Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
Keris Pamor Singkir Nyekrak Tangguh Blambangan
Rp 5.000.000| Kode | FR58 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Dhapur Sempono, Katalog Produk, Keris, Keris Luk 11, Pamor Adeg, Pamor Singkir, Tangguh Blambangan |
| Jenis | : Keris Luk 11 |
| Dhapur | : Sempana |
| Pamor | : Adeg (Singkir) |
| Tangguh | : Blambangan |
| Warangka | : Ladrang Surakarta, Bahan Kayu Cendana |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Bahan Kayu Cendana |
| Pendok | : Bunton Topengan, Bahan Tembaga |
| Mendak | : Selut Njeruk Keprok, Bahan Tembaga |
Keris Pamor Singkir Nyekrak Tangguh Blambangan
Dhapur Sempana (Luk 11)
Dhapur Sempana merupakan salah satu dhapur keris yang sederhana namun sangat populer dalam dunia perkerisan. Bentuknya yang proporsional dan tidak berlebihan menjadikan dhapur ini banyak dijumpai, bahkan digunakan pada sejumlah pusaka penting. Salah satunya adalah Kanjeng Kyai Panukup, pusaka milik Keraton Kasultanan Yogyakarta yang juga berdhapur Sempana.
Secara ricikan, Dhapur Sempana memiliki sekar kacang, jalen, lambe gajah, pejetan, dan greneng. Dalam buku Keris Jawa karya Haryono Haryoguritno, dhapur ini tercatat hadir dalam beberapa varian, yaitu luk 9, luk 11, luk 13, dan luk 17. Di antara varian tersebut, Sempana Luk 11 termasuk yang relatif jarang dijumpai sehingga memiliki nilai tersendiri di kalangan pecinta keris.
Nama Sempana diyakini berasal dari bahasa Jawa Kuno, yaitu Supeno, yang berarti gegayuhan, harapan, impian, atau cita-cita. Oleh karena itu, dhapur ini menjadi simbol perjalanan manusia dalam menggapai tujuan hidup. Lebih dari sekadar harapan akan keberhasilan, Sempana mengajarkan pentingnya memiliki visi yang jelas, keteguhan hati, serta kesediaan untuk terus memperbaiki diri.
Filosofi utama Dhapur Sempana mengingatkan bahwa manusia tidak pernah lepas dari kekurangan dan kesalahan. Setiap perjalanan hidup hendaknya diisi dengan introspeksi, pembelajaran, dan usaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Kesempurnaan bukanlah sesuatu yang diperoleh secara instan, melainkan hasil dari proses panjang dalam membangun kualitas diri hingga mampu menjalankan fitrah sebagai manusia yang beriman, berilmu, dan berbudi luhur.
Sebagai keris Luk 11, pusaka ini juga dimaknai sebagai simbol perjalanan menuju kematangan. Angka sebelas sering dihubungkan dengan keseimbangan antara ilmu, pengalaman, dan kebijaksanaan. Dengan demikian, Sempana Luk 11 bukan hanya berbicara tentang cita-cita yang ingin diraih, tetapi juga tentang kesiapan batin dalam menjalani proses untuk mencapainya.
Pamor Singkir
Pamor Singkir dikenal melalui pola garis-garis pamor yang membujur dari pangkal hingga ujung bilah. Tampilannya sederhana, namun justru memancarkan kesan tegas dan berwibawa. Pada dhapur seperti Sempana maupun Sengkelat, keberadaan pamor ini tergolong cukup jarang karena sebagian besar bilah umumnya menggunakan pamor Wos Wutah atau Kulit Semangka. Kelangkaan tersebut menjadikan keris berpamor Singkir memiliki daya tarik tersendiri bagi para kolektor.
Menariknya, istilah Singkir pada mulanya bukanlah nama sebuah pamor. Nama tersebut diyakini berasal dari sejumlah empu ternama, seperti Empu Singkir dari Tapan (Pajajaran), Ki Singkir Wonoboyo (Majapahit), Empu Singkir dari Sedayu, hingga Empu Setra Banyu pada masa Mataram. Karya-karya para empu tersebut dikenal memiliki kualitas tinggi dan dalam tradisi lisan dipercaya memiliki daya perlindungan terhadap berbagai mara bahaya.
Dari sanalah kemudian berkembang penyebutan Pamor Singkir, yang dimaknai sebagai simbol kalis ing sambekala—terhindar dari malapetaka, gangguan, maupun berbagai hal yang membawa keburukan. Secara filosofis, pamor ini mengajarkan bahwa perlindungan terbaik tidak hanya datang dari pusaka, tetapi juga dari keteguhan iman, kebijaksanaan, dan perilaku yang senantiasa berada di jalan kebaikan.
Tangguh Blambangan
Tangguh Blambangan merupakan salah satu tangguh yang memiliki karakter estetika tersendiri dalam dunia perkerisan Nusantara. Pasikutannya dikenal demes, menghadirkan kesan anggun, halus, dan serasi. Material besinya umumnya tampak keputihan dengan permukaan yang lembut, sementara pamornya terlihat nggajih dan seolah menancap kuat pada permukaan bilah.
Secara bentuk, keris bertangguh Blambangan memiliki bilah berukuran sedang dengan ujung yang tidak terlalu meruncing. Gandhik cenderung pendek dan sedikit miring, sedangkan sirah cecak juga relatif pendek. Keseluruhan proporsinya menciptakan karakter yang tenang, anggun, namun tetap memancarkan kewibawaan.
