Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
- Keris Gumbeng Pajajaran Sepuh
- Keris Brojol Pamor Wahyu Tumurun
- Blawong Keris Tombak Ukiran Makoro Kepala Buto Uni
- Keris Tilam Sari HB VII Istimewa
- Keris Jalak Sangu Tumpeng Madiun Sepuh
- Warangka Keris Ladrang Sungging Premium
- Pusaka Tombak Godong Pring Pamor Ujung Gunung
- Keris Sinom Robyong Kinatah Emas
Keris Jalak Sangu Tumpeng Mataram Senopaten
| Kode | K148 |
| Stok | Habis |
| Kategori | Dhapur Jalak Sangu Tumpeng, Keris, Keris Lurus, Pamor Ngulit Semangka, Tangguh Mataram |
Keris Jalak Sangu Tumpeng Mataram Senopaten
Pusaka Keris Jalak Sangu Tumpeng Mataram Senopaten
- Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Jalak Sangu Tumpeng
- Pamor (motif lipatan besi) : Kulit Semangka (pamor gonjo maskumambang)
- Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Senopaten
- Panjang Bilah : 32,2 cm
- Pesi masih utuh panjang original tidak sambungan
- Warangka : Ladrang Surakarta Kayu Trembalo Gandar Iras Tidak Sambungan Original Bawaan Bilah
- Handle / Gagang : Kayu Kemuning Kuno Bawaan Bilah
- Pendok : Blewah Kuningan Kuno
- Mendak: Kuningan
- Kode: K148
Dialih rawatkan (dimaharkan) sesuai dengan foto dan deskripsi yang tertera.

Tentang Keris Jalak Sangu Tumpeng Mataram Senopaten Pamor Kulit Semangka
Dhapur Keris Jalak Sangu Tumpeng
Jalak Sangu Tumpeng adalah salah satu bentuk dhapur keris lurus, ukurannya sedang. Gandik-nya polos, memakai pejetan, tikel alis, sogokan rangkap, sraweyan dan tingil. Ricikan lainnya tidak ada. Diantara para pecinta keris banyak yang beranggapan bahwa keris ber-dhapur Jalak Sangu Tumpeng ini umumnya mempunyai tuah yangmembuat pemiliknya mudah mencari rezeki. Itulah sebabnya, keris ini biasanya dimiliki oleh para pedagang, pengusaha, atau pegawai bank, dan profesi sejenisnya.
Beberapa catatan dari keraton menyebutkan bahwa KKA Kopek adalah salah satu keris pusaka Keraton Yogyakarta yang oleh kalangan keraton dan masyarakat Yogyakarta dianggap sebagai pusaka andalan raja. Keris itu berdhapur Jalak Sangu Tumpeng (Burung Jalak yang membawa bekal tumpeng), sor-sorannya berlapis emas seperti Panji Wilis sebagai penanda pusaka keraton. Lalu mengapa kemudian pusaka ini menjadi pusaka andalan raja? dari legenda terungkap bahwa pusaka ini menyimpan misteri kehidupan, yaitu bahwa manusia dalam hidupnya perlu sangu (membawa bekal) tumpeng. Tumpeng kehidupan bisa berarti fisik makanan namun dapat pula berarti yang bersifat rohani.

Filosofi Keris Jalak Sangu Tumpeng
Memaknai Tumpeng – suatu perayaan yang dianggap suci tentu memerlukan simbol-simbol sakral yang dapat mewakili makna dari apa yang tengah dirayakan.
- Hubungan Manusia dengan Agama dan Ketuhanan
Falsafah tumpeng berkait erat dengan kondisi geografis Indonesia, terutama pulau Jawa, yang dipenuhi jajaran gunung berapi. Bagi orang-orang zaman dahulu gunung adalah abstraksi dari sesuatu yang jauh lebih tinggi dan melampaui kuasa manusia. Bentuk tumpeng yang berupa kerucut dan mempunyai satu titik pusat pada puncaknya bermakna menempatkan Tuhan pada posisi puncak yang menguasai alam. Bentuk kerucut gunungan ini juga melambangkan sifat awal dan akhir, simbolisasi dari sifat alam dan manusia yang berawal dari Tuhan dan akan kembali lagi (berakhir) pada Tuhan.
- Hubungan Manusia dengan Alam
Kehidupan orang Jawa sangat lekat dengan alam. Mereka sadar bahwa hidup mereka bergantung dari alam. Banyak pelajaran yang menjadi pedoman hidup sehari-hari yang mereka ambil dari alam. Penempatan dan pemilihan lauk pauk dalam tumpeng juga didasari akan pengetahuan dan hubungan mereka dengan alam.
