Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
- Keris Brojol Pamor Bendo Segodo
- Keris Jalak Sangu Tumpeng Mataram
- Keris Udan Mas Asli Sepuh
- Keris Putut Kalacakra Pamor Kulit Semangka
- Keris Parungsari Tangguh Singasari Luk 13
- Keris Majapahit Tilam Upih Pamor Wos Wutah
- Tempat Pajangan Keris di Dinding Ukiran Tokoh Puno
- Keris Tilam Upih Pamor Tambal Unik Sepuh
Keris Sengkelat Pamor Wos Wutah Tangguh Mataram
| Kode | FEN092 |
| Stok | Habis |
| Kategori | Dhapur Sengkelat, Katalog Produk, Keris, Keris Luk 13, Pamor Beras Wutah, Tangguh Mataram |
| Jenis | : Keris Luk 13 |
| Dhapur | : Sengkelat |
| Pamor | : Wos Wutah |
| Tangguh | : Mataram |
| Warangka | : Gayaman Surakarta, Bahan Kayu Timoho |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Bahan Kayu Timoho |
| Pendok | : Bleweh, Bahan Kuningan |
| Mendak | : Selut Bahan Kuningan Zircon |
Keris Sengkelat Pamor Wos Wutah Tangguh Mataram
DHAPUR SENGKELAT
Dhapur Sengkelat merupakan salah satu dhapur keris luk 13 yang sangat dikenal dalam khazanah perkerisan Jawa. Dhapur ini memiliki ricikan yang cukup lengkap, yaitu sekar kacang, jalen, lambe gajah satu, tikel alis, pejetan, sogokan rangkap, sraweyan, dan greneng. Susunan ricikan tersebut menjadi ciri penting yang membentuk karakter Dhapur Sengkelat.
Sengkelat juga termasuk dhapur yang banyak hadir dalam berbagai kisah dan tradisi lisan tentang keris pusaka Jawa. Salah satu yang paling terkenal adalah kisah Kiai Sengkelat, pusaka yang dikaitkan dengan lingkungan Kerajaan Majapahit. Dalam cerita yang berkembang, Sengkelat kerap disebut bersama Sabuk Inten dan Condong Campur, tiga nama keris yang kemudian menjadi bagian penting dari kisah pergolakan pada masa akhir Majapahit.
Dalam tradisi tutur lainnya, Sengkelat dikaitkan dengan Sunan Kalijaga dan Empu Supa. Dikisahkan bahwa Sunan Kalijaga memesan sebilah keris kepada Empu Supa, yang kemudian dibuat dalam bentuk luk 13 dan dikenal dengan nama Sengkelat. Kisah tersebut menjadikan Sengkelat tidak hanya dikenal sebagai sebuah dhapur, tetapi juga sebagai salah satu nama keris yang memiliki tempat penting dalam khazanah cerita perkerisan Jawa.
Berbagai kisah tersebut membuat Sengkelat memiliki posisi yang kuat dalam ingatan budaya masyarakat Jawa. Meski demikian, kisah mengenai Sengkelat lebih tepat ditempatkan sebagai bagian dari tradisi tutur, babad, dan cerita perkerisan yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Dari sisi makna, nama Sengkelat sering dimaknai sebagai simbol nyala hati dan kematangan diri. Nyala hati dapat dibaca sebagai semangat untuk menjalani kehidupan, sedangkan kematangan diri menunjukkan kemampuan untuk mengendalikan semangat tersebut agar tidak berubah menjadi tindakan yang gegabah.
Dengan demikian, Sengkelat dapat menjadi pengingat bahwa semangat perlu disertai kematangan, keberanian perlu disertai tanggung jawab, dan kekuatan perlu diarahkan untuk tujuan yang baik.
PAMOR WOS WUTAH
Pamor Wos Wutah, atau Beras Wutah, memiliki pola berupa butiran-butiran kecil yang tersebar di sepanjang bilah sehingga menyerupai beras yang tumpah.
