Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
- Jual Mendak Cincin Keris Model Kendhit Warna Perak
- Keris Pamengkang Jagad Pamor Janur Sinebit Sepuh K
- Jual Mendak Keris Kuningan Model Kendit Seling Mir
- Jual Mendak Cincin Keris Model Hitam Lawasan Kuno
- Jual Pendok Keris Bunton Jogja
- Keris Pandawa Cinarito Asli Pajajaran
- Warangka Keris Sunggingan Motif Modang Premium
- Pusaka Keris Sabuk Inten Warangka Ladrang Jogja
Tombak Sapit Abon Mataram Sultan Agung
Rp 2.500.000| Kode | FR052 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Dhapur Sapit Abon, Katalog Produk, Pamor Beras Wutah, Tangguh Mataram Sultan Agung, Tombak |
| Jenis | : Tombak Lurus |
| Dhapur | : Sapit Abon |
| Pamor | : Wos Wutah |
| Tangguh | : Mataram Sultan Agung |
| Warangka | : Tutup Tombak, Kayu Sono |
Tombak Sapit Abon Mataram Sultan Agung
Tombak Sapit Abon Mataram Sultan Agung
Tombak Sapit Abon merupakan salah satu dhapur tombak yang memiliki nama unik dan sarat makna. Dalam bahasa Jawa, sapit berarti menjepit atau mengapit, sedangkan abon berarti serabut-serabut halus atau sesuatu yang telah terurai menjadi bagian-bagian kecil. Dalam dunia perkerisan, nama ini merujuk pada karakter bentuk tertentu pada bilah tombak yang telah dikenal dalam pakem dhapur.
Namun sebagaimana nama-nama dhapur lainnya, Sapit Abon juga dapat dipahami sebagai sebuah perlambang kehidupan.
Kata sapit mengandung makna menjaga, mengendalikan, dan menempatkan sesuatu agar tetap berada pada jalurnya. Dalam kehidupan, manusia tidak cukup hanya memiliki semangat dan kemampuan, tetapi juga memerlukan pengendalian diri. Sebab kekuatan yang tidak diiringi kendali justru dapat menjadi sumber kerusakan.
Sementara itu, abon yang tersusun dari serat-serat kecil dapat dimaknai sebagai lambang dari berbagai persoalan, godaan, maupun urusan kehidupan yang datang silih berganti. Sekilas tampak rumit dan tercerai-berai, tetapi sesungguhnya masih dapat disusun dan dikelola dengan baik apabila dihadapi dengan kebijaksanaan.
Dari perpaduan kedua kata tersebut, Sapit Abon mengajarkan bahwa seseorang hendaknya mampu mengendalikan berbagai persoalan yang datang tanpa kehilangan ketenangan dan kejernihan berpikir. Tidak semua masalah harus diselesaikan dengan kekerasan atau tergesa-gesa. Ada kalanya ketelitian, kesabaran, dan kemampuan memilah persoalan satu demi satu justru menjadi jalan terbaik.
Filosofi ini sangat dekat dengan pandangan hidup masyarakat Jawa yang menjunjung tinggi sikap ngati-ati, tidak mudah bereaksi, serta mampu menimbang segala sesuatu sebelum mengambil keputusan.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan pada berbagai persoalan yang datang bersamaan. Bila semuanya ditanggapi sekaligus, pikiran akan mudah kacau. Namun bila mampu “menyapit” atau mengapit persoalan itu dengan kesabaran dan kebijaksanaan, satu demi satu akan menemukan jalan keluarnya.
Pada akhirnya, Tombak Sapit Abon menjadi simbol tentang pentingnya pengendalian diri, ketelitian, dan kecermatan dalam menjalani kehidupan. Sebab bukan banyaknya persoalan yang menentukan kualitas seseorang, melainkan bagaimana ia menyikapi persoalan tersebut dengan kepala yang tetap dingin dan hati yang tetap jernih.
Karena dalam falsafah Jawa, orang yang bijaksana bukanlah yang tidak pernah menghadapi masalah, melainkan yang mampu mengurai keruwetan tanpa menambah keruwetan baru.
