Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
- Pusaka Keris Kuno Kyai Brojol Tuban Majapahit
- Keris Pamor Miring Toya Mambeg Tangguh Blambangan
- Jual Blawong Keris Tombak Kayu Jati Ukir Isi 3
- Keris Pamor Toya Mambeg Sepuh Tangguh Blambangan
- Pusaka Keris Betok Sombro Pejetan Pamor Mrambut
- Keris Jangkung Patrem Luk 3 Tangguh Pajang Pamor A
- Keris Kebo Dungkul Pamor Batu Lapak
- Keris Pamor Sodo Lanang Banyu Mili Unik Tangguh Tu
KERIS LANGKA! Dhapur Waluring Luk 15 Kalawijan
Rp 10.000.000| Kode | P203 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Dhapur Waluring, Katalog Produk, Keris, Keris Luk 15, Pamor Kelengan, Tangguh Mataram Amangkurat |
| Jenis | : Keris Luk 15 |
| Dhapur | : Waluring |
| Pamor | : Keleng |
| Tangguh | : Mataram Amangkurat |
| Warangka | : Gayaman Surakarta, Kayu Trembalo Aceh |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Kayu Kemuning Bang |
| Mendak | : Widengan Bahan Kuningan |
| Pendok | : Blewah, Bahan Mamas |
KERIS LANGKA! Dhapur Waluring Luk 15 Kalawijan
KERIS LANGKA! Dhapur Waluring Luk 15 Kalawijan
Dhapur Waluring luk 15 merupakan salah satu bentuk pusaka yang keberadaannya sangat jarang ditemui dalam dunia perkerisan. Kelangkaannya bukan hanya terletak pada jumlah fisik yang sedikit, tetapi juga karena minimnya literatur yang membahasnya secara mendalam. Pusaka ini hadir sebagai saksi dari kecermatan garap, kedalaman rasa sang Empu, serta tradisi panjang yang menyelimuti budaya keris Nusantara. Dalam jagad pusaka, keberadaan Waluring luk 15 sudah dianggap sebagai anomali elegan—suatu bentuk yang “ora umum”, namun justru memiliki daya pikat yang luar biasa tinggi.
Keris Waluring luk 15 Kalawijan ini tampil memukau dengan bilah keleng yang bersih dan matang garapnya. Setiap lengkung luknya memperlihatkan ketegasan karakter sekaligus kehalusan tangan pembuatnya. Sebagai pusaka yang memadukan kelangkaan bentuk, ketuaan bahan, serta kekayaan simbolik, Waluring luk 15 Kalawijan bukan sekadar keris koleksi, melainkan mahakarya yang layak ditempatkan dalam kategori pusaka papan atas.
Keris Waluring Luk 15 Kalawijan
Pusaka ini tampil dengan pesona yang sangat anggun melalui busana Gayaman gagrak Surakarta berbahan kayu trembalo Aceh lawasan. Meskipun usianya sudah sangat tua, kondisinya tetap terjaga dengan baik. Serat trembalo yang tegas, nginden, dan berkarakter kuat memberi kesan estetis yang memukau pada keseluruhan wadag pusaka. Busananya semakin lengkap dengan pendok mamas model blewah Surakarta yang menutup gandar dengan sangat mriyayeni. Setiap unsurnya menyatu dalam harmoni bentuk dan rasa—sebuah busana yang benar-benar “ndudut ati”.
Pusaka ini berdhapur Kalawijan Waluring, berluk 15—varian luk yang termasuk paling langka dalam dunia perkerisan. Bilahnya berpenampilan keleng, memperkuat aura tua dan kewibawaannya. Dari rasa besi, kegarapan ricikan, serta karakter bilah, pusaka ini dapat digolongkan ke dalam tangguh Mataram Amangkurat, sebuah periode yang dikenal menghasilkan bilah-bilah dengan garap matang dan aura elegan yang dalam.
Kelangkaan Dhapur Waluring
Dhapur Waluring termasuk salah satu dhapur yang sangat jarang ditemukan, baik secara fisik maupun dalam literatur klasik. Penelusuran terhadap serat-serat lama hingga buku-buku modern tentang keris menunjukkan bahwa pembahasan mengenai Waluring umumnya hanya mencakup ricikan teknis, tanpa uraian mendalam tentang konteks historis maupun maknanya.
