Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
- Pusaka Keris Carubuk Pamor Pulo Tirto
- Keris Tilam Upih Pamor Jung Isi Dunyo Tangguh Bage
- Keris Sengkelat Kinatah Emas
- KERIS PUSAKA TINDIH!! Betok Sombro Asli Sepuh Kuno
- Jual Jagrak Tempat Pajangan Keris Isi 1 Ukir Nogo
- Jual Set Warangka Keris Gayaman Surakarta Murah
- Apa Itu Tangguh Keris ?
- Keris Tilam Sari Pamor Pulo Tirto Sumber Mas Majap
Keris Pamor Sumur Bandung Sepuh
Rp 1.550.000| Kode | DN056 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Dhapur Brojol, Katalog Produk, Keris, Keris Lurus, Pamor Sumur Bandung, Tangguh Pajajaran |
| Jenis | : Keris Leres |
| Dhapur | : Brojol |
| Pamor | : Sumur Bandung |
| Tangguh | : Pajajaran |
| Warangka | : Wulan Tumanggal, Kayu Gembol Jati |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Kayu Kemuning |
| Pendok | : Bleweh, Bahan Kuningan |
| Mendak | : Tumbar Pecah, Bahan Kuningan |
Keris Pamor Sumur Bandung Sepuh
Dhapur Brojol
Dhapur Brojol merupakan salah satu dhapur keris lurus dengan ricikan yang relatif sederhana. Pada bilahnya terdapat gandik lugas dan pejetan, sementara tidak dijumpai ricikan tambahan yang menonjol. Kesederhanaan ricikan inilah yang menjadi salah satu karakter utama dhapur Brojol.
Nama Brojol dalam bahasa Jawa berkaitan dengan pengertian keluar atau lolos dari suatu keadaan, sebagaimana sesuatu yang brojol keluar dari tempatnya. Dalam pemaknaan simbolik, istilah ini kemudian sering dikaitkan dengan harapan agar seseorang mampu brojol atau keluar dari berbagai kesulitan, hambatan, dan persoalan kehidupan.
Brojol juga dapat dibaca melalui simbol kelahiran—keluarnya manusia dari rahim menuju dunia. Karena itu, dhapur ini dapat dimaknai sebagai pengingat tentang awal yang baru, keberanian menghadapi kehidupan, serta kesempatan untuk memulai kembali.
Filosofi tersebut tentu lebih tepat ditempatkan sebagai bagian dari tafsir budaya dan simbolik, bukan sebagai klaim bahwa keris secara otomatis memberikan kemampuan tertentu kepada pemiliknya. Justru kesederhanaan Brojol dapat menjadi pengingat bahwa dalam kehidupan, sering kali yang paling penting bukan seberapa banyak yang kita miliki, melainkan kemampuan untuk terus melangkah dan keluar dari kesulitan dengan kesadaran serta ikhtiar.
Pamor Sumur Bandung
Pamor Sumur Bandung memiliki pola yang cukup khas berupa bulatan-bulatan gelap dari unsur besi yang tampak seperti lubang atau titik-titik menyerupai sumur. Ukurannya umumnya relatif kecil, dapat mendekati ukuran uang logam kecil, dan berada di bagian tengah bilah di antara motif pamor lainnya.
Dalam penerapannya, pola Sumur Bandung dapat dijumpai berada di dalam atau di antara pamor lain, misalnya Wos Wutah Ngajih atau Pedaringan Kebak Ngajih.
Dalam tradisi perkerisan, Sumur Bandung sering dikaitkan dengan lingkungan keprajuritan atau kemiliteran. Penafsiran tersebut berkaitan dengan karakter simboliknya yang dianggap sesuai dengan semangat keteguhan, kesiapan, dan keberanian dalam menghadapi tugas.
Namun, penting untuk membedakan antara tradisi penafsiran tuah pamor dengan fakta historis. Penyebutan suatu pamor sebagai pamor yang banyak digunakan oleh kalangan prajurit tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa setiap keris berpamor Sumur Bandung pasti berasal dari lingkungan militer. Aspek tersebut tetap perlu dilihat bersama-sama dengan tangguh, garap, bentuk bilah, bahan, dan konteks sejarah pusaka.
