Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
Keris Tuban Sepuh Tilam Upih
Rp 2.000.000| Kode | TAG062 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Dhapur Tilam Upih, Katalog Produk, Keris, Keris Lurus, Pamor Beras Wutah, Tangguh Tuban |
| Jenis | : Keris Leres |
| Dhapur | : Tilam Upih |
| Pamor | : Wos Wutah |
| Tangguh | : Tuban |
| Warangka | : Gayaman Surakarta, Kayu Timoho Iras |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Kayu Timoho |
| Pendok | : Bleweh, Bahan Mamas |
| Mendak | : Parijata, Bahan Kuningan |
Keris Tuban Sepuh Tilam Upih
DHAPUR TILAM UPIH
Tilam Upih merupakan salah satu dhapur keris lurus yang bentuknya sederhana dan sangat dikenal dalam tradisi perkerisan Jawa. Gandhik-nya polos, sementara ricikan yang menjadi cirinya antara lain tikel alis dan pejetan. Di beberapa daerah, dhapur ini juga dikenal dengan sebutan Tilam Petak atau Tilam Putih.
Kesederhanaan bentuk tersebut bukan berarti menjadikannya kurang bernilai. Justru Tilam Upih menunjukkan bagaimana sebuah keris dapat memiliki karakter kuat tanpa harus dipenuhi banyak ricikan. Dalam tradisi keraton Yogyakarta, setidaknya dikenal beberapa keris pusaka dengan dhapur Tilam Upih, di antaranya KK Pulanggeni, KK Sirap, dan KK Sri Sadono.
Tilam Upih juga termasuk dhapur yang relatif mudah dijumpai di tengah masyarakat, sebagaimana halnya Brojol. Kesederhanaan ricikannya membuat dhapur ini dapat diterima oleh banyak kalangan. Dari sisi pengerjaan, bentuk yang tidak terlalu rumit juga relatif lebih memungkinkan untuk dibuat dibandingkan dhapur dengan ricikan yang lebih kompleks.
Namun, popularitas Tilam Upih tidak semata-mata karena kemudahan pembuatannya. Nama Tilam Upih sendiri membawa makna yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Tilam berarti alas atau tempat berbaring, sedangkan upih adalah pelepah pinang yang pada masa lalu dapat dimanfaatkan sebagai alas.
Dari sini, Tilam Upih dapat dibaca sebagai simbol tempat bersandar, ketenteraman, dan kehidupan yang sederhana namun cukup. Ia mengingatkan bahwa manusia pada akhirnya membutuhkan tempat untuk pulang, beristirahat, dan menata kembali dirinya setelah menjalani perjalanan kehidupan.
Kesederhanaan Tilam Upih menjadi semacam pengingat bahwa kehidupan yang baik tidak selalu harus ditandai oleh kemewahan. Terkadang, yang paling penting justru adalah memiliki tempat berpijak yang kokoh, hati yang tenang, dan kehidupan yang tertata.
PAMOR WOS WUTAH
Wos Wutah, secara harfiah berarti beras tumpah. Motif pamor ini ditandai oleh titik-titik atau butiran pamor yang tersebar di permukaan bilah, menyerupai butiran beras yang tercecer atau tumpah.
Dalam budaya agraris Jawa, beras bukan sekadar bahan makanan, tetapi merupakan simbol kehidupan dan kecukupan. Karena itu, Wos Wutah kerap dimaknai sebagai lambang kelimpahan rezeki, kecukupan, dan harapan akan kehidupan yang sejahtera.
Namun, ada pembacaan lain yang tidak kalah menarik. Beras yang sudah tumpah tidak mudah dikembalikan seperti semula. Dari kenyataan sederhana inilah Wos Wutah dapat menjadi sebuah pameling, atau pengingat.
Dalam kehidupan rumah tangga, misalnya, rezeki memang perlu disyukuri, tetapi ada hal lain yang jauh lebih penting untuk dijaga: kepercayaan, penghormatan, dan tutur kata. Sebab ketika kepercayaan telah tumpah dan hati telah terluka, mengembalikannya tidak semudah mengumpulkan kembali butiran beras.
