Menu

Dhapur Keris Mangkurat

KategoriKawruh Dhapur Keris
Di lihat243 kali
Harga Rp (Hubungi CS)
Beli Sekarang

Ulasan Dhapur Keris Mangkurat

Dhapur Keris Mangkurat

Dhapur Keris Mangkurat – Ricikan Dhapur Keris Mangkurat: Sekar Kacang Pogok, Jenggot, Jalen, Lambe Gajah Kalih, Tikel Alis, Sraweyan, Greneng.

Dhapur Keris Mangkurat

Makna Filosofi Falsafah Dhapur Keris Mangkurat

Mangkurat Mangkunagara adalah salah satu nama dhapur keris yang ‘abot sanggane’ (berat bawannya). Karena sebagai pusaka keris dianggap ‘hidup’ tak hanya karena daya gaibnya saja, tetapi dikarenakan pula oleh adanya nilai-nilai filosofi atau moral yang menjadi inspirasi sekaligus panutan atau tuntunan hidup bagi penyandangnya (formulasi jiwa luhur).

Mangkurat berasal dari kata mangku yang berarti menopang atau menyangga dan rat artinya adalah jagad atau dunia semesta. Sedangkan Mangkunagara juga berasal dari dua kata, mangku yang berarti menopang atau menyangga dan nagara berarti sebuah wilayah kekuasaan beserta segala sesuatu yang hidup dan tumbuh di atasnya.

Bahwa hidup orang jawa itu kiblatnya bukan untuk dirinya sendiri. Dhapur Mangkurat Mangkunegara, nama yang sarat makna dipilih bukan sekedar enak didengar, tetapi justru didoakan, dilantunkan dan diperjuangkan dalam kehidupan sehari-hari. Dan nama itu menjadi gambaran setiap raja di dalam rumah. Bahwa selain ‘hamengku-memangkat‘ trah keluarga sendiri, untuk menjadi manusia yang unggul dan berderajad tinggi, juga hamengku, hamengkoni,hamemangku, menjunjung tinggi masyarakat yang ‘ngawula‘ kepadanya, serta masih pula berjuang demi kesejahteraan seluruh umat manusia. Pendek kata membuat dunia menjadi tempat yang semakin layak dihuni oleh manusia.

Dalam konsep budaya kepemimpinan jawa, kekuasaan bukan diperuntukkan bagi seorang pemimpin semata, akan tetapi lebih menekankan pada apa dampak baiknya bagi rakyat dan negara. Sebuah kekuasaan dianggap berhasil seperti ungkapan ‘Negara titi tentrem, nagari ingkang panjang punjung pasir wulir loh jinawi gemah ripah karta tur raharja‘ atau Negara yang aman tentram, terkenal karena kewibawannya, besar dan luas wilayahnya meliputi pegunungan sampai laut, hasil bumi yang melimpah, negara kaya dan rakyat sejahtera.

Falsafah Kepemimpinan Jawa sendiri sebenarnya dapat kita telaah dari ajaran Manunggaling Kawula Gusti, yang mengandung dua substansi, yakni kepemimpinan dan kerakyatan. Hal ini dapat ditunjukkan dari perwatakan patriotis Sang Amurwabumi (gelar Ken Arok) yang menggambarkan sintese sikap bhairawa-anoraga atau ‘perkasa di luar, lembut di dalam’.

Serat Pamarayoga, karya R. Ng, Ranggawarsita menjelaskan bahwa ratu, memegang pemerintahan atas utusan Hyang Agung. Ia dilindungi tri loka buwana, yaitu pinandhita, bathara dan satriya. Maksudnya, pemimpin dilindungi oleh pendeta (spiritualistik), dewa (pemberi berkah), dan kesatria (prajurit). Pemimpin harus berwawasan luas, memiliki ilmu kanuragan, kadigdayan dan kawicaksanan. Jati diri para pemimpin merupakan dharma (kewajiban) yang sangat berat, terbagi menjadi 8 hal, meliputi:

