Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
Keris Tilam Upih Pamor Wos Wutah Tuban Sepuh
| Kode | TAG025 |
| Stok | Habis |
| Kategori | Dhapur Tilam Upih, Katalog Produk, Keris, Keris Lurus, Pamor Beras Wutah, Tangguh Tuban |
| Jenis | : Keris Lurus |
| Dhapur | : Tilam Upih |
| Pamor | : Wos Wutah |
| Tangguh | : Tuban |
| Warangka | : Ladrang Surakarta, Bahan Kayu Sono Keling |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Bahan Kayu Sono Keling |
| Pendok | : Bunton, Bahan Kuningan |
| Mendak | : Kendhit, Bahan Kuningan |
Keris Tilam Upih Pamor Wos Wutah Tuban Sepuh
Keris Tilam Upih Pamor Wos Wutah Tuban Sepuh
Keris dengan dhapur Tilam Upih merupakan salah satu dhapur lurus yang paling dikenal dan paling banyak dijumpai dalam dunia perkerisan. Kesederhanaan bentuknya justru menjadi alasan mengapa dhapur ini sejak lama banyak dijadikan pusaka keluarga dan diwariskan turun-temurun sebagai piandel atau penguat batin.
Dalam tradisi Jawa, pusaka bukan sekadar benda lama yang disimpan, melainkan sesuatu yang dianggap menyimpan doa, harapan, nilai hidup, dan pesan kebajikan dari generasi sebelumnya. Keris tidak hanya menjadi tontonan dalam sisi estetikanya, tetapi juga menjadi tuntunan—pengingat tentang cara manusia menjalani kehidupan.
Secara simbolik, Tilam Upih sering dimaknai sebagai perlambang kasih, keteduhan, dan perlindungan. Dalam pemaknaan lama, Tilam Upih juga dihubungkan dengan simbol perempuan—bukan dalam arti harfiah, melainkan sebagai lambang kelembutan, kesabaran, dan cinta yang memelihara. Seperti kasih seorang ibu yang tidak pernah habis oleh waktu, atau ketulusan seorang ayah dan pasangan yang tetap hadir tanpa banyak suara.
Karena itulah, Tilam Upih sering dipandang sebagai dhapur yang sangat layak menjadi pusaka keluarga—sebuah pengingat bahwa kekuatan tidak selalu hadir dalam bentuk yang keras, tetapi juga dalam wujud belas kasih.
Dipadukan dengan pamor Wos Wutah, bilah ini menghadirkan pola yang menyerupai butiran beras yang tercecer. Dalam pemaknaan perkerisan, Wos Wutah kerap dikaitkan dengan kecukupan, kelancaran rezeki, dan kemakmuran yang mengalir secara alami.
Ada satu falsafah Jawa yang sangat dekat dengan makna pamor ini:
“Rezeki iku ora isa ditiru.”
Rezeki tidak dapat ditiru. Meski jalan hidup dan usaha terlihat sama, hasil yang diterima setiap orang belum tentu serupa. Ada yang diwujudkan dalam kelimpahan harta, ada pula yang hadir sebagai ketenangan hati, rasa cukup, dan kehidupan yang ayem. Sebab yang disebut cukup, pada akhirnya bukan soal banyaknya yang dimiliki—tetapi bagaimana manusia mampu mensyukuri yang diterima.
Karakter tersebut terasa semakin lengkap ketika hadir dalam nuansa tangguh Tuban.
Sebagai salah satu pusat budaya pesisir penting pada masa lampau, Tuban melahirkan keris dengan karakter yang sangat khas dan mudah dikenali. Berbeda dengan banyak tangguh tua lain yang kini semakin jarang dijumpai, keris tangguh Tuban masih relatif lebih sering ditemukan.
Mayoritas keris Tuban dibuat dalam dhapur lurus, terutama Tilam Upih dan beberapa dhapur sederhana lainnya. Namun jangan salah menilai kesederhanaannya.
