Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
- Keris Patrem Kebo Lajer Sepuh
- Pedang Suduk Kuno Pamor Tangkis
- Keris Pusaka Naga Liman
- Pusaka Keris Panimbal Luk 9 Pamor Ceprit Tangguh M
- Keris Santan Pamor Pandita Bala Pandita
- Selut Mendak Keris Model Kendhit Warna Perak
- Pusaka Keris Sengkelat Tundung Madiun Kinatah Pera
- LANGKA!! Keris Sepang Pamor Udan Mas Tiban Mataram
Keris Regol Karna Tinanding Sepuh Langka
| Kode | TAG063 |
| Stok | Habis |
| Kategori | Dhapur Karno Tinanding, Dhapur Regol, Katalog Produk, Keris, Keris Lurus, Pamor Beras Wutah |
| Jenis | : Keris Leres |
| Dhapur | : Regol Karna Tinanding |
| Pamor | : Wos Wutah |
| Tangguh | : Mataram |
| Warangka | : Ladrang Yogyakarta, Kayu Timoho |
| Deder/Handle | : Krajan, Kayu Kemuning Bang |
| Pendok | : Bunton Slorok, Bahan Tembaga |
| Mendak | : Parijata, Bahan Kuningan |
Keris Regol Karna Tinanding Sepuh Langka
Dhapur Regol Karno Tinanding
Regol merupakan salah satu dhapur keris lurus yang memiliki bentuk cukup khas dan tergolong jarang dijumpai dalam dunia perkerisan. Keunikannya terutama terlihat pada bagian gandhik yang berjumlah dua, yaitu satu berada di bagian depan dan satu lagi di bagian belakang bilah. Selain itu, bentuk gaja pada dhapur ini juga memiliki karakter tersendiri yang membedakannya dari dhapur keris lurus lainnya.
Secara umum, posisi bilah keris Regol cenderung tegak dan tidak terlalu condong. Kombinasi antara dua gandhik, bentuk gaja yang khas, serta sikap bilah yang relatif tegak menjadikan Regol memiliki pasikutan yang mudah dikenali oleh mereka yang terbiasa mengamati ragam dhapur keris.
Keberadaan dhapur Regol sendiri tergolong langka. Ia tidak banyak ditemukan di tengah masyarakat, bahkan dalam kelompok keris-keris yang dikaitkan dengan tangguh tua sekalipun. Karena kelangkaannya, Regol menjadi salah satu dhapur yang menarik perhatian para pemerhati dan kolektor tosan aji.
Dalam tradisi masyarakat, keris Regol juga kerap ditempatkan sebagai bagian dari keris pusaka warisan keluarga. Tidak sedikit pusaka dengan dhapur yang langka seperti ini bertahan melalui proses pewarisan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Namun, anggapan bahwa setiap keris Regol pasti merupakan pemberian orang tua tentu tidak dapat digeneralisasi. Tradisi kepemilikan pusaka sangat beragam, dan sebuah keris dapat berpindah tangan melalui berbagai cara, termasuk pewarisan, pemberian, maupun proses pemilikan lainnya.
Istilah Regol sendiri menarik untuk dibaca secara simbolik. Dalam lingkungan budaya Jawa, regol berarti pintu gerbang, yaitu bagian yang menjadi jalan keluar-masuk menuju suatu lingkungan atau tempat tertentu. Sebagai simbol, pintu gerbang bukan hanya berfungsi sebagai pembatas, tetapi juga sebagai peralihan dari satu ruang menuju ruang yang lain.
Dari sini, Regol dapat dimaknai sebagai simbol ambang kehidupan: sebuah titik ketika seseorang harus berani melangkah dari satu keadaan menuju keadaan berikutnya. Ia mengingatkan bahwa setiap perjalanan memiliki pintu yang harus dilewati, dan setiap pintu menuntut kesiapan sebelum seseorang melangkah ke dalamnya.
Regol Karno Tinanding
Keris Regol ini memiliki keunikan tambahan karena selain karakter utama berupa dua gandhik dan gaja yang khas, terdapat pula beberapa ricikan lain berupa sekar kacang, Jalen, dan lambe gajah.
Keberadaan ricikan tambahan tersebut membuat keris ini kemudian dikenal dengan sebutan Regol Karno Tinanding.
Nama Karno Tinanding dapat dibaca sebagai ungkapan tentang Karno yang bertanding atau berhadapan. Dalam tradisi pewayangan, Karna dikenal sebagai tokoh yang memiliki keteguhan, keberanian, dan kesetiaan pada prinsip yang diyakininya. Karena itu, nama tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk membaca keris ini bukan sekadar melalui bentuk fisiknya, tetapi juga melalui nilai simbolik tentang keberanian menghadapi ujian dan keteguhan dalam menentukan sikap.
