Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Admin PusakaKeris.com
● online
Admin PusakaKeris.com
● online
Halo, perkenalkan saya Admin PusakaKeris.com
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Buka jam 08.00 s/d jam 23.00
Beranda » Dhapur Kebo Lajer » Keris Kebo Lajer Pamor Kulit Semangka
click image to preview activate zoom

Keris Kebo Lajer Pamor Kulit Semangka

Rp 3.000.000
KodeFR055
Stok Tersedia (1)
Kategori Dhapur Kebo Lajer, Katalog Produk, Keris, Keris Lurus, Pamor Ngulit Semangka, Tangguh Madiun
Jenis : Keris Leres
Dhapur Kebo Lajer
Pamor Ngulit Semangka
Tangguh Madiun
Warangka : Ladrang Suakarta, Kayu Timoho
Deder/Handle : Yudawinatan, Kayu Timoho
Pendok : Bleweh, Bahan Kuningan
Mendak : Rujakwuni, Bahan Kuningan
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan lebih cepat! Quick Order
Bagikan ke

Keris Kebo Lajer Pamor Kulit Semangka

DHAPUR KEBO LAJER

Dhapur Kebo Lajer merupakan salah satu dhapur keris lurus atau leres. Ricikan yang menjadi cirinya antara lain gandik lugas yang panjang dan pejetan. Susunan ricikan tersebut menjadi bagian penting dalam mengenali Dhapur Kebo Lajer dan membedakannya dari dhapur keris lurus lainnya.

Nama Kebo Lajer dapat dibaca melalui dua unsur kata, yaitu kebo yang berarti kerbau dan lajer yang dalam bahasa Jawa dapat merujuk pada sesuatu yang tegak, lurus, atau memanjang. Dari pengertian tersebut, Kebo Lajer dapat dimaknai sebagai simbol kekuatan yang kokoh, keteguhan, dan daya tahan.

Kerbau dalam kehidupan masyarakat agraris Jawa memiliki kedudukan yang erat dengan pekerjaan, kekuatan, dan ketekunan. Sementara karakter bilah yang lurus dapat menjadi gambaran tentang keteguhan sikap dan konsistensi dalam menjalani kehidupan. Karena itu, Kebo Lajer dapat dimaknai sebagai pengingat agar seseorang memiliki kekuatan dalam menjalankan tanggung jawab, tetapi tetap mampu bekerja dengan tekun dan tidak mudah menyimpang dari tujuan.

Pemaknaan tersebut merupakan interpretasi simbolik terhadap nama dhapur, bukan pengertian baku yang secara tunggal menentukan filosofi Kebo Lajer.


PAMOR KULIT SEMANGKA

Pamor Kulit Semangka memiliki motif berupa alur-alur garis yang tidak berpola secara teratur, yang secara visual mengingatkan pada corak kulit buah semangka. Nama tersebut diberikan berdasarkan kemiripan tampilan motif pamor dengan objek yang dikenal dalam kehidupan sehari-hari.

Pada keris ini, Teknik Tempa Pamor: Mlumah, sedangkan Kemunculan Motif Pamor: Tiban. Kedua istilah tersebut merupakan bagian dari klasifikasi tradisional dalam mengenali teknik dan kemunculan motif pamor.

Secara simbolik, motif yang berkelok dan tidak kaku dapat ditafsirkan sebagai gambaran keluwesan dalam menghadapi kehidupan. Dari pemaknaan tersebut, Pamor Kulit Semangka sering dikaitkan dengan harapan akan keluwesan dalam bergaul, kemampuan menyesuaikan diri, serta kemudahan membangun hubungan dengan orang lain.

Dengan demikian, doa dan harapan yang melekat pada pemaknaan pamor ini bukan sekadar tentang kemampuan untuk bergaul, tetapi juga tentang bagaimana seseorang dapat menempatkan diri dengan baik tanpa kehilangan prinsipnya.

Pemaknaan mengenai keluwesan dan pergaulan tersebut merupakan simbolisme budaya dan doa atau harapan pemilik, bukan sifat objektif yang secara ilmiah melekat pada pamor.


