Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
- Tilam Upih Pamor Tetesing Warih
- Keris Nogo Saliro Kinatah Emas
- Keris Brojol Pamor Tejo Kinurung Tuban Majapahit
- Dhapur Keris Kalanadah
- Pusaka Keris Carang Soka Mataram Amangkurat
- Keris Tilam Sari Majapahit Pamor Ceprit-Ceprit
- Jagrak Stand Keris Patrem
- Jual Warangka Sarung Keris Kayu Cendana Wangi Ladr
Keris Sengkelat Pamor Udan Mas Tundung Madiun
| Kode | TAG027 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Dhapur Sengkelat, Katalog Produk, Keris, Keris Luk 13, Pamor Udan Mas, Tangguh Madiun |
| Jenis | : Keris Luk 13 |
| Dhapur | : Sengkelat |
| Pamor | : Udan Mas |
| Tangguh | : Tundung Madiun |
| Warangka | : Ladrang Surakarta, Bahan Kayu Cendana Wangi Iras |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Bahan Kayu Kemuning |
| Pendok | : Bleweh, Cukitan, Bahan Kuningan |
| Mendak | : Selut Njeruk Keprok Seling Mirah, Bahan Tembaga |
Keris Sengkelat Pamor Udan Mas Tundung Madiun
Dhapur Sengkelat (Luk 13)
Sengkelat merupakan salah satu dhapur keris yang paling melegenda dalam khazanah tosan aji Nusantara. Namanya telah dikenal luas di kalangan pecinta keris dan senantiasa hadir dalam berbagai kisah, babad, maupun tradisi lisan yang berkembang dari generasi ke generasi.
Dhapur ini kerap dikaitkan dengan Kiai Sengkelat, pusaka agung Majapahit yang menurut berbagai penuturan hilang setelah dibawa oleh Adipati Blambangan. Sengkelat juga muncul dalam kisah bersama Condong Campur dan Sabuk Inten, yang menggambarkan pergolakan pada masa-masa akhir Kerajaan Majapahit. Dalam kisah tersebut, Sengkelat menjadi simbol suara rakyat kecil yang mampu mengalahkan Condong Campur, sesuatu yang bahkan tidak dapat dilakukan oleh kekuatan Sabuk Inten.
Dalam tradisi tutur lainnya, Sengkelat juga sering dihubungkan dengan perjalanan sejarah dari runtuhnya Majapahit menuju lahirnya Mataram Islam. Salah satu kisah yang paling dikenal menyebutkan bahwa Sunan Kalijaga pernah memesan sebilah keris kepada Empu Supa, yang kemudian melahirkan sebilah keris berluk tiga belas bernama Sengkelat. Pusaka tersebut selanjutnya dikenal sebagai salah satu keris yang memiliki kedudukan penting di kalangan raja-raja Jawa.
Terlepas dari beragam kisah yang menyertainya, Sengkelat hingga kini tetap menjadi salah satu dhapur yang paling diminati oleh para kolektor maupun pemerhati keris karena nilai sejarah, keindahan bentuk, dan kekayaan makna filosofinya.
Dari sisi ricikan, Dhapur Sengkelat termasuk salah satu dhapur yang paling lengkap. Keris ini menggunakan luk 13, dilengkapi dengan sekar kacang, jalen, lambe gajah satu, tikel alis, pejetan, sogokan rangkap, sraweyan, serta greneng. Kelengkapan ricikan tersebut menghadirkan komposisi yang harmonis sekaligus memperlihatkan tingkat kematangan garap para empu pada masanya.
Pamor Udan Mas
Pamor Udan Mas merupakan salah satu pamor rekan yang paling terkenal dan paling banyak dicari dalam dunia perkerisan. Sejak dahulu, pamor ini identik dengan harapan akan kemakmuran, kelimpahan rezeki, dan keberuntungan, sehingga tidak mengherankan apabila banyak pedagang, pengusaha, maupun masyarakat umum menjadikannya sebagai salah satu pamor favorit.
Secara visual, Pamor Udan Mas memiliki pola berupa bulatan-bulatan kecil yang tersusun berkelompok, menyerupai titik-titik hujan yang jatuh ke permukaan air. Susunan bulatan tersebut umumnya membentuk formasi lima-lima dengan jarak yang teratur, menciptakan komposisi yang indah sekaligus mudah dikenali.
Angka lima yang muncul dalam pola Udan Mas sering dimaknai sebagai simbol keseimbangan dan kebijaksanaan. Dalam khazanah budaya Nusantara, angka lima memiliki makna yang sangat luas, mulai dari panca indera, lima jari manusia, Pancasila, hingga berbagai konsep filosofis lain yang menempatkan angka lima sebagai lambang keselarasan hidup.
Pamor Udan Mas termasuk pamor rekan, yaitu pamor yang memang dirancang sejak awal oleh sang empu. Dalam proses pembuatannya dikenal dua teknik utama. Teknik pertama dilakukan ketika bilah masih panas sehingga menghasilkan pola yang lebih ekspresif dan dinamis. Teknik kedua dilakukan setelah bilah mulai dingin sehingga membentuk bulatan-bulatan yang lebih rapi dan teratur.