Dalam buku Keris Jawa: Antara Mistik dan Nalar karya Haryono Haryoguritno, Waluring disebut memiliki ricikan sekar kacang, jalen, pejetan, serta sogokan rangkap. Disebut pula bahwa luk-nya dapat berupa 11, 13, hingga yang paling langka: luk 15, sebagaimana pada pusaka ini. Uniknya, Waluring tidak memiliki lambe gajah pada gandik—suatu penyimpangan menarik dari pola umum keris dengan sekar kacang. Ketiadaan lambe gajah memberi watak tersendiri, menjadikan bentuknya berbeda secara struktural sekaligus lebih “nglintir” dalam estetika.
Makna Nama Waluring dan Jejak Historis Caluring
Secara etimologis, waluring dalam bahasa Jawa merujuk pada lapisan luar, kulit pelindung, atau penutup terluar. Namun dalam tradisi tutur masyarakat, dhapur ini juga dikenal sebagai Caluring.
Nama Caluring mengingatkan pada kisah seorang tokoh rakyat Jawa kuno—pencuri cerdik yang mengambil harta dari golongan kaya atau pejabat kolonial untuk membantu rakyat kecil. Bagi penguasa ia dianggap licik, tetapi bagi masyarakat kecil ia adalah pahlawan keadilan: cerdik, strategis, tajam membaca keadaan, dan bertindak tanpa meninggalkan jejak.
Dalam beberapa literatur, tokoh Caluring bahkan sering dikaitkan dengan masa muda Raden Said, yang kelak menjadi Sunan Kalijaga. Ia dijuluki Maling Caluring bukan karena kerusakan moral, tetapi sebagai bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan sosial pada masa Majapahit. Pertemuannya dengan Sunan Bonang menjadi titik balik, mengubah jalur perlawanan menjadi jalan spiritual.
Dari latar ini, dhapur Waluring/Caluring membawa simbolisme:
-
kecerdikan yang diarahkan untuk kebaikan
-
strategi yang halus dan tepat
-
kemampuan melindungi yang lemah
-
keberanian menentang ketidakadilan
-
kebijaksanaan dalam memilih tindakan
Maka Waluring bukan sekadar nama ricikan, tetapi harapan: agar pemangkunya memiliki keluwesan berpikir, kecerdikan yang berbudi, dan kepekaan sosial yang luhur.
Pamor Keleng – Kedalaman Garap dan Pemantapan Batin
Bilah pusaka ini berpenampilan keleng, hitam mengilap tanpa pola pamor yang tampak. Meski tampak polos, bilah tetap ditempa dari besi, baja, dan bahan pamor dengan takaran tinggi—namun motif pamor sengaja “disamarkan” oleh sang empu. Ini berbeda dengan pengawak waja, yang memang dibuat tanpa pamor sama sekali.
Pada bilah sepuh, pamor keleng menjadi tanda kematangan tempa, kejernihan garap, serta ketegasan karakter bilah. Estetika kedalaman terasa melalui kesatuan ricikan, kerapian garis luk, serta aura “hening” yang memancar dari bilahnya.
Dalam tradisi esoteri Jawa, keleng memuat dua ajaran batin:
-
Tuah yang tidak mudah dibaca.
Pesannya tidak ditampilkan kepada sembarang orang. Hanya mereka yang telah “menep” yang akan mampu merasakan isyarat halusnya. -
Tuah yang adaptif dan menyeluruh.
Seperti warna hitam yang menyatu dengan warna apa pun, pamor keleng melambangkan keluwesan sikap, kemampuan menempatkan diri, tetapi tetap teguh dalam prinsip batin.
Pamor keleng adalah simbol perjalanan spiritual:
mengendapkan rasa, menjernihkan batin, memahami hidup tanpa hiruk-pikuk, dan menjadi pandita bagi diri sendiri serta lingkungan.
Keris Waluring luk 15 berpamor keleng ini bukan sekadar pusaka langka—tetapi karya empu yang membawa narasi sejarah, simbol kecerdikan yang dibingkai kebijaksanaan, serta ajaran batin yang mendalam. Kelangkaan dhapur, kedalaman garap, dan keselarasan maknanya menjadikannya pusaka yang memancarkan wibawa tua, ketenangan batin, dan keagungan rasa.
Ia bukan hanya benda warisan, melainkan tuntunan perjalanan jiwa bagi siapa pun yang memeliharanya.
