Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
Sabuk Inten Mataram Senopaten
Rp 2.500.000| Kode | F211 |
| Stok | Habis |
| Kategori | Dhapur Sabuk Inten, Katalog Produk, Keris, Keris Luk 11, Keris Sepuh, Pamor Beras Wutah, Tangguh Mataram Senopaten |
| Jenis | : Keris Luk 11 |
| Dhapur | : Sabuk Inten |
| Pamor | : Wos Wutah |
| Tangguh | : Mataram Senopaten |
| Warangka | : Ladrang Surakarta, Kayu Timoho |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Kayu Kemuning Bang |
| Mendak | : Parijata Bahan Kuningan |
Sabuk Inten Mataram Senopaten
Sabuk Inten Mataram Senopaten
Sabuk Inten Mataram Senopaten merupakan pusaka yang memadukan kelengkapan ricikan khas dhapur Sabuk Inten dengan karakter kuat era Panembahan Senapati. Di masa awal berdirinya Mataram, ketika para empu pewaris Majapahit melanjutkan keilmuannya di bawah panji Senopaten, lahirlah bilah-bilah dengan garap prigel, tegas, namun tetap memancarkan aura wingit yang halus. Dalam lingkungan budaya yang menuntut kedisiplinan, spiritualitas, dan laku, dhapur Sabuk Inten tampil sebagai lambang kemuliaan hidup—inten—yang hanya dapat dicapai melalui pengendalian diri—sabuk. Maka, Sabuk Inten bertangguh Mataram Senopaten bukan sekadar keris, tetapi perpaduan antara estetika adiluhung, warisan Majapahit, dan falsafah awal Mataram yang menjunjung keteguhan laku dan kemuliaan budi.
Dhapur Sabuk Inten
Dalam tradisi lisan Jawa, disebutkan bahwa dhapur Sabuk Inten diciptakan oleh para empu pada Tahun Jawa 1381, pada masa Prabu Brawijaya Akhir. Pusaka ini dikaitkan dengan Empu Domas, yang namanya sering dimaknai sebagai “delapan ratus”. Dalam Kamus Sunda-Inggris Jonathan Rigg (1862), domas berasal dari dwa (dua) dan mas (empat ratus), sekaligus memiliki arti “emas” — sebuah simbol kemuliaan. Karena dibuat oleh empu yang kedudukannya begitu istimewa, keris Sabuk Inten diyakini mengandung nilai dan makna yang sangat khusus.
Nama Sabuk Inten juga familiar di telinga masyarakat luas, salah satunya karena diabadikan dalam karya sastra legendaris SH. Mintardja, “Nagasasra Sabuk Inten”, sehingga menjadikan dhapur ini semakin populer dan lekat dalam ingatan budaya.
Secara ricikan, Sabuk Inten tergolong dhapur dengan kelengkapan tinggi: luk sebelas, kembang kacang, jalen, lambe gajah, pejetan, tikel alis, sogokan depan-belakang (rangkap), sraweyan, serta greneng atau eri pandan.
Filosofi Sabuk Inten
Nama “Sabuk Inten” mengandung dua unsur simbolik yang sangat dalam:
-
Inten melambangkan kemuliaan hidup, kekayaan, kejernihan pikiran, dan keluhuran.
-
Sabuk atau ikat pinggang melambangkan laku prihatin, pengendalian diri, ketekunan, serta kerja keras.
Bagi masyarakat Jawa, kemuliaan hidup tidak diperoleh dari kemudahan, melainkan dari kesungguhan menjalani laku. Pepatah Jawa menyatakan:
“Sapa obah mamah, ulet ngelamet. Ana awan ana pangan. Sregep iku gawe kamulyan.”
“Siapa bergerak akan mendapat makan, siapa tekun akan selamat. Selama matahari terbit ada rezeki. Kerajinan dan laku prihatin adalah jalan menuju kemuliaan.”
Dengan demikian, Sabuk Inten menjadi simbol perjalanan hidup: kemuliaan yang lahir dari pengendalian diri, kerja keras, dan kesabaran.
Pamor Beras Wutah
Pamor Wos Wutah / Beras Wutah menampilkan bercak-bercak putih kecil yang tersebar di permukaan bilah, menyerupai beras yang tumpah. Bentuk ini bukan sekadar keindahan visual, tetapi menyimpan pesan moral yang kuat.
Secara umum, ia melambangkan rezeki yang melimpah — sebagaimana beras yang tersebar, menjadi tanda keberkahan yang tak terhenti.
Namun, di balik makna kemakmuran, pamor ini juga merupakan pameling (pengingat). Pepatah Jawa mengatakan, “beras tumpah jarang bisa kembali ke takarannya.” Ungkapan ini menegaskan bahwa sesuatu yang sudah berubah tidak mudah dikembalikan seperti semula.
Dalam konteks rumah tangga, Beras Wutah menjadi pesan agar suami istri menjaga kepercayaan dan saling menghormati. Sekali kepercayaan pecah — seperti beras tumpah — memulihkannya memerlukan waktu, kesabaran, dan kadang tidak pernah kembali utuh seperti sebelumnya.
Karenanya, pamor ini menjadi simbol kewaspadaan, kesetiaan, dan tanggung jawab dalam hubungan.
Tangguh Mataram Senopaten
Keris ini digolongkan sebagai tangguh Mataram Senopaten, sebuah periode emas yang lahir pada masa Panembahan Senapati. Pada era ini, para empu menghasilkan karya adiluhung yang menggabungkan ketegasan, keluwesan, serta aura keangkeran yang halus.
