Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
- Tombak Pusaka Sigar Jantung Pamor Sanak
- Pusaka Keris Jalak Ngore Pamor Bawang Sebungkul
- Keris Tundung Madiun Luk 13
- Keris Pamor Segara Wedi Sepuh
- Keris Sempana Luk 9 Pamor Jala Tunda Sepuh Kuno
- Keris Mundarang Pamor Meteorit Empu Guling Mataram
- Keris Singo Barong Mataram Senopaten
- Keris Pamor Puser Bumi Mataram Sepuh
Keris Carang Soka Gonjo Iras Pamor Singkir
Rp 4.500.000| Kode | PRA061 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Dhapur Carang Soka, Katalog Produk, Keris, Keris Luk 9, Pamor Adeg, Pamor Singkir, Tangguh Cirebon |
| Jenis | : Keris Luk 9 |
| Dhapur | : Carang Soka |
| Pamor | : Singkir (Adeg) |
| Tangguh | : Cirebon |
| Warangka | : Ladrang Surakarta, Kayu Kemuning |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Kayu Kemuning |
| Pendok | : Bunton, Bahan Kuningan |
| Mendak | : Selut Rujakwuni, Bahan Kuningan |
Keris Carang Soka Gonjo Iras Pamor Singkir
DHAPUR CARANG SOKA – GONJO IRAS
Dhapur Carang Soka merupakan salah satu dhapur keris luk 9. Secara umum, ricikan yang menjadi cirinya antara lain sekar kacang, Jalen, lambe gajah, pejetan, tikel alis, sraweyan, dan greneng.
Hal yang cukup menarik dari keris ini adalah bentuk gonjo yang menyatu dengan bilah. Dalam istilah perkerisan, konstruksi semacam ini disebut gonjo iras, yakni bagian gonjo tidak dibuat sebagai komponen yang terpisah, melainkan masih menyatu dengan bilah sejak proses penempaan. Karena itu, gonjo iras bukan sekadar persoalan bentuk, tetapi juga menjadi salah satu karakter teknis yang menarik untuk diperhatikan ketika mengamati sebuah keris.
Nama Carang Soka secara harfiah dapat dipahami sebagai ranting pohon soka. Carang berarti ranting atau cabang kecil, sedangkan soka merujuk pada pohon soka, tanaman yang dikenal memiliki bunga yang indah dan tumbuh dengan banyak percabangan.
Dari nama tersebut, kita dapat membaca sebuah simbol yang sederhana namun dalam. Ranting adalah bagian kecil dari sebuah pohon, tetapi dari rantinglah daun, bunga, dan kehidupan baru bertumbuh. Ia menjadi penghubung antara batang dengan bagian-bagian pohon yang lebih muda dan terus berkembang.
Karena itu, Carang Soka dapat dimaknai sebagai gambaran tentang pertumbuhan, kesinambungan, dan kemampuan untuk terus berkembang dari akar kehidupan yang telah ada. Ranting boleh tampak kecil, tetapi ia membawa kehidupan menuju ujung-ujung yang baru.
Dalam pembacaan nilai Jawa, makna tersebut dapat menjadi pengingat bahwa manusia pun demikian. Kita tidak pernah berdiri sendiri. Ada akar berupa keluarga, leluhur, pengalaman, ilmu, dan nilai-nilai yang membentuk diri kita. Tugas manusia bukan hanya menikmati apa yang telah diwariskan, tetapi juga meneruskan dan mengembangkannya agar memberikan kehidupan bagi generasi setelahnya.
Dengan demikian, Carang Soka tidak semata-mata dibaca sebagai nama sebuah bentuk keris, tetapi dapat menjadi simbol tentang bagaimana seseorang bertumbuh tanpa melupakan akar, berkembang tanpa memutus hubungan dengan asal-usul, serta memberi manfaat bagi lingkungan di sekitarnya.
PAMOR SINGKIR
Singkir merupakan salah satu sebutan yang populer di kalangan perkerisan untuk pamor yang membentuk garis-garis membujur dari pangkal hingga mendekati ujung bilah, sebagaimana terlihat pada keris ini.
Secara teknis dan dalam pembacaan pakem pamor, motif seperti ini sebenarnya lebih tepat dikenal sebagai pamor Adeg. Apabila garisnya sangat tipis dan halus, dikenal dengan istilah Adeg Mrambut, sedangkan apabila garisnya lebih tebal disebut Adeg Sapu.
Penyebutan Singkir yang berkembang di kalangan perkerisan memiliki latar budaya tersendiri. Nama tersebut antara lain dikaitkan dengan sosok Empu Singkir, sehingga dalam tradisi lisan masyarakat perkerisan, motif Adeg tertentu kemudian lebih populer disebut sebagai pamor Singkir.
