Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Admin PusakaKeris.com
● online
Admin PusakaKeris.com
● online
Halo, perkenalkan saya Admin PusakaKeris.com
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Buka jam 08.00 s/d jam 23.00
Beranda » Dhapur Sempono » Keris Pajajaran Pamor Junjung Derajat
click image to preview activate zoom

Keris Pajajaran Pamor Junjung Derajat

Rp 4.500.000
KodeFR54
Stok Tersedia (1)
Kategori Dhapur Sempono, Katalog Produk, Keris, Keris Luk 9, Pamor Junjung Derajat, Tangguh Pajajaran
Jenis : Keris Luk 9
Dhapur Sempana
Pamor Junjung Derajat
Tangguh Pajajaran
Warangka : Ladrang Surakarta, Bahan Kayu Kemuning
Deder/Handle : Yudawinatan, Bahan Kayu Kemuning
Pendok : Blewah Kemalo Merah, Bahan Kuningan
Mendak : Parijata, Bahan Kuningan
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan lebih cepat! Quick Order
Bagikan ke

Keris Pajajaran Pamor Junjung Derajat

Dhapur Sempana (Luk 9)

Dhapur Sempana merupakan salah satu dhapur keris yang sederhana namun sangat populer di kalangan masyarakat perkerisan. Bentuknya yang proporsional dan tidak berlebihan menjadikan dhapur ini banyak dijumpai, bahkan digunakan pada sejumlah pusaka penting. Salah satunya adalah Kanjeng Kyai Panukup, pusaka milik Keraton Kasultanan Yogyakarta yang juga berdhapur Sempana.

Nama Sempana diyakini berasal dari bahasa Jawa Kuno, yaitu Supeno, yang berarti gegayuhan, impian, harapan, atau cita-cita. Karena itu, dhapur ini menjadi simbol perjalanan manusia dalam menggapai tujuan hidup. Lebih dari sekadar harapan akan keberhasilan, Sempana mengajarkan pentingnya memiliki visi yang baik, keteguhan hati, serta kesediaan untuk terus memperbaiki diri.

Filosofi utama Dhapur Sempana adalah bahwa manusia tidak pernah luput dari kekurangan dan kesalahan. Oleh sebab itu, setiap perjalanan hidup hendaknya diisi dengan introspeksi, pembelajaran, dan upaya untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Kesempurnaan bukanlah sesuatu yang langsung dimiliki, melainkan sebuah proses yang ditempuh melalui peningkatan kualitas diri, hingga akhirnya manusia mampu menjalankan fitrah sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.

Sebagai keris luk 9, pusaka ini juga memiliki makna spiritual yang kuat. Dalam tradisi perkerisan, angka sembilan melambangkan kematangan batin, kebijaksanaan, dan perjalanan menuju kesempurnaan rohani. Keris luk 9 banyak dikaitkan dengan para pandita, sesepuh, maupun tokoh masyarakat yang telah menempatkan nilai-nilai spiritual di atas kepentingan duniawi. Oleh karena itu, keris dengan luk sembilan dipercaya melambangkan keselamatan, kebijaksanaan, keilmuan, serta kewibawaan yang lahir dari kedewasaan batin.


Pamor Junjung Derajat

Pamor Junjung Derajat memiliki ciri khas berupa susunan garis-garis yang bertumpuk dan mengarah ke atas, menyerupai anak panah yang menuju pucuk bilah. Pola tersebut menciptakan kesan dinamis sekaligus memberikan makna simbolik tentang pertumbuhan dan peningkatan kualitas hidup.

Dalam khazanah perkerisan, pamor ini dimaknai sebagai perlambang kemajuan, perkembangan, dan pengangkatan derajat. Karena itu, Pamor Junjung Derajat sering dihubungkan dengan harapan akan meningkatnya kedudukan, tercapainya cita-cita, serta terbukanya jalan menuju kemuliaan hidup.

Namun, makna “junjung derajat” tidak semata-mata dipahami sebagai kenaikan pangkat atau jabatan. Lebih dari itu, pamor ini mengajarkan bahwa derajat manusia sesungguhnya akan terangkat apabila disertai ilmu, akhlak, integritas, dan kemanfaatan bagi sesama. Dengan demikian, kemuliaan yang diraih bukan hanya bersifat duniawi, tetapi juga bernilai luhur secara moral dan spiritual.


Tangguh Pajajaran

Tangguh Pajajaran merupakan salah satu tangguh yang paling diminati oleh para kolektor keris Nusantara. Namanya diambil dari Kerajaan Pajajaran, kerajaan besar yang pernah berdiri di wilayah Jawa Barat sekitar abad ke-11 hingga abad ke-16 Masehi.

Secara karakter, keris Tangguh Pajajaran dikenal memiliki luk yang halus dan tenang (hemet semu), dengan proporsi bilah yang anggun namun tetap berwibawa. Garap pamornya umumnya rapi, halus, dan menunjukkan kualitas tempa yang baik, sementara pasikutannya menghadirkan kesan kokoh, sederhana, dan penuh ketegasan.

Karakter tersebut mencerminkan identitas estetika yang berbeda dibandingkan tangguh-tangguh dari masa sesudahnya. Kesan kuat, lugas, dan sedikit kaku pada roman bilah justru menjadi ciri yang banyak dicari oleh para pecinta keris karena memperlihatkan karakter khas karya para empu pada zamannya.

Bagi kalangan kolektor, keris Tangguh Pajajaran tidak hanya memiliki nilai sejarah yang tinggi, tetapi juga menjadi representasi penting perkembangan seni tempa Nusantara sebelum memasuki masa kejayaan Majapahit dan kerajaan-kerajaan penerusnya. Sebagai sebuah karya budaya, tangguh ini memperlihatkan bagaimana para empu masa lalu berhasil memadukan fungsi, estetika, dan karakter menjadi sebilah pusaka yang tetap dihormati hingga kini.

FR54

Keris Pajajaran Pamor Junjung Derajat

Berat 1500 gram
Kondisi Bekas
Dilihat 6 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Mohon maaf, form diskusi dinonaktifkan pada produk ini.
Produk Terkait

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

WhatsApp WhatsApp us