Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
- Keris Pamor Raja Kamkam Wengkon Isen
- Keris Jalak Nyucup Madu Pamor Sumur Bandung
- Keris Brojol Pamor Adeg Rambut Empu Singkir Sepuh
- Pusaka Tindih Keris Putut Sajen Pamor Setro Banyu
- Keris Gumbeng Pajajaran Sepuh
- Warangka Keris Ladrang Sungging Premium
- Keris Pamor Adeg Singkir TUS
- Pusaka Keris Tilam Upih Pamor Toya Mambeg
Keris Brojol Pamor Satrio Pinayungan
| Kode | TAG136 |
| Stok | Habis |
| Kategori | Dhapur Brojol, Katalog Produk, Keris, Keris Lurus, Pamor Satrio Pinayungan |
Keris Brojol Pamor Satrio Pinayungan
Keris Brojol Pamor Satrio Pinayungan
Keris Brojol kerap disebut-sebut sebagai pusaka dukun bayi. Tapi benarkah sesederhana itu?
Padahal, banyak keris berdhapur Brojol justru menyimpan keistimewaan yang luar biasa—entah itu dari segi garap, pamor, hingga nilai sejarahnya.
Tak sedikit pamor-pamor langka dan bagus terdapat pada pusaka berdhapur Brojol. Seperti pamor satrio pinayungan misalnya.. pamor yang cukup langka dan banyak digandrungi para penggemar tosan aji.
Dan kali ini saya sedang membawanya, pusaka brojol berpamor satrio pinayungan…
Pusaka ini memakai busana gayaman surakarta…
Kayunya itu cukup unik, bahan warangka pusaka ini pernah saya tanyakan kepada salah satu mranggi di Solo, katanya warangka ini berbahan kayu biduri laut. Saya sendiri kurang familiar dengan kayu tersebut. Namun berdasarkan pengalaman Beliau di bidang warangka pusaka, pernyataan tersebut cukup bisa dipercaya.
Jika kita amati lebih detail, serat kayu biduri laut ini cukup menarik. Ia berpola garis-garis setengah lingkaran yang bertumpuk, seperti motif pada pamor keris Batu Lapak.
Warangka ini juga dilengkapi dengan pendok blewah bahan kuningan sepuh perak dengan tatahan yang begitu halus menghiasi sepanjang sisi gandarnya.
Secara keseluruhan busana pusaka ini tampak sederhana, wangun, terkesan lebih wingit.. dan pastinya ndudut ati…
- Pusaka lurus
- Dhapur Brojol
- Pamor Satrio Pinayungan
- Tangguh Madura Sepuh
Dhapur Brojol
Brojol.. pusaka yang seringkali di klaim sebagai agemannya dukun bayi. Apakah benar demikian?
Pernyataan tentang pusaka dukun bayi ini barangkali karena filosofi dhapur Brojol yang terkait tentang kelahiran.
Namun apakah iya, pusaka dukun bayi sebagus ini??
Tentu… pernyataan tersebut tidak sepenuhnya benar.
Memang benar jika Brojol menjadi simbol fitrah kita sebagai manusia. Ia memang menjadi lambang sebuah kelahiran. Secara harfiah Brojol artinya keluar secara tiba-tiba, atau bisa juga diartikan terlahir.
Namun terlahir disini bukan hanya berarti saat lahir sebagai bayi, tetapi juga lahir dalam konteks yang lebih luas. Misalnya saat seseorang mengalami pencerahan batin, menemukan jati diri, atau memulai fase baru dalam hidup.
Setiap keputusan besar yang mengubah arah hidup bisa disebut sebagai “brojol” — sebuah kelahiran kembali yang membawa kita lebih dekat pada hakikat kita sebagai manusia.
Mbrojol dari kebodohan menuju pemahaman. Mbrojol dari kegelapan menuju cahaya. Bahkan dalam kesedihan pun, kadang kita juga menemui titik Brojol—keluar dari kepedihan itu dengan hati yang lebih lapang.
Brojol mengingatkan kita bahwa setiap perubahan sejati dimulai dari dalam. Dan seperti bayi yang lahir dari rahim ibunya, proses brojol itu seringkali tidak mudah, penuh perjuangan, bahkan sakit. Namun justru dari situ kita tumbuh. Kita mulai kembali. Kita terlahir kembali.
termasuk tentang lahirnya sebuah kesuksesan, usaha, karier, jabatan, bahkan lingkungan dan keluarga. Semua itu adalah bentuk-bentuk brojol dalam kehidupan sehari-hari. Sebuah usaha yang dirintis dari nol, lalu perlahan tumbuh dan dikenal, adalah hasil dari proses kelahiran—mbrojol dari gagasan, lalu menjelma jadi kenyataan.
