Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
Tilam Upih Pamor Wahyu Tumurun
Rp 2.300.000| Kode | TAG111 |
| Stok | Habis |
| Kategori | Dhapur Tilam Upih, Katalog Produk, Keris, Keris Lurus, Keris Sepuh, Pamor Wahyu Tumurun, Tangguh Pajajaran |
| Jenis | : Keris Lurus |
| Dhapur | : Tilam Upih |
| Pamor | : Wahyu Tumurun |
| Tangguh | : Pajajaran |
| Warangka | : Gayaman Surakarta Kayu Trembalo Iras |
| Hulu/Deder | : Yudawinatan Kayu Kemuning Bang |
| Pendok | : Blewah Bahan Kuningan Mamas |
| Mendak | : Widhengan Bahan Kuningan |
Tilam Upih Pamor Wahyu Tumurun
Tilam Upih Pamor Wahyu Tumurun
Tilam Upih Pamor Wahyu Tumurun – Keris bukan sekadar benda pusaka, melainkan sebuah simbol, sebuah doa yang terukir dalam bilahnya. Dan di antara sekian banyak pamor, Wahyu Tumurun adalah salah satu yang paling dicari, karena dipercaya membawa anugerah, ilham, dan keberuntungan bagi pemiliknya.
Nama Wahyu Tumurun sendiri bermakna “turunnya wahyu”—sebuah simbol harapan agar pemiliknya senantiasa mendapat petunjuk dari Yang Maha Kuasa. Tidak sedikit orang yang meyakini bahwa pamor ini membawa berkah dalam meraih pangkat, jabatan, dan kemapanan. Sebab, secerdas dan sehebat apa pun manusia, tanpa campur tangan Tuhan, segalanya tak akan bermakna.
Maka, filosofi pamor Wahyu Tumurun mengajarkan bahwa segala pencapaian bukanlah semata hasil usaha pribadi, melainkan juga titipan dan amanat yang harus dijaga. Pangkat dan kedudukan seharusnya tidak menjadikan manusia lupa diri, tetapi justru semakin mendekatkannya kepada Tuhan. Sebab, pada akhirnya, wahyu yang sejati bukan hanya tentang keberuntungan duniawi, tetapi juga tentang bagaimana manusia menjaga dirinya agar tetap rendah hati dalam setiap langkah kehidupan.
Keris juga merupakan bagian dari identitas sosial dan budaya dalam masyarakat Jawa. Pada masa Mataram, seorang pemimpin atau pejabat tinggi biasanya memiliki keris khusus yang melambangkan status dan tanggung jawabnya. Keris bukan sekadar senjata, melainkan juga sebuah bentuk ekspresi diri yang mencerminkan karakter serta filosofi hidup pemiliknya. Oleh karena itu, keris Wahyu Tumurun sering kali dianggap sebagai simbol restu dari alam semesta bagi mereka yang berjuang dalam mencapai tujuan hidupnya.
Dalam konteks sejarah, kehadiran keris juga mencerminkan dinamika politik di masa lalu. Banyak pusaka kerajaan yang diwariskan dari generasi ke generasi sebagai bentuk legitimasi kekuasaan. Keris yang dahulu diberikan kepada seorang adipati atau panglima perang sering kali menjadi saksi bisu dari berbagai peristiwa penting, mulai dari penobatan raja hingga peperangan yang menentukan arah sejarah Nusantara. Tak jarang, keris juga menjadi hadiah diplomasi, dikirimkan ke kerajaan-kerajaan lain sebagai tanda persekutuan atau penghormatan.
Hingga kini, keberadaan keris masih sangat dihormati dan menjadi bagian dari warisan budaya yang terus dijaga. Para kolektor dan pecinta keris tak hanya melihatnya dari segi fisik, tetapi juga menghargai nilai historis serta filosofi yang terkandung dalam setiap bilahnya. Keindahan pamor dan keunikan dhapur keris bukan hanya soal estetika, tetapi juga menyimpan makna mendalam yang telah diwariskan sejak ratusan tahun lalu. Dengan demikian, keris seperti Pandhawa Cinarita dari era Amangkurat ini bukan hanya sekadar benda antik, melainkan juga bagian dari perjalanan sejarah dan kebijaksanaan leluhur yang patut dihargai.
TAG111
Tags: keris pajajaran, keris pamor wahyu tumurun, keris tilam upih
Tilam Upih Pamor Wahyu Tumurun
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 1.052 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Kamardikan Istimewa Singo Barong Kembar Luk 13 Kinatah Kamarogan Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Singo Barong Kembar Pamor (motif lipatan besi) : Kulit Semangka (Kinatah Kamoragan Kuningan Disepuh Emas) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Kamardikan Garap Halus Istimewa Panjang Bilah : 37 cm Warangka : Gayaman Solo Kayu Sono Keling Handle / Gagang… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Sengkelat Pamor Singkir Blambangan Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Sengkelat Luk 13 Pamor (motif lipatan besi) : Singkir / Adeg Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Blambangan Panjang Bilah : 35,5 cm Warangka : Ladrang Surakarta Kayu Trembalo Kuno Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang Kuno Pendok : Blewah Surakarta Kuningan Motif Pangeran… selengkapnya
Rp 4.130.000KERIS LANGKA!! Pamor Rajah Tundung Musuh Tuban Sepuh KERIS LANGKA!! Pamor Rajah Tundung Musuh Tuban Sepuh adalah salah satu koleksi keris dari ratusan koleksi kami. Keris ini tergolong sangat langka oleh karena pamornya. Pamor Tundung Musuh yang merupakan pamor rekan dan dipercaya angsarnya baik untuk menundukan lawan, mengalahkan saingan dan mengusir musuh. Tentu itu merupakan… selengkapnya
Rp 4.900.000Kalamisani Pamor Wiji Timun Dalam khazanah tosan aji Jawa, Kalamisani dikenal sebagai dhapur keris lurus yang merepresentasikan perjalanan hidup manusia sejak awal penciptaannya. Ia melambangkan kesucian asal-usul, ketika manusia masih berada di alam ruh—jernih, bening, dan bercahaya. Ketika memasuki dunia, berbagai godaan dan hawa nafsu hadir sebagai ujian, namun Kalamisani mengajarkan adanya kekuatan batin yang… selengkapnya
Rp 3.000.000Keris Jaka Waru Luk 11 Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Jaka Waru Luk 11 Pamor (motif lipatan besi) : Kulit Semangka Akhodiyat Meteor Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Majapahit Warangka : Gayaman Yogyakarta, Kayu Trembalo Gandar Iras Handle / Gagang : Solo, Kayu Kemuning Pendok: Blewah Kemalo Merah Ukir Tatah Mendak : Kuningan… selengkapnya
Rp 3.111.000Tombak Pusaka Baru Kuping Pamor Tambal Dhapur tombak : Barukuping Pamor Tombak barukuping : pamor Tambal Tangguh : STW Panjang Bilah : 21 Cm Warangka : kayu Cendana jawa Ukiran Kode: PK088 INFO SELENGKAPNYA Tentang Pusaka Keris Brojol Pamor Rojo Gundolo Semar Silahkan Hubungi Kami Melalui Whatsapp/Telp/SMS: 082177400100
Rp 550.000









WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.