Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
- Keris Kyai Sengkelat Luk 13 Mataram Senopaten Pamo
- Keris Tilam Upih Pamor Kulit Semangka Sepuh
- Keris Sengkelat TUS Amangkurat Pamor Wos Wutah
- Dimaharkan Keris Pusaka Kyai Sabuk Inten Mataram S
- Keris Pamor Tiban Tunggul Wulung Tuban Sepuh
- Keris Kalawijan Bima Kurda Luk 15 Sepuh
- Keris Tangguh Sendang Sedayu Pulanggeni Luk 5 Kele
- Keris Tilam Sari PB IX
Keris Sinom Gonjo Wilut era Mataram Senopaten
Rp 3.500.000| Kode | P242 |
| Stok | Habis |
| Kategori | Dhapur Sinom, Katalog Produk, Keris, Keris Lurus, Pamor Beras Wutah, Tangguh Mataram Senopaten |
| Jenis | : Keris Lurus |
| Dhapur | : Sinom |
| Pamor | : Wos Wutah |
| Tangguh | : Mataram Senopaten |
| Warangka | : Gayaman Yogyakarta, Kayu Timoho |
| Deder/Handle | : Banaran, Kayu Timoho |
| Pendok | : Bunton Slorok Kemalo Merah |
| Mendak | : Kendhit, Bahan Kuningan |
Keris Sinom Gonjo Wilut era Mataram Senopaten
Dhapur Sinom
Sinom merupakan salah satu dhapur keris lurus yang dikenal dengan ricikan khas berupa sekar kacang, jalen, lambe gajah satu, pejetan, sogokan rangkap, sraweyan, serta greneng. Secara perawakan, Sinom menampilkan kesan sederhana namun rapi, memancarkan rasa halus yang menjadi ciri utama dhapur ini.
Secara harfiah, sinom merujuk pada daun pohon asam yang masih muda, atau pada rambut-rambut halus di dahi—bathuk dalam bahasa Jawa—yang tipis dan lembut. Dari sifat alaminya tersebut, Sinom melambangkan kelembutan, kesantunan, dan keteduhan budi. Ia mencitrakan karakter yang enom: muda, segar, dan bersahaja, layaknya seseorang yang baru memulai perjalanan hidup dengan hati yang bersih dan pikiran terbuka.
Dalam konteks sosial, nilai Sinom mengajarkan pentingnya menjaga sikap dalam berinteraksi dengan sesama. Bertutur kata dengan lembut, bersikap ramah, murah senyum, serta menghargai lawan bicara merupakan laku utama yang sejalan dengan filosofi dhapur ini. Tidak sekadar pandai berbicara, tetapi juga piawai mendengarkan dengan empati. Sikap demikian menjadikan kehadiran seseorang terasa menyejukkan dan menenteramkan, hingga mampu menumbuhkan rasa kesengsem—keterpesonaan yang lahir dari ketulusan budi, bukan dari kepura-puraan.
Lebih jauh, Sinom juga menjadi simbol jiwa muda. Bukan semata tentang usia biologis, melainkan tentang semangat yang tetap segar, optimisme yang terjaga, serta keterbukaan terhadap perubahan. Jiwa muda adalah kemampuan untuk menjaga hati tetap ringan, pikiran tetap lentur, dan sikap tetap rendah hati, betapapun panjang perjalanan hidup yang telah ditempuh.
Dengan demikian, dhapur Sinom mencerminkan perpaduan antara kelembutan budi, kesantunan dalam bertutur, dan semangat muda yang memberi warna serta keseimbangan dalam perjalanan hidup manusia.
Pamor Beras Wutah
Pamor Wos Wutah atau Beras Wutah—yang secara harfiah berarti beras tumpah—ditandai oleh bercak-bercak putih kecil yang tersebar di permukaan bilah, menyerupai butiran beras yang berceceran. Secara visual pamor ini tampak sederhana, namun justru di sanalah letak kekuatan maknanya. Dalam tradisi Jawa, Beras Wutah melambangkan rezeki yang melimpah dan mengalir.
Di sisi lain, pamor Beras Wutah juga berfungsi sebagai pameling—pengingat—terutama dalam menjalani kehidupan berumah tangga. Beras yang telah tumpah jarang sekali dapat kembali ke takarannya semula. Peribahasa ini menggambarkan bahwa sesuatu yang telah berubah akan sulit dipulihkan sepenuhnya. Sekalipun dikumpulkan kembali, pasti membutuhkan waktu, tenaga, dan tak jarang hasilnya pun tidak lagi bersih seperti sediakala.
Pitutur yang terkandung di dalamnya mengajarkan kehati-hatian dalam bersikap dan bertindak, terutama dalam relasi suami-istri. Menjaga agar “beras tidak tumpah” berarti menjaga rasa hormat, kepercayaan, dan keselarasan batin dalam rumah tangga. Sebab ketika kepercayaan telah terciderai, memulihkannya memerlukan proses panjang, dan surga dalam berumah tangga akan kehilangan salah satu pilar utamanya.
Tangguh Mataram Senopaten
Dalam Serat Centhini, keris tangguh Mataram Senopaten digambarkan sebagai pusaka dengan perawakan pasikutan yang prigel dan apik. Besinya bersemu biru, terasa kering namun halus, dengan pamor yang menancap pandhes. Wataknya ngawat, kencang, dan keras—sebuah pusaka yang tan ana kang nguciwani, tidak mengecewakan pemiliknya.