P203
Tags: Keris Kalawijan Asli, keris kuno, keris langka, Keris Original Sepuh
KERIS LANGKA! Dhapur Waluring Luk 15 Kalawijan
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 1.304 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Tilam Sari Majapahit Pamor Ceprit-Ceprit “Daripada memiliki banyak keris atau tombak, lebih baik memiliki satu bilah keris atau tombak tangguh Majapahit.” Demikianlah ungkapan guyonan yang kerap beredar di kalangan kolektor perkerisan. Sekilas terdengar berlebihan, seolah mengangkat keris tangguh Majapahit ke singgasana yang terlalu tinggi. Namun di balik nada bercanda itu, tersimpan makna yang tidak… selengkapnya
Rp 4.000.000Keris Pamor Tirto Tumetes Asli Kuno Keris Pamor Tirto Tumetes Asli Kuno memang banyak dicari oleh kalangan para kolektor tosan aji pusaka. Keris dengan pamor ini memiliki motif bulatan-bulatan seperti air yang menetes dari ujung hingga pangkal bilah agak acak. Pamor ini cukup indah dan adem bila dipandang dan dirasakan. Secara esoteris, pamor Tirto Tumetes… selengkapnya
Rp 2.750.000Keris Sengkelat Asli Mataram Abad 17 Sepuh Kuno Tua Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Sengkelat Luk 13 Pamor (motif lipatan besi) : Kulit Semangka Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Abad Ke 17 Masehi Panjang Bilah : 33 cm Warangka : Gayaman Jogjakarta Kayu Timoho Handle / Gagang : Kayu Timoho Pendok : Bunton… selengkapnya
Rp 2.713.000Keris Bugis Kuno Sapukala Keris merupakan warisan budaya Indonesia yang memiliki makna mendalam dalam sejarah dan kepercayaan masyarakatnya. Salah satu keris yang memiliki cerita menarik dan misteri dalam sejarahnya adalah “Keris Sapukala“. Keris ini tidak hanya dianggap sebagai senjata, tetapi juga memiliki nilai spiritual dan simbolisme yang kaya. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi lebih… selengkapnya
Rp 5.555.000Pusaka Keris Brojol Pamor Tangkis Sepuh Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Brojol Pamor (motif lipatan besi) : Tangkis 2 sisi bilah beda pamor (pamor wengkon dan sebaliknya pamor kulit semangka) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Tuban Era Mataram Abad Ke 16 Masehi Panjang Bilah :28,5 cm Warangka : Gayaman Surakarta Gandar Iras Kayu… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Bali Makara Kinatah Sinarasah Keris Bali Makara Kinatah Sinarasah ini merupakan keris tangguh Bali kontemporer yang cukup indah. Motif ganan berupa makara dan sinarasah di bilah keris ini menjadi daya tarik yang sangat kuat. Keris kamardikan yang satu ini meniru Gaya Bali kontemporer dengan bentuk bilah yang agak besar dan lebar. Warangkanya terbuat dari… selengkapnya
Rp 3.000.000Pusaka Keris Bethok Brojol Pamor Adeg Mrambut Sepuh Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Bethok Brojol Pamor (motif lipatan besi) : Adeg Mrambut Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Pajajaran Abad XIV Panjang Bilah : 29 cm Warangka : Ladrang Surakarta Gandar Iras Kayu Kemuning Kuno Handle / Gagang : Solo (Surakarta) Bahan Kayu Kemuning… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Sabuk Inten Kinatah Keris Sabuk Inten Kinatah yang satu ini memiliki estetikanya tersendiri. Terutama pada kinatahnya yang menjadi daya tarik keindahan dari tiap mata yang memandangnya. Sabuk Inten sendiri merupakan dapur keris yang cukup terkenal dan fenomenal. Yang mana keris ini tergolong keris yang banyak dicari dan diburu para kolektor. Selain kisahnya yang melegenda… selengkapnya
Rp 750.000Keris Sabuk Inten Luk 11 Tangguh Hamengkubuwono HB II Sepuh Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Sabuk Inten Pamor (motif lipatan besi) : Pedaringan Kebak (terdapat pamor beras wutah akhodiyat di dalam pamor pedaringan kebak yang lebih cerah meteorit) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : HB II (Hamengkubuwono Ke 2) Panjang Bilah : 36,2 cm… selengkapnya
Rp 5.111.000Keris Kebo Teki Keleng Tangguh Tuban Majapahit Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Kebo Teki / Mahesa Teki Pamor (motif lipatan besi) : Keleng (Besi Padat Nglempung Istimewa) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Tuban Era Majapahit (Abad XIII) Panjang Bilah : 34 cm (Pesi Masih Utuh Panjang Original) Warangka : Sandang Walikat Kayu Sono… selengkapnya
Rp 3.500.000
















WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.