Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
- Keris Sabuk Inten Luk 11 Mataram Sultan Agung Sepu
- Keris Pandawa Lare Pamor Junjung Derajat
- Keris Pamor Ilining Warih Mataram Sultan Agung Sep
- Sengkelat Luk 13 Mataram Senopaten
- Tempat Aqua Motif Hewan Ayam Kayu Jati
- Keris Carubuk Pamor Rojo Gundolo Pulo Tirto Segalu
- Keris Pamor Bendo Segodo Kuno
- Keris Brojol Pamor Adeg Rambut Empu Singkir Sepuh
Sempaner Pamor Adeg Singkir
Rp 5.000.000| Kode | GT202 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Dhapur Sempaner, Katalog Produk, Keris, Keris Lurus, Keris Sepuh, Pamor Adeg, Pamor Singkir, Tangguh Pajajaran |
| Jenis | : Keris Lurus |
| Dhapur | : Sempaner |
| Pamor | : Singkir (Adeg) |
| Tangguh | : Pajajaran |
| Warangka | : Gayaman Yogyakarta, Kayu Timoho |
| Deder/Handle | : Banaran, Kayu Timoho |
| Mendak | : Widengan Bahan Kuningan |
| Pendok | : Bunton, Bahan Kuningan |
Sempaner Pamor Adeg Singkir
Sempaner Pamor Adeg Singkir
Keris Sempaner berpamor Singkir ini merupakan salah satu pusaka yang memadukan kehalusan bentuk dengan kedalaman makna. Dari bilahnya yang lurus tampak jelas bahwa keris ini dibuat untuk mengajarkan kelurusan niat, ketekunan dalam mengabdi, serta kejernihan budi. Kehadiran dhapur Sempaner tidak hanya menampilkan estetika tosan aji, tetapi juga memantulkan nilai-nilai lama yang dahulu dijunjung para abdi kerajaan—sebuah dhapur yang sejak masa lampau dipercaya cocok bagi mereka yang mengemban tugas pelayanan, kepemerintahan, dan kerja-kerja kemasyarakatan.
Keunikan keris ini semakin menonjol berkat pamor Singkir yang menghiasi bilahnya. Motif pamor ini tergolong langka untuk dhapur Sempaner dan membawa reputasi sebagai pamor penolak bala—simbol kekuatan yang menyingkirkan bahaya serta menjaga pemiliknya dari mara petaka. Ketika kedua unsur ini berpadu dalam satu bilah, pusaka ini tidak hanya tampil sebagai karya seni tempa, tetapi juga sebagai penanda wibawa, perlindungan, dan kearifan masa silam. Sebuah pusaka yang menghadirkan kembali ruh Pajajaran: kokoh, berwibawa, dan penuh keluhuran.
Dhapur Sempaner
Sempana Bener—yang dalam percakapan sehari-hari kerap disebut Sempaner—merupakan salah satu dhapur keris lurus yang dikenal halus bentuknya sekaligus kaya makna. Bilahnya berukuran sedang dengan permukaan yang biasanya nglimpa, dan ricikannya terdiri dari kembang kacang, jalen, lambe gajah, tikel alis, serta ri pandan. Dalam tradisi tutur, dhapur ini dipercaya dibabar oleh Mpu Ciptagati pada masa pemerintahan Nata Raja Budda Kresna, sekitar tahun Jawa 265. Pada masa lampau, keris dhapur Sempaner banyak dimiliki oleh mereka yang mengabdi kepada kerajaan—para priyayi, abdi dalem, maupun pejabat lokal. Hingga kini, sebagian pecinta tosan aji masih meyakini bahwa dhapur ini sangat baik dimiliki oleh mereka yang aktif bekerja dalam pemerintahan atau pelayanan masyarakat, selaras dengan sifatnya yang “sae kagem ngabdi.” Popularitasnya sejajar dengan dhapur Brojol dan Tilam Upih, sehingga dapat dijumpai pada berbagai tangguh, mulai Pajajaran hingga Nom-noman.
