Menu

Keris Nogo Siluman Sepuh Tangguh Mataram

KategoriDhapur Nogo Siluman, Keris, Keris Istimewa, Keris Luk 13, Keris Sepuh, Pamor Meteor, Pamor Ngulit Semangka, Tangguh Mataram
KodeK110
Di lihat1393 kali
DhapurNogo Siluman Luk 13
PamorKulit Semangka Meteor Besi Milah 3 warna
TangguhMataram Islam Abad Ke 16 Masehhi
Panjang Bilah35 cm
WarangkaLadrang Surakarta Kayu Trembalo Kuno
DederKayu Kemuning Bang Kuno
PendokKuningan Tatahan Ukir Naga
Harga Rp (Hubungi CS)
SUDAH TERMAHAR

Ulasan Keris Nogo Siluman Sepuh Tangguh Mataram

Keris Nogo Siluman Sepuh Tangguh Mataram

  • Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Naga Siluman Luk 13 ( dhapur naga tanpa badan sangat langka)
  • Pamor (motif lipatan besi) : Kulit Semangka Meteor Besi Milah 3 warna
  • Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Islam Abad Ke 16 Masehhi
  • Panjang Bilah : 35 cm
  • Warangka : Ladrang Surakarta Kayu Trembalo Kuno
  • Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang Kuno
  • Pendok : Kuningan Tatahan Ukir Naga
  • Mendak : Kuningan

Keris sangat terawat dan masih utuh. sangat layak untuk dikoleksi.

Keris Nogo Siluman Sepuh Tangguh Mataram Keris Nogo Siluman Sepuh Tangguh Mataram Keris Nogo Siluman Sepuh Tangguh Mataram Keris Nogo Siluman Sepuh Tangguh Mataram Keris Nogo Siluman Sepuh Tangguh Mataram

Tentang Keris Nogo Siluman

Naga Siluman, berasal dari bahasa sansekerta adalah salah satu bentuk dhapur keris bentuk Naga yang paling mudah dikenali, yakni dengan ciri menonjol kepala naga digarap secara samar dan badan naga seolah-olah menghilang, menyatu ke dalam bilah keris. Selain itu ricikan lainnya adalah; sraweyan, ri pandan, dan atau greneng. Karena ada beberapa bentuk luk Naga Siluman, penyebutan dhapur Naga Siluman sebaiknya diserai keterangan mengenai jumlah luknya.

Konon menurut dongeng atau mitos dhapur pancer Naga Siluman dibuat pertama kali oleh Mpu Gebang pada masa pemerintahan Prabu Ciungwanara di kerajaan Pajajaran, sekitar tahun 1326 M. Salah satu keris pusaka milik Keraton Kasultanan Yogyakarta juga berdhapur Naga Siluman luk 13, Keris tersebut adalah Kanjeng Kyai Gandawisa.

Kanjeng Kiai Gandawisa diharapkan oleh si Empu memiliki keampuhan seperti namanya. Gandawisa berarti bau bisa, makna lebih jauh pada nama keris ini adalah “amat beracun”. Oleh karena itulah, keris ini digambarkan dalam wujud Naga Siluman. Untuk menutupi keangkeran keris KK Gandawisa, warangkanya terbuat dari kayu trembalo, dengan pendok rajawarna (bertahtakan ratna mutu manikam).

Dalam catatan keraton keris ini dibuat oleh Panembahan Mangkurat pada zaman pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwono V. Keris Naga Siluman tampaknya juga memiliki kedudukan yang sakral bagi Pangeran Yogya yang lain, seperti Pangeran Diponegoro. Dikisahkan keris Kiai Nogo Siluman bersama dengan tombak Kiai Rondhan dan pelana kuda, diserahkan pada Raja Willem I yang bertahta 1813-1840 sebagai sebagai bukti sekaligus simbol bahwa sang pangeran Diponegoro telah ditaklukkan dan ditangkap.

Filosofi Keris Nogo Siluman

Membicarakan Naga bagaikan berbicara mengenai sesuatu yang ada namun tiada. Sejak zaman dulu kita hanya mengenalnya dalam suguhan dongeng, lukisan, atau gambar, namun hingga saat ini tidak pernah ditemukan bukti-bukti scientic dari keberadaan makhluk tersebut. Sebagai makhluk mitologis, Naga bisa digambarkan berbeda-beda dalam tiap budaya.

Naga Jawa biasanya digambarkan dalam figur tampilan visual kepala naga mengenakan mahkota, badan posisi berdiri (seperti huruf S), dan ekor dengan ujung berbentuk kudhup bunga melati. Dipercaya sebagai sosok pelindung atau pengayom, sehingga umum ditemukan dalam pahatan gerbang, pintu masuk, atau undakan tangga dengan maksud melindungi bangunan yang ia tempati.

Siluman, dalam KBBI Siluman memiliki dua (2) arti. Dalam arti nomina atau kata benda siluman dapat menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan ( Siluman berarti makhluk halus yang sering menampakkan diri sebagai manusia atau binatang).

Arti dari siluman bisa juga masuk dalam jenis adjektiva atau kiasan sehingga penggunaan siluman bisa bukan dalam arti kata yang sebenarnya, sehingga siluman dapat mengubah kata benda atau kata ganti, dengan menjelaskannya menjadi lebih spesik (Siluman berarti tersembunyi tidak kelihatan).

Masyarakat Nusantara kuno berusaha menyelaraskan diri yang kecil (bhuwana alit) dengan alam besar (bhuwana agung). Apa pun yang ada dalam bhuwana agung juga dianggap ada dalam bhuwana alit. Siluman yang ada di jagat besar sebenarnya ada di jagat kecil, pada diri sendiri. “Siluman dalam diri” itulah yang paling berbahaya.

Siluman diri “berwajah” enam (6) atau sad ripu yang menjadi musuh diri, terlukis dalam bentuk lidah yang menjulur seperti angka 6, yakni hawa nafsu (kama), keserakahan (lobha), kemarahan (krodha), kebingungan dalam berkir (moha), mabuk (mada), dan iri hati (matsarya). Cara mengatasi atau menghindarinya adalah dengan jalan mengendalikan unsur-unsur Sad Ripu itu sendiri dan mengarahkan pada perbuatan-perbuatan yang positif supaya hidupnya selamat.

Incoming search terms:

  • keris nogosiluman diponegoro
  • Foto keris naga siluman
  • tuah keris nogo siluman luk 5
Rp 9.200.000
Order Sekarang » SMS : 082 177 400 100
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeK234
Nama BarangPAMOR LANGKA!! Keris Pamor Lar Gangsir Asli Sepuh Kuno
Harga Rp 9.200.000
Lihat Detail
Rp 3.830.000
Order Sekarang » SMS : 082 177 400 100
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeK196
Nama BarangPusaka Keris Pandawa Cinarita Mataram Amangkurat
Harga Rp 3.830.000
Lihat Detail
Rp 4.550.000
Order Sekarang » SMS : 082 177 400 100
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodePK157
Nama BarangKeris Sengkelat Pamor Akhodiyat Meteorit Mataram Senopaten
Harga Rp 4.550.000
Lihat Detail
Rp 2.555.000
Order Sekarang » SMS : 082 177 400 100
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodePK174
Nama BarangPusaka Keris Tilam Sari Pamor Kuto Mesir Mataram Amangkurat
Harga Rp 2.555.000
Lihat Detail

Semua Kategori