Karier yang diraih setelah jatuh bangun adalah bentuk brojol dari ketekunan dan kesabaran. Jabatan yang diamanahkan bisa dilihat sebagai brojol dari perjalanan panjang, ujian, dan pembuktian diri. Dan keluarga, tempat kita berlabuh dan bertumbuh, adalah brojol dari cinta dan komitmen.
Setiap pencapaian besar selalu diawali dari satu momen lahir—momen mbrojol yang mengubah segalanya. Maka, brojol bukan hanya soal datang ke dunia, tapi bagaimana kita menemukan dunia baru di setiap fase kehidupan kita.
sehingga pusaka ini bukan hanya menjadi simbol dan penanda kelahiran kita saat bayi, tetapi juga menjadi pengingat akan momen-momen kelahiran batin dalam perjalanan hidup—seperti saat kita tumbuh menjadi pribadi yang lebih bijak, lebih kuat, dan lebih sadar akan jati diri.
Panjang juga ya pembahasan dhapur brojol ini, meskipun ia tampak memiliki bentuk dan ricikan yang sederhana ternyata maknanya begitu dalam dan luas..
Pamor Satrio Pinayungan
Keris Brojol ini memiliki pamor yang begitu langka. Ia membentuk seperti anak panah yang mengarah pada ujung panetesnya, motif pamor seperti ini disebut dengan pamor Satrio Pinayungan.
Saya meyakini dari 100 penggemar tosan aji, 90 diantaranya adalah penggemar pamor ini. Dan saya termasuk 90 diantaranya. Saking langkanya pamor ini, jarang sekali saya mendapatkan pusaka sepuh dengan pamor tersebut. Bahkan selama 5 tahun terakhir ini saya menemukan pamor Satrio Pinayungan itu hanya 3 kali saja. Dan ini merupakan satu-satunya Pusaka dengan pamor Satrio Pinayungan yang saat ini saya miliki.
Dalam makna harfiah atau arti secara literalnya Satrio Pinayungan berarti seorang Kesatria yang selalu Pinayungan. Dalam bahasa jawa Pinayungan berarti dipayungi atau dilindungi oleh Tuhan Yang Maha Esa.
Maka makna denotasi dari Satrio Pinayungan adalah seorang kesatria yang selalu dilindungi dalam naungan rahmat Tuhan Yang Maha Esa.
Jika dilihat dari motif bentuk pamor ini, setidaknya ada 3 versi.
Yang pertama pamor Satrio Pinayungan versi Surakarta.
Motifnya itu pada sor-soran berupa pamor apa saja, seperti beras wutah, tunggak semi atau pamor lainnya. Lalu di dekat ujung bilahnya terdapat pamor kudhung yang motifnya seperti payung atau anak panah yang mengarah pada ujung bilah. Versi pertama ini banyak di anut oleh pecinta keris dari Surakarta dan jawa timur.
Versi Yang kedua atau biasa disebut juga pamor Satrio Pinayungan versi Yogyakarta.
Untuk motifnya sendiri berupa lingkaran-lingkaran seperti pamor udan mas yang berada pada bagian sor-soran, pola susunan lingkarannya membentuk seperti huruf T yang terbalik. Untuk bersi yang kedua ini lebih banyak dianut oleh kalangan pecinta keris di Yogyakarta, Banyumas dan sekitarnya.
Lalu ada satu lagi versi yang ketiga, yang biasa dikenal dengan versi madura.
Motifnya hampir sama dengan versi Surakarta. namun antara pamor di bagian sor-soran dengan pamor kudhung dibagian ujung bilahnya terdapat pamor adeg yang menyambungkan keduanya. Seperti yang ada pada keris Brojol tangguh Madura sepuh ini.
Dibagian sor-sorannya membentuk pamor junjung derajat lalu diteruskan dengan pamor adeg dan ditutup dengan pamor kudhung yang seperti anak panah pada bagian dekat ujung bilahnya.
Pamor ini tergolong pamor rekan, yang mana ia dirancang oleh Sang Empu menjadi simbol harapan yang dimaksud agar pemiliknya selalu bernasib baik dalam situasi apapun serta selalu terus bertumbuh dalam kehidupannya.
