Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
- Keris Betok Sombro Pamengkang Jagad Pamor Setro Ba
- Keris Pamor Rojo Gundolo Tangguh Tuban Sepuh
- Keris Kuno Carubuk Luk 7 Majapahit Pamor Tunggak S
- Keris Pulanggeni Luk 5 Keleng Hurap Pajajaran
- Tombak Pusaka Cipir Totog Singosari Keleng
- Pusaka Keris Pulanggeni Keleng
- Jual Blawong Tempat Keris Mentahan Bahan Kayu Jati
- Kotak Perhiasan Kayu Jati Motif Cukit Lengkap
Keris Tuban Kuno Pamor Pedaringan Kebak
Rp 1.850.000| Kode | KAR732 |
| Stok | Habis |
| Kategori | Dhapur Tilam Upih, Katalog Produk, Keris, Keris Lurus, Keris Sepuh, Pamor Pedaringan Kebak, Pamor Rojo Gundolo, Tangguh Tuban, TOSAN AJI 1 |
| Jenis | : Keris Lurus |
| Dhapur | : Tilam Upih |
| Pamor | : Pedaringan Kebak |
| Tangguh | : Tuban |
| Abad / Tahun | : XIV |
| Warangka | : Ladrang Capu |
| Bahan Warangka | : Kayu trembalo |
| Pendok | : Bunton silih asih kuningan |
| Mendak | : Kendit bahan kuningan |
| Panjang Bilah | : 36,2 cm |
Keris Tuban Kuno Pamor Pedaringan Kebak
Keris Tuban Kuno Pamor Pedaringan Kebak
Keris Tuban Kuno Pamor Pedaringan Kebak adalah salah satu keris dari ratusan koleksi pusaka keris. Keris ini tergolong ke dalam jenis keris lurus. Dilihat dari bentuk dan ricikannya keris ini berdhapur Tilam Upih. Sedangkan untuk pamor yang tergurat pada bilahnya adalah pamor Pedaringan Kebak (di bagian sor-soran ada pamor Rojo Gundolo). Untuk perkiraan masa pembuatannya keris ini dibuat di era Tuban kuno. Keris ini memakai warangka model Ladrang Capu dengan pendoknya Bunton Silih Asih, sangat pas dan serasi dengan isinya.
Filosofi Keris Tilam Upih
Dapur Tilam Upih, dalam terminologi Jawa bermakna tikar yang terbuat dari anyaman daun untuk tidur, diistilahkan untuk menunjukkan ketenteraman keluarga atau rumah tangga. Oleh karena itu, banyak sekali pusaka keluarga yang diberikan secara turun-temurun dalam dapur Tilam Upih. Ini menunjukkan adanya harapan dari para sesepuh keluarga agar anak-cucunya nanti bisa memperoleh ketenteraman dan kesejahteraan dalam hidup berumah tangga.
Para Orang Tua jaman dulu memberikan Keris Dhapur Tilam Upih secara turun temurun kepada anaknya yang menikah, artinya orang tua mendoakan anaknya agar hidup rumah tangganya baik, mulia dan berkecukupan.
Keris Tilam Upih juga merupakan simbol harapan akan hidup yang berkecukupan.Keris Tilam Upih juga disebut Ibu dari semua Keris (The Mother of Kris). Menurut kisah dahulu kala Sunan Kalijaga pernah menyarankan kepada pengikut – pengikutnya bahwa keris yang pertama harus dimiliki adalah Keris Tilam Upih.
Filosofi Pamor Pedaringan Kebak
Pedaringan kebak berarti tempat (lumbung) yang penuh dengan beras. Kepercayaan yang berkembang di tengah masyarakat kita terutama sebagian pecinta keris, makna filosofi pamor pedaringan kebak ialah menjadikan rezeki selalu penuh, tidak akan pernah merasa kekurangan dan hidup selalu berkecukupan.
Orang Indonesia Harus Memiliki Keris!!
Keris adalah pusaka nusantara dan bagian dari identitas budaya nasional. Budaya keris merentang mulai dari barat hingga ke timur Nusantara, hal itu menandakan bahwa keris merupakan salah satu warisan kebudayaan yang berakar kuat di dalam tradisi masyarakat Indonesia. Sehingga dapat menajadi salah satu pemersatu bangsa untuk mencegah disintegrasi bangsa. Budaya adalah elemen penting pembentukkan karakter, sekaligus menjadi identitas yang membedakan satu komunitas atau bangsa dari komunitas atau bangsa lainnya. Tanpa budaya, orang tidak memiliki identitas. Itu sebabnya, kita harus melestarikan dan mengembangkan kebudayaan, termasuk keris.
Keris telah terdaftar dan diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia Non-Bendawi Manusia yang berasal dari Indonesia sejak 25 November 2005. Pada hari itu pula oleh hampir 85% dari kalangan penggemar keris menganggap 25 November sebagai Hari Keris Nasional. Dalam proposal pengajuan keris sebagai ‘Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage and Humanity’ oleh UNESCO saat itu (2004) disebutkan, bahwa keris secara prinsipil memiliki lima fungsi dalam masyarakat Indonesia. Yaitu, tradisi, fungsi sosial, seni, filosofi, dan mistis.
