Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
- Keris Brojol Pamor Bendo Segodo
- Tempat Lilin 1 Set Polos Kayu Jati
- Pusaka Keris Tilam Upih Pamor Udan Mas
- Pendok Selongsong Warangka Keris Blewah Surakarta
- Keris Sinom Robyong Pamor Lar Gangsir Garap Istime
- Jual Mendak Cincin Keris Parijoto Berkualitas
- Keris Pamor Sodo Lanang Banyu Mili Unik Tangguh Tu
- Jalak Ngore PB IV
Kesaktian Keris dalam Perspektif Hukum Islam
Kesaktian Keris dalam Perspektif Hukum Islam
Menimbang Keyakinan antara Budaya dan Akidah
Pembahasan mengenai kesaktian atau tuah keris kerap menimbulkan perbedaan pandangan di tengah masyarakat. Di satu sisi, keris dipandang sebagai warisan budaya yang sarat makna; di sisi lain, Islam memiliki prinsip tauhid yang sangat tegas dalam perkara keyakinan terhadap kekuatan suatu benda.
Untuk menempatkan persoalan ini secara adil dan ilmiah, para ulama telah memberikan penjelasan yang rinci. Salah satu rujukan penting adalah penjelasan Syekh Ibrahim al-Bajuri (wafat 1860 M) dalam kitab Tuhfatul Murid Syarh Jauharah at-Tauhid, halaman 58. Dalam kitab tersebut, beliau memaparkan empat tingkatan keyakinan seseorang terhadap daya dan kekuatan suatu benda, yang dalam konteks tulisan ini kita jadikan keris sebagai contoh.
Tingkatan Pertama: Meyakini Keris Memiliki Kekuatan Mandiri
Tingkatan pertama adalah ketika seseorang meyakini bahwa keris memiliki kekuatan dan keampuhan secara mandiri, tanpa peran dan kehendak Allah SWT.
Syekh Ibrahim al-Bajuri menjelaskan:
فَمَنْ اعْتَقَدَ أَنَّ الأَسْبَابَ الْعَادِيَةَ … تُؤَثِّرُ … بِطَبْعِهَا وَذَاتِهَا فَهُوَ كَافِرٌ بِالإِجْمَاعِ
“Barang siapa meyakini bahwa sebab-sebab biasa seperti api, pisau, makanan, dan minuman memberikan pengaruh dengan sendirinya, tanpa peran Allah, maka ia dihukumi kafir berdasarkan kesepakatan para ulama.”
Dalam konteks keris, keyakinan bahwa keris sakti dengan sendirinya—menjaga pemiliknya, mendatangkan rezeki, atau mencelakakan orang lain tanpa kehendak Allah—termasuk keyakinan yang merusak tauhid.
Tingkatan Kedua: Meyakini Kesaktian Keris sebagai Titipan Allah
Tingkatan kedua adalah keyakinan bahwa keris memiliki kesaktian karena Allah menitipkan kekuatan khusus di dalamnya.
Syekh al-Bajuri menyatakan:
أَوْ بِقُوَّةٍ خَلَقَهَا اللهُ فِيْهَا … وَالأَصَحُّ أَنَّهُ لَيْسَ بِكَافِرٍ بَلْ فَاسِقٌ مُبْتَدِعٌ
“Atau berkeyakinan bahwa Allah menciptakan kekuatan di dalamnya; menurut pendapat yang paling shahih, keyakinan ini tidak sampai kufur, namun pelakunya fasik dan ahli bid‘ah.”
Dalam hal ini, seseorang tidak mengeluarkan Allah dari keyakinannya, tetapi masih menempatkan benda sebagai “wadah kekuatan khusus” secara metafisik. Keyakinan ini tidak sampai kafir, namun tetap menyimpang dan tidak dibenarkan.
Tingkatan Ketiga: Meyakini Kesaktian yang Pasti dan Tidak Bisa Berubah
Tingkatan ketiga adalah keyakinan bahwa Allah memang satu-satunya yang memberi pengaruh, namun Dia menetapkan hubungan sebab-akibat yang pasti dan tidak mungkin berubah antara benda dan pengaruhnya.
Syekh al-Bajuri menjelaskan:
وَمَنْ اعْتَقَدَ أَنَّ الْمُؤَثِّرَ هُوَ اللهُ … فَهُوَ جَاهِلٌ
“Barang siapa meyakini bahwa hanya Allah yang memberi pengaruh, tetapi menjadikan hubungan sebab-akibat itu bersifat pasti dan rasional sehingga tidak mungkin berubah, maka ia adalah orang yang jahil.”
Dalam konteks keris, keyakinan bahwa keris pasti membawa pengaruh tertentu atas izin Allah, tanpa kemungkinan berubah atau gagal, dipandang sebagai kebodohan dalam memahami sunnatullah, bukan kekufuran.
Tingkatan Keempat: Keyakinan yang Dibenarkan dalam Islam
Tingkatan keempat adalah keyakinan yang paling lurus dan selamat. Yaitu ketika seseorang meyakini bahwa:
-
Hanya Allah yang memberi pengaruh
-
Keris tidak memiliki kekuatan mandiri
-
Hubungan antara keris dan pengaruhnya hanyalah berdasarkan ‘adat (kebiasaan umum)
-
Pengaruh tersebut bisa ada dan bisa tidak, sepenuhnya bergantung pada kehendak Allah
Syekh al-Bajuri menyatakan:
وَمَنْ اعْتَقَدَ أَنَّ الْمُؤَثِّرَ هُوَ اللهُ … فَهُوَ الْمُؤْمِنُ النَّاجِيْ إِنْ شَاءَ اللهُ
“Barang siapa meyakini bahwa hanya Allah yang memberi pengaruh dan menjadikan hubungan sebab-akibat itu berdasarkan kebiasaan yang memungkinkan terjadinya perubahan, maka ia adalah mukmin yang selamat, insya Allah.”
