Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
- Keris Dholog Luk 5 Majapahit TUS Pamor Pulo Tirto
- Keris Tilam Upih Pamor Rojo Gundolo Udan Mas Tiban
- Keris Kebo Lajer Pamor Mubyar Full Gagah Sepuh Kun
- Pusaka Keris Brojol Pamor Jung Isi Dunyo Kinatah E
- Keris Corok Pulanggeni Pamor Keleng Hurap Besi Keh
- PAMOR ISTIMEWA!! Keris Sinom Pamor Bonang Rinenten
- Keris Pamor Rojo Gundolo Sepuh Kuno
- Jual Blawong Keris Tokoh Wayang Gatotkaca
Keris dalam Perspektif Agama Islam
Keris dalam Perspektif Agama Islam
Antara Budaya, Simbol, dan Tauhid
Keris merupakan salah satu warisan budaya Nusantara yang memiliki sejarah panjang dan kedudukan penting dalam kehidupan masyarakat. Namun, ketika keris dibicarakan dalam konteks agama Islam, sering muncul kesalahpahaman—baik yang terlalu memistiskan, maupun yang menafikan nilai budayanya sama sekali.
Islam sebagai agama tauhid memiliki prinsip yang tegas dalam soal keyakinan, namun juga memberi ruang yang luas terhadap tradisi dan budaya, selama tidak bertentangan dengan akidah. Di sinilah keris perlu dipahami secara jernih: bukan sebagai benda sakral yang disembah, melainkan sebagai artefak budaya yang sarat makna simbolik.
Keris sebagai Benda, Bukan Objek Akidah
Dalam ajaran Islam, segala bentuk kekuatan, perlindungan, dan rezeki semata-mata berasal dari Allah SWT. Tidak ada satu pun benda yang memiliki kekuatan gaib mandiri, termasuk keris.
Oleh karena itu, Islam tidak membenarkan keyakinan bahwa keris dapat:
-
Memberi keselamatan atau celaka
-
Menentukan nasib dan keberuntungan
-
Menjadi perantara kekuatan supranatural
Keyakinan semacam ini dapat menggeser tauhid dan masuk ke dalam wilayah syirik. Namun demikian, memiliki, merawat, dan mempelajari keris sebagai warisan budaya dan sejarah sama sekali tidak bertentangan dengan ajaran Islam, selama keyakinan tetap lurus.
Keris dalam Sejarah Islam Nusantara
Proses masuk dan berkembangnya Islam di Nusantara berlangsung secara damai dan kultural. Para ulama dan wali tidak serta-merta menghapus tradisi lokal, melainkan melakukan proses penyaringan dan pemaknaan ulang.
Dalam konteks ini, keris tetap dipertahankan sebagai:
-
Senjata dan perlengkapan ksatria
-
Simbol kehormatan dan tanggung jawab
-
Identitas budaya masyarakat Muslim Nusantara
Nilai-nilai mistik yang bertentangan dengan tauhid secara perlahan diluruskan. Bahkan pada banyak keris era Islam—seperti masa Demak, Mataram, Cirebon, dan pesisir Tuban—kita justru menemukan penekanan pada etika, kepemimpinan, dan pengendalian diri.
Makna Filosofis Keris yang Selaras dengan Nilai Islam
Jika dipahami secara simbolik dan filosofis, bukan secara mistik, unsur-unsur keris memiliki keselarasan dengan nilai-nilai Islam:
-
Bilah keris melambangkan keteguhan iman dan kejujuran
-
Pamor menggambarkan proses, ikhtiar, dan kesabaran dalam kehidupan
-
Luk mencerminkan perjalanan hidup manusia yang berliku dan penuh ujian
-
Warangka melambangkan adab dan pengendalian diri
Dalam Islam, ilmu dan kekuatan harus dibingkai oleh akhlak. Sebagaimana keris tidak dibiarkan telanjang, manusia pun tidak boleh mempertontonkan kekuasaan tanpa adab.
Keris dan Konsep Wasîlah dalam Islam
Islam mengenal konsep wasîlah (sarana), namun dengan batas yang sangat jelas. Wasîlah tidak boleh diyakini memiliki kekuatan mandiri atau menjadi objek permohonan.
Keris bukan sarana ibadah dan tidak memiliki kedudukan spiritual dalam ritual Islam. Namun, keris dapat berfungsi sebagai:
-
Media pengingat nilai leluhur
-
Sarana refleksi moral dan etika
-
Simbol tanggung jawab seorang pemimpin atau ksatria
Selama tidak disertai praktik klenik, pemujaan, atau permohonan kepada selain Allah, keberadaan keris tetap berada dalam koridor yang dibenarkan.