Dengan demikian, Regol Karno Tinanding menghadirkan perpaduan yang menarik antara kelangkaan bentuk, kekhasan ricikan, dan kedalaman simbol nama dhapur. Dua gandhik yang menjadi ciri utamanya seolah menegaskan karakter Regol sebagai sebuah ambang atau pintu, sementara tambahan ricikan dan nama Karno Tinanding memberikan lapisan makna tentang keberanian menghadapi persimpangan dan pertarungan kehidupan.
Pada akhirnya, nilai sebuah keris tidak hanya terletak pada seberapa langka ia ditemukan. Yang lebih penting adalah kemampuan kita untuk mengenali bentuknya, memahami istilah dan pakemnya, membaca konteks sejarahnya, serta menghargai nilai budaya yang diwariskan melalui benda tersebut. Dengan cara itulah keris dapat dipahami bukan sekadar sebagai benda pusaka, tetapi sebagai bagian dari pengetahuan dan kebudayaan Nusantara.
Keris Regol Karna Tinanding Sepuh Langka
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 225 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Tilam Upih Pamor Rojo Gundolo Udan Mas Tiban Majapahit TAG156
Rp 2.111.000MASTERPIECE! Keris Dalem Keraton Surakarta PB IV Sinom Robyong Pedaringan Kebak Meteor Prambanan Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Sinom Robyong Pamor (motif lipatan besi) : Pedaringan Kebak Lembut (Meteor Prambanan) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : PB IV (Pakubuwono Ke – 4) Panjang Bilah : cm Warangka : Ladrang Surakarta Gandar Iras Kayu Galih Nagasari… selengkapnya
Rp 55.979.000Carita Keprabon Mataram Sultan Agung Keris Carita Keprabon adalah salah satu pusaka yang erat kaitannya dengan simbol kepemimpinan dan kebangsawanan. Namanya mengandung makna yang mendalam: Carita berarti kisah atau sejarah, sedangkan Keprabon berasal dari kata prabu, yang berarti raja atau penguasa. Dengan demikian, Carita Keprabon dapat dimaknai sebagai “Kisah Kerajaan” atau “Sejarah Kepemimpinan,” mencerminkan kedudukan… selengkapnya
Rp 5.700.000KERIS Nogo Sosro Setiap sebilah keris memang memiliki nilai historis, filosofis dan estetis yang tinggi. Juga dari mulai dapur, pamor, tangguh hingga pasikutan sebilah keris menjadi sebuah penilaian tersendiri. Dari mulai keris kuno, nom-noman hingga keris baru semua memiliki tempat masing-masing dalam menjadi sebuah ageman yang mumpuni. Seperti keris yang kami paparkan ini. Yang memiliki… selengkapnya
Hubungi AdminPusaka Keris Patrem Majapahit Dhapur: Patrem Brojol Pamor: Ngulit Semangka Tangguh: Majapahit Kode: PK003 INFO SELENGKAPNYA TENTANG Pusaka Keris Patrem Majapahit Silahkan Hubungi Kami Melalui Whatsapp/Telp/SMS (082177400100)
Hubungi AdminKeris Tangguh Tuban Asli Keris Tangguh Tuban Asli memang memiliki bentuk yang tebal dan gagah. Bilahnya lebar dan cukup berat jika ditanting. Memiliki dhapur Tilam Upih yang sederhana namun menjadi dhapur yang wajib dimiliki untuk para kolektor keris. Berpamor kulit semangka yang filosofinya baik untuk hubungan sosial dan keluwesan. Hampir bisa dikatakan t idak… selengkapnya
Rp 2.300.000Senjata Kuno Peninggalan Nusantara Kudi Kujang Temuan Zaman Mataram Hindu Dhapur / Bentuk : Kudi / Arit Pamor : Sanak Metorit/ Besi Nglempung Tangguh : Kabudhan / Mataram Hindu Budha Panjang Bilah : 22 cm Warangka : Kayu Jati Handle : Kayu Jati Kode : PK378 Senjata kuno temuan dari peninggalan Nusantara yang menjadi saksi… selengkapnya
Rp 850.000Keris Sepang Patrem Pamor Kulit Semangka Asli Sepuh Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Sepang (dhapur langka) Pamor (motif lipatan besi) : Kulit Semangka Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Abad Ke 16 Masehi Panjang Bilah : 23 cm Pesi masih utuh panjang original tidak sambungan Warangka : Wulan Tumanggal Kayu Nagasari Handle /… selengkapnya
Hubungi Admin






















WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.