki daya tarik estetis tinggi.


Garap dan Pasikutan

Ditinjau dari kualitas garapnya, keris ini menunjukkan pengerjaan yang matang dan berkelas. Bilah ditempa dengan material yang padat, besinya pulen, serta pamor keluar dengan jelas sehingga memperlihatkan kualitas tempa yang baik.

Dari sisi pasikutan, keris ini memiliki karakter yang menarik. Sebagaimana lazimnya keris Bali, bilahnya relatif panjang sehingga memberikan kesan tegap dan berwibawa. Namun, di balik ketegasan tersebut, pasikutannya tetap tampak ramping, luwes, dan memancarkan aura wingit yang kuat.

Karakter demikian memperlihatkan kesinambungan estetika keris Bali dengan tradisi perkerisan Majapahit. Oleh karena itu, berdasarkan bentuk, garap, dan proporsi bilahnya, pusaka ini diperkirakan berasal dari Tangguh Bali Sepuh, pada masa ketika pengaruh budaya Majapahit masih sangat kuat di Pulau Bali.


Tangguh Bali Sepuh

Hubungan Bali dengan Majapahit merupakan salah satu babak penting dalam sejarah Nusantara. Sejak ekspedisi Majapahit ke Bali pada pertengahan abad ke-14, pengaruh kerajaan tersebut berkembang dalam berbagai bidang, mulai dari pemerintahan, sastra, seni, arsitektur, hingga tradisi perkerisan.

Ketika Majapahit mengalami kemunduran pada akhir abad ke-15, banyak bangsawan, empu, pendeta, dan seniman yang bermigrasi ke Bali. Bersama mereka turut berpindah berbagai pengetahuan, teknik tempa, serta tradisi artistik yang kemudian berkembang dan berakulturasi dengan budaya lokal.

Karena itu, Bali dikenal sebagai salah satu wilayah yang berhasil menjaga kesinambungan warisan budaya Majapahit. Dalam dunia perkerisan, pengaruh tersebut masih dapat dibaca melalui proporsi bilah, kehalusan garap, ketegasan ricikan, serta wibawa pasikutan yang menjadi ciri sejumlah keris Bali tua.

Meski demikian, keris Bali bukanlah sekadar kelanjutan dari keris Majapahit. Para empu Bali mengembangkan warisan tersebut menjadi gaya yang memiliki identitasnya sendiri, sehingga lahirlah karakter keris Bali yang khas, anggun, berwibawa, dan sarat nilai budaya.


Dhapur Carita Genengan

Setiap nama dhapur keris bukan sekadar penanda bentuk, melainkan juga mengandung simbol, pesan, bahkan ajaran yang diwariskan oleh para empu.

Nama Carita Genengan terdiri atas dua unsur yang menarik untuk dimaknai. Kata carita dalam bahasa Jawa Kuno maupun Bali berarti kisah, cerita, atau tuturan yang mengandung pengalaman dan pelajaran hidup. Sementara itu, kata genengan diduga berasal dari kata geneng, yang memiliki kedekatan makna dengan keadaan yang utuh, lengkap, matang, atau telah mencapai kesempurnaan.

Apabila kedua kata tersebut dipadukan, Carita Genengan dapat dimaknai sebagai kisah yang utuh, perjalanan hidup yang telah mencapai kematangan, atau cerita yang menghadirkan hikmah secara lengkap.

Penafsiran ini tentu bukan makna yang bersifat mutlak. Sebagaimana banyak nama dhapur keris Nusantara, pemaknaannya berkembang melalui tradisi lisan, pakem daerah, serta pandangan para ahli perkerisan.

Namun justru di situlah letak keindahannya. Sebuah dhapur tidak hanya menjelaskan bentuk bilah, tetapi juga mengajak kita membaca nilai-nilai yang ingin diwariskan para empu. Sebab sebilah keris tidak hanya ditempa oleh besi dan api, melainkan juga oleh cerita, sejarah, dan kebijaksanaan yang terus hidup dari satu generasi ke generasi berikutnya.


Makna Budaya Keris di Bali

Dalam kehidupan masyarakat Bali, keris bukan hanya dipandang sebagai pusaka, melainkan sebagai bagian yang menyatu dengan tradisi dan kehidupan spiritual. Salah satu buktinya adalah peringatan Tumpek Landep, hari suci yang diperingati setiap 210 hari, tepat pada Sabtu Kliwon Wuku Landep.

Pada hari tersebut, umat Hindu memohon landeping idep, yaitu ketajaman pikiran dan kebijaksanaan, kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasi-Nya sebagai Dewa Pasupati. Selain pusaka dan senjata, berbagai sarana kehidupan seperti kendaraan, komputer, hingga peralatan kerja turut didoakan sebagai ungkapan syukur atas manfaat yang diberikan.

Hal ini menunjukkan bahwa esensi Tumpek Landep bukanlah memuliakan benda, melainkan mengingatkan manusia agar menggunakan ilmu pengetahuan, kecerdasan, teknologi, dan segala kemampuan yang dimiliki untuk menghadirkan kemaslahatan. Tradisi ini sekaligus menjadi momentum mulat sarira, yaitu bercermin dan melakukan introspeksi diri agar kehidupan senantiasa berjalan dalam kebijaksanaan dan dharma.

Melalui pemahaman tersebut, keris Bali tidak hanya hadir sebagai karya seni tempa yang indah, tetapi juga sebagai simbol perjalanan budaya, spiritualitas, dan nilai-nilai luhur yang tetap hidup hingga hari ini.

MK103

Keris Bali Sepuh Carita Genengan Luk 11

Berat 2000 gram
Kondisi Bekas
Dilihat 10 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Mohon maaf, form diskusi dinonaktifkan pada produk ini.
Produk Terkait

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

WhatsApp WhatsApp us