Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
- LANGKA!! Keris Kyai Kalanadah Luk 5 Mataram Sultan
- Keris Tangguh Segaluh Abad 12
- Badik Rencong Aceh Kuno
- KERIS MAGETI ASLI!! Dhapur Jalak Ngore Pamor Mlinj
- Keris Tangguh Demak
- Keris Jalak Sangu Tumpeng Kuno
- ASLI TUS!! Tombak Pusaka Banyak Angrem Sepuh Kuno
- Keris Panji Nom Tangguh Hamengkubuwono HB V ISTIME
Keris Brojol Pamor Junjung Derajat
Rp 15.000.000| Kode | TAG068 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Dhapur Brojol, Katalog Produk, Keris, Keris Lurus, Pamor Junjung Derajat, Tangguh Tuban |
| Jenis | : Keris Leres |
| Dhapur | : Brojol |
| Pamor | : Junjung Derajat |
| Tangguh | : Tuban |
| Warangka | : Ladrang Surakarta, Kayu Gembol Jati |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Kayu Gembol Jati |
| Pendok | : Bleweh, Bahan Mamas |
| Mendak | : Tumbar Pecah, Bahan Perak |
Keris Brojol Pamor Junjung Derajat
Dhapur Brojol
Brojol merupakan salah satu dhapur keris lurus yang memiliki ricikan sederhana. Ciri utamanya berupa gandhik lugas dan pejetan, tanpa banyak tambahan ricikan yang rumit. Kesederhanaan inilah yang menjadi karakter kuat dari dhapur Brojol.
Nama brojol dalam bahasa Jawa berkaitan dengan pengertian keluar, lolos, atau terlepas dari suatu keadaan. Dalam kehidupan sehari-hari, sesuatu yang brojol berarti keluar dari tempat atau ruang yang sebelumnya membungkusnya.
Dari pengertian tersebut, Brojol kemudian dapat dibaca sebagai simbol jalan keluar dari kesulitan dan terbebas dari berbagai hambatan. Ia juga memiliki hubungan simbolik dengan proses kelahiran, ketika seorang bayi brojol keluar dari rahim dan memulai perjalanan hidupnya di dunia.
Karena itu, Brojol dapat dimaknai sebagai perlambang awal yang baru, keberanian untuk keluar dari keadaan sulit, dan kesempatan untuk memulai kembali.
Filosofi ini menarik karena brojol bukan berarti kehidupan tanpa masalah. Justru ia berbicara tentang kemampuan untuk menemukan jalan keluar ketika berhadapan dengan masalah. Ada kalanya seseorang harus berani meninggalkan keadaan yang sudah tidak baik, mengambil keputusan, kemudian melangkah menuju kehidupan yang baru.
Pemaknaan tersebut tentu merupakan bagian dari tafsir budaya dan simbolik, bukan klaim bahwa keris secara otomatis memberikan kemampuan tertentu. Brojol justru dapat menjadi pameling bahwa setiap kesulitan membutuhkan kesadaran, keberanian, dan ikhtiar untuk menemukan jalan keluarnya.
Pamor Junjung Derajat
Junjung Derajat merupakan salah satu nama pamor yang secara simbolik memiliki makna yang sangat kuat. Secara harfiah, junjung derajat dapat dimaknai sebagai mengangkat atau meninggikan derajat.
Nama tersebut kemudian menjadi representasi harapan agar seseorang mampu meningkatkan kualitas kehidupan, martabat, kedudukan, dan kehormatannya. Namun, derajat dalam pemahaman yang lebih luas tidak harus selalu berarti jabatan atau kedudukan sosial.
Derajat seseorang juga dapat dilihat dari ilmu, perilaku, tanggung jawab, integritas, serta manfaat yang diberikan kepada orang lain.
Karena itu, pamor Junjung Derajat dapat menjadi pengingat bahwa meningkatkan derajat tidak cukup hanya dengan mengejar posisi yang lebih tinggi. Semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin besar pula tanggung jawab yang seharusnya ia pikul.
Dalam tradisi perkerisan, pemaknaan sebuah pamor pada dasarnya merupakan bagian dari doa dan harapan pemiliknya. Junjung Derajat dapat dibaca sebagai doa agar perjalanan hidup seseorang senantiasa mengalami peningkatan ke arah yang lebih baik—bukan hanya secara materi, tetapi juga dalam ilmu, budi pekerti, kewibawaan, dan kemanfaatan.
Dengan demikian, pamor ini tidak sekadar berbicara tentang “naik derajat”, tetapi juga mengajarkan bahwa semakin tinggi seseorang berada, semakin besar pula kewajibannya untuk menjaga sikap dan memberikan manfaat.
Tangguh Tuban
Tangguh Tuban merupakan salah satu tangguh yang dikenal dalam tradisi perkerisan Jawa. Tuban sendiri memiliki kedudukan penting dalam sejarah Jawa sebagai salah satu kota pelabuhan besar di pesisir utara Jawa. Posisi tersebut menjadikan Tuban sebagai tempat bertemunya berbagai aktivitas perdagangan, masyarakat, dan kebudayaan.
Dalam perkembangan sejarahnya, Tuban memiliki hubungan erat dengan Majapahit dan kemudian menjadi salah satu wilayah penting di pesisir utara Jawa. Lingkungan pesisir yang terbuka terhadap berbagai perjumpaan budaya turut memberikan warna tersendiri terhadap kehidupan masyarakatnya, termasuk dalam tradisi pembuatan tosan aji.
Dalam pembacaan tradisional, keris yang dikaitkan dengan Tangguh Tuban umumnya memiliki karakter yang cenderung sederhana, padat, dan tegas. Keris Tuban juga relatif banyak dijumpai dalam bentuk lurus, dengan dhapur-dhapur sederhana seperti Brojol, Tilam Upih, maupun Tilam Sari.
