Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
- Keris Carito Genengan Pamor Banyu Mili
- Keris Tilam Upih Pamor Byor Tuban Kuno
- Selut Mendak Keris Model Kendhit Warna Emas
- Jual Blawong Tempat Pajang Keris Tombak Kayu Jati
- Keris Jalak Sangu Tumpeng Sepuh
- Keris Carito Keprabon Luk 11 Mataram Senopaten
- Keris Lurus Tilam Sari HB I Pamor Tangkis Sepuh Ku
- Keris Kebo Lajer Pamor Slewah
Keris Pamor Mlinjon Sepuh Langka
Rp 5.200.000| Kode | KAR |
| Stok | Habis |
| Kategori | Dhapur Tilam Upih, Katalog Produk, Keris, Keris Lurus, Pamor Mlinjon, Tangguh Tuban |
| Jenis | : Keris Lurus |
| Dhapur | : Tilam Upih |
| Pamor | : Mlinjon |
| Tangguh | : Madura Sepuh |
| Abad / Tahun | : XV |
| Warangka | : Gayaman |
| Bahan Warangka | : Kayu Timoho |
| Pendok | : Bunton bahan kuningan |
| Mendak | : Parijata bahan kuningan |
| Panjang Bilah | : |
Keris Pamor Mlinjon Sepuh Langka
Keris Pamor Mlinjon Sepuh Langka
Keris Pamor Mlinjon Sepuh Langka merupakan salah satu dari ratusan koleksi pusaka keris kami. Keris ini berdhapur Tilam Upih, merupakan dhapur keris lurus yang sederhana dengan ricikan antara lain gandik polos, tikel alis dan pejetan. Untuk pamor yang tergurat di sekujur bilahnya adalah pamor Mlinjon, yaitu salah satu pamor yang langka dan sudah jarang ditemui. Sedangkan dari penilaian material bilah, garap dan rancang bangunnya, keris ini diperikan tangguh Tuban. Dilengkapi dengan sandangan warangkanya model Gayaman dari kayu Trembalo gandar iras, tentu sudah sangat serasi dan layak untuk menjadi ageman dan koleksi.
Keris Pamor Mlinjon
Dari kata melinjo – buah pohon so/mlinjo/tangkil (Gnetum gnemon Linn). Disebut demikian karena pamor berpola oval yang tersusun secara berderet di antara garis berjajar vertikal yang membingkainya dibuat oleh sang Empu mirip sekali dengan biji mlinjo. Pamor Mlinjon saat ini sudah mulai jarang ditemui.
Mlinjo adalah suatu spesies tanaman berbiji terbuka. Mlinjo tidak menghasilkan bunga dan buah sejati karena bukan termasuk tumbuhan berbunga. Yang dianggap sebagai buah sebenarnya adalah biji yang terlihat langsung karena terletak di antara daun-daun yang tidak terbungkus daging tetapi berbungkus kulit luar. Jika sudah memerah akan sangat kontras dengan daunnya yang berwarna hijau. Biji mlinjo yang tumbuh secara bergerombol akan selalu mengingatkan bahwa manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri (individualis) serta diharapkan tidak melupakan hubungan kedekatan keluarga dan hidupnya mampu menghasilkan banyak buah-buah kebaikan.
Pola bulatan (oval) dari pamor mlinjon juga melambangkan salah satu unsur kehidupan- air (nafsu Supiyah). Nafsu Supiah berasal dari saripati sehingga nafsu ini mewarisi sifat-sifat air. Sifat air antara lain mencari tempat posisi yang paling rendah, kebalikan dari api/amarah yang selalu mengarah keatas. Mengajarkan kepada kita untuk menjadi rendah hati terhadap sesama dan selalu merendahkan diri dihadapan Tuhan. Juga sebuah sebuah untaian doa serta harapan agar pemiliknya nantinya dapat menyingkirkan semua tantangan atau penghalang hidup dengan tenang, penuh kesabaran disertai usaha yang konsisten dan ikhtiar terus-menerus.
Dhapur Tilam Upih
Tilam Upih merupakan dhapur yang paling populer di seluruh wilayah Nusantara dan relatif bisa dijumpai pada setiap tangguh, mulai dari tangguh sepuh sanget hingga tangguh kamardikan. Dhapur Tilam Upih bentuknya hampir sama dengan dhapur Brojol, perbedaanya dhapur Brojol tidak dilengkapi dengan ricikan: tikel alis. Menurut kitab sejarah Narendra Ing Tanah Jawi (1928) dhapur Tilam Upih (diberi nama Jaka Piturun) dibuat bebarengan dengan dhapur Balebang (diberi nama Pamunah) pada tahun 261 Saka pada era pemerintahan Nata Prabu Dewa Budhawaka.
