Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
Keris Jalak Tilam Sari Pakubuwana Sepuh
Rp 6.500.000| Kode | FB48 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Dhapur Jalak Tilam Sari, Katalog Produk, Keris, Keris Lurus, Pamor Segoro Muncar, Tangguh Mataram PB (Pakubuwono) |
| Jenis | : Keris Lurus |
| Dhapur | : Jalak Tilam Sari |
| Pamor | : Segoro Muncar |
| Tangguh | : Pakubuwana II (PB II) |
| Warangka | : Ladrang Surakarta, Bahan Kayu Gembol Jati |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Bahan Kayu Kemuning |
| Pendok | : Bunton, Bahan Kuningan Silih Asih |
| Mendak | : Parijata, Bahan Kuningan |
Keris Jalak Tilam Sari Pakubuwana Sepuh
Keris Jalak Tilam Sari Tangguh PB Sepuh
Sederhana dalam rupa, dalam dalam makna
Keris pusaka yang satu ini menampilkan sosok yang sederhana namun berkarakter kuat. Garapnya menghadirkan ricikan yang lugas dan proporsional, dengan ghandik tegas, tikel alis, pejetan, sraweyan, serta tingil di bagian belakang yang tersusun harmonis.
Pada bagian tengah bilah terdapat ada-ada yang semakin memperkuat kesan kokoh dan merbawani. Pamornya tampil relatif kontras, dengan alur yang rapi dan lembut, menyebar indah menghiasi sepanjang bilah—memberikan kesan hidup tanpa kehilangan ketenangannya.
Material besinya tergolong pulen, dengan slorok yang jelas dan kontras, menghadirkan gradasi warna yang mempertegas keindahan bilah secara keseluruhan.
Secara pasikutan, keris ini memancarkan aura gagah sekaligus berwibawa—tidak berlebihan, namun terasa matang dalam setiap bagiannya.
Filosofi Jalak Tilam Sari
Laku sederhana menuju inti kehidupan
Dalam pakem perkerisan, dhapur ini dikenal sebagai Jalak Tilam Sari—sebuah bentuk yang tampak sederhana, namun menyimpan kedalaman filosofi yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
“Jalak” melambangkan ketegasan—lugas, jujur, dan berkarakter.
Sementara “Tilam Sari” mengandung makna laku hidup: tentang tirakat, kesederhanaan, dan perjalanan menuju kemuliaan.
Filosofi ini mengajarkan bahwa tidak ada “sari” atau inti kehidupan yang bisa diraih secara instan. Segala sesuatu yang bernilai lahir dari proses—dari kesabaran, pengendalian diri, dan kesediaan menjalani setiap fase, termasuk fase yang berat dan tidak nyaman.
Dalam konteks kehidupan modern yang serba cepat, pusaka ini seolah menjadi pengingat:
bahwa yang instan sering kali hanya semu—cepat datang, namun juga cepat hilang.
Sebaliknya, nilai sejati justru lahir dari proses panjang yang ditempa dengan kesungguhan.
Jejak Sejarah: Tangguh PB Sepuh
Di antara dua zaman, di antara dua rasa
Keris ini berasal dari era awal Pakubuwana, yang dalam dunia perkerisan dikenal sebagai tangguh PB Sepuh—rentang masa dari Pakubuwana I hingga Pakubuwana II.
Ini adalah masa penting dalam sejarah Mataram, sebuah fase peralihan dari kekuasaan tunggal menuju perubahan besar yang kelak membentuk dua pusat budaya: Surakarta dan Yogyakarta.
Keris-keris dari tangguh ini memiliki karakter khas:
matang dalam tekanan, kuat dalam garap, dan tidak berlebihan dalam hiasan.
Ia berada di titik persimpangan—masih menyimpan jiwa Mataram lama yang tegas dan berkarakter, namun mulai membuka diri pada sentuhan rasa dan estetika yang lebih halus.
Peristiwa besar seperti Perjanjian Giyanti kemudian menjadi titik balik yang membelah Mataram menjadi dua:
Surakarta di bawah Pakubuwana III dan Yogyakarta di bawah Hamengkubuwana I.
Dari sinilah lahir dua langgam besar dalam dunia perkerisan:
- Gaya Yogyakarta yang tegas, disiplin, dan berorientasi pada laku
- Gaya Surakarta yang halus, luwes, dan berorientasi pada rasa
Namun sebelum semua itu terpisah, tangguh PB Sepuh hadir sebagai jembatan—
sebuah pengingat bahwa semuanya pernah berasal dari satu akar yang sama.
Keris Jalak Tilam Sari ini bukan sekadar pusaka…
melainkan representasi dari sebuah perjalanan.
Perjalanan tentang kesederhanaan, tentang proses,
dan tentang bagaimana manusia belajar kembali pada inti dirinya.
