Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
- Pusaka Keris Tilam Upih Pamor Ngulsem
- Keris Naga Sasra Luk 13 Kinatah Kamarogan Kamardik
- Jual Jagrak Tempat Tombak Pusaka Ukiran Naga Kemba
- Keris Tilam Upih Pamor Sumsum Buron Rojo Gundolo
- Keris Panji Nom Pamor Wos Wutah HB Sepuh
- Pusaka Keris Brojol Pamor Tangkis
- Pusaka Keris Pulanggeni Keleng
- Keris Sengkelat Luk 13 Tangguh Mataram Sepuh Utuh
Keris Pandhawa Lare Majapahit Pamor Keleng
Rp 7.500.000| Kode | TAG047 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Dhapur Pandawa Lare, Katalog Produk, Keris, Keris Luk 5, Pamor Kelengan, Tangguh Majapahit |
| Jenis | : Keris Luk 5 |
| Dhapur | : Pandhawa Lare |
| Pamor | : Keleng |
| Tangguh | : Majapahit |
| Warangka | : Ladrang Suakarta, Kayu Cendana Wangi Iras Iras |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Bahan Kayu Timoho |
| Pendok | : Bleweh, Bahan Kuningan Sepuh Perak |
| Mendak | : Parijata, Bahan Perak |
Keris Pandhawa Lare Majapahit Pamor Keleng
Dhapur Pandhawa Lare
Pandhawa Lare merupakan salah satu dhapur keris luk 5 yang memiliki ricikan berupa sekar kacang, jalen, lambe gajah, tikel alis, pejetan, sraweyan, dan greneng.
Nama Pandhawa Lare berasal dari lakon pewayangan yang mengisahkan masa kanak-kanak para Pandawa ketika hidup dalam pengasingan bersama Dewi Kunti setelah lolos dari peristiwa Bale Sigala-gala. Dalam kisah tersebut diceritakan berbagai ujian hidup yang mereka hadapi, termasuk perjuangan memperoleh makanan dengan tetap menjaga kehormatan dan menjunjung ajaran ibunya.
Karena itu, dhapur Pandhawa Lare umumnya dimaknai sebagai simbol keteguhan hati, kemandirian, bakti kepada orang tua, serta kemampuan menjaga kehormatan diri di tengah berbagai kesulitan hidup.
Eks Tinatah Emas Panji Wilis
Pada bagian gandhik keris ini masih tampak jejak ornamen tinatah dengan motif yang dikenal sebagai cacah gori. Lapisan emas yang dahulu menghiasi tatahan tersebut kini telah hilang, menyisakan bekas ukiran yang masih dapat diamati.
Hilangnya lapisan emas pada keris bertinatah merupakan hal yang cukup sering dijumpai. Dalam tradisi masyarakat, kondisi ini kerap dikaitkan dengan pelepasan emas pada masa-masa sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup, meskipun faktor usia, keausan, dan proses korosi selama ratusan tahun juga dapat menjadi penyebabnya.
Dalam berbagai literatur perkerisan disebutkan bahwa keris bertinatah emas umumnya dibuat sebagai pusaka kalangan bangsawan, pejabat, atau tokoh yang memiliki kedudukan penting. Sementara itu, keris luk 5 juga kerap dikaitkan dengan lingkungan ningrat dalam sejumlah naskah dan tradisi tutur. Walaupun demikian, kedua hal tersebut tidak dapat dijadikan dasar tunggal untuk memastikan status sosial pemilik pertama sebuah keris, melainkan hanya menjadi salah satu petunjuk historis yang perlu dipertimbangkan bersama unsur-unsur lainnya.
Pamor Keleng
Pamor Keleng merupakan bilah yang tidak menampilkan gambar pamor sebagaimana lazimnya keris berpamor. Penampilannya didominasi warna hitam atau gelap sehingga keindahan keris lebih ditentukan oleh kualitas tempa, bentuk bilah, serta ketepatan garap setiap ricikannya.
Dalam dunia tosan aji, keris keleng dipandang sebagai cerminan kematangan karya seorang empu. Tanpa mengandalkan keindahan motif pamor, perhatian sepenuhnya tertuju pada kesempurnaan bentuk, ketelitian pengerjaan, dan kualitas material. Karena itu, keris keleng sering menjadi tolok ukur kepiawaian seorang empu dalam menghasilkan bilah yang proporsional, presisi, dan berkarakter.
Tangguh Majapahit
Tangguh Majapahit merupakan salah satu tangguh yang paling dikenal dalam khazanah perkerisan Nusantara. Keris-keris dari masa ini banyak diminati karena memadukan kualitas material, kematangan garap, serta nilai sejarah yang berkaitan dengan kejayaan Kerajaan Majapahit.