Nama wos berarti beras, sedangkan wutah berarti tumpah atau tercecer. Penamaan ini berasal dari kemiripan bentuk motif pamor dengan butiran beras yang bertebaran.
Dalam kehidupan masyarakat Jawa, beras merupakan lambang pangan, kecukupan, dan keberlangsungan hidup. Karena itu, Wos Wutah sering dimaknai sebagai doa agar kehidupan pemiliknya senantiasa memiliki kecukupan dan rezeki yang terus mengalir.
Namun Wos Wutah juga memiliki sisi pemaknaan yang lain. Beras yang sudah tumpah tidak mudah dikembalikan seperti semula. Dari gambaran tersebut dapat ditarik sebuah pameling, bahwa sesuatu yang telah terlepas melalui ucapan, tindakan, maupun kepercayaan tidak selalu mudah untuk diperbaiki.
Karena itu, Wos Wutah dapat menjadi pengingat untuk menjaga amanah, tutur kata, kesetiaan, dan kepercayaan. Rezeki yang banyak akan menjadi lebih bermakna apabila pemiliknya juga mampu menjaga apa yang telah dipercayakan kepadanya.
Teknik Tempa Pamor: Mlumah
Kemunculan Motif Pamor: Tiban
Pemaknaan Wos Wutah sebagai simbol rezeki, kecukupan, dan pameling merupakan bagian dari tafsir budaya dan simbolisme dalam tradisi perkerisan.
TANGGUH MATARAM
Tangguh Mataram merupakan salah satu tangguh yang memiliki posisi penting dalam perkembangan perkerisan Jawa. Keris-keris Mataram dikenal memiliki bentuk yang proporsional, serasi, dan matang dalam keseluruhan garapnya. Karena karakter tersebut, keris Mataram sering menjadi salah satu pembanding ketika melihat perkembangan keris dari berbagai wilayah Jawa.
Mataram sendiri mengalami perkembangan dalam rentang pemerintahan yang cukup panjang. Setiap masa memiliki karakter tersendiri, mulai dari Panembahan Senopati, Sultan Agung, Amangkurat, hingga perkembangan keris pada masa sesudahnya. Perbedaan zaman, lingkungan budaya, perkembangan teknologi, dan selera estetika turut memberikan warna pada keris yang lahir pada masing-masing periode.
Pada masa Sultan Agung, misalnya, Mataram berkembang menjadi salah satu kekuatan politik terbesar di Jawa. Perkembangan kehidupan keraton juga berjalan bersama dengan perkembangan seni, budaya, dan teknologi pembuatan tosan aji. Karena itu, periode Mataram Sultan Agung kemudian dikenal sebagai salah satu masa penting dalam perkembangan keris.
Sementara pada masa Amangkurat dan periode-periode berikutnya, karakter keris mengalami perkembangan tersendiri. Hal inilah yang kemudian membuat dalam tradisi penangguhan dikenal adanya perbedaan karakter antara Mataram Senopaten, Mataram Sultan Agung, Mataram Amangkurat, dan periode sesudahnya.
Dalam pengamatan tangguh, karakter keris Mataram dapat dilihat melalui pasikutan, proporsi bilah, bentuk ricikan, karakter besi, pamor, serta keseluruhan garapnya. Keserasian antara berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting dalam membaca karakter sebuah bilah.
Karena itu, penyebutan Tangguh Mataram tidak hanya berbicara mengenai perkiraan masa pembuatan, tetapi juga menggambarkan sebuah lingkungan budaya yang memiliki perkembangan teknologi, estetika, dan tradisi perkerisan yang kuat.