Nasi tumpeng yang berbentuk kerucut ditempatkan di tengah-tengah dan bermacam-macam lauk pauk disusun di sekeliling kerucut tersebut. Penempatan nasi dan lauk pauk seperti ini disimbolkan sebagai gunung dan tanah yang subur di sekelilingnya. Tanah di sekeliling gunung dipenuhi dengan berbagai macam lauk pauk yang menandakan lauk pauk itu semuanya berasal dari alam, hasil tanah. Tanah menjadi simbol kesejahteraan yang hakiki.
Selain penempatannya, pemilihan lauk juga didasari oleh kebijaksanaan yang didapat dari belajar dari alam. Tumpeng merupakan simbol ekosistem kehidupan. Kerucut nasi yang menjulang tinggi melambangkan keagungan Tuhan Yang Maha Pencipta alam beserta isinya, sedangkan aneka lauk pauk dan sayuran merupakan simbol dari isi alam ini. Oleh karena itu setiap kali tumpeng hadir dalam sebuah acara, kita akan diingatkan kembali akan hubungan kita dengan alam dan pelajaran hidup yang kita peroleh dari alam.
- Hubungannya dengan Sosial Kemasyarakatan
Puncak sebuah upacara dimana terdapat tumpeng didalamnya ditandai dengan pemotongan bagian teratas atau terlancip kerucut nasi tumpeng tersebut. Pemotongan ini biasanya dilakukan oleh orang yang paling dituakan atau dihormati di komunitas dimana upacara itu dilaksanakan. Ini menyiratkan bahwa masyarakat Jawa adalah masyarakat yang masih memegang teguh nilai nilai kekeluargaan dan memandang orang tua sebagai figur yang sangat dihormati.
Hal ini tercermin dalam ungkapan Jawa mikul dhuwur mendhem jero yang mengandung nasihat kepada anak untuk memperlakukan orang tuanya secara baik. Anak di sini bisa diartikan sebagai anak keturunan, generasi muda atau bawahan, sedangkan orang tua bisa diartikan orang tua dalam hubungan darah, orang yang usianya lebih tua, para pendahulu yang pernah berjasa, para pemimpin atau atasan. Mikul dhuwur (memikul tinggi) memiliki arti menghormati setinggi-tingginya dan mendhem jero (menanam dalam-dalam) artinya menghargai sebaik-baiknya atau penghargaan yang mendalam terhadap seseorang.
Ada sesanti jawi yang juga berhubungan dengan pemaknaan Tumpengan yang tidak asing bagi kita yaitu: “Mangan ora mangan waton kumpul (makan tidak makan yang penting kumpul).” Hal ini tidak berarti meski serba kekurangan yang penting tetap berkumpul dengan sanak saudara. Pengertian sesanti tersebut yang seharusnya adalah mengutamakan semangat kebersamaan dan kerukunan dalam rumah tangga, perlindungan orang tua terhadap anak-anaknya, dan kecintaan kepada keluarga. Dimana pun orang berada, meski harus merantau, haruslah tetap mengingat kepada keluarganya dan menjaga tali silaturahmi dengan sanak saudaranya.

Pamor Kulit Semangka
Pamor Kulit Semangka sepintas lalu memang tampak seperti kulit dari buah semangka, tuahnya memudahkan mencari jalan rejeki dan si pemilik akan mudah bergaul dengan siapa saja dari golongan manapun.
Dhapur Jalak Sangu Tumpeng boleh dikata adalah salah satu keris berdhapur Jalak yang paling populer bagi masyarakat Jawa hingga banyak dijadikan pusaka warisan keluarga turun temurun. Apakah karena diilhami keris piandel utama Rajanya (KKA Kopek) yang juga kebetulan berhapur sama? atau memang hal lain?