Sebuah pusaka yang tidak hanya indah untuk dimiliki,
tetapi juga dalam untuk dimaknai.
FB48
Keris Jalak Tilam Sari Pakubuwana Sepuh
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 4 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Pusaka Keris Udan Mas Sepuh Sebagai penikmat pusaka, kami memandang keris ini sebagai karya yang memiliki daya nilai sangat kuat, terutama pada unsur pamornya. Pamor Udan Mas yang menghiasi bilah keris lurus berdhapur Brojol ini bukan sekadar keindahan visual, melainkan simbol piwulang yang sarat makna dan telah lama menempati posisi istimewa dalam dunia perkerisan Nusantara…. selengkapnya
Rp 15.000.000Pusaka Keris Kuno Kyai Brojol Tuban Majapahit Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Brojol Pamor (motif lipatan besi) : Kulit Semangka (pasir malelo kerlap kerlip dibagian sor soran ada pamor tiban Kuto Mesir) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Tuban Majapahit Panjang Bilah : 31 cm Warangka : Ladrang Surakarta Kayu Timoho Kuno Handle / Gagang… selengkapnya
Rp 1.650.000Keris Pandawa Cinarita Luk 5 Warisan Amangkurat Keris Pandawa Cinarita Luk 5 Warisan Amangkurat – Keris warisan Kerajaan Amangkurat mewakili watak tegas dan berwibawa dari Susuhunan Mataram, Prabu Amangkurat. Dengan dhapur Pandawa Cinarita dan pamor Wengkon Isen, keris ini mencerminkan karakter pemimpin yang kuat dan dominan. Keris tangguh Amangkurat memiliki karakter yang khas—garapnya tegas, bentuknya… selengkapnya
Rp 6.000.000Keris Sepuh Pamor Janur Sinebit Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Brojol Pamor (motif lipatan besi) : Janur Sinebit Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Tuban Era Majapahit Warangka : Ladrang Surakarta Kayu Trembalo Kuno Handle / Gagang : Solo, Kayu Kemuning Bang Kuno Pendok: Blewah Surakarta Mamas Kuno Mendak : Kuningan Hias Permata Kode: KP504 Filosofi Keris… selengkapnya
Rp 3.000.000LAYAK KOLEKSI!! Keris Tumenggung HB V Pamor Meteorit Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Tumenggung Pamor (motif lipatan besi) : Pedaringan Kebak (meteor Nginden Ngawat) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : HB V / Hamengkubuwono ke 5 (Abad XVIII) Panjang Bilah : 36 cm Warangka : Branggah Jogjakarta Kayu Timoho Handle / Gagang : Kemuning Bang… selengkapnya
Rp 12.555.000Keris Tindih Sombro Putut Kuno Pamor Banyu Mili Pajajaran Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Sombro Putut Pamor (motif lipatan besi) : Banyu Mili Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Pajajaran Panjang Bilah : 18 cm Panjang total keris : 23 cm Warangka : Sandhang Walikat Kayu Jati Kode : PK419
Rp 900.000Kudi Sabit Bendo Kabudhan Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Kudi / Arit / Sabit Bendo Pamor (motif lipatan besi) : Serat Banyu Mili Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Kabudhan Purwacarita Era Candi Borobudur Panjang Bilah : 21 cm Warangka : Kayu Jati Handle / Gagang : Kayu Jati Kode: PK061 INFO SELENGKAPNYA Tentang… selengkapnya
Rp 900.000Keris Singo Barong Sepuh Tangguh Cirebon Keris Singo Barong Sepuh Tangguh Cirebon – Keris Singo Barong merupakan salah satu dhapur keris yang sangat terkenal dan banyak diburu oleh para kolektor dan penggemar Tosan Aji, karena selain bentuknya yang artistik, keris ini juga dipercaya memiliki angsar dan perbawa yang sangat kuat. Keris Singo Barong memiliki ciri… selengkapnya
Rp 4.999.000Jual Keris Pusaka Sepuh Kuno Keris adalah senjata tikam golongan belati (berujung runcing dan tajam pada kedua sisinya) dengan banyak fungsi budaya yang dikenal di kawasan Nusantara bagian barat dan tengah. Bentuknya khas dan mudah dibedakan dari senjata tajam lainnya karena tidak simetris di bagian pangkal yang melebar, seringkali bilahnya berkelok-kelok, dan banyak di antaranya… selengkapnya
Hubungi AdminPusaka Keris Brojol Pamor Tangkis Sepuh Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Brojol Pamor (motif lipatan besi) : Tangkis 2 sisi bilah beda pamor (pamor wengkon dan sebaliknya pamor kulit semangka) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Tuban Era Mataram Abad Ke 16 Masehi Panjang Bilah :28,5 cm Warangka : Gayaman Surakarta Gandar Iras Kayu… selengkapnya
Hubungi Admin


















WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.