Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
Keris Tumenggung PB IV
Rp 7.500.000| Kode | KAR521 |
| Stok | Habis |
| Kategori | Dhapur Tumenggung, Katalog Produk, Keris, Keris Lurus, Keris Sepuh, Pamor Segoro Muncar, Tangguh Mataram PB (Pakubuwono), TOSAN AJI 1 |
- Dhapur (bentuk fisik) : Tumenggung
- Pamor (motif lipatan besi) : Segoro Muncar
- Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram PB IV
- Panjang Bilah : 35 cm
- Warangka : Gayaman Surakarta dari bahan kayu Gembol Jati
- Handle / Deder : Solo dari bahan kayu Kemuning
- Mendak : Parijata Kuningan
- Pendok : Blewah Mamas Surakarta
Keris Tumenggung PB IV
Keris Tumenggung PB IV
Keris Dhapur Tumenggung
Keris Tumenggung PB IV – Masih sangat jarang literatur isoteris tentang keris berdhapur Tumenggung. Kebanyakan pembahasan yang ada hanya membahas soal ricikan dan wujud fisiknya semata. Tetapi kali ini saya tertarik dengan nilai esoteris dari keris dengan dhapur Tumenggung ini. Entah mengapa dhapur keris ini dinamakan Tumenggung. Apakah keris ini memang digunakan untuk simbol gelar bangsawan atau memang ada maksut lain.
Jika dilihat dari bentuknya, memang keris ini nampak gagah dan memiliki bentuk lurus/tidak memakai luk. Bahwa keris lurus mengandung sisi spiritual dalam pembuatannya sebagai lambang kelurusan hati, kepercayaan diri dan mental yang kuat. Keris lurus juga sebagai simbol keteguhan hati pada tujuan dan sarana pemujaan kepada Sang Pencipta. Sesuai sifat kerisnya itu, si pemilik keris diharapkan selalu menjaga kelurusan dan keteguhan hati, tekun beribadah, menjaga moral dan budi pekerti dan sikap ksatria.
Jika demikian, mungkin bisa dimaknai bahwa keris ini merupakan pesan dari Sang Empu, bahwa ketika kita memiliki sisi spiritual diri yang baik dan hubungan dengan Tuhan yang lurus tentu derajat, pangkat dan kemuliaan akan didapatkan dengan sendirinya. Artinya dalam mencapai kemuliaan hidup, kita tidak perlu mati-matian mengejar pangkat, derajat dan gelar. Melainkan justru diri kita sendirilah yang harus diluruskan agar memiliki spiritualitas yang baik. Maka dengan itu kemuliaan hidup akan dicapainya.
Tangguh PB IV
PB IV atau dikatakan PB Sepuh, sebetulnya sedikit melanjutkan langgam keris era Mataram Surakarta. Untuk standardnya bilah tetap ramping tetapi lebih tebal dibanding tangguh sebelumnya. Tempa bisa jadi lebih memiliki kualitas. Tetapi tidak menutup kemungkinan ada pula yang membuat kontur bilah lebih lebar, ini terutama untuk keris tangguh Surakarta Mangkubumen. Tapi keris tangguh ini tidak digolongkan dalam tangguh Surakarta Paku Buwana (PB). Untuk keris Surakarta Mangkubumen, memang terkesan lebih lebar dan gagah dengan ricikan yang atraktif. Ciri utama ada pada bawang sebungkul di sor-soran. Bahwa kadang ada sedikit anomali dimana masing2 tangguh akan membuat langgam yang berbeda walau hitungan untuk menentukan kontur bilahnya bisa saja sama.
Untuk trep pamor, bisa saja lebih rapat seperti contoh pada foto berikut , memang didapat dari keris tangguh Surakarta PB sepuh (era III-IV). Untuk trep pamor apakah kebak ataukah renggang, memang tidak dapat dijadikan patokan untuk melakukan penangguhan. Trep pamor ngawat, ngambang, nggajih dsb, berdasarkan seni tempa dan material~lah yang bisa dijadikan patokan dan salah satu indikator dalam menangguh keris. Dalam hal ini bahwa aspek utama adalah pada tempa. Akan susah menangguh jika keris tersebut sama2 kelengan (tanpa pamor).
