Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
- PAMOR LANGKA!! Keris Pamor Lar Gangsir Asli Sepuh
- Keris Jalak Sangu Tumpeng Madiun Sepuh
- Keris Brojol Kinatah Emas Kolo Makoro
- Keris Majapahit Carang Soka Pamor Lar Gangsir Tejo
- Pusaka Keris Sabuk Inten Sedayu Pamor Tunggak Semi
- Warangka Keris Sunggingan Premium Gayaman
- Panimbal Luk 9 Gonjo Wilut Majapahit
- Jagrak Stand Keris Pusaka Ukiran Naga Liong Unik I
Keris Jalak Nyucup Madu HB Sepuh
Rp 4.500.000| Kode | F097 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Dhapur Jalak Nyucup Madu, Jagrak Stand, Keris, Tangguh Yogyakarta (HB) |
| enis | : Keris Lurus |
| Dhapur | : Jalak Nyucup Madu |
| Pamor | : Wengkon Isen |
| Tangguh | : HB Sepuh |
| Warangka | : Branggah Yogyakarta, Bahan Kayu Timoho |
| Deder/Handle | : Nunggak Semi, Bahan Kayu Kemuning Bang |
| Pendok | : Bunton, Bahan Kuningan |
| Mendak | : Bejen, Bahan Kuningan |
Keris Jalak Nyucup Madu HB Sepuh
DHAPUR JALAK NYUCUP MADU
Dhapur Jalak Nyucup Madu menggambarkan seekor burung jalak yang sedang mengisap madu. Nama ini dapat dibaca sebagai perlambang manusia yang tekun mencari sesuatu yang baik dan bermanfaat dalam kehidupannya.
Madu menjadi simbol sesuatu yang manis, bernilai, dan membawa manfaat. Sementara tindakan nyucup atau mengisap madu menggambarkan proses untuk mendapatkannya. Artinya, sesuatu yang baik tidak selalu datang begitu saja, tetapi perlu dicari dengan ketekunan, kesungguhan, dan ketelitian.
Karena itu, Jalak Nyucup Madu dapat dimaknai sebagai pengingat agar manusia senantiasa pandai mencari kebaikan, mengambil manfaat dari kehidupan, dan tekun dalam menjalani ikhtiar.
PAMOR WENGKON ISEN
Pamor Wengkon Isen memiliki pola dasar menyerupai wengkon atau bingkai yang kemudian diisi dengan motif pamor di dalamnya.
Wengkon dapat dimaknai sebagai batas, pagar, atau perlindungan, sementara isen berarti sesuatu yang mengisi ruang di dalamnya. Dari perpaduan tersebut, pamor ini dapat dibaca sebagai simbol tentang pentingnya memiliki batas dan tatanan dalam kehidupan, sekaligus mengisinya dengan hal-hal yang bernilai.
Dalam kehidupan sehari-hari, batas bukan berarti membatasi diri dari segala sesuatu, tetapi mengetahui mana yang perlu dijaga, mana yang perlu dihindari, dan apa yang layak menjadi isi kehidupan. Karena itu, Wengkon Isen dapat menjadi pengingat untuk menjaga diri, menata kehidupan, dan mengisinya dengan ilmu, pengalaman, serta kebaikan.
TANGGUH HAMENGKUBUWANA AWAL
Tangguh Hamengkubuwana Awal merujuk pada masa awal berdirinya Kesultanan Yogyakarta di bawah Sultan Hamengku Buwono I, setelah Perjanjian Giyanti tahun 1755.
Masa ini menjadi periode penting dalam perjalanan sejarah Yogyakarta. Setelah pembagian Mataram melalui Perjanjian Giyanti, Sultan Hamengku Buwono I membangun pusat pemerintahan baru sekaligus membentuk identitas dan tata kehidupan Kesultanan Yogyakarta.
Dalam lingkungan keraton, keris tidak hanya menjadi pelengkap busana atau benda pusaka, tetapi juga menjadi bagian dari tata nilai, simbol kebudayaan, dan kehidupan sosial bangsawan serta abdi dalem. Karena itu, keris yang dikaitkan dengan tangguh Hamengkubuwana Awal dapat ditempatkan dalam konteks perkembangan budaya Mataram setelah lahirnya Kesultanan Yogyakarta.
Karakter tangguhnya tentu dibaca melalui keseluruhan bilah, mulai dari pasikutan, bentuk bilah, ricikan, bahan, pamor, hingga garap. Namun yang menarik dari periode ini adalah bagaimana tradisi perkerisan Mataram terus berkembang dalam lingkungan budaya Yogyakarta yang baru terbentuk.
