Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Admin PusakaKeris.com
● online
Admin PusakaKeris.com
● online
Halo, perkenalkan saya Admin PusakaKeris.com
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Buka jam 08.00 s/d jam 23.00
Beranda » Dhapur Kebo Lajer » Keris Patrem Kebo Lajer Sepuh
click image to preview activate zoom

Keris Patrem Kebo Lajer Sepuh

Rp 900.000
KodeTAG076
Stok Tersedia (1)
Kategori Dhapur Kebo Lajer, Katalog Produk, Keris, Keris Lurus, Pamor Mrambut, Tangguh Pajajaran
Jenis : Keris Leres (Patrem)
Dhapur Kebo Lajer
Pamor Mrambut
Tangguh Pajajaran
Warangka : Gayaman Surakarta, Kayu Gembol Jati
Deder/Handle : Wiryodingrat, Kayu Kemuning
Pendok : -
Mendak : Parijata, Bahan Tembaga
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan lebih cepat! Quick Order
Bagikan ke

Keris Patrem Kebo Lajer Sepuh

Keris Patrem

Patrem merupakan salah satu jenis keris yang dibedakan berdasarkan ukuran bilahnya yang relatif kecil, umumnya sekitar 15–25 cm. Patrem bukan nama dhapur, sehingga bentuknya dapat berupa keris lurus maupun luk, dengan jumlah luk yang umumnya tidak banyak, sering hingga luk 5. Gandhik-nya pun dapat beragam, antara lain berbentuk naga, singa, atau kikik.

Patrem terkadang disalahartikan sebagai cundrik, padahal cundrik merupakan nama dhapur dengan bentuk yang lebih mendekati pedang pendek. Cundrik memiliki gandhik panjang di sisi belakang dan ganja dengan bentuk terbalik; pada beberapa bentuk dapat dijumpai ganja iras.

Mengenai fungsi patrem, terdapat berbagai pendapat. Ada yang mengaitkannya dengan perempuan, anak laki-laki, kebutuhan praktis prajurit, hingga sebagai piandel yang mudah dibawa. Catatan Raffles mengenai prajurit perempuan di Keraton Yogyakarta serta catatan Ma Huan mengenai penggunaan senjata pendek di Jawa sering menjadi bahan pembanding dalam pembahasan ini. Namun, sumber-sumber tersebut tidak dapat secara langsung dianggap sebagai bukti bahwa semua senjata kecil tersebut adalah patrem.

Secara filosofis, patrem sering dikaitkan dengan patrêm, yaitu sesuatu yang memberikan ketenteraman. Karena itu, patrem dapat dimaknai sebagai perlambang ketenangan hati dan pengingat akan hubungan dengan orang tua atau leluhur apabila menjadi pusaka warisan keluarga.

 

Dhapur Kebo Lajer

Kebo Lajer merupakan dhapur keris lurus atau leres dengan ricikan utama berupa gandhik lugas yang panjang dan pejetan.

Dalam tradisi masyarakat agraris Jawa, Kebo Lajer kerap dikaitkan dengan simbol kesuburan, ketahanan, dan kesejahteraan. Sebagian kepercayaan menghubungkannya dengan keberhasilan pertanian, perlindungan tanaman dan ternak, serta keselamatan masyarakat.

Nama Kebo Lajer juga dapat dimaknai melalui kedekatan kerbau dengan kehidupan pertanian. Karena itu, secara filosofis dhapur ini dapat dipandang sebagai perlambang kekuatan yang bekerja tekun untuk menopang kehidupan.

Pemaknaan mengenai tuah pertanian, ternak, maupun perlindungan dari wabah merupakan bagian dari kepercayaan tradisional, bukan kepastian sebab-akibat secara ilmiah.

 

Pamor Mrambut

Pamor Mrambut merupakan pamor dengan motif berupa garis-garis sangat halus yang memanjang mengikuti bilah. Kehalusan garisnya menyerupai helaian rambut yang terurai, sehingga disebut mrambut.

Secara filosofis, pamor ini dapat dimaknai sebagai perlambang kehalusan, ketelitian, dan ketekunan. Garis-garis kecil yang tersusun menjadi satu kesatuan mengingatkan bahwa sesuatu yang besar dapat dibangun dari hal-hal kecil yang dikerjakan secara konsisten.

 

Tangguh Pajajaran

Tangguh Pajajaran merupakan penamaan tangguh dalam tradisi perkerisan yang dikaitkan dengan lingkungan budaya Sunda pada masa Kerajaan Sunda. Pakuan Pajajaran dikenal sebagai pusat pemerintahan Kerajaan Sunda, dengan peninggalan penting seperti Prasasti Batutulis yang berkaitan dengan masa Sri Baduga Maharaja.

Dalam tradisi perkerisan, identifikasi Tangguh Pajajaran tidak cukup dilakukan berdasarkan satu ciri. Pembacaannya mempertimbangkan pasikutan, bentuk bilah, ricikan, karakter besi, pamor, garap, serta perbandingan dengan bilah pembanding.

Karena itu, Tangguh Pajajaran sebaiknya dipahami sebagai hasil pembacaan berdasarkan karakter bilah dalam kerangka pengetahuan tradisional, bukan sebagai kepastian mutlak mengenai usia atau tahun pembuatan keris.

 

Catatan Identifikasi: Identifikasi dhapur, pamor, dan tangguh merupakan bagian dari pengetahuan dan terminologi tradisional perkerisan. Ciri yang disebutkan merupakan bahan pengamatan dan pembanding, bukan rumus tunggal. Hasil identifikasi dapat berbeda karena kondisi bilah, usia, perawatan, kelengkapan ricikan, pengalaman pemerhati, sudut pandang, dan rujukan yang digunakan.

 

TAG076

Keris Patrem Kebo Lajer Sepuh

Berat 1500 gram
Kondisi Bekas
Dilihat 2 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Mohon maaf, form diskusi dinonaktifkan pada produk ini.
Produk Terkait

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

WhatsApp WhatsApp us