Batas Tegas Keris Menurut Ajaran Islam
Islam memberikan batas yang jelas dan tidak abu-abu:
Yang tidak dibenarkan:
-
Pemujaan terhadap keris
-
Pemberian sesaji
-
Meminta perlindungan kepada keris
-
Meyakini keris “berisi” makhluk halus
Yang dibenarkan:
-
Menjaga dan merawat keris sebagai warisan budaya
-
Mengkaji sejarah dan filosofi keris
-
Memaknainya sebagai simbol etika, bukan sumber kekuatan
Penutup
Dalam perspektif Islam, keris adalah benda budaya yang memiliki nilai sejarah dan simbolik, bukan sumber kekuatan atau kesaktian. Tauhid tetap menjadi panglima, sementara budaya berada dalam bingkai akidah yang lurus.
Seperti halnya pedang di masa Rasulullah SAW, kemuliaan tidak terletak pada besinya, melainkan pada iman, akhlak, dan niat orang yang menggenggamnya.
Memahami keris secara jernih justru membantu kita menjaga warisan leluhur tanpa mengorbankan prinsip tauhid—sebuah sikap bijak yang menjadi ciri khas Islam Nusantara.
penulis: Daksa Niyata (Tosan Aji Group)
Keris dalam Perspektif Agama Islam
Pusaka Keris Carang Soka Pusaka Keris Carang Soka luk 9 dengan ricikan diantaranya kembang kacang dan lambe gajah berjumlah dua,... selengkapnya
PUSAKA LEGENDARIS!! Keris Nogo Sosro Sabuk Inten PUSAKA LEGENDARIS!! Keris Nogo Sosro Sabuk Inten – Keris pusaka naga sasra sabuk... selengkapnya
Keris Jawa Kuno: Warisan Budaya dan Keahlian Tempa Keris, atau sering disebut juga “kris,” adalah senjata tradisional khas Indonesia yang... selengkapnya
DPRD Surabaya Minta Pemkot Memberikan Ruang Khusus Untuk Pengrajin Keris Pusaka Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya AH Thony mengaku prihatin... selengkapnya
Semar: Figur Wayang yang Bijak dan Lucu dalam Kearifan Lokal Indonesia Wayang kulit, seni tradisional Indonesia yang kaya akan makna... selengkapnya
Toko Keris Kota Yogyakarta Terlengkap Apakah Anda sedang mencari Toko Keris Kota Yogyakarta terlengkap ? Anda ingin berburu tosan aji... selengkapnya
Filosofi Keris Carang Soka: Melampaui Duka Dalam rahasia seni ukir keris yang mengandung makna mendalam, hadirlah filosofi yang tersembunyi di... selengkapnya
Kesultanan Cirebon: Gemerlap Sejarah dan Pesona Budaya di Nusantara Kesultanan Cirebon adalah salah satu kesultanan yang memiliki sejarah panjang dan... selengkapnya
Kreativitas dan Keunikan: Menelusuri Pesona Batik Motif Tambal Batik, sebagai warisan budaya Indonesia, menyajikan berbagai motif yang mencerminkan keindahan alam,... selengkapnya
Filosofi Petruk dalam Wayang Kulit: Kehidupan Sederhana yang Penuh Makna Dalam seni wayang kulit, Petruk adalah tokoh yang sering menjadi... selengkapnya
Pusaka Keris Paksi Dewata Lurus Dhapur: Paksi Dewatra Naga Liman Lurus Pamor: Ngulit Semangka Tangguh: Mataram Kartasura Panjang Bilah :… selengkapnya
Hubungi AdminPusaka Keris Sengkelat Luk 13 Gonjo Wilut Pamor Maskumambang Sepuh Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Sengkelat Luk 13… selengkapnya
Rp 3.333.000Kudi Temuan Senjata Kuno Indonesia Peninggalan Zaman Kabudhan Dhapur / Bentuk : Kudi / Arit Pamor : Sanak Metorit/ Besi… selengkapnya
Rp 750.000Keris Singo Barong Pandawa Luk 5 Kinatah Kamarogan Pamor Keleng Istimewa Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Singo Barong Luk… selengkapnya
Rp 2.555.000Pusaka Keris Kebo Teki Sepuh Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Kebo Teki / Mahesa Teki Pamor (motif lipatan… selengkapnya
Rp 2.550.000Keris Tilam Upih Corok Pamor Mrambut Kasultanan Cirebon Sepuh Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Tilam Upih Pamor (motif lipatan… selengkapnya
Rp 1.888.000Keris Pamor Wahyu Tumurun Mataram Original Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Tilam Upih Pamor (motif lipatan besi) : Wahyu… selengkapnya
Rp 3.500.000Jual Keris Betok Putut Sombro Pajajaran Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Betok Sombro Putut Primitif Pamor (motif lipatan besi)… selengkapnya
Rp 1.333.000Pusaka Keris Udan Mas Mataram Sepuh Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Tilam Upih Pamor (motif lipatan besi) : Udan… selengkapnya
Hubungi Admin

WhatsApp us
Saat ini belum tersedia komentar.