Pada masa Majapahit, perkembangan teknologi penempaan logam dan seni pembuatan keris mencapai tingkat yang sangat maju. Sejumlah nama empu seperti Empu Sedah, Empu Supa, Empu Dhomas, Empu Singkir, dan beberapa empu lainnya tercatat dalam berbagai naskah tradisional sebagai tokoh penting yang mewarnai perkembangan dunia perkerisan pada masa tersebut.
Menurut Koesni dalam Pakem Pengetahuan Tentang Keris (1979), keris bertangguh Majapahit umumnya memiliki bentuk yang proporsional dengan gonjo sebit lontar, sirah cecak yang pendek namun luwes, gandik relatif pendek, sogokan yang tidak terlalu panjang, serta bilah yang tampak ramping dengan luk yang renggang. Materialnya dikenal padat, permukaan bilah terasa halus, dan memperlihatkan warna hitam dengan semburat kebiruan yang menjadi salah satu ciri khasnya.
Di kalangan pecinta tosan aji, tangguh Majapahit juga dikenal memiliki perpaduan yang kuat antara nilai artistik, sejarah, dan filosofi, sehingga hingga kini tetap menjadi salah satu tangguh yang paling banyak dicari dan diapresiasi.
TAG047
Keris Pandhawa Lare Majapahit Pamor Keleng
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 396 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Brojol Original Sepuh Pusaka ini menghadirkan sebuah pelajaran sunyi tentang kejujuran laku dan kesederhanaan makna. Ia tidak datang dengan kemegahan bentuk atau kerumitan ricikan, tetapi justru menawarkan keteduhan bagi siapa pun yang mampu membaca kedalaman isinya. Dalam tradisi perkerisan Jawa, pusaka semacam ini sering dipandang sebagai cermin awal perjalanan batin—sebuah pengingat tentang asal-usul manusia,… selengkapnya
Rp 2.000.000MASTERPIECE Keris Tumenggung Pamor Ron Genduru MASTERPIECE keris Tumenggung Pamor Ron Genduru – Tumenggung merupakan keris pusaka yang dibuat sejak zaman dulu. Walaupun keris ini dibuat sudah lama akan tetapi keberadaan dari keris pusaka tumenggung ini masih diburu atau dicari sampai sekarang. Keris tumenggung ini memiliki bentuk yang sangat indah dan ditambah dengan pamornya yaitu… selengkapnya
Rp 25.000.000Pusaka Keris Sabuk Inten Kinatah Emas Majapahit Sepuh Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Sabuk Inten Luk 11 Pamor (motif lipatan besi) : Beras Wutah Ceprit (Kinatah Emas Asli Kuno) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Majapahit TUS Panjang Bilah : 35 cm Pesi utuh masih panjang Warangka : Ladrang Surakarta Gandar Iras Kayu Trembalo… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Jangkung Mangkurat Mataram Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Jangkung Mangkurat Luk 3 Pamor (motif lipatan besi) : Kulit Semangka Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Abad Ke 17 Masehi Panjang Bilah : 33,7 cm Warangka : Gayaman Jogjakarta Kayu Timoho Handle / Gagang : Kayu Cendana Jawa Pendok : Bunton Jogjakarta Kuningan Ukir… selengkapnya
Rp 2.333.000Tilam Upih Pamor Jung Isi Dunyo Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Tilam Upih Pamor (motif lipatan besi) : Jung Isi Dunyo (pamor Langka) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Tuban Era Majapahit Panjang Bilah : 33,3 cm Warangka : Gayaman Surakarta Gandar Iras Kayu kemuning Kuno Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang Kuno… selengkapnya
Rp 3.777.000Dhapur Sinom Sinom merupakan salah satu dhapur keris lurus yang dikenal dengan ricikan khas berupa sekar kacang, jalen, lambe gajah satu, pejetan, sogokan rangkap, sraweyan, serta greneng. Secara perawakan, Sinom menampilkan kesan sederhana namun rapi, memancarkan rasa halus yang menjadi ciri utama dhapur ini. Secara harfiah, sinom merujuk pada daun pohon asam yang masih muda,… selengkapnya
Rp 3.500.000Pusaka Keris Tilam Upih Pamor Wiji Timun HB Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Tilam Upih Pamor (motif lipatan besi) : Wiji Timun/Biji Mentimun Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : HB Sepuh ( Hamengkubuwono awal, Tangguh Yogyakarta ) Panjang Bilah : 35 cm Warangka : Gayaman Jogja kayu timoho Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang… selengkapnya
Rp 9.000.000Keris Tilam Upih Pamor Toya Mambeg Sepuh TAG142
Rp 18.000.000




















WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.