Secara filosofis, nama Sempana Bener atau Sumpena Bener bermakna “mimpi yang lurus”—sebuah harapan, angan-angan, atau cita-cita yang berlandaskan pemahaman yang benar. Dapur ini mengajarkan bahwa keinginan seseorang hanya dapat terwujud apabila selaras dengan kemampuan dan potensi dirinya. Seperti pepatah Jawa, “Bisa rumangsa, aja rumangsa bisa,” manusia perlu memahami batas kemampuannya sebelum melangkah. Selain itu, dhapur ini menekankan pentingnya ketekunan: “Sapa sing tekun bakal tekan,” bahwa siapa pun yang tekun, ulet, dan tidak mudah goyah oleh kritik atau godaan, akan sampai pada tujuannya. Lurus—bener—berarti tidak menyimpang dari jalan yang sepatutnya, tidak berlebih dan tidak kurang, serta menjunjung keluhuran budi. Dengan memadukan niat yang lurus, pemahaman yang benar, ketekunan, serta doa dan ikhtiar, cita-cita akan menemukan jalannya. Itulah inti ajaran dhapur Sempaner.
Pamor Singkir
Pamor Singkir dikenal melalui motif garis-garis pamor yang membujur dari pangkal hingga ujung bilah, menghadirkan tampilan sederhana namun penuh wibawa. Keberadaan pamor ini pada sebuah dhapur Sempaner atau Sengkelat tergolong langka, karena kebanyakan bilah dengan bentuk tersebut memakai pamor Wos Wutah atau Kulit Semangka. Kelangkaan inilah yang menjadikan keris berpamor Singkir kerap diburu para kolektor. Menariknya, istilah “Singkir” sesungguhnya bukanlah nama pamor, melainkan nama sejumlah empu dari era dan daerah berbeda—Empu Singkir dari Tapan (Pajajaran), Ki Singkir Wonoboyo (Majapahit), Empu Singkir dari Sedayu, hingga Empu Setra Banyu dari Mataram. Pusaka hasil karya para empu tersebut dipercaya memiliki kemampuan menolak unsur-unsur berbahaya seperti api, air, angin, dan baya (malapetaka). Persepsi inilah yang kemudian melahirkan istilah “pamor Singkir,” yang dimaknai sebagai simbol penolak bala atau kalis ing sambikala—menyingkirkan halangan dan menjaga pemiliknya dari bahaya.
Tangguh Pajajaran
Keris Sempaner berpamor Singkir ini menampilkan karakter kuat tangguh Pajajaran—sebuah era perkerisan yang memancarkan kekokohan dan keanggunan khas tanah Sunda. Pusaka dari masa ini bukan hanya benda warisan, melainkan fragmen peradaban yang membawa jejak kejayaan kerajaan-kerajaan besar yang mendahuluinya: Tarumanegara, Galuh, Kawali, hingga Sunda. Berdasarkan Prasasti Sanghyang Tapak, Pajajaran berdiri sekitar abad ke-10 di bawah Sri Jayabhupati, dan mencapai puncak keemasan pada masa Prabu Siliwangi (Sri Baduga Maharaja) pada tahun 1428 M. Pada masa itu masyarakat hidup tenteram melalui ajaran silih asah, silih asih, silih asuh—mengasah ilmu, mengasihi sesama, dan menjaga satu sama lain. Prabu Siliwangi memperkuat pertahanan dengan seratus ribu prajurit dan gajah-gajah perang, simbol kemakmuran sekaligus kemegahan Pajajaran.
Seiring menguatnya pengaruh Islam dan kebangkitan Kesultanan Banten, kejayaan itu perlahan meredup. Tahun 1579 menjadi titik pungkasan ketika Maulana Yusuf menyerang Pakuan dan membawa Palangka Sriman Sriwacana ke Surosowan. Sejak itu Pajajaran hidup sebagai legenda dalam naskah dan ingatan rakyat. Para bangsawannya mengasingkan diri ke pedalaman Lebak, mempertahankan laku hidup lama yang selaras dengan alam—mereka inilah yang hari ini kita kenal sebagai masyarakat Baduy, pewaris nilai-nilai luhur Pajajaran.