F097
Keris Jalak Nyucup Madu HB Sepuh
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 23 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Mangkurat Pamor Pedaringan Kebak Nginden Kawung Gelar : Kanjeng Kyai Gumelar Mangkurat Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Mangkurat Pamor (motif lipatan besi) : Pedaringan Kebak Nginden Kawung Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Kamardikan Istimewa (pesanan khusus) Warangka : Gayaman Yogyakarta Handle / Gagang : Yogya, Kayu Kemuning Bang Kuno Pendok: Slorok Kemalo Merah Mendak :… selengkapnya
Rp 6.500.000Jagrak Keris Sungging Minimalis Isi 1 Jagrak Keris Sungging Minimalis Isi 1 adalah tempat untuk memajang keris atau menempatkan keris koleksi anda. Keris tentu saja tidak seperti pisau atau benda tajam lainnya yang bisa ditempatkan dimana saja. Keris adalah sebuah pusaka yang seyogyanya memiliki tempat tersendiri untuk memantaskannya. Jagrak ini adalah salah satu tempat yang… selengkapnya
Rp 450.000Pusaka Keris Nogo Sosro Luk 13 Pamor Kulit Semangka Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Nagasasra Luk 13 Pamor (motif lipatan besi) : Kulit Semangka Damaskus Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Kamardikan Alusan Panjang Bilah : 36 cm Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Sawo Handle / Gagang : Kayu Jati Pendok : Bunton Kuningan Jeglok… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Buto Ijo Pamor Wengkon Mataram Sultan Agung Langka Sepuh Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Buto Ijo Pamor (motif lipatan besi) : Wengkon Slaga Giri (Dibagian pejetan/blumbangan terdapat pamor tiban telaga membleng) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Sultan Agung (Abad XVI) Panjang Bilah : 34 cm (Pesi Utuh Masih Panjang Original) Warangka… selengkapnya
Hubungi AdminPusaka Keris Sengkelat Tangguh PB II Pusaka Keris Sengkelat Tangguh PB II memang sangat istimewa. Disamping dapurnya banyak diburu oleh para kolektor keris, tangguhnya pun juga cukup banyak dicari yaitu dari era Paku Buwono ke-2 ( PB II ). Jika dilihat dari keseluruhan bilah, keris ini masih cukup utuh dengan ricikan yang terlihat kembang kacang,… selengkapnya
Rp 5.500.000Keris Yudho Gati Sumenep Empu Citranala Keris Yudho Gati Sumenep Empu Citranala – Dhapur keris Jhuda Gate atau Yudho Gati, adalah salah satu dhapur Keris dari Tangguh Sumenep (Madura), yang diciptakan oleh Empu Citranala (seorang Empu,sekaligus pangeran dari kraton sumenep), ketika terusir dari keraton Sumenep. Yudho Gati adalah lambang keberanian, kekerasan/kekakuan, keperkasaan dan kewibawaan daripada… selengkapnya
Rp 4.555.000Keris Sengkelat Tangguh Pajang Pamor Pulo Tirto Keris Sengkelat Tangguh Pajang Pamor Pulo Tirto – Keris Sengkelat pertama kali dibuat pada jaman Kerajaan Majapahit (1466 – 1478), yaitu pada masa pemerintahan Prabu Kertabumi (Brawijaya V). Keris Sengkelat pertama dibuat oleh Mpu Supo Mandrangi atas perintah Sunan Kalijaga. Keris tersebut kemudian diberi gelar Kanjeng Kyai Sengkelat…. selengkapnya
Rp 8.000.000Jagrak Stand Tempat Pajangan Tombak Pusaka Isi 5 Ukir Naga Jagrak Stand Tempat Pajangan Tombak Pusaka Isi 5 Ukir Naga dengan warna finishing coklat salak unik dan antik. Satu kreasi kerajinan kayu jati berwujud jagrak tombak yang cocok untuk memajang koleksi tombak pusaka Anda. Selain fungsinya sebagai tempat pajangan tombak, Jagrak Stand Tempat Pajangan Tombak… selengkapnya
Rp 1.100.000Carubuk Pamor Toya Mambeg Carubuk Pamor Toya Mambeg adalah salah satu keris yang banyak dicari para kolektor. Keris Carubuk merupakan keris luk 7 dengan ricikan memakai kembang kacang, lambe gajah satu, sraweyan dan greneng. Yang unik dari keris Carubuk yang satu ini adalah pada kembang kacangnya yang pogog yang membuat keris ini sangat mirip dengan… selengkapnya
Hubungi Admin














WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.