Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Admin PusakaKeris.com
● online
Admin PusakaKeris.com
● online
Halo, perkenalkan saya Admin PusakaKeris.com
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Buka jam 08.00 s/d jam 23.00
Beranda » Dhapur Pandawa Lare » Keris Pandhawa Lare Majapahit Pamor Keleng
click image to preview activate zoom

Keris Pandhawa Lare Majapahit Pamor Keleng

Rp 6.500.000
KodeTAG047
Stok Tersedia (1)
Kategori Dhapur Pandawa Lare, Katalog Produk, Keris, Keris Luk 5, Pamor Kelengan, Tangguh Majapahit
Jenis : Keris Luk 5
Dhapur Pandhawa Lare
Pamor Keleng
Tangguh Majapahit
Warangka : Ladrang Suakarta, Kayu Cendana Wangi Iras Iras
Deder/Handle : Yudawinatan, Bahan Kayu Timoho
Pendok : Bleweh, Bahan Kuningan Sepuh Perak
Mendak : Parijata, Bahan Perak
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan lebih cepat! Quick Order
Bagikan ke

Keris Pandhawa Lare Majapahit Pamor Keleng

Dhapur Pandhawa Lare

Pandhawa Lare merupakan salah satu dhapur keris luk 5 yang memiliki ricikan berupa sekar kacang, jalen, lambe gajah, tikel alis, pejetan, sraweyan, dan greneng.

Nama Pandhawa Lare berasal dari lakon pewayangan yang mengisahkan masa kanak-kanak para Pandawa ketika hidup dalam pengasingan bersama Dewi Kunti setelah lolos dari peristiwa Bale Sigala-gala. Dalam kisah tersebut diceritakan berbagai ujian hidup yang mereka hadapi, termasuk perjuangan memperoleh makanan dengan tetap menjaga kehormatan dan menjunjung ajaran ibunya.

Karena itu, dhapur Pandhawa Lare umumnya dimaknai sebagai simbol keteguhan hati, kemandirian, bakti kepada orang tua, serta kemampuan menjaga kehormatan diri di tengah berbagai kesulitan hidup.

Eks Tinatah Emas Panji Wilis

Pada bagian gandhik keris ini masih tampak jejak ornamen tinatah dengan motif yang dikenal sebagai cacah gori. Lapisan emas yang dahulu menghiasi tatahan tersebut kini telah hilang, menyisakan bekas ukiran yang masih dapat diamati.

Hilangnya lapisan emas pada keris bertinatah merupakan hal yang cukup sering dijumpai. Dalam tradisi masyarakat, kondisi ini kerap dikaitkan dengan pelepasan emas pada masa-masa sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup, meskipun faktor usia, keausan, dan proses korosi selama ratusan tahun juga dapat menjadi penyebabnya.

Dalam berbagai literatur perkerisan disebutkan bahwa keris bertinatah emas umumnya dibuat sebagai pusaka kalangan bangsawan, pejabat, atau tokoh yang memiliki kedudukan penting. Sementara itu, keris luk 5 juga kerap dikaitkan dengan lingkungan ningrat dalam sejumlah naskah dan tradisi tutur. Walaupun demikian, kedua hal tersebut tidak dapat dijadikan dasar tunggal untuk memastikan status sosial pemilik pertama sebuah keris, melainkan hanya menjadi salah satu petunjuk historis yang perlu dipertimbangkan bersama unsur-unsur lainnya.

Pamor Keleng

Pamor Keleng merupakan bilah yang tidak menampilkan gambar pamor sebagaimana lazimnya keris berpamor. Penampilannya didominasi warna hitam atau gelap sehingga keindahan keris lebih ditentukan oleh kualitas tempa, bentuk bilah, serta ketepatan garap setiap ricikannya.

Dalam dunia tosan aji, keris keleng dipandang sebagai cerminan kematangan karya seorang empu. Tanpa mengandalkan keindahan motif pamor, perhatian sepenuhnya tertuju pada kesempurnaan bentuk, ketelitian pengerjaan, dan kualitas material. Karena itu, keris keleng sering menjadi tolok ukur kepiawaian seorang empu dalam menghasilkan bilah yang proporsional, presisi, dan berkarakter.

Tangguh Majapahit

Tangguh Majapahit merupakan salah satu tangguh yang paling dikenal dalam khazanah perkerisan Nusantara. Keris-keris dari masa ini banyak diminati karena memadukan kualitas material, kematangan garap, serta nilai sejarah yang berkaitan dengan kejayaan Kerajaan Majapahit.

Pada masa Majapahit, perkembangan teknologi penempaan logam dan seni pembuatan keris mencapai tingkat yang sangat maju. Sejumlah nama empu seperti Empu Sedah, Empu Supa, Empu Dhomas, Empu Singkir, dan beberapa empu lainnya tercatat dalam berbagai naskah tradisional sebagai tokoh penting yang mewarnai perkembangan dunia perkerisan pada masa tersebut.

Menurut Koesni dalam Pakem Pengetahuan Tentang Keris (1979), keris bertangguh Majapahit umumnya memiliki bentuk yang proporsional dengan gonjo sebit lontar, sirah cecak yang pendek namun luwes, gandik relatif pendek, sogokan yang tidak terlalu panjang, serta bilah yang tampak ramping dengan luk yang renggang. Materialnya dikenal padat, permukaan bilah terasa halus, dan memperlihatkan warna hitam dengan semburat kebiruan yang menjadi salah satu ciri khasnya.

Di kalangan pecinta tosan aji, tangguh Majapahit juga dikenal memiliki perpaduan yang kuat antara nilai artistik, sejarah, dan filosofi, sehingga hingga kini tetap menjadi salah satu tangguh yang paling banyak dicari dan diapresiasi.

 

TAG047

Keris Pandhawa Lare Majapahit Pamor Keleng

Berat 1500 gram
Kondisi Bekas
Dilihat 4 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Mohon maaf, form diskusi dinonaktifkan pada produk ini.
Produk Terkait

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

WhatsApp WhatsApp us