Dalam pemahaman ini, keris tidak lebih dari sarana budaya, simbol etika, dan pengingat tanggung jawab. Tidak ada ketergantungan batin kepada benda, dan tauhid tetap berdiri tegak.
Penutup
Dari penjelasan para ulama di atas, dapat dipahami bahwa Islam tidak melarang keberadaan keris sebagai benda budaya, pusaka warisan, maupun artefak sejarah. Yang menjadi perhatian utama dalam Islam bukanlah bendanya, melainkan cara manusia memandang dan meyakininya.
Keris dapat tetap dihormati, dirawat, dan dipelajari sebagai bagian dari khazanah peradaban Nusantara, selama tidak ditempatkan sebagai sandaran hati atau sumber kekuatan mandiri. Islam tidak datang untuk menghapus budaya, melainkan untuk meluruskannya agar berjalan seiring dengan tauhid.
Dalam bingkai ini, keris tetap berada pada kedudukannya sebagai pusaka budaya—simbol etika, tanggung jawab, dan jati diri—sementara keyakinan sepenuhnya tertuju kepada Allah SWT. Sebab dalam Islam, yang menentukan keselamatan, keberkahan, dan akibat dari segala sesuatu hanyalah Allah, bukan besi, bukan bilah, dan bukan pusaka itu sendiri.
penulis: Daksa Niyata (Tosan Aji Group)
Kesaktian Keris dalam Perspektif Hukum Islam
Rahwana dalam Wayang Kulit: Antara Kekuatan dan Kehancuran Rahwana, sebagai tokoh antagonis dalam pewayangan Indonesia, sering kali menjadi pusat perhatian... selengkapnya
Kawruh Ilmu Penangguhan Keris Tosan Aji I. ASPEK-ASPEK TANGGUH Salah satu cabang Ilmu Perkerisan tradisional yang paling sulit dan sering... selengkapnya
Filosofi Keris: Lukisan Makna dan Kekuatan Budaya yang Abadi Keris, senjata tajam khas Indonesia, bukan sekadar pisau tajam yang indah... selengkapnya
Keris Jalak Sangu Tumpeng: Karya Seni Budaya Nusantara yang Memukau Indonesia adalah negeri yang kaya akan budaya dan warisan seni... selengkapnya
Keris Bisa Bercerita: Merenung di Balik Sejuta Kisah Bilah Tajam Keris, sebuah senjata tradisional Indonesia, tak hanya mencuri perhatian dengan... selengkapnya
Pengertian dan Ciri Bilah Keris Dhapur Bethok Pengertian dan Ciri Bilah Keris Dhapur Bethok – Bilah keris dhapur bethok merupakan... selengkapnya
Ciri Keris Berbahan Meteor Meteorit tidak menjadi keseluruhan bahan pembuatan bilah keris. Meteorit hanya menjadi bahan pamor dari bilah keris.... selengkapnya
Makna Filosofi Keris Lurus Yang Tidak Banyak Diketahui Makna Filosofi Keris Lurus Yang Tidak Banyak Diketahui – Seperti yang kita... selengkapnya
Warangka: Mengenal Seni Ukir Tradisional Indonesia Warangka adalah seni ukir tradisional Indonesia yang memiliki keindahan dan nilai seni yang tinggi.... selengkapnya
Panimbal Jiwa Subuh memanggil embun mencium-cium mata riyip-riyip tertiup dingin tanda hidup dimulai lagi mengantongi sepeser harapan mengendarai keteguhan melesat... selengkapnya
Blawong Keris Dari Bahan Kayu Jati Ukiran Naga Blawong Keris Dari Bahan Kayu Jati Ukiran Naga, menampilkan dan memantaskan koleksi… selengkapnya
Rp 550.000Keris Sempana Luk 9 Pamor Kulit Semangka Tangguh Cirebon Sepuh Dhapur Keris (Jenis Bentuk Keris) : Sempono Luk 9 Pamor… selengkapnya
Rp 2.111.000Wedung Kuno Majapahi Pamor Kenanga Ginubah Wedung atau Wedhung adalah salah satu jenis senjata tradisional Jawa yang dulu merupakan kelengkapan… selengkapnya
Rp 5.500.000Jual Mendak Keris Model Parijata Apakah Anda sedang mencari aksesoris keris berupa mendak atau cincin keris berkualitas? Disini kami menyediakan… selengkapnya
Rp 150.000Jual Golok Cibatu Kuno Pamor Damaskus Janur Sinebit Banyu Mili Dhapur/ Nama bentuk Pedang : Golok Cibatu Pamor / Motif… selengkapnya
Rp 1.555.000Keris Tangguh Singosari Abad 13 Keris Tangguh Singosari Abad 13 – Tangguh singasari memiliki 2 pasikutan yaitu kaku dan wingit,… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Kamardikan Masterpiece Kanjeng Kyai Tengara Wangsa Gelar: Kanjeng Kyai Tengara Wangsa Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Paksi Naga… selengkapnya
Rp 10.111.000Pusaka Keris Pamor Udan Mas Asli Sepuh Kuno Tua Salah satu pamor keris yang paling dicari dan disukai adalah Keris… selengkapnya
Hubungi AdminJual Blawong Keris Tombak Bahan Kayu Jati Ukir Blawong adalah tempat pajangan keris maupun tombak yang ditempelkan di tembok yang… selengkapnya
Rp 800.000Keris Sengkelat Luk 13 Keleng Tangguh Mataram Sepuh Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Sangkelat / Sengkelat Pamor (motif… selengkapnya
Rp 3.111.000

WhatsApp us
Saat ini belum tersedia komentar.