Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Admin PusakaKeris.com
● online
Admin PusakaKeris.com
● online
Halo, perkenalkan saya Admin PusakaKeris.com
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Buka jam 08.00 s/d jam 23.00
Beranda » Dhapur Jalak Sumelang Gandring » Keris Jalak Sumelang Gandring Pajajaran Kuno
click image to preview activate zoom

Keris Jalak Sumelang Gandring Pajajaran Kuno

KodeK161
Stok Habis
Kategori Dhapur Jalak Sumelang Gandring, Keris, Keris Istimewa, Keris Kuno, Keris Lurus, Keris Sepuh, Pamor Toya Mambeg, Tangguh Pajajaran, TOSAN AJI 3
Tentukan pilihan yang tersedia!
OUT OF STOCK
Maaf, produk ini tidak tersedia.
Bagikan ke

Keris Jalak Sumelang Gandring Pajajaran Kuno

Pusaka Keris Jalak Sumelang Gandring Pajajaran Kuno

  • Dhapur Nama Keris (jenis bentuk keris) : Jalak Sumelang Gandring
  • Pamor (motif lipatan besi) : Toya Mambeg
  • Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Pajajaran Awal
  • Panjang Bilah : 35 cm
  • Pesi masih utuh panjang original tidak sambungan
  • Warangka : Kayu Awar-Awar Branggah Jogja
  • Handle / Gagang : Kayu Kemuning Werut
  • Pendok : Bunton Jogja Bahan Tembaga Sepuh Emas
  • Mendak & selut : Tembaga Disepuh Emas
  • Kode: K161

Dialih rawatkan (dimaharkan) sesuai dengan foto dan deskripsi yang tertera.

Keris Jalak Sumelang Gandring Pajajaran Kuno Keris Jalak Sumelang Gandring Pajajaran Kuno

Ulasan Tentang Pusaka Keris Jalak Sumelang Gandring Pajajaran Kuno

Jalak Sumelang Gandring, sebuah dapur keris yang masih melegenda dikalangan masyarakat, dikenal luas lewat dongeng pencarian pusaka asli Keris Kyai Sumelang Gandring oleh Empu Supo sebagai perintah raja Majapahit yang kehilangan pusaka hebat tersebut. Ricikan keris ini antara lain : gandik polos, sogokan satu di bagian depan, selain itu keris ini juga memakai sraweyan dan tingil.

Filosofi dari pusaka ini adalah kekawatiraan (Jawa : Sumelang) dan Gandring (Cinta kepada Sang Pencipta), sebagai perlambang kekawatiran hilangnya Cinta hamba kepada Tuhannya, dalam pengertian dimasa Majapahit sebagai lambang kekawatiran hilangnya Cinta Rakyat kepada Penguasa (raja) nya.

Tuah dari Jalak Sumelang Gandring dipercaya dapat membawa kemakmuran, kesejahteraan, pengayoman, serta memberikan pancaran energi positif yang membuat disukai banyak orang. Selain itu keris ini juga dipercaya dapat meningkatkan spiritualitas seseorang. Harapan yang dititipkan dalam dapur ini agar sang pemiliknya memiliki hubungan yang baik dengan Tuhannya (Hablumminallah) dan dengan sesamanya (Hablumminannas).

Dalam pemahaman secara pribadi mengandung filosofi bahwa setiap manusia harus selalu khawatir tentang cintanya kepada Sang Pencipta. Cinta kepada Sang pencipta tidak berbeda jauh dengan cinta kita kepada manusia, hal ini dapat diwujudkan dalam beberapa tindakan, antara lain :

  1. Selalu mengingat-NYA
  2. Selalu ingin memiliki-Nya
  3. Selalu ingin bertemu dan dekat dengan-Nya
  4. Selalu menjaga semua yang diberikan-Nya
  5. Selalu melindungi semua miliki-Nya
  6. Selalu mengerjakan semua keinginan-Nya dan meninggalkan yang tidak disukai-Nya
  7. Memberikan apa yang diinginkan-Nya

Cinta yang terdalam sungguh mulia, apalagi jika cinta itu kepada sang pencipta kita. Apa jadinya jika Dia membalas Cinta Kita dengan cinta yang sama yang telah kita berikan?

Keris Jalak Sumelang Gandring Pajajaran Kuno

“Tuhan Sama Sekali Tak Butuh Cintamu, Tetapi Kamu Yang Butuh Cinta-NYA”

Pamor Toya Mambeg

Pandangan selanjutnya tertuju pada pamor miring toya mambeg atau banyu mambeg, artinya air yang berhenti (tidak mengalir) hampir mirip dengan pamor tumpuk, jika pamor tumpuk garisnya melintang lurus, pamor toya mambeg lebih bergelombak mirip ombak bersusun. Dipercaya tuah pamor ini baik untuk membantu orang menumpuk kekayaan dan menghindari ketidakberuntungan (kesialan) yang mengakibatkan banyak pengeluaran tak terduga atau yang tidak perlu. Juga maksudnya rejeki yang telah didapat tidak mudah mengalir keluar lagi (cepat abis).

Keris Jalak Sumelang Gandring Pajajaran Kuno Keris Jalak Sumelang Gandring Pajajaran Kuno

Keris Tangguh Pajajaran

Pajajaran adalah sebuah kerajaan yang pernah hidup di daerah Jawa Barat antara abad XI-XVI Masehi. Namun pada tahun 1579 kerajaan ini hancur akibat serangan Kerajaan Kasultanan Banten oleh pasukan Maulana Yusuf. Pada buku Ensiklopedi Keris (Bambang Harsrinuksmo: 2004) di halaman 461 disebutkan salah satu jenis tangguh keris adalah tangguh Pajajaran.

Keris bertangguh Pajajaran biasanya berciri: pasikutannya kaku dan kasar, besinya cenderung kering, keputih-putihan. Pemunculan pamornya tidak direncanakan. Menancapnya pamor pada bilah keris pandes (kokoh, dalam), dan halus. Pamor itu tergolong nggajih. Bilahnya agak panjang dibandingkan dengan keris tangguh lainnya, gandiknya panjang dan miring. Sirah cecak pada ganjanya lonjong memanjang.

Tags: , , , , , , , , , , , , , , ,

Keris Jalak Sumelang Gandring Pajajaran Kuno

Berat 1500 gram
Kondisi Baru
Dilihat 2.774 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Produk Terkait

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
WhatsApp WhatsApp us