Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
- Pusaka Keris Megantoro Luk 7 Sepuh
- Blawong Keris Ukir Wayang Prabu Kresna Sunggingan
- Keris Jalak Sumelang Gandring Sepuh
- Keris Carubuk Pamor Melati Rinonce Tangguh Pajajar
- Deder Gagang Keris Jogja
- Tilam Upih Tangguh Tuban TUS
- Keris Jangkung Naga Temanten Kinatah Kamarogan Kam
- Keris Parungsari Pamor Untu Walang
Keris Brojol Pamor Satrio Pinayungan Madura Sepuh
Rp 8.500.000| Kode | TAG136 |
| Stok | Habis |
| Kategori | Dhapur Brojol, Katalog Produk, Keris, Keris Lurus, Keris Sepuh, Pamor Satrio Pinayungan, Tangguh Madura |
| Jenis | : Keris Lurus |
| Dhapur | : Brojol |
| Pamor | : Satrio Pinayungan |
| Tangguh | : Madura Sepuh |
| Warangka | : Gayaman Surakarta Kayu Biduri Laut |
| Hulu/Deder | : Yudawinatan Kayu Trembalo |
| Pendok | : Blewah Bahan Kuningan Sepuh Perak |
| Mendak | : Parijata Bahan Kuningan |
Keris Brojol Pamor Satrio Pinayungan Madura Sepuh
Keris Brojol Pamor Satrio Pinayungan Madura Sepuh
Keris Brojol kerap disebut-sebut sebagai pusaka dukun bayi. Tapi benarkah sesederhana itu?
Padahal, banyak keris berdhapur Brojol justru menyimpan keistimewaan yang luar biasa—entah itu dari segi garap, pamor, hingga nilai sejarahnya.
Tak sedikit pamor-pamor langka dan bagus terdapat pada pusaka berdhapur Brojol. Seperti pamor satrio pinayungan misalnya.. pamor yang cukup langka dan banyak digandrungi para penggemar tosan aji.
Dan kali ini saya sedang membawanya, pusaka brojol berpamor satrio pinayungan…
Pusaka ini memakai busana gayaman surakarta…
Kayunya itu cukup unik, bahan warangka pusaka ini pernah saya tanyakan kepada salah satu mranggi di Solo, katanya warangka ini berbahan kayu biduri laut. Saya sendiri kurang familiar dengan kayu tersebut. Namun berdasarkan pengalaman Beliau di bidang warangka pusaka, pernyataan tersebut cukup bisa dipercaya.
Jika kita amati lebih detail, serat kayu biduri laut ini cukup menarik. Ia berpola garis-garis setengah lingkaran yang bertumpuk, seperti motif pada pamor keris Batu Lapak.
Warangka ini juga dilengkapi dengan pendok blewah bahan kuningan sepuh perak dengan tatahan yang begitu halus menghiasi sepanjang sisi gandarnya.
Secara keseluruhan busana pusaka ini tampak sederhana, wangun, terkesan lebih wingit.. dan pastinya ndudut ati…
- Pusaka lurus
- Dhapur Brojol
- Pamor Satrio Pinayungan
- Tangguh Madura Sepuh
Dhapur Brojol
Brojol.. pusaka yang seringkali di klaim sebagai agemannya dukun bayi. Apakah benar demikian?
Pernyataan tentang pusaka dukun bayi ini barangkali karena filosofi dhapur Brojol yang terkait tentang kelahiran.
Namun apakah iya, pusaka dukun bayi sebagus ini??
Tentu… pernyataan tersebut tidak sepenuhnya benar.
Memang benar jika Brojol menjadi simbol fitrah kita sebagai manusia. Ia memang menjadi lambang sebuah kelahiran. Secara harfiah Brojol artinya keluar secara tiba-tiba, atau bisa juga diartikan terlahir.
Namun terlahir disini bukan hanya berarti saat lahir sebagai bayi, tetapi juga lahir dalam konteks yang lebih luas. Misalnya saat seseorang mengalami pencerahan batin, menemukan jati diri, atau memulai fase baru dalam hidup.
