Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
- Keris Tangguh Tuban
- Keris Panimbal Mataram Senopaten Sepuh
- Keris Sengkelat Pusaka Warisan Kerajaan Blambangan
- Tombak Pusaka Godong Pring Tejo Kinurung
- Keris Pamor Banyu Tetes Tirto Tumetes Tetesing War
- Pedang Kuno Suduk Maru Pamor Udan Mas
- Pendok Keris Kuningan Motif Modang
- Jual Blawong Keris Tombak Ukir Naga Paksi Dewata
Keris Sinom Gonjo Wilut era Mataram Senopaten
Rp 3.500.000| Kode | P242 |
| Stok | Habis |
| Kategori | Dhapur Sinom, Katalog Produk, Keris, Keris Lurus, Pamor Beras Wutah, Tangguh Mataram Senopaten |
| Jenis | : Keris Lurus |
| Dhapur | : Sinom |
| Pamor | : Wos Wutah |
| Tangguh | : Mataram Senopaten |
| Warangka | : Gayaman Yogyakarta, Kayu Timoho |
| Deder/Handle | : Banaran, Kayu Timoho |
| Pendok | : Bunton Slorok Kemalo Merah |
| Mendak | : Kendhit, Bahan Kuningan |
Keris Sinom Gonjo Wilut era Mataram Senopaten
Dhapur Sinom
Sinom merupakan salah satu dhapur keris lurus yang dikenal dengan ricikan khas berupa sekar kacang, jalen, lambe gajah satu, pejetan, sogokan rangkap, sraweyan, serta greneng. Secara perawakan, Sinom menampilkan kesan sederhana namun rapi, memancarkan rasa halus yang menjadi ciri utama dhapur ini.
Secara harfiah, sinom merujuk pada daun pohon asam yang masih muda, atau pada rambut-rambut halus di dahi—bathuk dalam bahasa Jawa—yang tipis dan lembut. Dari sifat alaminya tersebut, Sinom melambangkan kelembutan, kesantunan, dan keteduhan budi. Ia mencitrakan karakter yang enom: muda, segar, dan bersahaja, layaknya seseorang yang baru memulai perjalanan hidup dengan hati yang bersih dan pikiran terbuka.
Dalam konteks sosial, nilai Sinom mengajarkan pentingnya menjaga sikap dalam berinteraksi dengan sesama. Bertutur kata dengan lembut, bersikap ramah, murah senyum, serta menghargai lawan bicara merupakan laku utama yang sejalan dengan filosofi dhapur ini. Tidak sekadar pandai berbicara, tetapi juga piawai mendengarkan dengan empati. Sikap demikian menjadikan kehadiran seseorang terasa menyejukkan dan menenteramkan, hingga mampu menumbuhkan rasa kesengsem—keterpesonaan yang lahir dari ketulusan budi, bukan dari kepura-puraan.
Lebih jauh, Sinom juga menjadi simbol jiwa muda. Bukan semata tentang usia biologis, melainkan tentang semangat yang tetap segar, optimisme yang terjaga, serta keterbukaan terhadap perubahan. Jiwa muda adalah kemampuan untuk menjaga hati tetap ringan, pikiran tetap lentur, dan sikap tetap rendah hati, betapapun panjang perjalanan hidup yang telah ditempuh.
Dengan demikian, dhapur Sinom mencerminkan perpaduan antara kelembutan budi, kesantunan dalam bertutur, dan semangat muda yang memberi warna serta keseimbangan dalam perjalanan hidup manusia.
Pamor Beras Wutah
Pamor Wos Wutah atau Beras Wutah—yang secara harfiah berarti beras tumpah—ditandai oleh bercak-bercak putih kecil yang tersebar di permukaan bilah, menyerupai butiran beras yang berceceran. Secara visual pamor ini tampak sederhana, namun justru di sanalah letak kekuatan maknanya. Dalam tradisi Jawa, Beras Wutah melambangkan rezeki yang melimpah dan mengalir.
Di sisi lain, pamor Beras Wutah juga berfungsi sebagai pameling—pengingat—terutama dalam menjalani kehidupan berumah tangga. Beras yang telah tumpah jarang sekali dapat kembali ke takarannya semula. Peribahasa ini menggambarkan bahwa sesuatu yang telah berubah akan sulit dipulihkan sepenuhnya. Sekalipun dikumpulkan kembali, pasti membutuhkan waktu, tenaga, dan tak jarang hasilnya pun tidak lagi bersih seperti sediakala.