Kami melihat yang masih mempunyai keris sekarang ini, merupakan keturunan atau warisan dari orang tuanya. Nah, sekarang ini saatnya kita juga mulai mengenalkan keris pada generasi muda kita biar karya budaya kearifan lokal ini tetap terjaga eksistensinya. Membangkitkan ghiroh anak-anak muda untuk nguri-nguri atau melestarikan budaya.
KAR732
Keris Tuban Kuno Pamor Pedaringan Kebak
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 1.034 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Tilam Upih Tangguh Tuban TUS Dhapur Tilam Upih selalu menempati posisi istimewa dalam jagad perkerisan Jawa. Ia bukan sekadar bentuk bilah, tetapi simbol ketenteraman, perlindungan, dan doa para sesepuh bagi kehidupan rumah tangga yang tenteram serta berkecukupan. Ketika dhapur ini berpadu dengan tangguh Tuban—salah satu tangguh tua yang sarat legenda dan nilai historis—maka sebuah pusaka… selengkapnya
Rp 3.800.000Pusaka Keris Jaran Goyang Majapahit Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Jaran Goyang Luk 7 Pamor (motif lipatan besi) : Beras Wutah Ceprit Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Majapahit Abad Ke 14 Masehi Panjang Bilah :33,5 cm Warangka : Gayaman Jogjakarta Gandar Iras Kayu Trembalo Kuno Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang Kuno Pendok… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Tilam Sari Pamor Pulo Tirto Sumber Mas Majapahit Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Tilam Sari Pamor (motif lipatan besi) : Pulo Tirto, Pamor Sumber Mas Dibagian Bawah Gonjo Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Tuban Era Majapahit Madya Panjang Bilah : 34,3 cm Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Kemuning Kuno Handle / Gagang… selengkapnya
Rp 2.555.000Keris Bandotan Luk 11 Pamor Segoro Muncar Mataram Senopaten Keris Bandotan Luk 11 Pamor Segoro Muncar Mataram Senopaten adalah salah satu koleksi dari sekian koleksi keris kami yang istimewa. Keistimewaan keris ini selain dari tangguh, garap dan pamor juga dari nilai kelangkaan dhapurnya. Keunikan dalam pembuatan Keris Bandotan terwujud dalam detail-detailnya. Mulai dari sogokan rangkap,… selengkapnya
Rp 4.100.000Sengkelat Mataram Amangkurat Keris Sengkelat diyakini pertama kali dibuat oleh Mpu Supo Mandrangi, seorang empu legendaris dari zaman Majapahit. Namun, pada era Mataram Islam, keris ini berkembang lebih lanjut dengan sentuhan khas Kesultanan Mataram, terutama di bawah kepemimpinan Amangkurat I. Keris Sengkelat dikenal memiliki luk 13 (lekukan pada bilahnya), yang melambangkan kebijaksanaan dan kekuatan seorang… selengkapnya
Rp 5.500.000Keris Nogo Siluman Luk 13 Tangguh Kesultanan Cirebon Asli Sepuh Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Nogo Siluman Luk 13 Pamor (motif lipatan besi) : Kulit Semangka Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Kesultanan Cirebon Panjang Bilah : 35,7 cm Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Trembalo Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang Kuno Pendok… selengkapnya
Rp 7.777.000Kujang Lanang Sepuh Pamor Tirto Tumetes Tangguh Pajajaran Kuno Dhapur (jenis bentuk ) : Kujang Lanang Pamor (motif lipatan besi) : Tirto Tumetes (besi padat pulen berserat) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Pajajaran Panjang Bilah : 23 cm Panjang pesi : 10 Cm Warangka : Kayu jati Handle / Gagang/ Landeyan : Kayu Jati Kode… selengkapnya
Rp 1.777.000Pusaka Keris Kalawijan Luk 17 Pedaringan Kebak Dhapur: Kalawijan Luk 17 Pamor: Pedaringan Kebak Tangguh: Mataram Sultan Agung Kode: PK030 INFO SELENGKAPNYA Tentang Pusaka Keris Kalawijan Luk 17 Pedaringan Kebak Silahkan Hubungi Kami Melalui Whatsapp/Telp/SMS: 082177400100
Hubungi AdminParungsari Mataram Amangkurat Keris Parungsari adalah pusaka yang berbicara dengan bahasa keheningan. Ia tidak hadir untuk menonjolkan kegagahan semata, melainkan menyampaikan pesan tentang kelapangan rasa, penerimaan hidup, dan kematangan batin. Dalam setiap lekuk luk-nya, tersimpan ajaran tentang perjalanan manusia: tentang naik dan turun, tentang keindahan yang justru tumbuh dari kerendahan hati. Parungsari bukan dhapur yang… selengkapnya
Rp 5.500.000Pusaka Keris Paksi Dewata Pamor Melati Tumpuk Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Paksi Dewata (Kontemporer) Pamor (motif lipatan besi) : Melati Tumpuk Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Kamardikan Alusan Panjang Bilah : 33 cm Warangka : Gayaman Jogja Kayu Jati Handle / Gagang : Kayu Sono Keling Pendok : Kuningan Mendak : Kuningan Kode:… selengkapnya
Hubungi Admin






WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.