Setiap keputusan besar yang mengubah arah hidup bisa disebut sebagai “brojol” — sebuah kelahiran kembali yang membawa kita lebih dekat pada hakikat kita sebagai manusia.
Mbrojol dari kebodohan menuju pemahaman. Mbrojol dari kegelapan menuju cahaya. Bahkan dalam kesedihan pun, kadang kita juga menemui titik Brojol—keluar dari kepedihan itu dengan hati yang lebih lapang.
Brojol mengingatkan kita bahwa setiap perubahan sejati dimulai dari dalam. Dan seperti bayi yang lahir dari rahim ibunya, proses brojol itu seringkali tidak mudah, penuh perjuangan, bahkan sakit. Namun justru dari situ kita tumbuh. Kita mulai kembali. Kita terlahir kembali.
termasuk tentang lahirnya sebuah kesuksesan, usaha, karier, jabatan, bahkan lingkungan dan keluarga. Semua itu adalah bentuk-bentuk brojol dalam kehidupan sehari-hari. Sebuah usaha yang dirintis dari nol, lalu perlahan tumbuh dan dikenal, adalah hasil dari proses kelahiran—mbrojol dari gagasan, lalu menjelma jadi kenyataan.
Karier yang diraih setelah jatuh bangun adalah bentuk brojol dari ketekunan dan kesabaran. Jabatan yang diamanahkan bisa dilihat sebagai brojol dari perjalanan panjang, ujian, dan pembuktian diri. Dan keluarga, tempat kita berlabuh dan bertumbuh, adalah brojol dari cinta dan komitmen.
Setiap pencapaian besar selalu diawali dari satu momen lahir—momen mbrojol yang mengubah segalanya. Maka, brojol bukan hanya soal datang ke dunia, tapi bagaimana kita menemukan dunia baru di setiap fase kehidupan kita.
sehingga pusaka ini bukan hanya menjadi simbol dan penanda kelahiran kita saat bayi, tetapi juga menjadi pengingat akan momen-momen kelahiran batin dalam perjalanan hidup—seperti saat kita tumbuh menjadi pribadi yang lebih bijak, lebih kuat, dan lebih sadar akan jati diri.
Panjang juga ya pembahasan dhapur brojol ini, meskipun ia tampak memiliki bentuk dan ricikan yang sederhana ternyata maknanya begitu dalam dan luas..
Pamor Satrio Pinayungan
Keris Brojol ini memiliki pamor yang begitu langka. Ia membentuk seperti anak panah yang mengarah pada ujung panetesnya, motif pamor seperti ini disebut dengan pamor Satrio Pinayungan.
Saya meyakini dari 100 penggemar tosan aji, 90 diantaranya adalah penggemar pamor ini. Dan saya termasuk 90 diantaranya. Saking langkanya pamor ini, jarang sekali saya mendapatkan pusaka sepuh dengan pamor tersebut. Bahkan selama 5 tahun terakhir ini saya menemukan pamor Satrio Pinayungan itu hanya 3 kali saja. Dan ini merupakan satu-satunya Pusaka dengan pamor Satrio Pinayungan yang saat ini saya miliki.
Dalam makna harfiah atau arti secara literalnya Satrio Pinayungan berarti seorang Kesatria yang selalu Pinayungan. Dalam bahasa jawa Pinayungan berarti dipayungi atau dilindungi oleh Tuhan Yang Maha Esa.
Maka makna denotasi dari Satrio Pinayungan adalah seorang kesatria yang selalu dilindungi dalam naungan rahmat Tuhan Yang Maha Esa.
Jika dilihat dari motif bentuk pamor ini, setidaknya ada 3 versi.
Yang pertama pamor Satrio Pinayungan versi Surakarta.
Motifnya itu pada sor-soran berupa pamor apa saja, seperti beras wutah, tunggak semi atau pamor lainnya. Lalu di dekat ujung bilahnya terdapat pamor kudhung yang motifnya seperti payung atau anak panah yang mengarah pada ujung bilah. Versi pertama ini banyak di anut oleh pecinta keris dari Surakarta dan jawa timur.
Versi Yang kedua atau biasa disebut juga pamor Satrio Pinayungan versi Yogyakarta.
