Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Admin PusakaKeris.com
● online
Admin PusakaKeris.com
● online
Halo, perkenalkan saya Admin PusakaKeris.com
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Buka jam 08.00 s/d jam 23.00
Beranda » Dhapur Brojol » Keris Pamor Sumur Bandung Sepuh
click image to preview activate zoom

Keris Pamor Sumur Bandung Sepuh

Rp 1.550.000
KodeDN056
Stok Tersedia (1)
Kategori Dhapur Brojol, Katalog Produk, Keris, Keris Lurus, Pamor Sumur Bandung, Tangguh Pajajaran
Jenis : Keris Leres
Dhapur Brojol
Pamor Sumur Bandung
Tangguh Pajajaran
Warangka : Wulan Tumanggal, Kayu Gembol Jati
Deder/Handle : Yudawinatan, Kayu Kemuning
Pendok : Bleweh, Bahan Kuningan
Mendak : Tumbar Pecah, Bahan Kuningan
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan lebih cepat! Quick Order
Bagikan ke

Keris Pamor Sumur Bandung Sepuh

Dhapur Brojol

Dhapur Brojol merupakan salah satu dhapur keris lurus dengan ricikan yang relatif sederhana. Pada bilahnya terdapat gandik lugas dan pejetan, sementara tidak dijumpai ricikan tambahan yang menonjol. Kesederhanaan ricikan inilah yang menjadi salah satu karakter utama dhapur Brojol.

Nama Brojol dalam bahasa Jawa berkaitan dengan pengertian keluar atau lolos dari suatu keadaan, sebagaimana sesuatu yang brojol keluar dari tempatnya. Dalam pemaknaan simbolik, istilah ini kemudian sering dikaitkan dengan harapan agar seseorang mampu brojol atau keluar dari berbagai kesulitan, hambatan, dan persoalan kehidupan.

Brojol juga dapat dibaca melalui simbol kelahiran—keluarnya manusia dari rahim menuju dunia. Karena itu, dhapur ini dapat dimaknai sebagai pengingat tentang awal yang baru, keberanian menghadapi kehidupan, serta kesempatan untuk memulai kembali.

Filosofi tersebut tentu lebih tepat ditempatkan sebagai bagian dari tafsir budaya dan simbolik, bukan sebagai klaim bahwa keris secara otomatis memberikan kemampuan tertentu kepada pemiliknya. Justru kesederhanaan Brojol dapat menjadi pengingat bahwa dalam kehidupan, sering kali yang paling penting bukan seberapa banyak yang kita miliki, melainkan kemampuan untuk terus melangkah dan keluar dari kesulitan dengan kesadaran serta ikhtiar.

Pamor Sumur Bandung

Pamor Sumur Bandung memiliki pola yang cukup khas berupa bulatan-bulatan gelap dari unsur besi yang tampak seperti lubang atau titik-titik menyerupai sumur. Ukurannya umumnya relatif kecil, dapat mendekati ukuran uang logam kecil, dan berada di bagian tengah bilah di antara motif pamor lainnya.

Dalam penerapannya, pola Sumur Bandung dapat dijumpai berada di dalam atau di antara pamor lain, misalnya Wos Wutah Ngajih atau Pedaringan Kebak Ngajih.

Dalam tradisi perkerisan, Sumur Bandung sering dikaitkan dengan lingkungan keprajuritan atau kemiliteran. Penafsiran tersebut berkaitan dengan karakter simboliknya yang dianggap sesuai dengan semangat keteguhan, kesiapan, dan keberanian dalam menghadapi tugas.

Namun, penting untuk membedakan antara tradisi penafsiran tuah pamor dengan fakta historis. Penyebutan suatu pamor sebagai pamor yang banyak digunakan oleh kalangan prajurit tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa setiap keris berpamor Sumur Bandung pasti berasal dari lingkungan militer. Aspek tersebut tetap perlu dilihat bersama-sama dengan tangguh, garap, bentuk bilah, bahan, dan konteks sejarah pusaka.

