Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
- Keris Jalak Ngore HB Sepuh
- Putut Sajen Pamor Mrambut
- Keris Carita Keprabon Mataram Senopaten
- Keris Kuno Brojol Pamor Full Ngulit Semangka Era P
- Keris Bandotan Luk 11 Pamor Segoro Muncar Mataram
- Pusaka Keris Tilam Upih Pamor Toya Mambeg
- Tempat Pajangan Keris di Dinding Ukiran Tokoh Puno
- Pusaka Keris Karno Tinanding Sepuh
Tombak Biring Wadon Pamor Banyu Mili
| Kode | FR050 |
| Stok | Habis |
| Kategori | Dhapur Biring Wadon, Katalog Produk, Pamor Banyu Mili, Tangguh Tuban, Tombak |
| Jenis | : Tombak Lurus |
| Dhapur | : Biring Wadon |
| Pamor | : Banyu Mili |
| Tangguh | : Tuban |
| Warangka | : Tutup Tombak, Kayu Sono |
Tombak Biring Wadon Pamor Banyu Mili
Tombak Biring Wadon
Tombak Biring Wadon adalah salah satu nama dhapur yang menarik karena maknanya lebih banyak lahir dari simbol bahasa Jawa daripada sekadar bentuk fisiknya.
Secara etimologis:
- Biring dalam bahasa Jawa berarti tepi, sisi, atau pinggiran. Dalam pemaknaan lain, biring juga dapat dimaknai sebagai sesuatu yang berjalan berdampingan, tidak selalu berada di pusat perhatian.
- Wadon berarti perempuan.
Jika dipahami secara harfiah, tentu nama ini hanya terdengar seperti “perempuan di pinggir”. Namun dalam falsafah Jawa, penamaan semacam ini hampir selalu bersifat simbolik.
Filosofi Biring Wadon
Dhapur ini dapat dimaknai sebagai lambang kekuatan yang bekerja tanpa harus selalu berada di depan.
Budaya Jawa sejak dahulu memandang perempuan bukan sekadar pendamping, melainkan penyangga kehidupan. Ada ungkapan bahwa perempuan adalah “garwa”, yang sering dimaknai sebagai sigaraning nyawa—belahan jiwa. Bukan berarti lebih rendah, tetapi saling melengkapi.
Karena itu, nama Biring Wadon dapat dipahami sebagai pengingat bahwa tidak semua pengaruh besar lahir dari posisi yang paling menonjol. Justru sering kali kekuatan terbesar hadir dari mereka yang bekerja dengan ketulusan, kesabaran, dan keteguhan, meskipun tidak selalu menjadi pusat perhatian.
Dalam kehidupan, banyak orang berlomba-lomba ingin berada di depan. Padahal, sebuah keluarga, organisasi, bahkan sebuah kerajaan tidak akan berdiri kokoh tanpa orang-orang yang rela menopang dari belakang.
Di situlah letak ajaran yang dapat dipetik dari nama Biring Wadon:
Kemuliaan tidak selalu lahir dari sorotan, tetapi dari kesediaan menjadi penopang bagi kebaikan.
Pada akhirnya, tombak dengan nama Biring Wadon mengingatkan bahwa kekuatan sejati tidak selalu ditunjukkan dengan ketegasan yang keras. Ada kalanya ia hadir dalam kelembutan, ketelatenan, dan kemampuan menjaga keseimbangan. Sebab dalam pandangan Jawa, yang lembut bukan berarti lemah, dan yang berada di belakang bukan berarti kalah.
Pamor Banyu Mili
Pamor Banyu Mili merupakan salah satu pamor yang namanya sangat filosofis. Kata banyu berarti air, sedangkan mili berarti mengalir. Maka secara harfiah, Banyu Mili bermakna air yang terus mengalir.
Bentuk pamornya sendiri biasanya memperlihatkan garis-garis yang memanjang dan mengalir, seolah mengikuti aliran sungai. Dari bentuk itulah lahir berbagai penafsiran filosofis yang sangat dekat dengan pandangan hidup masyarakat Jawa.
Filosofi Pamor Banyu Mili
Air adalah salah satu unsur alam yang paling sederhana, tetapi juga paling luar biasa. Ia lembut, tidak melawan dengan keras, namun mampu mengikis batu yang paling kokoh sekalipun.
Karena itu, Pamor Banyu Mili mengajarkan tentang keluwesan, ketekunan, dan kesinambungan.
Dalam hidup, tidak semua persoalan harus dihadapi dengan benturan. Ada kalanya seseorang justru mencapai tujuannya karena mampu menyesuaikan diri dengan keadaan tanpa kehilangan arah. Seperti air yang mengikuti lekuk bumi, tetapi tetap menuju muara.
Orang Jawa mengenal falsafah bahwa:
“Urip iku kudu kaya banyu.”
Hidup hendaknya seperti air. Mudah menyesuaikan diri, memberi manfaat bagi siapa saja, tetapi tetap memiliki tujuan.
Air juga tidak pernah memilih siapa yang akan diberinya kehidupan. Ia mengalir ke sawah, ke hutan, ke desa, bahkan ke tempat yang tidak pernah mengucapkan terima kasih. Dari situlah lahir ajaran tentang keikhlasan dalam memberi manfaat.
Simbol Rezeki yang Terus Mengalir
Dalam dunia perkerisan, Pamor Banyu Mili juga sering dikaitkan dengan harapan agar rezeki, kesempatan, dan keberkahan mengalir secara berkesinambungan. Namun makna ini sebaiknya dipahami sebagai doa dan simbol, bukan sebagai keyakinan bahwa pamor itu sendiri memiliki kekuatan mendatangkan rezeki.