Untuk motifnya sendiri berupa lingkaran-lingkaran seperti pamor udan mas yang berada pada bagian sor-soran, pola susunan lingkarannya membentuk seperti huruf T yang terbalik. Untuk bersi yang kedua ini lebih banyak dianut oleh kalangan pecinta keris di Yogyakarta, Banyumas dan sekitarnya.
Lalu ada satu lagi versi yang ketiga, yang biasa dikenal dengan versi madura.
Motifnya hampir sama dengan versi Surakarta. namun antara pamor di bagian sor-soran dengan pamor kudhung dibagian ujung bilahnya terdapat pamor adeg yang menyambungkan keduanya. Seperti yang ada pada keris Brojol tangguh Madura sepuh ini.
Dibagian sor-sorannya membentuk pamor junjung derajat lalu diteruskan dengan pamor adeg dan ditutup dengan pamor kudhung yang seperti anak panah pada bagian dekat ujung bilahnya.
Pamor ini tergolong pamor rekan, yang mana ia dirancang oleh Sang Empu menjadi simbol harapan yang dimaksud agar pemiliknya selalu bernasib baik dalam situasi apapun serta selalu terus bertumbuh dalam kehidupannya.
Tangguh Madura Sepuh
Menanting Pusaka ini, rasanya benar-benar ndudut ati..
Sekelas tangguh madura sepuh, keris ini cukup istimewa… utuh.. sepuh dan langka.
Sloroknya itu begitu menawan.. pamornya kontras dan menyambung hingga wuwungan gonjonya.. Segalanya begitu berkesan, seolah ingin menegaskan bahwa ia dibuat oleh seorang Empu yang begitu berpengalaman pada jamannya.
Madura sendiri memiliki jejak sejarah yang panjang sejak masa kerajaan-kerajaan Nusantara. Pulau ini tak hanya dikenal karena keberanian dan keteguhan watak masyarakatnya, tetapi juga karena peran pentingnya dalam percaturan politik dan budaya di tanah Jawa. Dari masa kejayaan Majapahit hingga era Mataram Islam, Madura selalu menjadi wilayah strategis—baik secara militer, ekonomi, maupun budaya.
Salah satu tokoh besar asal Madura yang tercatat dalam sejarah adalah Arya Wiraraja, bangsawan dari Sumenep yang menjadi sekutu penting Raden Wijaya dalam mendirikan Kerajaan Majapahit. Tanpa kecerdikan diplomatik Arya Wiraraja dan kekuatan militer Madura, sejarah Nusantara bisa jadi memiliki alur yang berbeda.
Ketika Mataram Islam mencapai puncak kejayaannya di bawah Sultan Agung, Madura pun menjadi wilayah rebutan. Dinasti Cakraningrat di Madura Barat memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan kekuasaan antara Mataram dan Belanda. Di tengah tarik-menarik kekuasaan itu, budaya Madura terus tumbuh dan mengakar kuat, termasuk dalam dunia perkerisan.
Kini, ketika banyak daerah di Indonesia mulai kehilangan tradisi membuat keris, Madura justru berdiri tegak sebagai salah satu daerah dengan jumlah empu terbanyak di Nusantara. Sebuah kelanjutan yang tak bisa dilepaskan dari sejarah panjangnya di masa kerajaan. Tradisi membuat keris bukan hanya dipertahankan, tapi diwariskan dengan penuh kebanggaan—seolah Madura ingin berkata bahwa pusaka bukan hanya benda, melainkan bagian dari jati diri.
Dari zaman Arya Wiraraja hingga zaman kini, Madura tetap menjadi tanah kelahiran para empu—orang-orang yang dengan sabar menempa besi, api, dan doa menjadi sebilah pusaka penuh makna. Sebuah warisan budaya yang lahir dari sejarah, dan terus hidup dalam tangan-tangan terampil para pewarisnya.