  1. Hanguripi, seorang pemimpin harus melindungi rakyat, menghormati dan menjaga perdamaian, sesuai undang-undang, sehingga timbul rasa percaya diri, untuk mencapai kehidupan yang layak.
  2. Hangrungkebi, bahwa seorang pemimpin harus berani berkorban jiwa, raga dan harta demi kesejahteraan bangsa. Mukti wibawa sebagai abdi masyarakat menjadi tanggung jawab yang harus diemban. Menghimpun kekuatan untuk membela rakyat dengan sasanti ‘bersatu kita teguh bercerai kita runtuh’.
  3. Hangruwat, berarti memberantas berbagai masalah yang mengganggu jalannya pemerintahan demi ketenteraman negara, misalnya mengurangi kemiskinan, memberikan pendidikan keterampilan para pemuda, revolusi mental, meningkatkan ketakwaan, dengan harapan mendapatkan ampunan, membersihkan diri, agar Tuhan memberikan kemudahan dan solusi.
  4. Hanata, berarti ’menata’ bahwa para pemimpin harus menghayati falsafah njunjung drajating praja, berdasarkan konsep ’nata lan mbangun praja’, menegakkan kedisiplian, kejujuran, dan loyalitas, demi kesejahteraan rakyat, dengan sasanti ‘ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tutwuri handayani‘, memberikan contoh, membangkitkan semangat karja dan berwibawa di depan rakyat, berpengaruh seperti dilansir dalam kepemimpinan Pancasila. Rakyat diberikan kesempatan untuk memanfaatkan potensi alam milik negara, sesuai dengan amanat UUD 45.
  5. Hamengkoni, ’memberi bingkai’, agar persatuan dan kesatuan bangsa tetap terjaga. Pemerintah memberikan kemerdekaan (kebebasan bertangung jawab), kepada rakyat untuk berusaha memanfaatkan potensi dalam negeri, dan menjalin bekerja sama dengan negara lain tanpa intervensi.
  6. Hangayomi, ayom berarti ’lindung’, ’teduh’ atau berarti memberikan perlindungan kepada rakyat, agar merasa aman, bebas mencari nafkah di bawah naungan wahyu Ilahi. Untuk menjaga kewibawaan bangsa pemimpin berkewajiban melindungi rakyat.
  7. Hangurubi, membangkitkan semangat kerja kepada rakyat, untuk mencapai kesejahteraan hidup. Rakyat berharap kesejahteraan terpenuhi, berpegang pada perilaku adil, jujur dan setia membela kebenaran. Rasa asih dan asuh menyertai dalam membina hubungan dengan masyarakat untuk mencapai kesejahteraan, tatap berpegang pada sabda pandhita ratu. Bahwa seorang pemimpin harus setia pada ucapannya.
  8. Hamemayu, menjaga ketenteraman negara, dengan keselarasan dan keharmonisan berlandaskan saling percaya menjauhkan diri dari sifat curiga, demi memperbaiki tatanan pemerintahan.

Incoming search terms:

  • Keris Sang Amurwabhumi
Rp (Hubungi CS)
Order Sekarang » SMS : 082 177 400 100
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangDhapur Keris Tilam Sari
Harga Rp (Hubungi CS)
Lihat Detail
Rp (Hubungi CS)
Order Sekarang » SMS : 082 177 400 100
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangDhapur Keris Jalak Nyucup Madu
Harga Rp (Hubungi CS)
Lihat Detail
Rp (Hubungi CS)
Order Sekarang » SMS : 082 177 400 100
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangDhapur Keris Regol
Harga Rp (Hubungi CS)
Lihat Detail
Rp (Hubungi CS)
Order Sekarang » SMS : 082 177 400 100
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangDhapur Keris Panji Anom
Harga Rp (Hubungi CS)
Lihat Detail

Hubungi Kami

082 177 400 100
082 177 400 100
082 177 400 100
cspusakakeris@gmail.com

Semua Kategori