FR052
Tombak Sapit Abon Mataram Sultan Agung
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 220 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Carang Soka Pamor Nggajih Meteorit Empu Koso Madura Sepuh TUS Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Carang Soka Luk 9 Pamor (motif lipatan besi) : Pedaringan Kebak (Pamor nggajih meteorit) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Madura Sepuh Abad XV Panjang Bilah : 37,3 cm Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Timoho Kuno Handle / Gagang… selengkapnya
Rp 5.550.000Keris Korowelang Luk 13 Tangguh Madiun Sepuh TAG154
Rp 4.500.000Keris Sempana Luk 9 Pamor Putri Kinurung Tangguh Pajajaran Sepuh Kuno Tua Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Sempono Luk 9 Pamor (motif lipatan besi) : Beras Wutah, Pamor Putri Kinurung di Bagian Sor-soran Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Pajajaran Panjang Bilah : 32,2 cm Warangka : Gayaman Jogjakarta Kayu TImoho Kuno Handle / Gagang… selengkapnya
Rp 1.555.000Keris Jangkung Mayang Kesultanan Cirebon Keris Jangkung Mayang Kesultanan Cirebon merupakan salah satu dari ratusan koleksi pusaka keris kami. Keris ini termasuk dalam golongan jenis keris luk 3. Jika dilihat dari bentuk dan ricikannya, keris ini berdhapur Jangkung Mayang. Untuk pamor yang tergurat di sekujur bilahnya adalah pamor Tangkis. Warangka memakai model Gayaman dari bahan kayu Timoho, nampak sangat pas dan… selengkapnya
Rp 900.000Pusaka Kudi Kabudhan Kuno Sepuh Tua Temuan Dhapur (jenis bentuk pusaka) : Kudi Pamor (motif lipatan besi) : Sanak Meteorit (Besi Nglempung) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Kabudhan (Abad X) Panjang Bilah : 19,3 cm Warangka : Kayu Cendana Jawa Handle / Gagang : Kayu Cendana Jawa Kode : PK166 Dialih rawatkan (dimaharkan) Pusaka Kudi… selengkapnya
Rp 900.000Tilam Upih Pamor Tirto Tumetes Original Sepuh Keris dhapur Tilam Upih selalu ditempatkan sebagai pusaka yang sarat makna laku hidup. Ia tidak menampilkan kegagahan yang mencolok, tetapi justru memancarkan keteduhan dan kewibawaan yang halus. Sejak dahulu, Tilam Upih kerap dihadirkan dalam peristiwa-peristiwa penting kehidupan, khususnya dalam ikatan perkawinan, sebagai simbol doa agar rumah tangga berlandaskan… selengkapnya
Rp 2.500.000Korowelang Pamor Wengkon Dhapur: Korowelang Pamor: Wengkon Tangguh: Madiun Sepuh Warangka: Gayaman Surakarta Kayu Timoho Hulu/Handle: Yudawinatan Kayu Kemuning Pendok: Blewah Kuningan Mamas Mendak: Bejen Kuningan
Rp 1.388.000Keris Gumbeng Pamor Banyu Mili Pajajaran Sepuh Keris Gumbeng Pamor Banyu Mili Pajajaran Sepuh – Gumbeng adalah salah satu dapur Keris yang sangat sederhana. Memiliki ricikan seperti Kebo Lajer, tetapi bilahnya lebih lebar. Gandik panjang dan umumnya berasal dari tangguh sepuh seperti era Pajajaran atau Tuban. Istilah Gumbeng, selain untuk menyebut dapur Keris, juga merupakan… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Sengkelat Luk 13 Kembang Kacang Nggelung Wayang Sepuh Kuno Dhapur: Sengkelat Pamor: Wos Wutah Tangguh: Mataram Sultan Agung (Abad XVI) Warangka: Ladrang Surakarta Kayu Trembalo Kuno Handle/Deder: Solo (Surakarta) Kayu Kemuning Bang Kuno Mendak: Selut Pendok: Blewah Surakarta Kode: K200 Dialih rawatkan (dimaharkan) Keris Sengkelat Luk 13 Kembang Kacang Nggelung Wayang sesuai dengan foto… selengkapnya
Hubungi AdminPatrem Tilam Sari HB II Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Tilam Sari Pamor (motif lipatan besi) : Segoro Muncar Nyutra Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram HB II (Hamengkubuwan Ke-2) Panjang Bilah: 22,3 cm (Patrem Original) Warangka : Gayaman Yogyakarta, Kayu Timoho Randan Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang Mendak : Kuningan Kode:… selengkapnya
Rp 3.400.000




















WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.