Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Admin PusakaKeris.com
● online
Admin PusakaKeris.com
● online
Halo, perkenalkan saya Admin PusakaKeris.com
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Buka jam 08.00 s/d jam 23.00
Beranda » Dhapur Tilam Upih » Keris Tilam Upih Pamor Wos Wutah Tuban Sepuh
click image to preview activate zoom

Keris Tilam Upih Pamor Wos Wutah Tuban Sepuh

Rp 2.500.000
KodeTAG025
Stok Tersedia (1)
Kategori Dhapur Tilam Upih, Katalog Produk, Keris, Keris Lurus, Pamor Beras Wutah, Tangguh Tuban
Jenis : Keris Lurus
Dhapur Tilam Upih
Pamor Wos Wutah
Tangguh Tuban
Warangka : Ladrang Surakarta, Bahan Kayu Sono Keling
Deder/Handle : Yudawinatan, Bahan Kayu Sono Keling
Pendok : Bunton, Bahan Kuningan
Mendak : Kendhit, Bahan Kuningan
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan lebih cepat! Quick Order
Bagikan ke

Keris Tilam Upih Pamor Wos Wutah Tuban Sepuh

Keris Tilam Upih Pamor Wos Wutah Tuban Sepuh

Keris dengan dhapur Tilam Upih merupakan salah satu dhapur lurus yang paling dikenal dan paling banyak dijumpai dalam dunia perkerisan. Kesederhanaan bentuknya justru menjadi alasan mengapa dhapur ini sejak lama banyak dijadikan pusaka keluarga dan diwariskan turun-temurun sebagai piandel atau penguat batin.

Dalam tradisi Jawa, pusaka bukan sekadar benda lama yang disimpan, melainkan sesuatu yang dianggap menyimpan doa, harapan, nilai hidup, dan pesan kebajikan dari generasi sebelumnya. Keris tidak hanya menjadi tontonan dalam sisi estetikanya, tetapi juga menjadi tuntunan—pengingat tentang cara manusia menjalani kehidupan.

Secara simbolik, Tilam Upih sering dimaknai sebagai perlambang kasih, keteduhan, dan perlindungan. Dalam pemaknaan lama, Tilam Upih juga dihubungkan dengan simbol perempuan—bukan dalam arti harfiah, melainkan sebagai lambang kelembutan, kesabaran, dan cinta yang memelihara. Seperti kasih seorang ibu yang tidak pernah habis oleh waktu, atau ketulusan seorang ayah dan pasangan yang tetap hadir tanpa banyak suara.

Karena itulah, Tilam Upih sering dipandang sebagai dhapur yang sangat layak menjadi pusaka keluarga—sebuah pengingat bahwa kekuatan tidak selalu hadir dalam bentuk yang keras, tetapi juga dalam wujud belas kasih.

Dipadukan dengan pamor Wos Wutah, bilah ini menghadirkan pola yang menyerupai butiran beras yang tercecer. Dalam pemaknaan perkerisan, Wos Wutah kerap dikaitkan dengan kecukupan, kelancaran rezeki, dan kemakmuran yang mengalir secara alami.

Ada satu falsafah Jawa yang sangat dekat dengan makna pamor ini:
“Rezeki iku ora isa ditiru.”

Rezeki tidak dapat ditiru. Meski jalan hidup dan usaha terlihat sama, hasil yang diterima setiap orang belum tentu serupa. Ada yang diwujudkan dalam kelimpahan harta, ada pula yang hadir sebagai ketenangan hati, rasa cukup, dan kehidupan yang ayem. Sebab yang disebut cukup, pada akhirnya bukan soal banyaknya yang dimiliki—tetapi bagaimana manusia mampu mensyukuri yang diterima.

Karakter tersebut terasa semakin lengkap ketika hadir dalam nuansa tangguh Tuban.

Sebagai salah satu pusat budaya pesisir penting pada masa lampau, Tuban melahirkan keris dengan karakter yang sangat khas dan mudah dikenali. Berbeda dengan banyak tangguh tua lain yang kini semakin jarang dijumpai, keris tangguh Tuban masih relatif lebih sering ditemukan.

Mayoritas keris Tuban dibuat dalam dhapur lurus, terutama Tilam Upih dan beberapa dhapur sederhana lainnya. Namun jangan salah menilai kesederhanaannya.

Keistimewaan keris Tuban justru terletak pada bilah yang cenderung tipis, ringan, namun matang tempaan. Ketika disentil, banyak keris Tuban menghasilkan bunyi berdenting yang menjadi penanda kualitas pengolahan besinya. Selain itu, keris Tuban juga dikenal memiliki karakter pamor yang disebut ndeling—permainan warna besi yang menghadirkan nuansa hitam, putih keruh, dan putih mengilap secara bersamaan sehingga memberi kedalaman visual yang khas.

Perpaduan dhapur Tilam Upih, pamor Wos Wutah, dan tangguh Tuban menghadirkan sebuah pusaka yang seolah membawa pesan sederhana namun dalam: hidup yang baik bukan tentang mengejar kemewahan, melainkan menjaga kasih, mensyukuri kecukupan, dan tetap ringan melangkah dalam perjalanan hidup.

 

 

TAG025

Keris Tilam Upih Pamor Wos Wutah Tuban Sepuh

Berat 1500 gram
Kondisi Bekas
Dilihat 7 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Mohon maaf, form diskusi dinonaktifkan pada produk ini.
Produk Terkait

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

WhatsApp WhatsApp us