Ciri garapnya tampak prigel, tegas namun tetap anggun. Warna besinya cenderung hitam kebiruan dengan pamor yang pandes dan kuat menempel pada bilah. Jejak Majapahit masih terasa jelas — sebuah warisan yang diturunkan secara langsung dari para empu Majapahit kepada generasi Mataram.
Walaupun jumlah lipatan besi pada masa Senopaten lebih sedikit dibanding masa Majapahit, namun pakem bentuk, struktur, aura wingit, dan karakter pamornya tetap membawa napas lama yang tidak terputus.
Warisan Majapahit ke Mataram
Keruntuhan Majapahit setelah era Hayam Wuruk dan Gajah Mada membuka masa transisi besar di Jawa. Islam menyebar, Demak bangkit, kemudian dilanjutkan oleh Pajang. Dari sinilah muncul Danang Sutawijaya yang mendirikan Kerajaan Mataram dan bergelar Panembahan Senapati.
Para empu Majapahit — baik keturunan maupun pewaris ilmunya — kemudian melanjutkan karya mereka di bawah Mataram. Karena itu, keris-keris Mataram Senopaten tidak sekadar pusaka baru, tetapi merupakan lanjutan estetik, teknik, dan spiritual dari kebesaran masa klasik.
Di tangan para empu Mataram, tradisi lama tidak hilang. Ia justru berakulturasi dengan nilai-nilai baru, sehingga melahirkan gaya tosan aji yang khas: perpaduan Hindu-Buddha Majapahit dengan spirit Islam Jawa.
Keris Sabuk Inten bertangguh Mataram Senopaten dengan pamor Beras Wutah bukan hanya pusaka agung, tetapi juga jejak sejarah panjang, simbol ketekunan, laku spiritual, dan warisan kebijaksanaan Jawa yang terus hidup hingga hari ini.
Sabuk Inten Mataram Senopaten
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 514 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Pedang Sabet Damaskus Pamor Singkir Tangguh Pakubuwono PB II Original Dhapur Pedang (jenis bentuk Pedang) : Pedang Sabet Pamor (motif lipatan besi) : Singkir Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram PB II (Pakubuwono Ke-2) Panjang Bilah Tajam : 53,5 cm Panjang Total Pedang Ketika Disarungkan : 67 cm Warangka : Kayu Kuno (original) Hias Kuningan… selengkapnya
Rp 3.555.000Keris Kyai Rangga Wirun Kalawijan Luk 27 Pamor Pedaringan Kebak TUS Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Kyai Rangga Wirun (Kalawijan Luk 27) Pamor (motif lipatan besi) : Pedaringan Kebak Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Abad Ke 17 Masehi Panjang Bilah : 39,8 cm Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Timoho Kuno Handle / Gagang… selengkapnya
Rp 8.777.000Keris Pamor Singkir Angin Tangguh Tuban Majapahit Sepuh Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Brojol Pamor (motif lipatan besi) : Singkir Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Tuban Era Majapahit Panjang Bilah : 33 cm Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Trembalo Gandar Iras Kuno Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang Kuno Pendok : Blewah… selengkapnya
Rp 2.555.000Tombak Pusaka Kuno Luk 5 Pesi Kotak Dhapur : Tombak Luk 5 Pamor : Ngulit Semangka Tangguh : Kuno Kode : PK187 INFO SELENGKAPNYA Tentang Tombak Pusaka Kuno Luk 5 Pesi Kotak Silahkan Hubungi Kami Melalui Whatsapp/Telp/SMS: 082177400100
Hubungi AdminPusaka Keris Jalak Sangu Tumpeng Mataram Senopaten Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Jalak Sangu Tumpeng Pamor (motif lipatan besi) : Kulit Semangka (pamor gonjo maskumambang) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Senopaten Panjang Bilah : 32,2 cm Pesi masih utuh panjang original tidak sambungan Warangka : Ladrang Surakarta Kayu Trembalo Gandar Iras Tidak Sambungan… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Sabuk Inten Mataram Senopaten Abad 15 Sepuh Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Sabuk Inten (Combong Alami) Pamor (motif lipatan besi) : Wos Wutah Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Senopaten Panjang Bilah : 31 cm Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Trembalo Kuno Gandar Iras Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang Kuno… selengkapnya
Rp 1.555.000Keris Dholog Luk 5 Majapahit TUS Pamor Pulo Tirto Meteor Akhodiyat Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Dholog Luk 5 Pamor (motif lipatan besi) : Pulo Tirto Meteor Akhodiyat Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Majapahit Panjang Bilah : 34 cm Warangka : Ladrang Surakarta Kayu Cendana Wangi NTT Kuno Handle / Gagang : Kayu Tayuman… selengkapnya
Rp 5.555.000Pusaka Keris Jangkung Patrem Sepuh Dhapur Keris (penyebutan bentuk keris) : Jangkung Pamor Keris (motif lipatan besi tempa) : Ngulit Semangka Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Islam Abad Ke 17 Masehi Panjang Bilah : 15,5 cm Warangka (sarung keris) : Sandang Walikat Kayu Kemuning Kuno Handel / Deder/ Gagang keris : Kayu Galeh Kelor… selengkapnya
Hubungi AdminPusaka Keris Parungsari Pamor Wengkon Isen Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Parungsari Pamor (motif lipatan besi) : Wengkon Isen (Wengkon Isen pamor yang sangat sulit dibuat, besi keris sangat padat pulen serta garap keris istimewa) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Amangkurat (Sebagian orang perkerisan menyebutnya Tangguh Kartasura) Panjang Bilah : 36,2 cm Pesi… selengkapnya
Hubungi Admin













WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.