Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
- Keris Paksi Naga Liman Kinatah Emas
- Pendok Keris Slorok Jogja Kemalo Abrit Merah Mewah
- Keris Putut Kalacakra Pamor Kulit Semangka
- Pusaka Tombak Kuntul Nglangak Pamor Singkir Sepuh
- Keris Pamor Kenanga Ginubah Tangguh Tuban Sepuh Ku
- Keris Panji Nom Mataram Amangkurat
- Pusaka Keris Dholog Pamor Kulit Semangka
- Keris Jangkung Pamor Kuto Mesir
Keris Parungsari Pamor Meteorit Mataram Senopaten
Rp 5.000.000| Kode | KAR809 |
| Stok | Habis |
| Kategori | Dhapur Parungsari, Katalog Produk, Keris, Keris Luk 13, Pamor Beras Wutah, Tangguh Mataram Senopaten |
| Jenis | : Keris Luk 13 |
| Dhapur | : Parungsari |
| Pamor | : Wos Wutah |
| Tangguh | : Mataram Senopaten |
| Abad / Tahun | : XV |
| Warangka | : Ladrang Surakarta |
| Bahan Warangka | : Kayu Sono Keling |
| Pendok | : Blewah Kuningan Ukir Cukid |
| Mendak | : Kendit Kuningan |
| Panjang Bilah | : 36 cm |
Keris Parungsari Pamor Meteorit Mataram Senopaten
Keris Parungsari Pamor Meteorit Mataram Senopaten
Keris Parungsari Pamor Meteorit Mataram Senopaten merupakan salah satu dari ratusan koleksi pusaka keris kami. Keris ini termasuk dalam golongan jenis keris luk 13. Jika dilihat dari bentuk dan ricikannya, keris ini berdhapur Parungsari. Untuk pamor yang tergurat di bilahnya adalah pamor Wos Wutah Akhodiyat Meteorit . Warangka memakai model Ladrang Surakarta dari bahan kayu Sono Keling. Nampak sangat pas dan serasi dengan bilahnya yang layak untuk menjadi koleksi anda. Untuk perkiraan masa pembuatannya keris ini dibuat di era Mataram Senopaten sekitar abad ke-15 Masehi. Tentu saja keris ini tergolong dalam keris sepuh dengan usianya sudah ratusan tahun.
Filosofi Parungsari
Parungsari adalah salah satu bentuk dhapur keris berluk tiga belas. Ukuran Panjang bilahnya sedang. Keris ini memakai kembang kacang; ada yang memakai jenggot ada yang tidak, lambe gajahnya dua, sraweyan, sogokan rangkap, pejetan dan greneng. Sekilas mirip dengan dhapur Sengkelat, perbedaan diantara keduanya hanyalah; Keris dhapur Parungsari mempunyai dua (2) lambe gajah, sedangkan dhapur Sengkelat hanya satu (1). Menurut literatur dhapur ini diciptakan pada masa pemerintahan Prabu Banjaransekar dari Pajajaran sekitar tahun jawa 1170 an.
Filosofi yang terkandung dalam dhapur keris Parungsari adalah tetap sederhana dalam segala kehebatan yang dimilikinya. Parungsari menggambarkan keindahan, kerupawanan, namun tetap sederhana. Baik dimiliki oleh pemimpin yang rendah hati.
Tangguh Mataram Senopaten
TANGGUH MAJAPAHIT PERALIHAN SENOPATEN, | ing Mataram Senapati winarni | sikutan prigêl srêng bagus | wêsi biru sêmunya | garing alus pamor pandhês tancêpipun | angawat kêncêng tur kêras | tan ana kang nguciwani || Serat Centhini
Dalam Serat Centhini ditulis Tangguh Mataram Senopaten mempunyai bentuk pasikutan yang prigel bagus, besi semu biru, kering halus, pamornya menancap pandes, ngawat kencang, keras, tidak ada yang mengecewakan. Pada umumnya keris-keris Senopaten masih membawa karakter bentuk dan bahan dari keris-keris Majapahit, hal ini dikarenakan empu-empu pada masa Panembahan Senopati merupakan empu Majapahit dan atau keturunannya. Salah satu empu Majapahit yang mengabdi hingga masa Panembahan Senopati adalah Empu Supo Anom atau lebih dikenal dengan mana Empu Kinom.