Secara simbolik, pola seperti sumur juga menarik untuk direnungkan sebagai gambaran tentang kedalaman. Sesuatu yang tampak sederhana di permukaan belum tentu sederhana di dalam. Sebuah pengingat bahwa manusia pun demikian: semakin dalam seseorang memahami dirinya, semakin ia mengenal batas, kekuatan, sekaligus kekurangannya sendiri.
Tangguh Pajajaran
Dari sisi rancang bangun dan karakter garap, bilah ini menunjukkan sejumlah ciri yang dapat mengarah pada tangguh Pajajaran. Namun, penentuan tangguh dalam tradisi keris pada dasarnya merupakan proses identifikasi yang mempertimbangkan berbagai unsur secara keseluruhan, sehingga tidak semata-mata ditentukan oleh satu ciri saja.
Salah satu kesan yang terlihat adalah pasikutan yang cenderung kaku dengan kesan adegan yang relatif tinggi dan besar. Pada bagian gonjo, terlihat bentuk sirah cecak yang panjang, yang dalam istilah perkerisan sering disebut landhung. Karakter tersebut menjadi salah satu unsur yang mendukung pembacaan gaya Pajajaran pada keris ini.
Material besinya juga memperlihatkan kesan yang relatif mentah dan agak pucat, sementara apabila diamati lebih dekat, pamornya menunjukkan karakter yang cenderung berlemak atau ngajih. Keseluruhan unsur tersebut kemudian dibaca secara bersama-sama untuk memperoleh gambaran mengenai gaya atau tangguh bilah.
Secara historis, Pajajaran merujuk pada Kerajaan Sunda yang berpusat di kawasan Jawa Barat dan dalam sumber-sumber sejarah dikenal berkaitan erat dengan Kerajaan Sunda serta pusat pemerintahannya di Pakuan. Masa Pajajaran menempati bagian penting dalam sejarah Jawa Barat sebelum keruntuhan kekuasaan Sunda pada abad ke-16.
Dalam pembacaan keris, penyebutan tangguh Pajajaran tidak selalu harus dipahami secara sederhana sebagai “keris yang pasti dibuat pada masa Kerajaan Pajajaran”. Tangguh merupakan sistem identifikasi tradisional yang memperhatikan ciri visual, teknik garap, karakter material, pasikutan, ricikan, serta gaya keseluruhan bilah. Karena itu, atribusi tangguh idealnya dipahami sebagai hasil kajian dan pengamatan terhadap sejumlah indikator, bukan hanya berdasarkan bentuk dhapur atau pamornya.
Dengan demikian, keris ini menarik bukan hanya karena kesederhanaan Dhapur Brojol, tetapi juga karena perpaduan antara karakter Pamor Sumur Bandung dan gaya rancang bangun yang mengarah pada Pajajaran. Ketiganya memberikan ruang untuk melihat keris bukan semata-mata sebagai benda pusaka, melainkan sebagai artefak budaya yang menyimpan jejak pengetahuan tentang estetika, teknologi tempa, simbol, dan perjalanan sejarah masyarakat Nusantara.
CATATAN: Identifikasi dhapur, pamor, dan tangguh merupakan bagian dari pengetahuan dan terminologi tradisional perkerisan. Ciri-ciri yang disebutkan merupakan bahan pengamatan dan pembanding, bukan rumus tunggal. Perbedaan hasil pengamatan dapat terjadi karena dipengaruhi oleh objek yang diamati maupun cara pengamatan. Kondisi bilah, usia, perawatan, kelengkapan ricikan, perubahan permukaan, pengalaman pemerhati, sudut pandang, serta rujukan yang digunakan dapat memengaruhi hasil identifikasi. Karena itu, deskripsi ini merupakan hasil pembacaan berdasarkan karakter yang dapat diamati, dan tetap terbuka terhadap perbandingan, kajian, maupun koreksi apabila terdapat data atau rujukan lain yang lebih kuat.
