Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

● online 6282177400100

● online
- Tombak Pusaka Baru Kuping Pamor Tambal
- Keris Karacan Luk 11 Kinatah Emas
- Keris Sepuh Pamor Janur Sinebit
- Dhapur Keris Pasopati
- Pusaka Keris Ganesha Kinatah Sepuh Emas Kamardikan
- Keris Kuno Pamor Putri Kinurung
- Keris Jalak Sangu Tumpeng Pamor Ceprit Ceprit
- Tombak Karacan Luk 7 Pamor Langka Sekar Mayang Tan
Pusaka Keris Sempaner Sempana Bener
Pusaka Keris Sempaner Sempana Bener
Pusaka Keris Sempaner Sempana Bener – Dapur Sempaner (Sempanan Bener) merupakan nama salah satu dapur keris lurus yang sering kita jumpai mulai dari tangguh sepuh seperti Pajajaran, Majapahit, sampai tangguh Nom-noman. Sempaner berasal dari kata Sempana / Sumpena Bener yang secara harafiah berarti Mimpi yang benar. Ricikan dapur ini : Kembang kacang, tikel alis, Ri Pandan – ada pula yang menyebutkan mempunyai greneng, jalen, lambe gajah. Sempana bener dalam arti lebih dalam merupakan suatu pesan, angan-angan, harapan, cita-cita, keinginan apabila dilandasi suatu pemahaman yang benar menjadi suatu kenyataan. Pemahaman yang benar itulah yang akan mewujudkan suatu tercapainya harapan atau cita-cita. Dalam hal ini, suatu pesan bahwa manusia dalam menggapai suatu keinginan hendaknya diselaraskan dengan kemampuan atau potensi yang dimiliki, sebagaimana dalam ujar-ujar jawa disebutkan “Bisa rumangsa – aja rumangsa bisa”.
Macam-macam Mimpi
Mimpi atau sumpena merupakan suatu penggembaraan bawah sadar manusia selama tidur ke tempat antah berantah atau berinteraksi dengan lingkungan, baik yang sudah dikenal maupun belum. Mimpi tertentu dipercaya sebagai perlambang akan terjadinya “sesuatu” dimasa yang akan datang atau sering disebut “sasmita”. Namun tidak semua mimpi merupakan perlambang. Dalam budaya jawa, orang bermimpi dibedakan dalam tiga macam :
- Titiyoni
- Gondoyoni
- Puspa Tajem
Tiyoni, merupakan mimpi yang biasanya terjadi antara jam 19.00-22.00. Mimpi pada saat ini biasanya merupakan gambaran dari pikiran yang tidak mampu ditinggalkan oleh seseorang pada saat menjelang tidur, seperti rasa gelisah, stress, kalut, cemas, dan lelah akibat aktivitas seharian. Mimpi ini penggambaran kejadiannya berubah-ubah, kadang terjadi secara tiba-tiba dan tidak runtut. Pada saat terbangun, biasanya kita lupa mengenai hal-hal yang terjadi dalam mimpi tersebut. Mimpi pada saat tiyoni tidak mempunyai makna.
Gondoyoni, merupakan mimpi yang biasanya terjadi antara jam 22.00-01.00 pagi. Mimpi pada saat Gondoyoni juga tidak mempunyai makna. Biasanya muncul dari bayangan, pemikiran atau angan-anagan saat terjaga atau sebelum tidur. Mimpi demikian disebut juga “impen-impenen” atau “kembange wong turu” atau “bunga tidur”. Biasanya mimpi pada saat itu tidak runtut berurutan dan mudah terlupakan saat bangun.
Puspa Tajem merupakan mimpi yang biasanya terjadi antara jam 01-04.00 pagi atau menjelang subuh. Waktu tersebut memasuki dua per tiga malam merupakan waktu yang utama. Mimpi pada saat ini umumnya mempunyai makna atau kemungkinan merupakan perlambang/firasat mengenai suatu kejadian (sasmita) yang akan menjadi kenyataan. Apabila perlambang dalam mimpi ini kemudian benar-benar terjadi dimasa yang akan datang, maka disebut mimpi yang Daradasih. Kejadian dalam mimpi tersebut seolah-olah terjadi sungguhan dan kejadiannya runtut berurutan. Bahkan, kadang membuat kita terbangun jika terkejut. Kejadian dalam mimpi ini masih melekat dalam ingatan pada saat terbangun dan selalu diingat dalam waktu yang lama.
