Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
- Keris Sepang Tangguh Madiun Sepuh Langka
- Keris Brojol Wengkon Isen Putri Kinurung
- Keris Pamengkang Jagad Pamor Pandito Bolo Pandito
- Pusaka Keris Tilam Upih Pamor Wiji Timun HB
- Keris Jaran Goyang Madura Sepuh Pamor Jung Isi Dun
- Dhapur Keris Jalak Tilam Sari
- Keris Tilam Upih Mataram Senopaten
- Keris Putut Sajen Sepuh
Keris Pandhawa Lare Majapahit Pamor Keleng
Rp 6.500.000| Kode | TAG047 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Dhapur Pandawa Lare, Katalog Produk, Keris, Keris Luk 5, Pamor Kelengan, Tangguh Majapahit |
| Jenis | : Keris Luk 5 |
| Dhapur | : Pandhawa Lare |
| Pamor | : Keleng |
| Tangguh | : Majapahit |
| Warangka | : Ladrang Suakarta, Kayu Cendana Wangi Iras Iras |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Bahan Kayu Timoho |
| Pendok | : Bleweh, Bahan Kuningan Sepuh Perak |
| Mendak | : Parijata, Bahan Perak |
Keris Pandhawa Lare Majapahit Pamor Keleng
Dhapur Pandhawa Lare
Pandhawa Lare merupakan salah satu dhapur keris luk 5 yang memiliki ricikan berupa sekar kacang, jalen, lambe gajah, tikel alis, pejetan, sraweyan, dan greneng.
Nama Pandhawa Lare berasal dari lakon pewayangan yang mengisahkan masa kanak-kanak para Pandawa ketika hidup dalam pengasingan bersama Dewi Kunti setelah lolos dari peristiwa Bale Sigala-gala. Dalam kisah tersebut diceritakan berbagai ujian hidup yang mereka hadapi, termasuk perjuangan memperoleh makanan dengan tetap menjaga kehormatan dan menjunjung ajaran ibunya.
Karena itu, dhapur Pandhawa Lare umumnya dimaknai sebagai simbol keteguhan hati, kemandirian, bakti kepada orang tua, serta kemampuan menjaga kehormatan diri di tengah berbagai kesulitan hidup.
Eks Tinatah Emas Panji Wilis
Pada bagian gandhik keris ini masih tampak jejak ornamen tinatah dengan motif yang dikenal sebagai cacah gori. Lapisan emas yang dahulu menghiasi tatahan tersebut kini telah hilang, menyisakan bekas ukiran yang masih dapat diamati.
Hilangnya lapisan emas pada keris bertinatah merupakan hal yang cukup sering dijumpai. Dalam tradisi masyarakat, kondisi ini kerap dikaitkan dengan pelepasan emas pada masa-masa sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup, meskipun faktor usia, keausan, dan proses korosi selama ratusan tahun juga dapat menjadi penyebabnya.
Dalam berbagai literatur perkerisan disebutkan bahwa keris bertinatah emas umumnya dibuat sebagai pusaka kalangan bangsawan, pejabat, atau tokoh yang memiliki kedudukan penting. Sementara itu, keris luk 5 juga kerap dikaitkan dengan lingkungan ningrat dalam sejumlah naskah dan tradisi tutur. Walaupun demikian, kedua hal tersebut tidak dapat dijadikan dasar tunggal untuk memastikan status sosial pemilik pertama sebuah keris, melainkan hanya menjadi salah satu petunjuk historis yang perlu dipertimbangkan bersama unsur-unsur lainnya.
Pamor Keleng
Pamor Keleng merupakan bilah yang tidak menampilkan gambar pamor sebagaimana lazimnya keris berpamor. Penampilannya didominasi warna hitam atau gelap sehingga keindahan keris lebih ditentukan oleh kualitas tempa, bentuk bilah, serta ketepatan garap setiap ricikannya.
Dalam dunia tosan aji, keris keleng dipandang sebagai cerminan kematangan karya seorang empu. Tanpa mengandalkan keindahan motif pamor, perhatian sepenuhnya tertuju pada kesempurnaan bentuk, ketelitian pengerjaan, dan kualitas material. Karena itu, keris keleng sering menjadi tolok ukur kepiawaian seorang empu dalam menghasilkan bilah yang proporsional, presisi, dan berkarakter.
Tangguh Majapahit
Tangguh Majapahit merupakan salah satu tangguh yang paling dikenal dalam khazanah perkerisan Nusantara. Keris-keris dari masa ini banyak diminati karena memadukan kualitas material, kematangan garap, serta nilai sejarah yang berkaitan dengan kejayaan Kerajaan Majapahit.
Pada masa Majapahit, perkembangan teknologi penempaan logam dan seni pembuatan keris mencapai tingkat yang sangat maju. Sejumlah nama empu seperti Empu Sedah, Empu Supa, Empu Dhomas, Empu Singkir, dan beberapa empu lainnya tercatat dalam berbagai naskah tradisional sebagai tokoh penting yang mewarnai perkembangan dunia perkerisan pada masa tersebut.