TAG136
Keris Brojol Pamor Satrio Pinayungan Madura Sepuh
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 2.328 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Tindih Bethok Sombro Empu Jaka Sura Tangguh Majapahit Sepuh Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Betok Sombro (Empu Jaka Sura) Pamor (motif lipatan besi) : Beras Wutah / Wos Wutah Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Majapahit Madya Panjang Bilah : 20 cm Warangka : Sandhang Walikat Kayu Cendana Jawa Handle / Gagang :… selengkapnya
Rp 1.750.000Keris Gonjo Iras Pamor Setro Banyu Keris Gonjo Iras Pamor Setro Banyu merupakan salah satu keris koleksi kami yang sudah cukup langka. Keris ini sangat unik, keunikannya terletak pada bagian gonjo yang menyatu dengan bilahnya, atau berasal/terbuat dari satu bahan yang tidak bersambung yang biasa disebut Gonjo Iras. Pada keris dengan gonjo iras, batas antara… selengkapnya
Rp 2.900.000Sengkelat Luk 13 Kuno Sengkelat Luk 13 Kuno merupakan keris koleksi kesekian kalinya. Keris Sengkelat yang satu ini cukup utuh dengan kembang kacang yang masih utuh juga ricikan lainnya. Sengkelat memang memiliki cerita sejarah yang sangat fenomenal. Konon dhapur keris Sengkelat dibuat oleh Empu Supo Madrangi alias Raden Joko Supo atas permintaan Kanjeng Sunan Kalijaga…. selengkapnya
Rp 2.666.000Keris Sepuh Sinom Keleng Tangguh Demak Keris Sepuh Sinom Keleng Tangguh Demak adalah salah satu dari ratusan koleksi pusaka keris kami. Keris ini berdhapur Sinom, merupakan dhapur keris lurus yang sederhana dengan ricikan antara lain Sekar Kacang, Lambe Gajah, Sogokan, Tikel Alis, Sraweyan, Ron Da Kalih. Untuk pamor yang tergurat di sekujur bilahnya adalah pamor Keleng atau tanpa… selengkapnya
Rp 3.500.000Keris Santan Pamor Banyu Mili Sepuh Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Santan Luk 11 (Langka) Pamor (motif lipatan besi) : Banyu Mili Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Pajajaran Abad ke 14 masehi Panjang Bilah : 34 cm Warangka : Ladrang Surakarta Gandar Iras Kayu Trembalo Kuno Deder : Solo (Surakarta) Kayu Kemuning Bang Kuno… selengkapnya
Rp 3.111.000Keris JST Jalak Sangu Tumpeng Sepuh Keris JST Jalak Sangu Tumpeng Sepuh merupakan salah satu dari ratusan koleksi pusaka keris kami. Keris ini termasuk dalam golongan jenis keris lurus. Jika dilihat dari bentuk dan ricikannya, keris ini berdhapur JST (Jalak Sangu Tumpeng). Untuk pamor yang tergurat di bilahnya adalah pamor Wos Wutah. Warangka memakai model Gayaman dari bahan kayu Timoho…. selengkapnya
Rp 3.500.000Pusaka Keris Patrem Bandotan Sepuh Kuno Dhapur: Bandotan Patrem Pamor: Ngulit Semangka / Kulit Semangka Kode: PK026 INFO SELENGKAPNYA Tentang Pusaka Keris Patrem Bandotan Sepuh Kuno Silahkan Hubungi Kami Melalui Whatsapp/Telp/SMS: 082177400100
Hubungi AdminKeris Nogo Topo Kinatah Emas Sepuh Keris Nogo Topo Kinatah Emas Sepuh merupakan keris pusaka koleksi kami yang kesekian kalinya. Keris ini tentu saja sangat populer dan fenomenal di kalangan perkerisan Nusantara. Dhapur Nogo Topo merupakan dhapur keris yang banyak dicari dan diburu para kolektor keris. Selain bentuknya yang indah juga nilai historisnya yang tinggi…. selengkapnya
Rp 17.700.000Keris Tindih Bethok Putut Pandito Semedi Pamor Melati Sinebar Sepuh Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Bethok Putut Pandito Semedi Pamor (motif lipatan besi) : Melati Sinebar Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Pajajaran Sepuh Panjang Bilah : 25,6 cm Warangka : Gayaman Jogja Kayu Timoho Kuno Original Bawaan Bilah Handle / Gagang : Kayu… selengkapnya
Rp 6.555.000










WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.