Bagaimana mimpi yang mempunyai makna ini akan terwujud, kapan dan bagaimana, tentunya masih menjadi misteri. Kadang kita baru menyadari arti mimpi tersebut setelah terjadi suatu peristiwa di kemudian hari. Bagi orang yang mampu mengartikan mimpi tersebut dan benar-benar terjadi di waktu yang akan datang maka disebut “orang yang waskita”.
Simbolisasi Ricikan Dapur Sempaner : Sekar Kacang, Tikel Alis, Jalen, Lambe Gajah dan Greneng
Kembang Kacang, jaman dahulu kembang kacang sebagai ricikan keris disebut juga tlale (belalai) Gajah. Hal tersebut teringat dengan mitologi Ganesha, sebagai dewa lambang ilmu pengetahuan yang digambarkan selalu menghirup ilmu pengetahuan yang tiada habisnya dengan belalainya. Sekar kacang juga menyimbolkan adanya aktifitas tumbuh dan berkembang dan berbuah.
Jalen merupakan simbol jalannya nafas yang terus menerus dan lambe gajah merupakan simbol masuknya energi. Motivasi dan niat.
Tikel Alis, mempunyai arti ua alis (bulu mata) menunjukkan kedua mata. Tikel alis merupakan simbol sifat manusia ada sisi baik dan buruk, keduanya harus dapat dikendalikan. Dalam menggapai harapan hendaknya dipertimbangkan pada sisi baik buruknya.
Greneng berbentuk Ron Dha (Huruf jawa : Dha) atau kadang hanya berbentuk sederhana yang disebut Ri Pandan menyimbolkan suasana hati atau perasaan. Dari semua organ tubuh manusia yang menentukan tingkat derajat manusia yaitu dada (dha-dha). Dalam rongga dada itulah terletak hati, bathin, atau “perasaan” atau disebut “rasa”. Kalau “rasa” seseorang baik maka baiklah semua anggota tubuhnya, sebaliknya kalau “rasa” menjadi sakit maka “sakit”lah semua anggota tubuhnya. Rasa berarti merasakan sesuatu itu dalam segala dimensi. Rasa merupakan suatu keadaan yang hendak dicapai dalam diri seseorang terhadap sesuatu. Setiap orang memiliki rasa rasa dengan eksistensi yang berbeda-beda, tergantung pada wawasan, pengetahuan, moral dan sebagainya. Siapa yang mencapai rasa yang lebih mendalam dengan sendirinya hidupnya akan berubah (sikap pola pikir, perilaku). Ia akan memiliki sikap-sikap lain, yang lebih benar, serta yang lebih cocok dengan realitas sebenarnya.
Secara umum semuanya itu adalah melambangkan suatu pencarian dan mengembangkan pengetahuan, wawasan dan ketrampilan secara terus-menerus sampai tingkat tertentu. Hal tersebut merupakan syarat tercapainya cita-cita dan harapan. Mencari pengetahuan harus dilandasi dengan niat, motivasi yang kuat dan keberanian. Harapan dan cita-cita harus dipertimbangan dari sisi baik dan buruknya. Namun demikian orang harus menerima segala keterbatasannya. Orang perlu bersikap rela menerima keadaan apa adanya (Nrimo ing pandum). Nrima juga berarti iklas, menerima segala konsekuensi dan persoalan apa yang mendatangi kita tanpa keluh kesah. Hal ini bukan berarti apatis, nrima dalam arti seseorangwalaupun dalam keadaan kecewa, kesulitan dan kegagalan, tetap harus beraksi secara rasional, tidak ambruk dan tidak menentang secara percuma. Nrima menuntut untuk menerima apa adanya, tapi tidak hancur karenanya. Sikap nrima memberikan daya tahan untuk menanggung keadaan nasib” yang buruk. Bagi orang yang memiliki sikap itu maka “malapetaka akan kehilangan sengsaranya”.