TANGGUH MADIUN

Dalam tradisi perkerisan, Tangguh Madiun memiliki karakter yang cukup mudah dikenali melalui keseluruhan pasikutan dan garap bilahnya. Salah satu ciri yang sering disebut adalah pasikutan yang kemba, dengan kesan besi yang terkesan basah, padahal jika diraba kering. Pamornya biasanya tidak terlalu banyak, tetapi terlihat lumer dan pandes. Bilahnya cenderung tebal, sering menunjukkan bentuk nglimpa, dengan kontur yang agak mbembeng.

Ciri-ciri tersebut merupakan bahan pembanding dalam pengamatan, bukan rumus tunggal untuk menetapkan tangguh. Seperti halnya tangguh lainnya, penilaian perlu melihat keseluruhan karakter bilah dan membandingkannya dengan keris-keris yang telah menjadi rujukan.

Madiun memiliki hubungan yang panjang dengan sejarah perkerisan dan tosan aji di Jawa. Letaknya yang berada di wilayah pertemuan antara pengaruh Jawa bagian tengah dan Jawa Timur membuat Madiun mengalami berbagai dinamika politik dan kebudayaan. Pada masa berkembangnya Mataram, wilayah Madiun atau Purbaya pernah menjadi salah satu kekuatan yang menghadapi ekspansi Mataram. Konflik tersebut menjadi bagian penting dalam sejarah Madiun dan kemudian turut mewarnai tradisi pusaka di wilayah ini.

Perkembangan keris Madiun juga tidak dapat dilepaskan dari kondisi zamannya. Ketersediaan bahan, hubungan perdagangan dan distribusi, serta kekuasaan yang sedang berkembang dapat memengaruhi karakter bahan dan garap keris. Karena itu, keris yang disebut Madiun tidak selalu harus memiliki karakter yang sama sepanjang masa. Keris Madiun yang dibuat pada periode berbeda sangat mungkin menunjukkan pengaruh teknologi dan bahan yang berkembang pada zaman tersebut.

Dalam tradisi perkerisan, keris Madiun kadang dianggap memiliki bentuk yang sederhana atau bahkan wagu. Namun pandangan tersebut tidak dapat digeneralisasi untuk seluruh keris Madiun. Terdapat pula keris Madiun dengan bentuk dan garap yang baik, terutama pada periode-periode tertentu. Salah satu wilayah yang dikenal dalam tradisi pembuatan keris Madiun adalah Sewulan, Dagangan, Madiun Selatan, yang memiliki sejarah panjang dalam tradisi empu dan pande besi.

Karena itu, Tangguh Madiun lebih tepat dipahami melalui keseluruhan karakter bilah dan konteks zamannya, bukan hanya berdasarkan anggapan bahwa keris Madiun harus selalu sederhana atau memiliki bentuk tertentu.

Pada akhirnya, tangguh merupakan bagian dari metode klasifikasi tradisional dalam dunia perkerisan. Penyebutan Tangguh Madiun pada sebuah bilah sebaiknya didasarkan pada kumpulan ciri yang saling mendukung, bukan hanya satu karakter fisik.


 

Catatan: Identifikasi dhapur, pamor, dan tangguh merupakan bagian dari pengetahuan dan terminologi tradisional perkerisan. Ciri-ciri yang disebutkan merupakan bahan pengamatan dan pembanding, bukan rumus tunggal.

Perbedaan hasil pengamatan juga dapat terjadi karena dipengaruhi oleh objek yang diamati maupun cara pengamatan. Kondisi bilah, usia, perawatan, kelengkapan ricikan, pengalaman pemerhati, sudut pandang, serta rujukan yang digunakan dapat memengaruhi hasil identifikasi.

Karena itu, deskripsi ini merupakan hasil pembacaan berdasarkan karakter yang dapat diamati, dan tetap terbuka terhadap perbandingan, kajian, maupun koreksi apabila terdapat data atau rujukan lain yang lebih kuat.

 

FR055

Keris Kebo Lajer Pamor Kulit Semangka

Berat 1500 gram
Kondisi Bekas
Dilihat 1 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Mohon maaf, form diskusi dinonaktifkan pada produk ini.
Produk Terkait

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

WhatsApp WhatsApp us