Karena itu, secara filosofis Wos Wutah dapat dibaca sebagai ajakan untuk menjaga apa yang telah dimiliki sebelum kehilangan itu terjadi. Bukan hanya menjaga harta dan rezeki, tetapi juga menjaga hubungan, kepercayaan, serta keharmonisan dalam kehidupan.
Ada detail menarik pada pamor keris ini, khususnya di bagian wuwungan gonjo, tepatnya pada sirah cecak. Di sana tampak sebuah motif pamor tiban yang menyerupai sidik jari. Kemunculan motif tersebut memberikan karakter visual yang sangat khas, seolah menjadi semacam signatur alami yang membedakan bilah ini dari bilah lainnya.
Keunikan seperti ini menjadi salah satu hal yang menarik dalam mengamati sebuah keris. Selain membaca dhapur, pamor, dan tangguh, kita juga dapat menemukan detail-detail individual yang menjadikan setiap bilah memiliki identitas visualnya sendiri.
TANGGUH TUBAN
Salah satu daya tarik keris ini adalah karakter tangguh Tuban yang melekat padanya. Dalam tradisi perkerisan, keris Tuban dikenal memiliki karakter yang khas. Keris-keris yang dikaitkan dengan tangguh ini relatif lebih sering dijumpai dalam bentuk lurus, dengan dhapur sederhana seperti Brojol, Tilam Upih, atau Tilam Sari.
Karakter tersebut menarik jika dikaitkan dengan posisi Tuban dalam sejarah Jawa. Pada masa Majapahit, Tuban berkembang sebagai salah satu kota pelabuhan penting dan pusat aktivitas perdagangan serta kesyahbandaran. Lingkungan pesisir yang terbuka terhadap berbagai pertemuan budaya turut membentuk karakter masyarakat dan kebudayaannya.
Dalam pembacaan keris, karakter Tuban secara umum sering dikenali melalui kesan bilah yang sederhana, padat, dan tegas. Bentuknya tidak terlalu mengejar kerumitan ricikan, tetapi justru memperlihatkan kekuatan pada kesederhanaan dan ketegasan garap.
Karena itu, keris Tuban dapat menjadi gambaran menarik tentang bagaimana lingkungan budaya dapat tercermin dalam karya seni tempa. Kesederhanaan bukan berarti tanpa karakter. Justru melalui bentuk yang tidak berlebihan, sebuah bilah dapat menghadirkan kesan jujur, lugas, dan berwibawa.
Tentu, penetapan tangguh tidak cukup hanya berdasarkan satu atau dua ciri. Pembacaan tangguh merupakan proses yang membutuhkan perbandingan berbagai unsur, mulai dari pasikutan, bentuk bilah, ricikan, pamor, material, hingga karakter garap secara keseluruhan.
Pada akhirnya, Tilam Upih dengan pamor Wos Wutah dan karakter Tuban ini seperti mempertemukan tiga gagasan yang sederhana: tempat untuk bersandar, rezeki yang harus disyukuri, dan keteguhan dalam menjalani kehidupan.
Sebuah pengingat bahwa keagungan tidak selalu hadir melalui bentuk yang rumit. Ada kalanya justru dari sesuatu yang sederhana, kita menemukan makna yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari.
