Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
- Keris Pamor Rojo Gundolo Wahyu Tumurun
- Tilam Upih Tirto Tumetes Pajajaran
- Jual Blawong Keris Kayu Jati Ukir Tokoh Wayang Pet
- Keris Karno Tinanding Pudhak Sategal Luk 3 Kinatah
- Keris Pamor Tritik Sepuh
- Jual Keris Carita Keprabon Mataram Amangkurat
- Keris Kuno Istimewa Sabuk Inten Luk 11 Tangguh Paj
- Keris Carubuk Pamor Pedaringan Kebak
Parungsari Pamor Pedaringan Kebak Meteorit
Rp 4.500.000| Kode | KAR546 |
| Stok | Habis |
| Kategori | Dhapur Parungsari, Katalog Produk, Keris, Keris Luk 13, Pamor Pedaringan Kebak, Tangguh Mataram Senopaten |
- Dhapur (bentuk fisik) : Parungsari Luk 13
- Pamor (motif lipatan besi) : Pedaringan Kebak Akhodiyat Meteor
- Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Senopati (Abad XV Masehi)
- Panjang Bilah : 33 cm
- Warangka : Gayaman Jogja dari bahan kayu Nagasari
- Handle / Deder : Jogja dari bahan kayu Nagasari
- Mendak : Parijata bahan kuningan
- Pendok : Bunton Jogja dari bahan Perak
Parungsari Pamor Pedaringan Kebak Meteorit
Parungsari Pamor Pedaringan Kebak Meteorit
Parungsari Pamor Pedaringan Kebak Meteorit – Parungsari adalah salah satu bentuk dhapur keris berluk tiga belas. Ukuran Panjang bilahnya sedang. Keris ini memakai kembang kacang; ada yang memakai jenggot ada yang tidak, lambe gajahnya dua, sraweyan, sogokan rangkap, pejetan dan greneng. Sekilas mirip dengan dhapur Sengkelat, perbedaan diantara keduanya hanyalah; Keris dhapur Parungsari mempunyai dua (2) lambe gajah, sedangkan dhapur Sengkelat hanya satu (1). Menurut literatur dhapur ini diciptakan pada masa pemerintahan Prabu Banjaransekar dari Pajajaran sekitar tahun jawa 1170 an.
Filosofi Keris Parungsari Pamor Pedaringan Kebak Meteorit
Parung adalah deretan lereng bukit dan lembah, sedangkan Sari adalah bunga. Secara harafiah dapat diartikan sebagai hamparan elok bukit dan lembah yang dipenuhi oleh bunga-bunga yang indah. Seperti “Bukit Berbunga”, tempat yang indah untuk memadu cinta, Lagu yang diciptakan oleh Yonas Pareira dan dipopulerkan oleh Uci Bing Slamet pada tahun 1982.
Irisan tanah secara vertikal akan menyulitkan beragam tumbuhan untuk dapat hidup disana, dan hanya tanaman pioneer saja yang mampu tumbuh dan berkembang disitu. Selain menjadi tanaman perintis, merangkap juga sebagai tanaman perlindungan yang mempu menahan hempasan air hujan dan laju permukaan, sehinga meminimalkan resiko erosi. Disisi lain, banyak serangga yang hidup didalam bunga untuk sekedar menghisap nektar atau berlindung didalam rimbunya dedaunan.
Parung Sari adalah bahasa pemahaman. Ada bukan karena diadakan, hadir bukan karena dihadirkan…. begitu apa adanya, sehingga begitu mudah untuk dipahami, namun begitu sulitnya kita untuk bisa mencoba mengerti arti sesungguhnya.
Parungsari adalah pembelajaran. Bila tidak pernah merasa tinggi, mengapa takut untuk jatuh, bila tidak merasa mulia, mengapa merasa dihinakan, bila tidak pernah bersama, mengapa takut untuk kehilangan.
Parungsari adalah simbol dari kecantikan budi atau suatu bentuk lain dari keikhlasan. Walaupun tidak ditanam ia tumbuh, tidak disirami ia mekar, seolah menerima keadaan apa adanya tanpa menuntut sebuah kondisi, di sisi lain malah banyak memberikan manfaat kepada sekitarnya, serta akan selalu meninggalkan kesan indah memanjakan mata siapapun yang melihat. Terangkum dalam keindahan peribahasa ”Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama “.
Parungsari Pamor Pedaringan Kebak Meteorit Bahan Pamor Terbaik
Untuk pamornya Pedaringan Kebak, berarti tempat (lumbung) yang penuh dengan beras. Kepercayaan yang berkembang di tengah masyarakat kita terutama sebagian pecinta keris, makna filosofi pamor pedaringan kebak ialah menjadikan rezeki selalu penuh, tidak akan pernah merasa kekurangan dan hidup selalu berkecukupan.
Bahan dari batu meteorit dianggap bahan terbaik karena melambangkan campur tangan Dewa (karena datangnya dari langit) dan apabila kemudian dipadukan dengan bahan yang berasal dari bumi pertiwi (besi dan baja) tentunya dipercayai akan mewujudkan sebuah pusaka yang ampuh. Konsep ini adalah manifestasi dari falsafah bersatunya Bapa Angkasa dan Ibu Bumi, yang diyakini anaknya kelak pasti akan luar biasa.