Menurut Koesni dalam Pakem Pengetahuan Tentang Keris (1979), keris bertangguh Majapahit umumnya memiliki bentuk yang proporsional dengan gonjo sebit lontar, sirah cecak yang pendek namun luwes, gandik relatif pendek, sogokan yang tidak terlalu panjang, serta bilah yang tampak ramping dengan luk yang renggang. Materialnya dikenal padat, permukaan bilah terasa halus, dan memperlihatkan warna hitam dengan semburat kebiruan yang menjadi salah satu ciri khasnya.
Di kalangan pecinta tosan aji, tangguh Majapahit juga dikenal memiliki perpaduan yang kuat antara nilai artistik, sejarah, dan filosofi, sehingga hingga kini tetap menjadi salah satu tangguh yang paling banyak dicari dan diapresiasi.
TAG047
Keris Pandhawa Lare Majapahit Pamor Keleng
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 4 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Brojol Pamor Wengkon Isen Madura Koso Keris Brojol Pamor Wengkon Isen Madura Koso memang sangat indah dan estetik. Terlihat dari pamornya yang memiliki pola tepen atau garis tepi yang membujur dari pangkal hingga ujung bilah. Yang lebih menarik lagi pamor pada dua sisi bilah terlihat mempunyai perbedaan yang sama estetiknya. Yang satu sisi pamor… selengkapnya
Rp 3.555.000Keris Pusaka Singo Barong Luk 11 Tinatah Emas Mataram Sultan Agung Dalam khazanah tosan aji Nusantara, Singo Barong menempati posisi istimewa sebagai simbol kekuasaan, keberanian, dan kewibawaan. Figur singa jantan yang ditatah pada gandhik bukan sekadar hiasan, melainkan perlambang kekuatan penjaga dan ketegasan pemimpin. Dalam wujud luk 11, keris ini mencerminkan daya gerak yang dinamis—keteguhan… selengkapnya
Rp 55.000.000Keris Patram Original Sepuh Antik Unik Dalam tradisi Jawa masa kerajaan, membawa senjata tajam berukuran kecil oleh kaum perempuan dan anak-anak bukanlah hal yang asing. Namun praktik ini umumnya hanya dijumpai di lingkungan keluarga terpandang—seperti bangsawan dan saudagar—sebagai bentuk perlindungan diri dari perampok maupun gangguan binatang. Selain berfungsi praktis, patrem juga menjadi bagian dari pendidikan… selengkapnya
Rp 950.000Keris Mundarang Pamor Meteorit Empu Guling Mataram Keris Mundarang Pamor Meteorit Empu Guling Mataram merupakan karya yang membanggakan dari Empu Ki Guling, seorang empu terkemuka pada masa kejayaan Kerajaan Mataram di bawah pemerintahan Raja Sultan Agung. Pada masa tersebut, keris-keris yang dihasilkan oleh Empu Ki Guling menjadi luar biasa karena penggunaan bahan pamor yang melimpah,… selengkapnya
Rp 66.000.000Pulanggeni Pamor Singkir Mataram Amangkurat PULANG GENI merupakan salah satu dapur keris yang populer dan banyak dikenal karena memiliki padan nama dengan pusaka Arjuna. Pulang Geni bermakna Ratus atau Dupa atau juga Kemenyan. Bahwa manusia hidup harus berusaha memiliki nama harum dengan berperilaku yang baik, suka tolong menolong dan mengisi hidupnya dengan hal-hal atau aktifitas… selengkapnya
Rp 3.555.000Sempana Pamor Singkir Sepuh Dalam tradisi tosan aji Jawa, keris Dhapur Sempana Luk 9 dipahami sebagai pusaka yang mengajarkan kesederhanaan dalam laku dan kedalaman dalam makna. Ricikannya yang minimal mencerminkan sikap hidup yang tidak berlebihan, sementara filosofi luk sembilan mengingatkan manusia untuk mampu menjaga babahan hawa sanga—sembilan pintu hawa nafsu sebagai jalan menuju keselamatan lahir… selengkapnya
Rp 2.200.000Keris Pulanggeni Keleng Luk 5 Tuban Pajajaran Keris Pulanggeni Keleng Luk 5 Pajajaran adalah salah satu koleksi dari ratusan koleksi kami. Keris ini secara keseluruhan memiliki bentuk yang masih cukup utuh. Untuk pamor, keris ini berpamor Keleng atau tanpa pamor. Lalu untuk tangguhnya, keris ini diperkirakan tangguh Pajajaran. Memakai sandangan warangka model Ladrang Surakarta berbahan… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Sabuk Inten Luk 11 Tinatah Emas Panji Wilis Gajah Singa TAG133
Hubungi Admin




















WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.