Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Admin PusakaKeris.com
● online
Admin PusakaKeris.com
● online
Halo, perkenalkan saya Admin PusakaKeris.com
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Buka jam 08.00 s/d jam 23.00
Beranda » Dhapur Karno Tinanding » Keris Regol Karna Tinanding Sepuh Langka
click image to preview activate zoom

Keris Regol Karna Tinanding Sepuh Langka

Rp 4.000.000
KodeTAG063
Stok Tersedia (1)
Kategori Dhapur Karno Tinanding, Dhapur Regol, Katalog Produk, Keris, Keris Lurus, Pamor Beras Wutah
Jenis : Keris Leres
Dhapur Regol Karna Tinanding
Pamor Wos Wutah
Tangguh Mataram
Warangka : Ladrang Yogyakarta, Kayu Timoho
Deder/Handle : Krajan, Kayu Kemuning Bang
Pendok : Bunton Slorok, Bahan Tembaga
Mendak : Parijata, Bahan Kuningan
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan lebih cepat! Quick Order
Bagikan ke

Keris Regol Karna Tinanding Sepuh Langka

Dhapur Regol Karno Tinanding

Regol merupakan salah satu dhapur keris lurus yang memiliki bentuk cukup khas dan tergolong jarang dijumpai dalam dunia perkerisan. Keunikannya terutama terlihat pada bagian gandhik yang berjumlah dua, yaitu satu berada di bagian depan dan satu lagi di bagian belakang bilah. Selain itu, bentuk gaja pada dhapur ini juga memiliki karakter tersendiri yang membedakannya dari dhapur keris lurus lainnya.

Secara umum, posisi bilah keris Regol cenderung tegak dan tidak terlalu condong. Kombinasi antara dua gandhik, bentuk gaja yang khas, serta sikap bilah yang relatif tegak menjadikan Regol memiliki pasikutan yang mudah dikenali oleh mereka yang terbiasa mengamati ragam dhapur keris.

Keberadaan dhapur Regol sendiri tergolong langka. Ia tidak banyak ditemukan di tengah masyarakat, bahkan dalam kelompok keris-keris yang dikaitkan dengan tangguh tua sekalipun. Karena kelangkaannya, Regol menjadi salah satu dhapur yang menarik perhatian para pemerhati dan kolektor tosan aji.

Dalam tradisi masyarakat, keris Regol juga kerap ditempatkan sebagai bagian dari keris pusaka warisan keluarga. Tidak sedikit pusaka dengan dhapur yang langka seperti ini bertahan melalui proses pewarisan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Namun, anggapan bahwa setiap keris Regol pasti merupakan pemberian orang tua tentu tidak dapat digeneralisasi. Tradisi kepemilikan pusaka sangat beragam, dan sebuah keris dapat berpindah tangan melalui berbagai cara, termasuk pewarisan, pemberian, maupun proses pemilikan lainnya.

Istilah Regol sendiri menarik untuk dibaca secara simbolik. Dalam lingkungan budaya Jawa, regol berarti pintu gerbang, yaitu bagian yang menjadi jalan keluar-masuk menuju suatu lingkungan atau tempat tertentu. Sebagai simbol, pintu gerbang bukan hanya berfungsi sebagai pembatas, tetapi juga sebagai peralihan dari satu ruang menuju ruang yang lain.

Dari sini, Regol dapat dimaknai sebagai simbol ambang kehidupan: sebuah titik ketika seseorang harus berani melangkah dari satu keadaan menuju keadaan berikutnya. Ia mengingatkan bahwa setiap perjalanan memiliki pintu yang harus dilewati, dan setiap pintu menuntut kesiapan sebelum seseorang melangkah ke dalamnya.

Regol Karno Tinanding

Keris Regol ini memiliki keunikan tambahan karena selain karakter utama berupa dua gandhik dan gaja yang khas, terdapat pula beberapa ricikan lain berupa sekar kacang, Jalen, dan lambe gajah.

Keberadaan ricikan tambahan tersebut membuat keris ini kemudian dikenal dengan sebutan Regol Karno Tinanding.

Nama Karno Tinanding dapat dibaca sebagai ungkapan tentang Karno yang bertanding atau berhadapan. Dalam tradisi pewayangan, Karna dikenal sebagai tokoh yang memiliki keteguhan, keberanian, dan kesetiaan pada prinsip yang diyakininya. Karena itu, nama tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk membaca keris ini bukan sekadar melalui bentuk fisiknya, tetapi juga melalui nilai simbolik tentang keberanian menghadapi ujian dan keteguhan dalam menentukan sikap.

Dengan demikian, Regol Karno Tinanding menghadirkan perpaduan yang menarik antara kelangkaan bentuk, kekhasan ricikan, dan kedalaman simbol nama dhapur. Dua gandhik yang menjadi ciri utamanya seolah menegaskan karakter Regol sebagai sebuah ambang atau pintu, sementara tambahan ricikan dan nama Karno Tinanding memberikan lapisan makna tentang keberanian menghadapi persimpangan dan pertarungan kehidupan.

Pada akhirnya, nilai sebuah keris tidak hanya terletak pada seberapa langka ia ditemukan. Yang lebih penting adalah kemampuan kita untuk mengenali bentuknya, memahami istilah dan pakemnya, membaca konteks sejarahnya, serta menghargai nilai budaya yang diwariskan melalui benda tersebut. Dengan cara itulah keris dapat dipahami bukan sekadar sebagai benda pusaka, tetapi sebagai bagian dari pengetahuan dan kebudayaan Nusantara.

Keris Regol Karna Tinanding Sepuh Langka

Berat 1500 gram
Kondisi Bekas
Dilihat 8 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Mohon maaf, form diskusi dinonaktifkan pada produk ini.
Produk Terkait

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

WhatsApp WhatsApp us