Dapur Lurus : Bener-Lurus
Dalam berdoa kita selalu memohon untuk diberikan “Jalan yang Lurus” (sirotol mustaqin) kepada Tuhan. Lurus berarti tidak menyimpang dari jalur yang ditetapkan. Lurus juga berarti tidak berlebihan juga tidak kekurangan, berada di tengah-tengah. Seseorang yang jika di dalam hidupnya mengusahakan selalu berada di jalur lurus berarti akan bertindak jujur dan luhur budinya.
Berlaku jujur, bener lan pener akan menuju batin manusia yang selaras dengan realitas yang sebenarnya, dan oleh karena itu dengan sendirinya (Otomatis-konsekuen) memenuhi kewajiban, tugas dan peranan dan jabatan yang dituntut dari padanya. Mengembangkan diri pribadi, pengetahuan sesuai dengan bakat dan kemampuan (empan papan) dan tidak memaksakan kehendak / mengendalikan hawa nafsu. Selain itu, pengembangan pribadi dengan pengekangan hawa nafsu adalah salah satu cara. Karena nafsu akan memperlemah manusia. Mengendalikan hawa nafsu berarti mengembangkan budi pekerti. Untuk pencapaian budi pekerti (etika) yang baik umumnya dihalangi dua hal yaitu hawa nafsu dan pamrih.
Nafsu yang terkait dengan pamrih (egoisme) antara lain :
- Nafsu selalu ingin menonjol (nepsu menange dhewe)
- Menganggap diri selalu betul (nepsu benere dhewe)
- Memperhatikan diri sendiri (nepsu butuhe dhewe)
Sikap dasar yang luhur adalah kebebasan tanpa pamrih. Ujar-ujar jawa mengajarkan “sepi ing pamrih, rame ing gawe”. Sepi ing pamrih berarti melepaskan diri diri dari kepentingan pribadi dan mengutamakan kepentingan masyarakat demi keselarasan kehidupan. Manusia mencapai “sepi ing pamrih” apabila ia semakin tidak lagi perlu gelisah dan prihatin terhadap diri sendiri, semakin bebas dari nafsu ingin memiliki serta mempunyai hati yang tenang.
Rame ing gawe berarti melakukan apa yang dituntut oleh jabatandan kedudukan kita dalam masyarakat atau pun pekerjaan. Masing-masing menjalankan sesuai dengan tugas dan kewajiban yang diemban. Setiap orang harus menyadari keterbatasannya, sehingga tumbuh kerelaan untuk membatasi diri pada peran yang telah ditentukan di dunia.
Dalam hidup ini hendaknya dipahami benar ajaran Catur Merti – bersatunya pikiran, perasaan, perkataan dan perbuatan :
- Pikiran yang benar
- Perasaan yang benar
- Perkataan yang benar
- Perbuatan yang benar
Harapan yang Menjadi Kenyataan – Sumpena yang Daradasih – Sumpena Bener – Sempaner
Mimpi yang benar adalah hanya mimpi yang menjadi kenyataan (puspatajem daradasih). Harapan dan cita-cita yang baik yaitu harapan yang dapat diwujudkan sebagai kenyataan. Hal tersebut tentunya suatu harapan yang luhur (bener). Sempana Bener (sempaner) memaparkan ajaran bagaimana seseorang dapat menggapai harapannya secara benar. Dalam menggapai harapan hendaknya dilandasi dengan laku yang lurus dan benar, khususnya dalam hal etika sehingga akan tumbuh budi luhurnya. Budi luhur dicapai dengan sikap sederhana (prasaja), bersedia untuk menganggap dirinya lebih rendah dibanding orang lain (andhap asor), selalu sadar akan batas-batas dalam situasi dan lingkungan (tepa selira). Sebaliknya menghindarkan diri dari sikap yang jauh dari sifat budi luhur, yaitu : mencampuri urusan orang lain (dahwen/open), iri-dengki (srei), suka main intrik (jail), dan bersikap kasar (methakil).