Pamor Segoro Muncar
Sedangkan Pamor Segoro Muncar bermakna untuk memudahkan/meluaskan rezeki ,memperluas pergaulan, keselamatan. Disamping yang dimaksud dengan memperluas pergaulan, bahwa dalam setiap pertemanan kita harus bisa memperbanyak teman serta menyerap hal yang baik untuk perkembangan diri. Otomatis dengan sendirinya pintu rejeki kita akan terbuka dengan sendirinya.
Keris Tumenggung PB IV dengan kode KAR521 ini dialihrawatkan kepada anda yang ingin ikut serta memiliki keris dengan tujuan untuk nguri-uri budaya.
Keris Tumenggung PB IV
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 2.014 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Adeg Sodo Lanang Dhapur: Tilam Upih Pamor: Adeg (Sodo Lanang / Sodo Sakler) Tangguh: Tuban Abad/Tahun: XV Masehi Warangka: Ladrang Surakarta Iras Kayu Trembalo Kuno Hulu: Yudawinatan Kayu Kemuning Bang Mendak: Widengan Kuningan Pendok: Blewah Mamas Surakarta Filosofi Pamor Sodo Lanang Dalam khazanah seni dan warisan budaya Nusantara, Keris Tilam Upih dengan pamor Sodo Lanang… selengkapnya
Rp 7.500.000Keris Sengkelat Pamor Keleng Keris ini bernama Keris Sengkelat Pamor Keleng yang asli sepuh, berikut penjabaran spesifikasinya : Dhapur Keris : Sengkelat Pamor Keris : Keleng Tangguh Keris : Mataram Senopaten Panjang Bilah : 35,7 cm Kode Produk : KAR594 Filosofi Keris Dengan Dhapur Sengkelat Keris yang satu ini berdhapur Sengkelat dengan jumlah luk 13…. selengkapnya
Rp 2.999.000Keris Pamor Melati Sinebar Tuban Jenggala Keris Pamor Melati Sinebar Tuban Jenggala adalah salah satu dari ratusan koleksi pusaka keris. Keris ini termasuk dalam golongan jenis keris lurus. Jika dilihat dari bentuk dan ricikannya, keris ini berdhapur Bethok Brojol. Untuk pamor yang tergurat di sekujur bilahnya adalah pamor Melati Sinebar. Warangka memakai model Ladrang dari bahan kayu trembalo dengan pendoknya… selengkapnya
Rp 7.777.000Panimbal Luk 9 Gonjo Wilut Majapahit Panimbal Luk 9 Gonjo Wilut Majapahit – Keris Panimbal adalah salah satu dhapur Keris luk 9 yang cukup populer dikalangan pecinta Tosan Aji. Ukuran panjang bilahnya sedang dengan ricikan, antara lain: kembang kacang, jalen, lambe gajah, tikel alis, sogokan rangkap, sraweyan dan greneng. Ada yang menggunakan odo-odo seperti pada… selengkapnya
Rp 8.999.000Pusaka Keris Brojol Pamor Rojo Gundolo Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Brojol Pamor (motif lipatan besi) : Beras Wutah Rojo Gundolo Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Tuban EMpu Bekelajti ( empu yang memiliki ciri khas gonjo keleng dan pamor ditengah bilah) Panjang Bilah :34 cm Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Jati Handle / Gagang… selengkapnya
Hubungi AdminParungsari Mataram Amangkurat Keris Parungsari adalah pusaka yang berbicara dengan bahasa keheningan. Ia tidak hadir untuk menonjolkan kegagahan semata, melainkan menyampaikan pesan tentang kelapangan rasa, penerimaan hidup, dan kematangan batin. Dalam setiap lekuk luk-nya, tersimpan ajaran tentang perjalanan manusia: tentang naik dan turun, tentang keindahan yang justru tumbuh dari kerendahan hati. Parungsari bukan dhapur yang… selengkapnya
Rp 5.500.000





WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.