Dalam Buku Pakem Pusaka Duwung, Sabet Tombak peninggalan R.Ng Ronggowarsito yang ditulis ulang R.Ng Hartokretarto (1964) mencatat dua hal :
Kyahinom Mataram, gandjane sebit luntar radi gilig, gandik sedengan radi landung, kembang kacang ageng gabog, tikel alise pedjetan sogokan djero landung wijare sedengan, siwilah radi kandel, dedeg sedengan, wesine alus nglumer bludru garinge sedengan, pamore alus semi nyalaka, pantek gandja djene.
Yasanipun Kandjeng Panembahan Senopati Ing Ngalaga Mantaram gandjane sebit lontar, gandik ageng sebog memel, kembang katjang ageng gabog, tikel alise pedjetan sogokan sami wiyar djero landung. Siwilah kandel dedeg sedengan, luk-lukane radi keker, wesine alus nglugut garing sanget, pamorane radi alus sami njalaka
Atau secara umum digambarkan tangguh Senopati mempunyai perawakan sedang, wilah agak tebal dengan luk agak kekar. Bagian gandiknya sedang agak panjang dengan sekar kacang besar. Bagian tikel alis, pejetan dan sogokan dibuat dalam, lebar dan berjurai panjang. Besinya halus agak kering, dan pamornya juga putih terang dan halus.
Pamor Meteorit
Meteorit tidak menjadi keseluruhan bahan pembuatan bilah keris. Meteorit hanya menjadi bahan pamor dari bilah keris.
Pamor sendiri adalah hasil penyatuan atau pemaduan antara besi dengan logam meteorit. Secara etimologis, ‘pamor’ berasal dari kata ‘amor’ dalam bahasa Jawa yang berarti menyatu, berpadu. Pamor inilah yang berasal dari meteorit. Demikian menurut buku ‘Keris dalam Perspektif Keilmuan’ terbitan Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, tahun 2011.
Meteorit dicampur dengan besi nonmeteorit dalam keadaan panas, kemudian ditempa sedemikian rupa sehingga menimbulkan corak unik pada bilah keris. Pamor ini menjadi unsur dekoratif dalam keris.
Antara besi dan meteorit dilipat-lipat (dalam keadaan panas) sehingga muncul gambar yang abstrak. Untuk itu keris satu dan lainnya nggak bisa sama hasil corak pamornya. Logam meteorit lebih keras ketimbang besi atau baja biasa. Butuh panas ekstra dan keahlian khusus untuk melunakkannya.
Dalam karya cipta budaya berupa keris ada sesuatu yang esensial. Keris mencerminkan tentang makna simbolik bersatunya hamba dengan Tuhan yang diwujudkan sebagai satu simbolik perkawinan kosmik antara sesuatu yang dari langit (meteorit) dan sesuatu dari perut bumi yang kemudian disatukan yang melahirkan sebuah keris.
Kemudian dari struktur bentuknya, keris adalah visualisasi dari bentuk lingga dan yoni, atau laki-laki dan perempuan. Oleh karena itu dalam keris ada bilah keris dan warangka (sarung).
Apakah ada riset-riset yang berkaitan dengan pembuktian bahwa batu meteorit itu benar-benar jatuh dari langit? Bagaimana cara mendeteksi bahwa batu-batu itu benar meteorit?
Bahwa masyarakat perkerisan atau khususnya para empu, di zaman dahulu sudah mempunyai metode khusus untuk mendeteksi benda-benda luar angkasa. Metode itu adalah dengan menggunakan kemampuan indera pada manusia. Para empu biasanya menggunakan indera untuk mendeteksi sebuah batu meteorit, seperti penglihatan, perabaan, penciuman, suara yang dihasilkan, berat jenisnya. Caranya dengan membakar, dan lain-lain.
Bahwa pengelolaan-pengelolaan meteorit dengan cara penggunaan indera ini sebenarnya sudah ditemui di naskah-naskah kuno.
Misalnya di naskah era zaman Majapahit dan era awal zaman Majapahit, yang menjelaskan bahwa kemampuan nenek moyang (empu) untuk mendeteksi dan melebur batu meteorit.
Keris-keris yang menggunakan unsur batu meteorit banyak dijumpai cukup banyak di era zaman Majapahit sekitar abad 13 sampai 15 Masehi. Diperkirakan ada ribuan keris yang menggunakan batu meteorit.