TAG136
Keris Brojol Pamor Satrio Pinayungan
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 2.596 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Parungsari Kinatah Emas Panji Wilis Mataram Senopaten Keris Parungsari Kinatah Emas Panji Wilis Mataram Senopaten – Keris Parungsari, dalam makna yang luas, merepresentasikan nilai-nilai keindahan—keindahan yang muncul dari keluhuran budi serta harmoni yang terjalin antara sesama makhluk. Menatap keris ini, mata akan terpana oleh keindahan garap serta ornamen kinatah emas yang tergurat pada gandik… selengkapnya
Rp 12.000.000Keris Singo Barong Luk 13 Mataram Senopaten Kinatah Emas Salah satu pusaka Nusantara yang namanya mampu menggetarkan hati para pecinta keris adalah Keris Kyai Singo Barong. Sejak masa lampau, keris dengan dapur Singa Jantan ini selalu menjadi buruan para pencari pusaka, karena diyakini memiliki kekuatan isoteri yang sangat tinggi. Dapur Singo Barong dipercaya membentuk karakter… selengkapnya
Rp 100.000.000Kujang Sajen Kuno Pamor Banyu Mili Tangguh Pajajaran Dhapur (jenis bentuk) : Kujang Daun / Kujang Sajen / Kujang Putut Pamor (motif lipatan besi) : Banyu Mili Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Pajajaran Panjang Bilah : 17 cm Panjang Total : 24,5 cm Warangka : Sandhang Walikat Kayu Jati Kode : PK418 Keistimewaan kujang ini:… selengkapnya
Rp 900.000Keris Nogo Sapto Luk 7 Kinatah Kamarogan Pamor Wengkon Keris Nogo Sapto Luk 7 Kinatah Kamarogan Pamor Wengkon adalah salah satu dari ratusan koleksi pusaka keris kami. Keris ini berdhapur Nogo Sapto atau Naga Sapta, merupakan dhapur keris luk 7 dengan ciri khas gandik yang memiliki ukiran naga. Biasanya keris Nogo Sapto dihias dengan kinatah berupa… selengkapnya
Rp 8.999.000Keris Pamor Melati Tumpuk Sepuh Keris Pamor Melati Tumpuk Sepuh – Pamor Melati Tumpuk, sebagaimana namanya, menggambarkan bunga Melati yang bertumpuk, suatu simbol keharuman yang abadi. Bunga Melati dikenal dalam budaya Nusantara sebagai lambang kesucian, ketulusan, dan kehalusan budi pekerti. Warna putihnya mencerminkan kejernihan hati dan niat yang bersih, sementara aromanya yang lembut dan menenangkan… selengkapnya
Rp 4.200.000Dhapur Sempana (Luk 11) Dhapur Sempana merupakan salah satu dhapur keris yang sederhana namun sangat populer dalam dunia perkerisan. Bentuknya yang proporsional dan tidak berlebihan menjadikan dhapur ini banyak dijumpai, bahkan digunakan pada sejumlah pusaka penting. Salah satunya adalah Kanjeng Kyai Panukup, pusaka milik Keraton Kasultanan Yogyakarta yang juga berdhapur Sempana. Secara ricikan, Dhapur Sempana… selengkapnya
Rp 5.000.000Pusaka Keris Mahesa Lajer Pamor Batu Lapak Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Kebo lajer / Maheso Lajer Pamor (motif lipatan besi) : Batu lapak (pamor langka) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Panjang Bilah : 33 cm pesi masih utuh panjang original tidak sambungan Warangka : Ladrang Surakarta Kayu gembol Jati Gandar Iras Kuno… selengkapnya
Rp 1.900.000Pusaka Keris Brojol Pamor Jung Isi Dunyo Kinatah Emas Lafadz Allah Muhammad Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Brojol ( kinatah Emas Murni ) Pamor (motif lipatan besi) : Jung Isi Donya (pamor langka) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Madura Sepuh Empu Koso Panjang Bilah : 35 cm pesi masih utuh panjang original tidak sambungan… selengkapnya
Hubungi AdminDhapur Pudhak Panimbal Luk 9 Dhapur Pudhak Panimbal merupakan salah satu dhapur keris luk 9 yang tergolong langka. Dhapur ini merupakan pengembangan dari Panimbal, dengan ciri khas hadirnya ricikan pudhak sategal pada bagian sor-soran. Perpaduan tersebut menjadikan Pudhak Panimbal sebagai dhapur yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga sarat akan makna filosofis. Secara etimologi,… selengkapnya
Hubungi AdminTilam Upih Tuban Jenis : Keris Lurus Dhapur : Tilam Upih Pamor : Beras Wutah Tangguh : Tuban Abad / Tahun : XIV Warangka : Gayaman Surakarta Bahan Warangka : Kayu Trembalo Gandar Iras Kuno Pendok : Blewah bahan kuningan mamas Mendak : Tembaga Filosofi Keris Tilam Upih Keris Tilam Upih adalah pilihan yang sangat… selengkapnya
Rp 2.200.000










WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.