TAG062
Keris Tuban Sepuh Tilam Upih
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 17 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Pusaka Keris Pulanggeni Keleng Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Pulanggeni (Kyai Prawireng) Pamor (motif lipatan besi) : Kelengan (hurap dom kecer pasir emas) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Sendang Sedayu Majapahit Panjang Bilah : 31,3 cm Pesi masih utuh panjang original tidak sambungan Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Cendana Wangi Ntt Gandar Iras Handle… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Putut Panji Semedi Tuban Kuno Keris Putut Panji Semedi Tuban Kuno – Keris yang satu ini berdhapur Putut Panji Semedi dengan pamornya beras wutah yang memenuhi bilah. Tangguh atau era masa pembuatan keris ini diperkirakan dari era Tuban kuno. Keris dengan dhapur Putu Panji Semedi tergolong sangat langka dan jarang dijumpai. Biasanya kalaupun ada… selengkapnya
Rp 3.555.000Pusaka Keris Kuno Pamor Putri Kinurung Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Tilam Upih Pamor (motif lipatan besi) : Putri Kinurung Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Pajajaran Akhir Panjang Bilah : 34 cm Pesi masih utuh panjang original tidak sambungan Warangka : Branggah Jogja Kayu Mangga Hutan Kuno Handle / Gagang : Kayu Sono Keling… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Jalak Ngore Pamor Udan Mas Bagi pecinta keris dengan keindahan pamornya, kami memberikan Keris Jalak Ngore Pamor Udan Mas sebagai koleksi anda. Dhapur Keris : Jalak Ngore Pamor Keris : Udan Mas Tangguh Keris : Mataram Panjang Bilah : 36 cm Kode Produk : KAR591 Filosofi Dhapur Jalak Ngore Keris Jalak Ngore secara umum… selengkapnya
Rp 9.900.000Keris Parungsari Pamor Pedaringan Kebak Keris Parungsari Pamor Pedaringan Kebak Tangguh Mataram Sultan Agung adalah pusaka yang menyimpan kekayaan filosofi dan keindahan seni tempa logam dari masa kejayaan Mataram. Dengan bilah berluk tiga belas yang ramping dan dihiasi pamor Pedaringan Kebak yang melambangkan kemakmuran, keris ini menghadirkan pesan tentang keikhlasan, keteguhan hati, dan kelimpahan rezeki…. selengkapnya
Rp 2.555.000Pusaka Keris Kebo Lajer Tebu Kineret Sepuh Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Kebo Lajer Pamor (motif lipatan besi) : Tebu Kineret Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Tuban Era Mataram Abad XVII Panjang Bilah : 36,5 cm Pesi masih utuh panjang original tidak sambungan Warangka : Gayaman Yogyakarta Kayu Pandan Laut Kuno Handle / Gagang… selengkapnya
Hubungi AdminPedang Kuno Suduk Maru Pamor Damaskus Beras Wutah Dhapur pedang (jenis bentuk ) : Suduk Maru Pamor (motif lipatan besi) : Beras Wutah Damaskus Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Abad Ke 16 Masehi Panjang Bilah : 46 cm Warangka : Kayu Jati Handle / Gagang : Kayu Jati Kode : PK361
Rp 1.750.000Pusaka Keris Corok Tilam Sari Pamor Angka 8 Dhapur: Tilam Sari Corok Pamor: Udan Mas Tiban (Dibagian Sor-soran Terdapat Pamor Angka 8) Kode: PK077 INFO SELENGKAPNYA Tentang Pusaka Keris Corok Tilam Sari Pamor Angka 8 Silahkan Hubungi Kami Melalui Whatsapp/Telp/SMS: 082177400100
Hubungi AdminPusaka Keris Nogo Sapto Asli Luk 7 Kinatah Dhapur Keris (penyebutan bentuk keris) : Nogo Sapto Luk 7 Pamor Keris (motif lipatan besi tempa) : Keleng Berserat (Kinatah Kuningan Disepuh Emas) Tangguh (perkiraan masa pembuatan): Kamardikan Alusan Panjang Bilah : 37 cm Warangka (sarung keris) : Ladrang Solo Kayu Jati Handel keris : Kayu Jati… selengkapnya
Rp 1.580.000Jalak Sangu Tumpeng Sepuh Jalak Sangu Tumpeng merupakan salah satu dhapur keris lurus berukuran sedang yang dikenal luas akan makna simboliknya. Secara fisik, bilah pusaka ini tampil sederhana namun tegas: gandik polos dengan pejetan yang jelas, tikel alis, sogokan rangkap, sraweyan. Kesederhanaan bentuk ini justru memperkuat watak dhapurnya. Di kalangan pecinta keris, Jalak Sangu Tumpeng… selengkapnya
Rp 4.500.000


















WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.