Tags: harga keris mataram, jalak sangu tumpeng griyo kulo, keris jalak nyucup madu, keris jalak pasopati, Keris Jalak Sangu Tumpeng Mataram Senopaten, keris jalak sangu tumpeng pamor udan mas, keris jalak sumelang gandring, keris jalak tilam sari, keris kyai ageng kopek, keris mataram kuno, keris mataram senopaten, keris pusaka keraton mataram, keris pusaka mataram
Keris Jalak Sangu Tumpeng Mataram Senopaten
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 3.433 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Jual Keris Nogo Welang Luk 13 Kamardikan Antik Unik Istimewa Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Naga Welang Luk 13 Pamor (motif lipatan besi) : Kulit Semangka (kinatah Tembaga Sepuh Emas) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Kamardikan Alusan Panjang Bilah : 37 cm Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Sono Keling Handle / Gagang : Kayu… selengkapnya
Rp 1.750.000Keris Kalamisani Pamor Jung Isi Dunyo Dhapur Keris : Kalamisani Pamor Keris : Jung Isi Dunyo Tangguh Keris : Mataram Sultan Agung Panjang Bilah : 37.6 cm Kode Produk : KAR595 Keris Kalamisani Pamor Jung Isi Dunyo Jung Isi Dunyo – Pamor Langka Keris dengan trap pamor langka yang mapan dan sangat jelas. Jung Isi… selengkapnya
Rp 6.500.000Dhapur Jalak Sangu Tumpeng Dalam tradisi keraton, Jalak Sangu Tumpeng merupakan salah satu dhapur yang memiliki kedudukan istimewa. Salah satu pusaka Keraton Yogyakarta yang paling dihormati, KKA Kopek, berdhapur Jalak Sangu Tumpeng dengan sor-soran berlapis emas bergaya Panji Wilis sebagai penanda pusaka keraton. Pusaka ini tidak hanya dimuliakan sebagai senjata, tetapi juga sebagai simbol ajaran… selengkapnya
Hubungi AdminMahesa Lajer Pamor Putri Kinurung Mahesa Lajer Pamor Putri Kinurung merupakan keris koleksi yang memiliki dhapur Mahesa Lajer atau juga biasa dikenal dengan sebutan Kebo Lajer. Keris ini merupakan keris yang usianya sudah sangat tua ratusan tahun lamanya. Pamor keris ini adalah Putri Kinurung. Terdapat di bagian sor-soran dengan pola lingakaran-lingkaran kecil yang berada di… selengkapnya
Rp 1.700.000Keris Pamor Wos Wutah Putri Kinurung Keris pamor Wos Wutah Putri Kinurung adalah salah satu pusaka yang memancarkan pesona halus sekaligus misterius. Pamornya yang menyerupai butiran gabah tumpah, tersusun alami di permukaan bilah, menghadirkan kesan kesuburan, kelimpahan, dan berkah yang tidak putus. Sementara sebutan Putri Kinurung memberi nuansa lebih dalam—menggambarkan sesuatu yang berharga, dijaga, tersimpan,… selengkapnya
Rp 2.800.000Keris Pasopati Asli Sepuh Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Pasopati (dhapur favorit para kolektor keris) Pamor (motif lipatan besi) : Kelengan Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Paku Alam Jogja Panjang Bilah : 35 cm Warangka : Gayaman Yogyakarta Kayu Timoho Kuno Handle / Gagang : Lempuyangan Kayu Galeh Nagasari Pendok : Tembaga Bunton… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Pandawa Lare Pamor Junjung Derajat Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Pandawa Lare Luk 5 Pamor (motif lipatan besi) : Junjung Derajat (pamor Lembut Nyutro) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Kasultanan Cirebon Abad Ke 16 Masehi Panjang Bilah : 35 cm Pesi masih utuh panjang original tidak sambungan Warangka : Ladrang Cirebon Kayu Kemuning… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Jalak Sangu Tumpeng Tangguh Mataram Kartasura Sepuh Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Jalak Sangu Tumpeng Pamor (motif lipatan besi) :Kulit Semangka kebak Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Kartasura Panjang Bilah : 36 cm Warangka : Ladrang Surakarta Kayu Kemuning Kuno Handle / Gagang : Kemuning Bang Kuno Pendok : Blewah Surakarta Kuningan… selengkapnya
Rp 1.655.000Kebo Lajer Udan Mas Tiban Dhapur: Mahesa Lajer Pamor: Wahyu Tumurun + Udan Mas Tiban Tangguh: Pajajaran Warangka: Gayaman Jogja Kayu Timoho Lamen Hulu: Kayu Kemuning Bang Pendok: Blewah Kuningan Mamas Lamen Mendak: Khendit Lamen
Rp 3.250.000Dhapur Brojol Sederhana dalam bentuk, dalam dalam makna Keris dengan dhapur Brojol merupakan salah satu bentuk keris lurus dengan ukuran bilah yang proporsional. Ciri utamanya terletak pada kesederhanaan garap—gandhik polos tanpa ornamen, hanya dihiasi pejetan sebagai satu-satunya ricikan yang menonjol, sementara ricikan lainnya ditiadakan. Kesederhanaan ini bukanlah kekurangan, melainkan justru kekuatan. Ia mencerminkan kematangan rasa… selengkapnya
Rp 3.500.000




WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.