Kesan tersebut seolah memperlihatkan karakter masyarakat pesisir yang praktis dan tidak terlalu menonjolkan kerumitan bentuk. Kekuatan keris Tuban justru sering terasa pada kesederhanaan garap, kepadatan bilah, dan karakter besinya.
Namun, ciri-ciri tersebut tidak dapat digunakan secara tunggal untuk menetapkan tangguh. Pembacaan tangguh merupakan proses yang mempertimbangkan berbagai unsur secara keseluruhan, mulai dari pasikutan, bentuk ricikan, karakter besi, pamor, ukuran bilah, hingga kualitas garapnya.
Menariknya, karakter Tuban terasa selaras dengan dhapur Brojol pada keris ini. Brojol hadir dalam bentuk yang sederhana dan lugas, sementara karakter Tuban juga dikenal kuat pada kesederhanaan serta ketegasan garapnya.
Sementara itu, pamor Junjung Derajat membawa harapan tentang peningkatan kualitas kehidupan. Ketiganya dapat dibaca sebagai satu rangkaian pesan simbolik: memiliki keberanian untuk keluar dari kesulitan, terus meningkatkan kualitas diri, dan tetap teguh dalam menjalani perjalanan kehidupan.
Sebuah keris yang mengajarkan bahwa untuk mencapai derajat yang lebih tinggi, seseorang tidak selalu membutuhkan sesuatu yang rumit. Terkadang yang dibutuhkan justru adalah kesederhanaan dalam sikap, keteguhan dalam prinsip, dan keberanian untuk terus melangkah.
TAG068
Keris Brojol Pamor Junjung Derajat
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 136 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Jalak Sangu Tumpeng Pamor Udan Mas Tiban Meteorit Majapahit Kuno Combong Antik Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Jalak Sangu Tumpeng Pamor (motif lipatan besi) : Wos Wutah + Udan Mas Tiban (Pamor Akhodiyat Meteorit) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Majapahit (Abad XIII) Panjang Bilah : 33 cm Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Timoho… selengkapnya
Rp 1.777.000Keris Buto Ijo Tangguh Majapahit Kuno Keris Buto Ijo Tangguh Majapahit Kuno merupakan keris pusaka kuno yang berusia ratusan tahun. Keris ini tergolong jenis keris luk 9 dengan ukuran panjang bilahnya sedang, permukaan bilahnya nggigir sapi karena memakai ada-ada, tikel alis, pejetan, sraweyan. Jika dilihat dari material besi juga pasikutannya yang ramping dan pamornya ceprit-ceprit,… selengkapnya
Rp 3.333.000Keris Pusaka Singo Barong Luk 11 Tinatah Emas Mataram Sultan Agung Dalam khazanah tosan aji Nusantara, Singo Barong menempati posisi istimewa sebagai simbol kekuasaan, keberanian, dan kewibawaan. Figur singa jantan yang ditatah pada gandhik bukan sekadar hiasan, melainkan perlambang kekuatan penjaga dan ketegasan pemimpin. Dalam wujud luk 11, keris ini mencerminkan daya gerak yang dinamis—keteguhan… selengkapnya
Rp 55.000.000Dimaharkan Keris Pusaka Tindih Betok Kuno Gonjo Iras Tangguh Jenggala Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Bethok Gonjo Iras Pamor (motif lipatan besi) : Banyu Mili Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Jenggala Panjang Bilah : 26 cm Warangka : Sandhang Walikat Kayu Kemuning Kuno Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang Ukiran Kuno Mendak :… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Jaka Waru Luk 11 Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Jaka Waru Luk 11 Pamor (motif lipatan besi) : Kulit Semangka Akhodiyat Meteor Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Majapahit Warangka : Gayaman Yogyakarta, Kayu Trembalo Gandar Iras Handle / Gagang : Solo, Kayu Kemuning Pendok: Blewah Kemalo Merah Ukir Tatah Mendak : Kuningan… selengkapnya
Rp 3.111.000Pusaka Kujang Ciung Siliwangi Mata 4 Pajajaran Sepuh Kuno Dhapur (jenis bentuk pusaka) : Kujang Ciung Mata 4 Pamor (motif lipatan besi) : Mrambut Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Pajajaran (Abad XII) Panjang Bilah : 16,6 cm Warangka : Kayu Cendana Jawa Handle / Gagang : Kayu Cendana Jawa Kode : PK164 Dialih rawatkan (dimaharkan)… selengkapnya
Hubungi AdminPusaka Keris Sempono Pamor Singkir Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Sempono Luk 9 Pamor (motif lipatan besi) : Setro Banyu / Banyu Mili Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Blambangan Era Majapahit (Abad XIII) Panjang Bilah : 30 cm (pesi utuh masih panjang original) Warangka : Ladrang Surakarta Kayu Timoho Kuno Handle / Gagang :… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Pusaka Naga Liman Maknda dan Filosofi Dhapur Keris Naga Liman NAGA LIMAN, adalah salah satu bentuk dhapur keris, dimana bagian gandik keris diukir dengan bentuk kepala gajah, lengkap dengan belalainya (kadang dibuat sangat detail lengkap dengan bagian gading dan telinga) tetapi tanpa badan sang gajah itu sendiri karena badan naga liman merupakan perwujudan dari… selengkapnya
Hubungi AdminJual Keris Jalak Sangu Tumpeng JST Mataram Sultan Agung Sepuh Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Jalak Sangu Tumpeng Pamor (motif lipatan besi) : Wos Wutah Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Sultan Agung Panjang Bilah : 33 cm Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Trembalo Kuno Handle / Gagang : Kayu Timoho Pendok : Blewah… selengkapnya
Hubungi Admin






























WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.