Keris-keris pada masa ini umumnya masih membawa kuat karakter Majapahit. Hal ini wajar, mengingat banyak empu pada masa Panembahan Senopati merupakan empu Majapahit atau keturunannya. Salah satu tokoh empu penting dalam masa peralihan ini adalah Empu Supo Anom, yang juga dikenal dengan sebutan Empu Kinom.
Dalam Pakem Pusaka Duwung, Sabet, Tombak karya R.Ng. Ronggowarsito (ditulis ulang oleh R.Ng. Hartokretarto, 1964), ciri-ciri keris Senopaten dijelaskan antara lain gandik berukuran sedang hingga agak panjang, sekar kacang besar, tikel alis yang jelas, pejetan, serta sogokan yang dalam dan lebar. Wilahnya berperawakan sedang hingga agak tebal, dengan kesan kekar. Besinya halus namun kering, sementara pamornya putih terang dan alus.
Keris tangguh Mataram Senopaten juga kerap dijumpai menggunakan gonjo sebit ron tal, dinamakan demikian karena bentuk wuwungannya menyerupai sobekan daun tal atau siwalan. Bentuk gonjo ini banyak diminati karena lazim ditemukan pada keris-keris sepuh, dengan ekor cicak yang tidak terlalu runcing. Hal ini berbeda dengan gonjo nguceng mati yang memiliki sirah cecak kecil, lancip, serta buntut panjang dan tajam.
Keseluruhan ciri tersebut menegaskan karakter tangguh Mataram Senopaten sebagai pusaka masa peralihan: kokoh dalam struktur, matang dalam garap, dan sarat dengan wibawa sejarah yang panjang.
P242
Keris Sinom Gonjo Wilut era Mataram Senopaten
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 849 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Semar Pethak Tangguh Tuban Empu Bekel Jati Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Semar Pethak Pamor (motif lipatan besi) : Wos Wutah (Akhodiyat Meteorit) Pamor Gonjo : Sumber Mas Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Tuban (Empu Bekel Jati) Warangka : Ladrang Surakarta Kayu Trembalo Kuno Handle / Gagang : Solo, Kayu Kemuning Pendok: Bunton… selengkapnya
Rp 5.555.000Keris Pamengkang Jagad Pamor Janur Sinebit Sepuh Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Brojol (Pamengkang Jagad Original) Pamor (motif lipatan besi) : Janur Sinebit Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Abad XVII Panjang Bilah : 32 cm Warangka : Gayaman Jogja Kayu Timoho Kuno Handle / Gagang : Jogja Kayu Kemuning Kuno Pendok :… selengkapnya
Rp 3.111.000Keris Jangkung Mataram Sultan Agung Pamor Wos Wutah Meteorit Keris Jangkung Mataram Sultan Agung Pamor Wos Wutah Meteorit adalah pusaka yang memancarkan keanggunan dan kekuatan dari masa kejayaan Mataram di bawah Sultan Agung. Dhapur Jangkung melambangkan perlindungan dan harapan, serta pamor Wos Wutah yang dipercaya membawa berkah dan kemakmuran, keris ini menjadi simbol perjalanan spiritual… selengkapnya
Rp 3.333.000Pusaka Keris Naga Pasa Kinatah Kamarogan Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Naga Pasa / Naga Tapa Pamor (motif lipatan besi) : Segoro Muncar (Kinatah Kamoragan Kuningan Disepuh Emas) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Kamardikan Alusan Panjang Bilah : 37 cm Warangka : Ladrang Surakarta Kayu Cemara Handle / Gagang : Kayu Sawo Pendok :… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Panimbal Pamor Akhodiyat Meteor Tangguh Pajang Sepuh Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Panimbal Luk 9 Pamor (motif lipatan besi) : Wos Wutah (Akhodiyat Meteorit) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Pajang Mataram (Abad XVI) Panjang Bilah : 36 cm Warangka : Gayaman Yogyakarta (Kayu Trembalo Kuno) Handle / Gagang : Yogyakarta (Kayu Kemuning… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Jangkung Robyong Istimewa Pamor Rojo Gundolo Telaga Membleng Madura Sepuh Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Jangkung Robyong (Dhapur Langka) Pamor (motif lipatan besi) : Kulit Semangka Agal Rojo Gundolo (Terdapat Pamor Telaga Membleng) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Madura Sepuh Abad Ke 16 Masehi Panjang Bilah : 35,5 cm Warangka : Gayaman Surakarta… selengkapnya
Rp 4.333.000Keris Carang Soka Tuban Majapahit Pamor Adeg Keris Carang Soka Tuban Majapahit Pamor Adeg – Keris, senjata tradisional yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari warisan budaya Indonesia, terus menghadirkan misteri dan keindahan yang tak ternilai. Di antara berbagai bentuk dan coraknya, Keris Carang Soka menonjol dengan filosofi yang menggambarkan perjalanan seseorang melalui duka dan… selengkapnya
Hubungi AdminPusaka Keris Carito Genengan Kuno Pusaka Keris Carito Genengan Kuno luk sebelas, ukuran sedang, kembang kacang pogog berjenggot atau juga nguku bima, berjalen, lambe gajah dua, memakai pejetan dan greneng ri pandan. Dapur Carito Genengan disebut juga Carita Gunungan. Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Carita Genengan Pamor (motif lipatan besi) : Beras Wutah Tangguh… selengkapnya
Rp 4.111.000


















WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.