Sebilah keris bukan sekadar besi yang ditempa, melainkan wadah nilai, doa, dan kebijaksanaan masa silam. Dalam dhapur Sempaner, pamor Singkir, dan tangguh Pajajaran, tersimpan ajaran tentang kelurusan niat, ketekunan usaha, kewaskitaan, serta keluhuran budaya. Pusaka seperti inilah yang mengingatkan kita bahwa setiap bilah mengandung perjalanan panjang manusia dan peradaban—sebuah warisan yang patut dijaga dan dimaknai dengan hati yang bening.
GT202
Sempaner Pamor Adeg Singkir
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 283 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Sengkelat Luk 13 Mataram Sultan Agung Pamor Akhodiyat Meteor Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Sangkelat Pamor (motif lipatan besi) : Pedaringan Kebak Meteor Akhodiyat Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Sultan Agung Panjang Bilah : 35 cm Warangka : Ladrang Surakarta Kayu Trembalo Kuno Handle / Gagang : Kayu Tayuman Kuno Pendok :… selengkapnya
Rp 4.555.000Pusaka Keris Sepang Nogo Kembar Kalacakra Kinatah Kamardikan Alusan Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Kontemporer Sepang Nogo Kembar Kalacakra Pamor (motif lipatan besi) : Keleng (kinatah tembaga sepuh emas) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Kamardikan Alusan Panjang Bilah : 36 cm Warangka : Sandhang Walikat Kayu Galeh Jati Handle / Gagang : Kayu Galeh… selengkapnya
Rp 2.250.000Keris Kolonadah Luk 5 Keleng Slorok Kehijauan Mataram Sepuh Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Kolonadah Luk 5 Pamor (motif lipatan besi) : Keleng Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Abad ke 16 Masehi Panjang Bilah : 32,5 cm Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Sono Keling Handle / Gagang : Kayu Sono Keling Pendok :… selengkapnya
Rp 2.555.000Keris Pasupati Pamor Pedaringan Kebak Kamardikan TAG137
Rp 4.500.000Keris Jalak Sangu Tumpeng Pamor Segoro Muncar Sepuh Keris Jalak Sangu Tumpeng Pamor Segoro Muncar Sepuh adalah salah satu dari ratusan koleksi pusaka keris. Keris ini termasuk dalam golongan jenis keris lurus. Jika dilihat dari bentuk dan ricikannya, keris ini berdhapur Jalak Sangu Tumpeng. Untuk pamor yang tergurat di sekujur bilahnya adalah pamor Segoro Muncar. Warangka memakai model Sandang Walikat dari… selengkapnya
Rp 3.500.000Pusaka Keris Pamor Setro Banyu Asli Sepuh Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Brojol Pamor (motif lipatan besi) : Setro Banyu Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Panjang Bilah : 32,5 cm Pesi masih utuh panjang original tidak sambungan Warangka : Kayu Trembalo Nginden Model Gayaman Surakarta Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang Kuno… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Pamor Rojo Abolo Rojo Dhapur Carubuk Mataram Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Carubuk Luk 7 Pamor (motif lipatan besi) : Raja Abala Raja (pamor gonjo maskumambang) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Abad Ke 17 Masehi Panjang Bilah :35,7 cm Warangka : Gayaman Jogjakarta Kayu Timoho Kuno Handle / Gagang : Kayu… selengkapnya
Rp 3.515.000Tilam Upih Pamor Jung Isi Dunyo Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Tilam Upih Pamor (motif lipatan besi) : Jung Isi Dunyo (pamor Langka) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Tuban Era Majapahit Panjang Bilah : 33,3 cm Warangka : Gayaman Surakarta Gandar Iras Kayu kemuning Kuno Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang Kuno… selengkapnya
Rp 3.777.000Keris Sengkelat Mangkubumen Pamor Mrutu Sewu Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Sengkelat Luk 13 Pamor (motif lipatan besi) : Mrutu Sewu Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mangkubumen Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Trembalo Kuno Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang Pendok: Blewah Surakarta Mendak : Kuningan Tentang Keris Pusaka Keris Pusaka telah ditetapkan… selengkapnya
Rp 35.000.000


















WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.