FILOSOFI, Tilam Upih dalam terminologi Jawa juga berarti tikar yang terbuat dari anyaman upih (pelepah daun pinang) sebagai alas tidur. Yang secara tidak langsung tersirat pasemon, yang diistilahkan sebagai kondisi sedang tirakat/prihatin (masih tidur dengan alas apa adanya, belum dengan alas yang empuk). Para orang tua zaman dahulu biasanya secara turun temurun memberikan anaknya yang menikah salah satunya dengan keris dhapur Tilam Upih, artinya didoakan agar nantinya hidup rumah tangganya baik, mulya, berkecukupan atau sebuah bentuk simbolisasi harapan tentang hidup nyaman berkecukupan, meski saat ini semuanya harus dimulai dari bawah.
Keris Pamor Mlinjon Sepuh Langka
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 1.793 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Sabuk Inten Tangguh Pengging Keris Sabuk Inten Tangguh Pengging tentu saja merupakan keris yang punya nilai tersendiri di mata kolektor tosan aji. Bagaimana tidak, keris berdhapur sabuk inten dengan tangguh pengging memang sangat jarang sekali dijumpai. Ditambah pamornya wahyu tumurun yang memenuhi bilah menambah nilai seni dan keindahan dari keris ini. Sekilas pamor keris… selengkapnya
Rp 4.555.000Tombak Biring Jaler Tongkat Komando Mataram Sultan Agung Pamor Nginden Dhapur / Bentuk Tombak : Biring Jaler / Biring Lanang Pamor : Beras Wutah Meteorit (Pamor Nginden) Tangguh : Mataram Sultan Agung (Abad XVI Masehi) Panjang Bilah : 24 cm Warangka : Model Stik Tongkat Komando Ukiran Garuda Kayu Galeh Jati Gembol Kode : PK325… selengkapnya
Rp 1.111.000Pedang Kuno Suduk Maru Pamor Banyu Mili Dhapur/ Nama bentuk Pedang : Suduk Maru Pamor / Motif Lipatan Besi : Banyu Mili & Kulit Semangka Tangguh : Mataram Kartasura Panjang bilah tajam : 57,8 cm Panjang Total Ketika Disarungkan : 81 cm Warangka : Kayu Cemara Kate Berhias Tembaga Handel / Gagang Pedang : Kayu… selengkapnya
Hubungi AdminPusaka Keris Nogo Sosro Luk 13 Pamor Kulit Semangka Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Nagasasra Luk 13 Pamor (motif lipatan besi) : Kulit Semangka Damaskus Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Kamardikan Alusan Panjang Bilah : 36 cm Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Sawo Handle / Gagang : Kayu Jati Pendok : Bunton Kuningan Jeglok… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Karno Tinanding Pudhak Sategal Luk 3 Kinatah Kamarogan Keris Karno Tinanding Pudhak Sategal Luk 3 Kinatah Kamarogan adalah salah satu dari ratusan koleksi pusaka keris kami. Keris ini berdhapur Karno Tinanding atau Karno Tanding, merupakan dhapur keris luk 3 dengan ricikan pudhak sategal, kembang kacang rangkap, jalen rangkap, janggut rangkap, sogokan rangkap, dua pejetan dan greneng…. selengkapnya
Rp 8.000.000Keris Kyai Condong Campur Yang Asli Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Condong Campur Pamor (motif lipatan besi) : Ngulit Semangka Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Abad ke 18 Warangka : Gayaman Yogya Kayu Timoho Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang Kuno Kode : K203 Pusaka Keris Kyai Condong Campur Yang Asli Tentang… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Langka Pamor Lawe Saukel Keris Langka Pamor Lawe Saukel adalah pusaka koleksi kami yang memang sudah sangat langka. Apalagi untuk keris-keris sepuh yang berusia ratusan tahun seperti ini. Keindahan pola pamor ini memang dibuat dengan keahlian khusus oleh Mpu yang sudah mumpuni. Pamor Lawe Saukel tergolong pamor rekan dengan teknik pembuatannya yang tergolong pamor… selengkapnya
Rp 6.555.000Keris Tilam Sari Pamor Tunggul Wulung Dalam khazanah pusaka Jawa, keris tidak hanya dibaca dari bentuk dan tangguhnya, tetapi dari bahasa simbol yang dikandungnya. Tilam Sari adalah salah satu dhapur yang sarat makna, di mana tilam dimaknai sebagai alas kehidupan, sedangkan sari berarti kembang atau bunga—perlambang keindahan, keharuman, dan inti kebajikan. Ia menggambarkan harapan agar… selengkapnya
Rp 5.000.000Pusaka Keris Putut Sombro Pajajaran Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Putut Betok Sombro Pamor (motif lipatan besi) : Tiban Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Pajajaran (abad ke 14 masehi) Panjang total : 25,5 cm Warangka : Sandhang Walikat Kayu Sono Kembang (rose Wood) Kode: PK053 INFO SELENGKAPNYA Tentang Pusaka Keris Putut Sombro Pajajaran Silahkan… selengkapnya
Hubungi AdminPusaka Keris Sempana Pamor Jala Tunda Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Sempono Luk 9 Pamor (motif lipatan besi) : Jolotundo Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Pajajaran Abad Ke 14 Masehi Panjang Bilah : 35 cm Warangka : Gayaman SUrakarta Gandar Iras Kayu Mangga Hutan Kuno Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang Kuno Pendok… selengkapnya
Rp 1.750.000





WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.