Filosofinya sederhana: rezeki lebih mudah “mengalir” kepada mereka yang terus bergerak, terus berikhtiar, dan mampu menjaga hubungan baik dengan sesama—sebagaimana air yang tidak berhenti mengalir.
Pesan Kehidupan
Pada akhirnya, Pamor Banyu Mili mengingatkan bahwa kehidupan bukanlah tentang menjadi yang paling keras, melainkan menjadi yang paling mampu bertahan dan memberi manfaat.
Air tidak pernah sombong karena selalu berada di tempat yang rendah. Namun justru dari kerendahan itulah seluruh kehidupan dapat tumbuh.
Mungkin itulah pesan yang ingin diwariskan oleh para empu melalui Pamor Banyu Mili:
Mengalirlah dengan keluwesan, bergeraklah dengan ketekunan, dan jadilah manfaat di mana pun kehidupan membawamu. Sebab air yang terus mengalir akan tetap jernih, sedangkan air yang berhenti lambat laun akan menjadi keruh.
FR050
Tombak Biring Wadon Pamor Banyu Mili
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 162 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Pasopati Asli Sepuh “Aku adalah Pasopati, pusaka seorang ksatriya pilih tanding lelananging jagad, jagoning dewa. Pemberian Sang Hyang Manikmaya – Sang Kuasa Guru Sejati. Aku adalah simbol kemenangan Dharma (kebenaran) dalam melawan Adharma (keburukan) dalam diri, dunia, dan alam semesta.” Keris Pasopati adalah salah satu jenis keris lurus yang cukup populer dan dihormati di… selengkapnya
Rp 4.500.000Pusaka Tombak Cacing Kanil Majapahit Sepuh Kuno Dhapur / Bentuk : Tombak Cacing Kanil Luk 5 Pamor : Banyu Mili Tangguh : Majapahit Awal Panjang Bilah : 22 cm Panjang pesi : 11 cm Warangka : Kayu kemuning kuno Handle / Gagang : Jati 30 cm Kode : PK257 Tombak dhapur langka dengan kualitas besi… selengkapnya
Rp 1.750.000Tilam Sari HB III Sepuh Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Tilam Sari Pamor (motif lipatan besi) : Beras Wutah Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram HB Sepuh ( Hamengkubuwono Ke – 3) Panjang Bilah : 34 cm Warangka : Gayaman Yogyakarta, Kayu Trembalo Handle / Gagang : Kayu Kemuning Pendok: Slorok Kemalo Gongso Mendak… selengkapnya
Rp 4.000.000Keris Buto Ijo Mataram Senopaten Keris Buto Ijo bertangguh Mataram Senopaten merupakan pusaka yang memadukan kekuatan simbolik tokoh raksasa dalam khazanah pewayangan dengan karakter awal Dinasti Mataram yang gagah, tegas, dan sarat laku spiritual. Dalam tradisi Jawa, Buto Ijo bukan sekadar gambaran makhluk besar dan menakutkan, melainkan perlambang dari kekuatan dahsyat yang harus ditaklukkan—baik dalam… selengkapnya
Rp 4.500.000Dhapur Regol Karno Tinanding Regol merupakan salah satu dhapur keris lurus yang memiliki bentuk cukup khas dan tergolong jarang dijumpai dalam dunia perkerisan. Keunikannya terutama terlihat pada bagian gandhik yang berjumlah dua, yaitu satu berada di bagian depan dan satu lagi di bagian belakang bilah. Selain itu, bentuk gaja pada dhapur ini juga memiliki karakter… selengkapnya
Hubungi AdminPatrem Tilam Sari HB II Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Tilam Sari Pamor (motif lipatan besi) : Segoro Muncar Nyutra Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram HB II (Hamengkubuwan Ke-2) Panjang Bilah: 22,3 cm (Patrem Original) Warangka : Gayaman Yogyakarta, Kayu Timoho Randan Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang Mendak : Kuningan Kode:… selengkapnya
Rp 3.400.000Keris Nagasasra Luk 13 Kinatah Kamarogan Kamardikan Alusan Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Nogososro / Nagasasra Luk 13 Pamor (motif lipatan besi) : Kulit Semangka Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Kamardikan Alusan (Dipesan Secara Khusus Dan Digarap Oleh Empu Yang Mumpuni) Panjang Bilah : 37,7 cm Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Sonokeling Handle /… selengkapnya
Rp 2.111.000Tilam Upih Pamor Tetesing Warih Dhapur: Tilam Upih Pamor: Tetesing Warih Tangguh: Pajajaran Warangka: Gayaman Surakarta Kayu Trembalo Hulu/Handle: Yudawinatan Kayu Timoho Pendok: Blewah Kuningan Mamas Mendak: Bejen Kuningan
Rp 1.777.000Keris Pamor Udan Mas Tiban Madiun Sepuh Keris Pamor Udan Mas Tiban Madiun Sepuh ini memiliki keistimewaan dalam pola pamornya. Pamor Udan Mas Tiban merupakan pamor yang cukup digemari dan banyak diburu. Selain karena pamornya yang indah, juga nilai esoterisnya yang terkenal untuk kekayaan. Untuk dhapurnya cukup sederhana, yaitu berdhapur brojol. Lalu kalau soal sandangannya… selengkapnya
Rp 1.600.000KERIS PAMOR LANGKA!! Unthuk Banyu Sepuh Original Keris Tilam Upih – Pamor Unthuk Banyu – Tangguh Pajajaran ini merupakan salah satu koleksi pusaka yang memadukan kedalaman makna, keanggunan pamor, serta kekokohan karakter masa silam. Ia tidak hanya tampil sebagai bilah sepuh dengan estetika yang matang, tetapi juga menghadirkan harmoni antara dhapur yang membawa kesejukan, pamor… selengkapnya
Rp 10.000.000
















WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.