Dari kedalaman rasa, pengetahuan, kemampuan seperti diuraikan di atas semua tercakup, maka tergantung apakah manusia sanggup untuk menempatkan diri dalam kosmosnya, serta dapat menemukan tempatnya yang cocok dan selaras. Menurut Aristoteles, manusia hanya dapat menemukan kebahagiaan apabila ia dapat mengaktualkan bakat-bakatnya. Untuk mewujudkan suatu harapan harus disertai dengan usaha dan kemampuan yang sesuai. Harapan tidak akan menjadi kenyataan jika tanpa disertai dengan usaha dan memampuan yang menyertainya. Keinginan harus disesuaikan dengan kapasitas pribadi, bakat, pengetahuan, menepati janji, jujur dan melakukan sesuai kewajiban. Sepi ing pamrih rame ing gawe.
Pusaka Keris Sempaner Sempana Bener
Keris TUS Keris TUS yaitu Tangguh Utuh Sepuh umumnya memiliki kriteria tertentu untuk menilai sebuah keris baik dari sisi eksoteri,... selengkapnya
Bagong dalam Pewayangan: Kocak, Bijak, dan Filosofis Dalam pewayangan Indonesia, Bagong adalah tokoh yang unik, sering kali dianggap sebagai pelawak... selengkapnya
Toko Keris Kota Yogyakarta Terlengkap Apakah Anda sedang mencari Toko Keris Kota Yogyakarta terlengkap ? Anda ingin berburu tosan aji... selengkapnya
Keris Bisa Bercerita: Merenung di Balik Sejuta Kisah Bilah Tajam Keris, sebuah senjata tradisional Indonesia, tak hanya mencuri perhatian dengan... selengkapnya
Sejarah Singosari: Cikal Bakal Kerajaan Majapahit di Nusantara Singosari adalah sebuah kerajaan Hindu-Buddha yang pernah berdiri di wilayah Jawa Timur,... selengkapnya
Pararaton: Mengungkap Sejarah dan Mitos Melalui Naskah Klasik Jawa Budaya Indonesia kaya akan naskah-naskah klasik yang mencatat sejarah dan mitos... selengkapnya
Jenis Besi Bahan Pembuatan Keris Pusaka JENIS BESI adalah unsur logam terpenting dalam pembuatan keris, tombak, pedang, dan senjata tradisional... selengkapnya
Keris Jawa: Simbol Kekuatan dan Kebudayaan Nusantara Indonesia, dengan beragam suku, bahasa, dan budayanya, memiliki harta karun budaya yang kaya... selengkapnya
Jual Keris Sempono Luk 9 Asli Sepuh Kuno Jual Keris Sempono Luk 9 Asli Sepuh Kuno – Sempana atau Sempono... selengkapnya
Kenapa Orang Jawa Harus Punya Keris? Kenapa Orang Jawa Harus Punya Keris? Pertanyaan ini akan terjawab ketika kita menilik beberapa... selengkapnya
Jagrak Keris Model Tugu Isi 1 Jagrak Keris Model Tugu Isi 1 adalah tempat untuk memajang keris atau menempatkan keris… selengkapnya
Rp 200.000Keris Kyai Rangga Wirun Kalawijan Luk 27 Pamor Pedaringan Kebak TUS Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Kyai Rangga Wirun… selengkapnya
Rp 8.777.000Keris Megantoro Majapahit Luk 7 Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Megantoro Luk 7 Pamor (motif lipatan besi) : Beras… selengkapnya
Rp 7.777.000Dhapur Keris Sinom Dhapur Keris Sinom – Ricikan Dhapur Keris Sinom: Sekar Kacang, Lambe Gajah, Sogokan, Tikel Alis, Sraweyan, Ron… selengkapnya
*Mahar Hubungi AdminKeris Tangguh Pakubuwono Surakarta Keris Tangguh Pakubuwono Surakarta – Keris dengan tangguh surakarta atau sering disebut dengan keris PB (Pakubuwono)…. selengkapnya
*Mahar Hubungi AdminJagrak Stand Tempat Tombak Pusaka Kelas Keraton Jagrak Stand Tempat Tombak Pusaka Kelas Keraton – Kegagahan tombak pusaka Anda akan… selengkapnya
Rp 2.600.000Keris Pandawa Lare Pamor Pancuran Mas Tangguh Demak Sepuh TAG138
Rp 4.555.000PAMOR LANGKA!! Keris Pamor Lar Gangsir Asli Sepuh Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Tumenggung Pamor (motif lipatan besi)… selengkapnya
*Mahar Hubungi Admin
Saat ini belum tersedia komentar.