Keistimewaan keris Tuban justru terletak pada bilah yang cenderung tipis, ringan, namun matang tempaan. Ketika disentil, banyak keris Tuban menghasilkan bunyi berdenting yang menjadi penanda kualitas pengolahan besinya. Selain itu, keris Tuban juga dikenal memiliki karakter pamor yang disebut ndeling—permainan warna besi yang menghadirkan nuansa hitam, putih keruh, dan putih mengilap secara bersamaan sehingga memberi kedalaman visual yang khas.
Perpaduan dhapur Tilam Upih, pamor Wos Wutah, dan tangguh Tuban menghadirkan sebuah pusaka yang seolah membawa pesan sederhana namun dalam: hidup yang baik bukan tentang mengejar kemewahan, melainkan menjaga kasih, mensyukuri kecukupan, dan tetap ringan melangkah dalam perjalanan hidup.
TAG025
Keris Tilam Upih Pamor Wos Wutah Tuban Sepuh
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 689 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Pusaka Keris Korowelang Kinatah Emas Asli Sepuh Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Korowelang Luk 13 (Kinatah Emas) Pamor (motif lipatan besi) : Wos Wutah Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Sultan Agung (Abad XVI) Panjang Bilah : 36 cm Warangka : Branggah Yogyakarta (Kayu Timoho) Handle / Gagang : Yogyakarta (Kayu Timoho) Pendok… selengkapnya
Rp 4.750.000Pusaka Keris Nogo Sosro Kinatah Emas Asli Sepuh Kuno SALAH SATU KOLEKSI PRIBADI KAMI. KERIS NAGA SASRA KINATAH EMAS ASLI SEPUH KUNO TANGGUH ERA MATARAM SULTAN AGUNG. DENGAN SANDANGAN YG MEWAH DAN ELEGANT, WARANGKA DAN HULU DARI KAYU CENDANA WANGI DG GAYA MODEL LADRANG SURAKARTANAN. KHUSUS UNTUK KERIS PUSAKA YG SATU INI MEMANG TIDAK KAMI… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Brojol Full Pamor Putih Kulit Semangka Rojo Gundolo Pajajaran Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Brojol Pamor (motif lipatan besi) : Kulit Semangka Agal Full Pamor Putih (Pamor Tiban; Rojo Gundolo, Telaga Membleng) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Pajajaran Panjang Bilah : 33 cm Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Trembalo Iras Kuno Handle… selengkapnya
Rp 1.555.000Keris Sempono Luk 9 Pamor Wahyu Tumurun Pajajaran Sepuh Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Sempono Luk 9 Pamor (motif lipatan besi) : Wos Wutah Wahyu Tumurun Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Pajajaran Panjang Bilah : 36,5 cm Warangka : Ladrang Surakarta Kayu Trembalo Iras Kuno Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang Kuno Pendok… selengkapnya
Rp 3.100.000Keris Kuno Sempono Parmor Adeg Singkir Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Sempono Luk 9 Pamor (motif lipatan besi) : Adeg Singkir Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Blambangan Warangka : Ladrang Suramarta Kayu Timoho Handle / Gagang : Solo, Kayu Kemuning Pendok: Blewah Surakarta Mendak : Selut Kuningan Hias Permata Kode: P520 “Kalis Ing Sambikala” adalah… selengkapnya
Rp 6.111.000Keris Sempono Bungkem Asli Sepuh Keris Sempono Bungkem Asli Sepuh memang merupakan keris pusaka yang sangat langka. Dengan ciri khas yang unik yaitu kembang kacang model bungkem menyatu dengan gandik. Tidak hanya sekadar kembang kacang yang menempel saja, melainkan menancap dengan gandiknya. Kebanyakan keris Sempono Bungkem hanya sekadar kembang kacang yang menempel tidak sampai menyatu…. selengkapnya
Rp 6.500.000
















WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.