FEN092
Keris Sengkelat Pamor Wos Wutah Tangguh Mataram
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 337 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Dhapur Keris Tilam Upih Dhapur Keris Tilam Upih adalah nama dhapur keris lurus yang sederhana. Gandik-nya polos, ricikannya hanya tikel alis dan pejetan. Di daerah lain ada yang menyebutnya Tilam Petak atau Tilam Putih. Di keraton Yogyakarta paling sedikit ada tiga keris pusaka yang ber-dhapur Tilam Upih, yaitu KK Pulanggeni, KK Sirap, dan KK Sri… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Pamor Rojo Gundolo Kuno Keris Pamor Rojo Gundolo Kuno yang satu ini tentu saja sangat spesial. Sebuah pamor tiban yang eksotis nampak pada bagian sor-soran keris ini. Berbentuk sebuah gambar pola sesosok makhluk misterius yang pada umumnya pamor seperti ini disebut dengan sebutan pamor Rojo Gundolo. Jika dihayati dan diamati pola pamor Rojo Gundolo… selengkapnya
Rp 2.555.000Dhapur Regol Karno Tinanding Regol merupakan salah satu dhapur keris lurus yang memiliki bentuk cukup khas dan tergolong jarang dijumpai dalam dunia perkerisan. Keunikannya terutama terlihat pada bagian gandhik yang berjumlah dua, yaitu satu berada di bagian depan dan satu lagi di bagian belakang bilah. Selain itu, bentuk gaja pada dhapur ini juga memiliki karakter… selengkapnya
Hubungi AdminPusaka Tombak Menur Pamor Pedaringan Kebak Dhapur / Jenis Bentuk Tombak : Menur Tangguh / Masa Pembuatan : Mataram Sultan Agung Pamor / Motif lipatan besi : Beras Wutah Lembut Nyutro Putih Panjang Bilah Tajam : 19 cm Warangka : model tongkat komando dari kayu galeh nagasari panjang 53 cm Kode: PK032 INFO SELENGKAPNYA Tentang… selengkapnya
Rp 1.777.000Pusaka Keris Carito Genengan Kuno Pusaka Keris Carito Genengan Kuno luk sebelas, ukuran sedang, kembang kacang pogog berjenggot atau juga nguku bima, berjalen, lambe gajah dua, memakai pejetan dan greneng ri pandan. Dapur Carito Genengan disebut juga Carita Gunungan. Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Carita Genengan Pamor (motif lipatan besi) : Beras Wutah Tangguh… selengkapnya
Rp 4.111.000DHAPUR JALAK NYUCUP MADU Dhapur Jalak Nyucup Madu menggambarkan seekor burung jalak yang sedang mengisap madu. Nama ini dapat dibaca sebagai perlambang manusia yang tekun mencari sesuatu yang baik dan bermanfaat dalam kehidupannya. Madu menjadi simbol sesuatu yang manis, bernilai, dan membawa manfaat. Sementara tindakan nyucup atau mengisap madu menggambarkan proses untuk mendapatkannya. Artinya, sesuatu… selengkapnya
Rp 4.500.000Keris Tumenggung Pamor Rambut Pinutung Tangguh Blambangan Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Tumenggung Pamor (motif lipatan besi) : Rambut Pinutung Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Blambangan Era Majapahit Panjang Bilah :32,5 cm Warangka : Ladrang Surakarta Gandar Iras Kayu Sono Keling Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang Kuno Pendok : – Mendak :… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Carang Soka Luk 9 Mataram Pamor Singkir Tangkis Sepuh Unik Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Carang Soka Luk 9 Pamor (motif lipatan besi) : Singkir Tangkis (sebalik pamor singkir tunggak semi sebalik bilah membentuk tirto tumetes) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Abad ke 17 Masehi Panjang Bilah : 37,8 cm Warangka :… selengkapnya
Rp 2.555.000Kujang Lanang Pajajaran Kuno Dhapur / Bentuk : Kujang Lanang (antik langka) Pamor : Beras Wutah Tangguh : Pajajaran Panjang Bilah : 21 panjang total kujang & warangka : 37 cm warangka : Kayu Sono Keling Handle / Gagang : Kayu Sono Keling Kode: PK186
Hubungi Admin
















WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.