Sebenarnya tujuan penggunaan batu meteorit pada dunia perkerisan ada dua sisi esensialnya. Pertama dari sisi keindahan estetikanya yang berguna untuk membentuk motif-motif pamor (guratan-guratan) pada bilah keris. Kedua dari sisi spiritualnya, yaitu makna simbolik dari pamor (guratan-guratan pada bilah keris).
KAR809
Keris Parungsari Pamor Meteorit Mataram Senopaten
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 1.278 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Tombak Pusaka Kyai Pleret Biring Wadon Pamor Keleng Sepuh Dhapur / Bentuk : Tombak Biring Wadon Pamor : Keleng (besi padat berserat) Tangguh : Mataram Kartasura Panjang Bilah : 21 cm Panjang Pesi : 14 cm Warangka : Kayu Jati Tua Serat Unik Handle / Gagang : Kayu Jati 50 cm Kode : PK231
Rp 1.111.000Keris Naga Welang Kinatah Keris Naga Welang Kinatah yang satu ini mempunyai ganan berbentuk naga dengan badan welang berkinatah selang-seling yang indah. Keris ini sering dicari karena keindahan dan bentuknya yang gagah. Tidak hanya karena itu saja, Keris Nogo Welang juga menjadi dapur yang diburu karena nilai seninya. Bahkan yang bertangguh kamardikan pun menjadi buruan… selengkapnya
Rp 950.000Keris Jalak Ngore PB VI Keris Jalak Ngore PB VI merupakan salah satu dari ratusan koleksi pusaka keris kami. Keris ini termasuk dalam golongan jenis keris lurus. Jika dilihat dari bentuk dan ricikannya, keris ini berdhapur Jalak Ngore. Untuk pamor yang tergurat di bilahnya adalah pamor Segoro Muncar. Warangka memakai model Gayaman dari bahan kayu Timoho kuno asli bawaan bilah…. selengkapnya
Rp 12.000.000Keris Kanjeng Kyai Buto Ijo Luk 9 Pamor Sodo Lanang Tangguh Pajang Sepuh Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Buto Ijo Luk 9 Pamor (motif lipatan besi) : Sodo Lanang / Adeg Siji / Sodo Sak Ler Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Pajang Mataram Panjang Bilah : 35,3 cm Warangka : Ladrang Surakarta Kayu Trembalo… selengkapnya
Rp 7.555.000Keris Carubuk Pamor Kuto Mesir Telaga Membleng Tangguh Majapahit Sepuh Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Carubuk Luk 7 Pamor (motif lipatan besi) : Tripamor (Beras Wutah + Kuto Mesir + Telaga Mambleg) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Majapahit Madya Panjang Bilah : 33 cm Warangka : Ladrang Surakarta Kayu Trembalo Kuno Handle /… selengkapnya
Rp 2.222.000Keris Pamor Wahyu Tumurun Mataram Original Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Tilam Upih Pamor (motif lipatan besi) : Wahyu Tumurun Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Abad 15 Masehi Panjang Bilah : 31 cm Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Timoho Kuno Handle / Gagang : Solo, Kayu Timoho Kuno Pendok: Blewah Surakarta Mamas Kuno… selengkapnya
Rp 3.500.000Keris Lurus Tilam Upih Sepuh Tangguh Majapahit Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Tilam Upih Pamor (motif lipatan besi) : Beras Wutah Ceprit Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Majapahit Abad Ke 13 Masehi Panjang Bilah : 32,2 cm Pesi masih utuh panjang original tidak sambungan Warangka : Ladrang Surakarta Kayu Trembalo Nginden Gandar Iras Kuno… selengkapnya
Hubungi AdminPusaka Keris Santan Luk 11 Pamor Kenanga Ginubah Tangguh Majapahit Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Santan Luk 11 Pamor (motif lipatan besi) : Kenanga Ginubah (pamor langka) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Majapahit Sepuh Kuno Panjang Bilah : 32 cm Warangka : Gayaman Jogjakarta Kayu Timoho Pelet Kendit Handle / Gagang : Kemuning… selengkapnya
Rp 3.333.000Pusaka Keris Carubuk Pengging Pamor Tunggak Semi Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Carubuk Pamor (motif lipatan besi) : Tunggak Semi Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Pengging Era Jaka Tingkir Tus Panjang Bilah : 35 cm pesi utuh masih panjang original Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Timoho Kuno Original Bawaan Bilah Handle / Gagang :… selengkapnya
Rp 3.333.000







WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.