Pitutur yang terkandung di dalamnya mengajarkan kehati-hatian dalam bersikap dan bertindak, terutama dalam relasi suami-istri. Menjaga agar “beras tidak tumpah” berarti menjaga rasa hormat, kepercayaan, dan keselarasan batin dalam rumah tangga. Sebab ketika kepercayaan telah terciderai, memulihkannya memerlukan proses panjang, dan surga dalam berumah tangga akan kehilangan salah satu pilar utamanya.
Tangguh Mataram Senopaten
Dalam Serat Centhini, keris tangguh Mataram Senopaten digambarkan sebagai pusaka dengan perawakan pasikutan yang prigel dan apik. Besinya bersemu biru, terasa kering namun halus, dengan pamor yang menancap pandhes. Wataknya ngawat, kencang, dan keras—sebuah pusaka yang tan ana kang nguciwani, tidak mengecewakan pemiliknya.
Keris-keris pada masa ini umumnya masih membawa kuat karakter Majapahit. Hal ini wajar, mengingat banyak empu pada masa Panembahan Senopati merupakan empu Majapahit atau keturunannya. Salah satu tokoh empu penting dalam masa peralihan ini adalah Empu Supo Anom, yang juga dikenal dengan sebutan Empu Kinom.
Dalam Pakem Pusaka Duwung, Sabet, Tombak karya R.Ng. Ronggowarsito (ditulis ulang oleh R.Ng. Hartokretarto, 1964), ciri-ciri keris Senopaten dijelaskan antara lain gandik berukuran sedang hingga agak panjang, sekar kacang besar, tikel alis yang jelas, pejetan, serta sogokan yang dalam dan lebar. Wilahnya berperawakan sedang hingga agak tebal, dengan kesan kekar. Besinya halus namun kering, sementara pamornya putih terang dan alus.
Keris tangguh Mataram Senopaten juga kerap dijumpai menggunakan gonjo sebit ron tal, dinamakan demikian karena bentuk wuwungannya menyerupai sobekan daun tal atau siwalan. Bentuk gonjo ini banyak diminati karena lazim ditemukan pada keris-keris sepuh, dengan ekor cicak yang tidak terlalu runcing. Hal ini berbeda dengan gonjo nguceng mati yang memiliki sirah cecak kecil, lancip, serta buntut panjang dan tajam.
Keseluruhan ciri tersebut menegaskan karakter tangguh Mataram Senopaten sebagai pusaka masa peralihan: kokoh dalam struktur, matang dalam garap, dan sarat dengan wibawa sejarah yang panjang.
P242
Keris Sinom Gonjo Wilut era Mataram Senopaten
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 650 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Singa Barong Luk 11 Tinatah Emas Mataram Sultan Agung TAG132
Rp 25.000.000Tilam Upih Tuban Jenis : Keris Lurus Dhapur : Tilam Upih Pamor : Beras Wutah Tangguh : Tuban Abad / Tahun : XIV Warangka : Gayaman Surakarta Bahan Warangka : Kayu Trembalo Gandar Iras Kuno Pendok : Blewah bahan kuningan mamas Mendak : Tembaga Filosofi Keris Tilam Upih Keris Tilam Upih adalah pilihan yang sangat… selengkapnya
Rp 2.200.000Keris Jangkung Naga Temanten Kinatah Kamarogan Kamardikan Alusan Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Jangkung Naga Temanten (Kontemporer) Pamor (motif lipatan besi) : Kulit Semangka Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Kamardikan (Garap Alus) Panjang Bilah : 36 cm Warangka : Gayaman Solo Kayu Jati Alas Handle / Gagang : Kayu Jati Alas Pendok : Bunton… selengkapnya
Rp 1.888.000Jalak Ngore PB IV Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Jalak Ngore Pamor (motif lipatan besi) : Kulit Semangka Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : PB IV (Pakubuwono Ke-4) Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Timoho Kuno Handle / Gagang : Solo, Kayu Kemuning Kuno Pendok: Blewah Surakarta Tembaga Ukiran Tebal Mendak : Selut Tembaga Hias Permata
Rp 7.333.000Keris Pamor Singkir Angin Tangguh Tuban Majapahit Sepuh Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Brojol Pamor (motif lipatan besi) : Singkir Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Tuban Era Majapahit Panjang Bilah : 33 cm Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Trembalo Gandar Iras Kuno Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang Kuno Pendok : Blewah… selengkapnya
Rp 2.555.000Keris Brojol Pamor Brahma Watu Langka Tangguh Tuban Sepuh Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Brojol Pamor (motif lipatan besi) : Brahma Watu (pamor Langka) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Tuban Mataram Abad Ke 17 Masehi Panjang Bilah : 32,5 cm Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Galeh Asem Handle / Gagang : Kayu kemuning Bang… selengkapnya
Rp 1.888.000


















WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.