Secara simbolik, pola seperti sumur juga menarik untuk direnungkan sebagai gambaran tentang kedalaman. Sesuatu yang tampak sederhana di permukaan belum tentu sederhana di dalam. Sebuah pengingat bahwa manusia pun demikian: semakin dalam seseorang memahami dirinya, semakin ia mengenal batas, kekuatan, sekaligus kekurangannya sendiri.

Tangguh Pajajaran

Dari sisi rancang bangun dan karakter garap, bilah ini menunjukkan sejumlah ciri yang dapat mengarah pada tangguh Pajajaran. Namun, penentuan tangguh dalam tradisi keris pada dasarnya merupakan proses identifikasi yang mempertimbangkan berbagai unsur secara keseluruhan, sehingga tidak semata-mata ditentukan oleh satu ciri saja.

Salah satu kesan yang terlihat adalah pasikutan yang cenderung kaku dengan kesan adegan yang relatif tinggi dan besar. Pada bagian gonjo, terlihat bentuk sirah cecak yang panjang, yang dalam istilah perkerisan sering disebut landhung. Karakter tersebut menjadi salah satu unsur yang mendukung pembacaan gaya Pajajaran pada keris ini.

Material besinya juga memperlihatkan kesan yang relatif mentah dan agak pucat, sementara apabila diamati lebih dekat, pamornya menunjukkan karakter yang cenderung berlemak atau ngajih. Keseluruhan unsur tersebut kemudian dibaca secara bersama-sama untuk memperoleh gambaran mengenai gaya atau tangguh bilah.

Secara historis, Pajajaran merujuk pada Kerajaan Sunda yang berpusat di kawasan Jawa Barat dan dalam sumber-sumber sejarah dikenal berkaitan erat dengan Kerajaan Sunda serta pusat pemerintahannya di Pakuan. Masa Pajajaran menempati bagian penting dalam sejarah Jawa Barat sebelum keruntuhan kekuasaan Sunda pada abad ke-16.

Dalam pembacaan keris, penyebutan tangguh Pajajaran tidak selalu harus dipahami secara sederhana sebagai “keris yang pasti dibuat pada masa Kerajaan Pajajaran”. Tangguh merupakan sistem identifikasi tradisional yang memperhatikan ciri visual, teknik garap, karakter material, pasikutan, ricikan, serta gaya keseluruhan bilah. Karena itu, atribusi tangguh idealnya dipahami sebagai hasil kajian dan pengamatan terhadap sejumlah indikator, bukan hanya berdasarkan bentuk dhapur atau pamornya.

Dengan demikian, keris ini menarik bukan hanya karena kesederhanaan Dhapur Brojol, tetapi juga karena perpaduan antara karakter Pamor Sumur Bandung dan gaya rancang bangun yang mengarah pada Pajajaran. Ketiganya memberikan ruang untuk melihat keris bukan semata-mata sebagai benda pusaka, melainkan sebagai artefak budaya yang menyimpan jejak pengetahuan tentang estetika, teknologi tempa, simbol, dan perjalanan sejarah masyarakat Nusantara.


CATATAN: Identifikasi dhapur, pamor, dan tangguh merupakan bagian dari pengetahuan dan terminologi tradisional perkerisan. Ciri-ciri yang disebutkan merupakan bahan pengamatan dan pembanding, bukan rumus tunggal. Perbedaan hasil pengamatan dapat terjadi karena dipengaruhi oleh objek yang diamati maupun cara pengamatan. Kondisi bilah, usia, perawatan, kelengkapan ricikan, perubahan permukaan, pengalaman pemerhati, sudut pandang, serta rujukan yang digunakan dapat memengaruhi hasil identifikasi. Karena itu, deskripsi ini merupakan hasil pembacaan berdasarkan karakter yang dapat diamati, dan tetap terbuka terhadap perbandingan, kajian, maupun koreksi apabila terdapat data atau rujukan lain yang lebih kuat.

DN056

Keris Pamor Sumur Bandung Sepuh

Berat 1500 gram
Kondisi Bekas
Dilihat 8 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Mohon maaf, form diskusi dinonaktifkan pada produk ini.
Produk Terkait

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

WhatsApp WhatsApp us