Nama tangguh ini diambil dari Kerajaan Blambangan, kerajaan Hindu terakhir di Pulau Jawa yang berkembang antara abad ke-13 hingga abad ke-18 di wilayah yang kini menjadi Banyuwangi, Jawa Timur. Setelah runtuhnya Majapahit pada akhir abad ke-15, Blambangan menjadi benteng terakhir kebudayaan Hindu di Jawa dan mempertahankan eksistensinya selama beberapa abad berikutnya.
Walaupun catatan sejarah mengenai Blambangan tidak sebanyak kerajaan-kerajaan besar lainnya, pengaruhnya terhadap perkembangan seni dan budaya Jawa Timur tetap sangat penting. Kerajaan ini dikenal melalui berbagai tradisi, kesenian, serta kisah-kisah yang hidup dalam masyarakat, termasuk legenda Damarwulan dan Menak Jingga yang berlatar pada masa akhir Majapahit.
Dalam dunia perkerisan, Tangguh Blambangan dipandang sebagai representasi perpaduan antara pengaruh Majapahit dengan karakter lokal masyarakat ujung timur Jawa. Garapnya yang halus, besi yang berkualitas, serta pasikutan yang anggun menjadikan tangguh ini memiliki identitas yang khas dan tetap menjadi salah satu tangguh yang menarik untuk dipelajari maupun dikoleksi hingga saat ini.
FR58
Keris Pamor Singkir Nyekrak Tangguh Blambangan
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 8 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Naga Manglar Kinatah Kamarogan Keris Naga Manglar Kinatah Kamarogan adalah salah satu keris bertangguh era Kamardikan. Tujuan keris ini dibuat tentu saja adalah untuk melestarikan budaya perkerisan yang kian kesini kian mati. Keris-keris kamardikan merupakan keris tangguh asli Indonesia, sehingga anda yang mengaku orang indonesia belum lengkap jika tidak memiliki keris kamardikan. Budaya harus… selengkapnya
Rp 750.000Pedang Kuno Suduk Maru Pamor Udan Mas Dhapur/ Nama bentuk Pedang : Suduk Maru Pamor / Motif Lipatan Besi : Udan Mas Tiban Tangguh : Mataram Sultan Agung Panjang bilah tajam : 41 cm Panjang Total Ketika Disarungkan : 54 cm Warangka : Tanduk Kerbau Kuno Original Bawaan Bilah Handel / Gagang Pedang : Kulit… selengkapnya
Rp 1.777.000Pusaka Keris Panimbal Pamor Pedaringan Kebak Mataram Sultan Agung Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Panimbal Luk 9 Pamor (motif lipatan besi) : Pedaringan Kebak Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Sultan Agung (Abad XVI) Panjang Bilah : 34 cm Warangka : Gayaman Surakarta (Kayu Timoho Kuno) Handle / Gagang : Surakarta (Kayu Kemuning Bang… selengkapnya
Rp 2.250.000Jual Keris Carang Soka Pajajaran Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Carangsoka Luk 9 Pamor (motif lipatan besi) : Wos Wutah Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Pajajaran Awal Panjang Bilah : 35 cm Warangka : Ladrang Surakarta Kayu Trembalo Kuno Handle / Gagang : Kayu Kemuning Kuno Pendok : Mamas Kuno Mendak : Perunggu Kuno… selengkapnya
Rp 1.300.000Keris Bandotan Luk 11 Pamor Segoro Muncar Mataram Senopaten Keris Bandotan Luk 11 Pamor Segoro Muncar Mataram Senopaten adalah salah satu koleksi dari sekian koleksi keris kami yang istimewa. Keistimewaan keris ini selain dari tangguh, garap dan pamor juga dari nilai kelangkaan dhapurnya. Keunikan dalam pembuatan Keris Bandotan terwujud dalam detail-detailnya. Mulai dari sogokan rangkap,… selengkapnya
Rp 4.100.000Keris Kamardikan Istimewa Singo Barong Kembar Luk 13 Kinatah Kamarogan Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Singo Barong Kembar Pamor (motif lipatan besi) : Kulit Semangka (Kinatah Kamoragan Kuningan Disepuh Emas) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Kamardikan Garap Halus Istimewa Panjang Bilah : 37 cm Warangka : Gayaman Solo Kayu Sono Keling Handle / Gagang… selengkapnya
Hubungi AdminPusaka Keris Sengkelat Pamor Beras Wutah Keris Sengkelat Jaman Sultan Agung Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Sengkelat Luk 13 Pamor (motif lipatan besi) : Beras Wutah (besi berserat lembut) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Sultan Agung Panjang Bilah : 35,5 cm pesi masih panjang original tidak sambungan Warangka : Kayu awar awar… selengkapnya
Hubungi AdminPusaka Keris Patrem Pulanggeni Pamor Buntel Mayit Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Pandawa Lare Pamor (motif lipatan besi) : Gubet / Buntel Mayit + Rojo Gundolo Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Cirebon Sepuh Panjang Bilah : 27,5 cm pesi utuh masih panjang original Warangka : Sandhang Walikat Kayu Sono Keling Handle / Gagang :… selengkapnya
Rp 2.333.000Keris Pamengkang Jagad Pamor Pandito Bolo Pandito Keris Pamengkang Jagad Pamor Pandito Bolo Pandito – Di antara banyak pusaka Nusantara, ada yang hadir dengan keunikan tak biasa—Keris Brojol Pamengkang Jagad. Sebuah pusaka yang seolah “retak” di bagian tengah bilahnya, menghadirkan kesan misterius sekaligus menegaskan bahwa ia bukan sekadar sebilah keris biasa. Dalam dunia perkerisan, Pamengkang… selengkapnya
Rp 4.600.000
















WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.