DN056
Keris Pamor Sumur Bandung Sepuh
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 259 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Pusaka Bali Sempane Ganje Iras Pamor Buntel Mayit Dalam khazanah keris Nusantara, Keris Pusaka Bali berdhapur Sempane hadir sebagai perlambang harapan yang lahir dari kesadaran. Ia kerap dimaknai sebagai “mimpi yang benar”—cita-cita yang tidak berhenti pada angan, melainkan tumbuh dari niat lurus dan laku yang dijaga. Kesederhanaan bentuknya mencerminkan jalan hidup yang tenang, tidak… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Combong Klewer ASLI!! Sepuh Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Mahesa Lajer Combong Klewer Pamor (motif lipatan besi) : Ngulit Semangka Nggajih Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram (Abad XVII) Panjang Bilah : 33 cm Warangka : Ladrang Surakarta Gandar Iras Kayu Trembalo Kuno Handle / Gagang : Model Surakarta Kayu Kemuning Bang… selengkapnya
Rp 1.555.000Tombak Biring Wadon Tombak Biring Wadon adalah salah satu nama dhapur yang menarik karena maknanya lebih banyak lahir dari simbol bahasa Jawa daripada sekadar bentuk fisiknya. Secara etimologis: Biring dalam bahasa Jawa berarti tepi, sisi, atau pinggiran. Dalam pemaknaan lain, biring juga dapat dimaknai sebagai sesuatu yang berjalan berdampingan, tidak selalu berada di pusat perhatian…. selengkapnya
Hubungi AdminKeris Satrio Pinayungan Gonjo Iras Tangguh PB Putran Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Brojol Gonjo Iras Pamor (motif lipatan besi) : Satrio Pinayungan, Puser Bumi Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : PB Putran Panjang Bilah : 37 cm Warangka : Gayaman Solo Kayu Timoho Handle / Gagang : Surakarta Kayu Kemuning Pendok : Kuningan Cukit… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Pamor Miring Toya Mambeg Tangguh Blambangan Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Tilam Upih Pamor (motif lipatan besi) : Toya Mambeg (Tergolong Jenis Pamor Miring) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Blambangan (Abad XIII) Panjang Bilah : 35 cm Warangka : Ladrang Yogyakarta Kayu Timoho Handle / Gagang : Model Yogya Kayu Timoho Pendok… selengkapnya
Rp 7.777.000Jual Keris Tilam Upih Pamor Udan Mas Tiban Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Tilam Upih Pamor (motif lipatan besi) : Udan Mas Tiban (pamor gonjo sumber mas) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Madura Sepuh Empu Koso Panjang Bilah : 35,5 cm Warangka : Gayaman Surakarta Gandar Iras Kayu Trembalo Kuno Handle / Gagang :… selengkapnya
Rp 3.750.000Jual Senjata Primitif Petel Kapak Kabudhan Kuno Dhapur / Bentuk : petel kapak primitif Pamor : Sanak Metorit/ Besi nglempung Tangguh : Kabudhan / setara dengan candi borobudur panjang bilah : 10,5 cm warangka : kayu cendana jawa handle : kayu cendana jawa senjata primitif nusantara karya adilihung asli unik untuk menambah koleksi anda Kode… selengkapnya
Rp 555.000KERIS BROJOGUNO!! Jalak Ngore PB IV Pamor Segoro Muncar Kuto Mesir Asli Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Jalak Ngore (empu brojoguno) Pamor (motif lipatan besi) : Segoro Muncar + Kuto Mesir (pamor langka khas PB) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : PB IV (Pakubuwono Ke – 4) Panjang Bilah : 33 cm Warangka : Ladrang… selengkapnya
Rp 12.500.000Pusaka Tombak Kuntul Nglangak Pamor Singkir Sepuh Kuno Dhapur Tombak (jenis bentuk ) : Kuntul Nglangak Pamor (motif lipatan besi) : Singkir (besi berserat) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Kasultanan Cirebon Sepuh Panjang Bilah : 22 cm Panjang Pesi : 10 Cm Warangka : Tutup Tombak Kayu Jati Handle / Gagang/ Landeyan : Kayu Jati… selengkapnya
Rp 1.250.000
















WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.