Di sisi lain, nama singkir juga melahirkan pembacaan simbolik. Secara bahasa, singkir berarti menyingkir atau menjauhkan. Dari sinilah pamor ini kemudian sering dimaknai sebagai doa agar pemiliknya mampu menyingkirkan berbagai halangan, marabahaya, dan sambikala, atau dalam ungkapan Jawa disebut kalis ing sambikala.
Namun, pemaknaan seperti ini sebaiknya ditempatkan sebagai bagian dari interpretasi budaya dan doa simbolik, bukan sebagai klaim bahwa pamor secara otomatis memiliki kekuatan tertentu. Dalam tradisi tosan aji, bentuk fisik sebuah pamor sering kali menjadi pintu untuk membaca nilai, harapan, dan doa yang diwariskan oleh masyarakat pendukungnya.
Secara visual, garis-garis lurus pada pamor Adeg juga menghadirkan kesan tegak, teratur, dan memiliki arah. Karena itu, ia dapat dibaca sebagai pengingat agar manusia memiliki arah hidup yang jelas, teguh dalam prinsip, serta mampu menyingkirkan berbagai hal yang menjauhkannya dari tujuan yang baik.
PRA061
Keris Carang Soka Gonjo Iras Pamor Singkir
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 150 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Sengkelat Mataram Sri Manganti Keris Sengkelat Mataram Sri Manganti merupakan salah satu dari ratusan koleksi pusaka keris kami. Keris ini termasuk dalam golongan jenis keris luk 13. Jika dilihat dari bentuk dan ricikannya, keris ini berdhapur Sengkelat. Untuk pamor yang tergurat di bilahnya adalah pamor Udan Mas Tiban. Warangka memakai model Branggah dari bahan kayu Timoho. Nampak sangat pas… selengkapnya
Rp 3.500.000Tombak Pusaka Baru Kuping Pamor Tambal Dhapur tombak : Barukuping Pamor Tombak barukuping : pamor Tambal Tangguh : STW Panjang Bilah : 21 Cm Warangka : kayu Cendana jawa Ukiran Kode: PK088 INFO SELENGKAPNYA Tentang Pusaka Keris Brojol Pamor Rojo Gundolo Semar Silahkan Hubungi Kami Melalui Whatsapp/Telp/SMS: 082177400100
Rp 550.000Keris Sabuk Inten Pamor Gajah Gelar Sepuh Keris Sabuk Inten, sebuah artefak budaya yang kaya akan sejarah dan legenda, menempati posisi istimewa dalam warisan budaya Indonesia. Dalam legenda dan sejarahnya, keris ini tidak hanya menjadi lambang kemuliaan, tetapi juga simbol kemakmuran bagi sebuah kerajaan. Dikisahkan bahwa Keris Sabuk Inten muncul pada zaman peralihan antara Majapahit… selengkapnya
Rp 1.111.000Pusaka Keris Nogo Primitif Luk 3 Sepuh Kuno Dhapur: Nogo Primitif Luk 3 Pamor: Wengkon Isen Kode: PK093 INFO SELENGKAPNYA Tentang Pusaka Keris Nogo Primitif Luk 3 Sepuh Kuno Silahkan Hubungi Kami Melalui Whatsapp/Telp/SMS: 082177400100
Hubungi AdminKeris Dholog Luk 5 Mataram Senopaten Pamor Wos Wutah Keris Dholog Luk 5 Mataram Senopaten Pamor Wos Wutah merupakan koleksi pusaka kami yang sudah berusia ratusan tahun. Artinya keris ini adalah keris sepuh dan memiliki nilai historis yang panjang. Keistimewaan keris ini terdapat pada originalitasnya yang merupakan keris dari peninggalan era kerajaan mataram senopaten. Dari… selengkapnya
Rp 3.450.000Keris Naga Sapta Luk 7 Kinatah Kamarogan Kamardikan Istimewa Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Naga Sapto Luk 7 Pamor (motif lipatan besi) : Kulit Semangka (kinatah kuningan sepuh emas kamoragan) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Kamardikan Garap Alus (pesanan khusus) Panjang Bilah : 37 cm Warangka : Gayaman Solo Kayu Sono Keling (rose wood)… selengkapnya
Rp 3.950.000Pusaka Keris Paksi Dewata Pamor Melati Tumpuk Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Paksi Dewata (Kontemporer) Pamor (motif lipatan besi) : Melati Tumpuk Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Kamardikan Alusan Panjang Bilah : 33 cm Warangka : Gayaman Jogja Kayu Jati Handle / Gagang : Kayu Sono Keling Pendok : Kuningan Mendak : Kuningan Kode:… selengkapnya
Hubungi Admin




















WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.