Informasi menakjubkan justru datang dari Alqur’an, ketika menyebutkan meteor dan bintang jatuh seperti bola api itu, justru disebut sebagai bola api pelempar syetan, bentuk penjagaan terhadap berita langit. Mengapa Allah SWT merajam syetan atau jin dengan meteor atau bola api di langit? Beberapa riwayat menyebutkan, dahulu sebelum diutus Nabi Muhammad SAW, jin dan syetan dengan mudah naik ke langit dengan tenang, untuk mencuri-curi dengar pembicaraan para malaikat. Perbincangan para malaikat tentang informasi perintah Allah SWT itulah yang dicuri jin, lalu disampaikanlah informasi itu kepada para dukun dan tukang ramal di bumi.
Agar kebudayaan terus lestari dan banyak orang ikut merawat dan memiliki serta merasakan manfaatnya, maka Keris Parungsari Pamor Pedaringan Kebak Meteorit dengan kode KAR546 kami alihrawatkan kepada siapa saja yang berkenan. Keris ini hanya ada satu, sehingga hanya bisa dimiliki oleh satu orang yang berjodoh saja.
Tags: Keris Pamor Meteor, keris pamor pedaringan kebak, keris parungsari, Parungsari Pamor Pedaringan Kebak Meteorit
Parungsari Pamor Pedaringan Kebak Meteorit
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 1.461 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Sengkelat Keleng HB V Original Sengkelat Keleng HB V Original – Keris yang satu ini berdhapur Sengkelat dengan jumlah luk 13. Pamor dari keris sengkelat ini adalah keleng atau juga sering disebut dengan pamor Pengawak Waja. Bahan material besi dari keris ini cukup bagus dengan tempa yang juga mumpuni. Lalu tangguh atau era masa pembuatan… selengkapnya
Rp 27.168.000Dhapur Tilam Upih Tilam Upih merupakan salah satu dhapur keris lurus atau leres yang dikenal luas dalam tradisi perkerisan Jawa. Ricikannya relatif sederhana, yaitu gandik lugas, tikel alis, dan pejetan. Kesederhanaan ini justru menjadi salah satu karakter utama dhapur Tilam Upih. Nama Tilam Upih berasal dari kata tilam, yang berarti alas atau tempat beristirahat, dan… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Pamor Udan Mas Asli Tangguh Mataram Sepuh Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Brojol Pamor (motif lipatan besi) : Udan Mas (Pola Bulatan 2-1-2) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Abad XVII Panjang Bilah : 33,5 cm Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Cendana Wangi NTT Handle / Gagang : Kemuning Bang Kuno Pendok… selengkapnya
Rp 7.777.000Pusaka Keris Santan Pamor Setro Banyu Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Satan Luk 11 Pamor (motif lipatan besi) : Setro Banyu Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Pajajaran Abad ke 14 masehi Panjang Bilah :34 cm Warangka : Ladrang SUrakarta Gandar Iras Kayu Trembalo Kuno Handle / Gagang : Kemuning Bang Kuno Pendok : Blewah… selengkapnya
Rp 2.500.000Pusaka Keris Korowelang Pamor Wos Wutah Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Korowelang Luk 13 Pamor (motif lipatan besi) : Wos Wutah/Beras Wutah (Meteor Akhodiyat) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Majapahit Madya (abad ke 14 masehi) Panjang Bilah :34 cm Warangka : Ladrang Cirebon Kayu Trembalo Nginden Kuno Handle / Gagang : Kayu Cendana Ukir… selengkapnya
Hubungi AdminTombak Godong Pring Sepuh Tombak Godong Pring merupakan salah satu dhapur tombak yang namanya diambil dari alam. Dalam bahasa Jawa, godong berarti daun, sedangkan pring berarti bambu. Maka secara harfiah, Godong Pring berarti daun bambu. Penamaan ini tentu bukan tanpa alasan. Bentuk bilahnya yang ramping, memanjang, dan proporsional mengingatkan pada siluet daun bambu yang sederhana,… selengkapnya
Hubungi AdminTilam Upih Pamor Wahyu Tumurun Tilam Upih Pamor Wahyu Tumurun – Keris bukan sekadar benda pusaka, melainkan sebuah simbol, sebuah doa yang terukir dalam bilahnya. Dan di antara sekian banyak pamor, Wahyu Tumurun adalah salah satu yang paling dicari, karena dipercaya membawa anugerah, ilham, dan keberuntungan bagi pemiliknya. Nama Wahyu Tumurun sendiri bermakna “turunnya wahyu”—sebuah… selengkapnya
Rp 2.300.000Keris Lurus Tumenggung Pamor Setro Banyu Tuban Sepuh Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Tumenggung Pamor (motif lipatan besi) : Setro Banyu Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Tuban Abad Ke 17 Masehi Panjang Bilah : 35 cm Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Mangga Hutan Kuno Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang Kuno Pendok… selengkapnya
Rp 4.111.000Jual Keris Carubuk Pamor Akhodiyat Meteor Tuban Majapahit Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Carubuk Luk 7 Pamor (motif lipatan besi) : Kulit Semangka Agal Akhodiyat Meteorit Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Tuban Era Majapahit (tangguh tuban sangat langka yang keluar luk) Panjang Bilah : 35 cm Warangka : Ladrang Surakarta kayu Trembalo Nginden Kuno… selengkapnya
Rp 3.550.000






WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.