Keistimewaan keris ini terletak pada penggunaan dua teknik tersebut dalam satu bilah. Pada satu sisi, pamor memperlihatkan karakter yang ekspresif karena dibentuk saat bilah masih panas, sedangkan pada sisi lainnya bulatan-bulatan tampak lebih rapi karena dikerjakan ketika bilah telah dingin. Perpaduan dua karakter ini merupakan hal yang relatif jarang dijumpai dan menunjukkan tingginya kemampuan teknis sang empu dalam mengolah pamor.
Secara filosofis, Pamor Udan Mas mengajarkan bahwa rezeki yang baik bukan hanya tentang banyaknya harta, tetapi juga tentang keberkahan, kecukupan, dan kemampuan mengelola nikmat yang telah dianugerahkan Tuhan Yang Maha Esa.
Tangguh Tundung Madiun
Di kalangan pecinta keris, istilah Tundung Madiun merupakan salah satu tangguh yang cukup dikenal, meskipun pembahasannya masih menyisakan berbagai pendapat di kalangan ahli perkerisan. Penyebutan tangguh ini umumnya diberikan kepada keris-keris madiun sepuh yang biasanya memiliki garap lebih baik dari pada keris madiun pada umumnya. Ia biasanya memperlihatkan perpaduan karakter khas Madiun dengan pengaruh gaya tangguh lain, yakni Mataram.
Pada keris ini, material besi dan karakter pamornya menunjukkan ciri khas Madiun, yakni besi yang berkualitas baik dengan pamor yang cenderung kelem namun tetap jelas dan matang. Salah satu penanda yang cukup menonjol adalah bentuk sekar kacang yang mangan gandhik, yang selama ini dikenal sebagai salah satu karakter khas keris-keris Madiun.
Kualitas materialnya juga menunjukkan pengerjaan yang baik. Banyak keris bertangguh Madiun tetap bertahan dalam kondisi prima meskipun telah berusia ratusan tahun, karena penggunaan besi yang padat serta teknik tempa yang matang.
Menariknya, keris ini juga memperlihatkan pengaruh kuat dari gaya Mataram, terutama pada bentuk greneng, gonjo, serta tungkakan gonjo. Dari sisi proporsi bilah, tampilannya pun lebih luwes dibandingkan karakter Madiun yang umumnya terkesan lebih wagu. Ricikan yang tegas serta keseimbangan bentuk menunjukkan adanya sentuhan estetika Mataram Dalem yang cukup kuat.
Perpaduan kedua karakter tersebut menjadi alasan mengapa keris ini lebih tepat disebut sebagai Tangguh Tundung Madiun, yaitu kelompok keris yang lahir dari pertemuan tradisi perkerisan Madiun dengan pengaruh garap Mataram.
Dalam tradisi lisan dunia perkerisan, munculnya istilah Tundung Madiun juga sering dikaitkan dengan sosok Empu Tundung, seorang empu yang dipercaya memiliki peran penting dalam perkembangan tradisi tempa di wilayah Madiun. Terlepas dari berbagai versi sejarah yang berkembang, istilah ini menjadi penanda bahwa perkembangan keris Nusantara berlangsung melalui proses pertemuan berbagai tradisi, sehingga melahirkan karya-karya yang kaya akan karakter, sejarah, dan nilai budaya.
TAG027
Keris Sengkelat Pamor Udan Mas Tundung Madiun
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 222 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Sinom Damar Murub Urubing Dilah Keris Sinom Damar Murub Urubing Dilah merupakan salah satu dari ratusan koleksi pusaka keris kami. Keris ini termasuk dalam golongan jenis keris luk namun unik dengan luk di bagian ujungnya. Jika dilihat dari bentuk dan ricikannya, keris ini berdhapur Sinom Damar Murub / Urubing Dilah. Salah satu dhapur keris… selengkapnya
Rp 2.500.000Pusaka Keris Pamor Rojo Gundolo Sepuh Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Brojol Pamor (motif lipatan besi) : Rojo Gundolo, Ngulit Semangka Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Abad XVI Panjang Bilah : 28 cm Warangka : Gayaman Yogya Kayu Timoho Kuno Handle / Gagang : Model Yogya Kayu Sono Keling Pendok : Blewah… selengkapnya
Hubungi AdminPusaka Keris Sengkelat Tangguh PB II Pusaka Keris Sengkelat Tangguh PB II memang sangat istimewa. Disamping dapurnya banyak diburu oleh para kolektor keris, tangguhnya pun juga cukup banyak dicari yaitu dari era Paku Buwono ke-2 ( PB II ). Jika dilihat dari keseluruhan bilah, keris ini masih cukup utuh dengan ricikan yang terlihat kembang kacang,… selengkapnya
Rp 5.500.000Pusaka Keris Carubuk Pengging Pamor Tunggak Semi Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Carubuk Pamor (motif lipatan besi) : Tunggak Semi Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Pengging Era Jaka Tingkir Tus Panjang Bilah : 35 cm pesi utuh masih panjang original Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Timoho Kuno Original Bawaan Bilah Handle / Gagang :… selengkapnya
Rp 3.333.000Pusaka Keris Duwung Sepuh Kuno Dhapur keris pusaka : duwung (dhapur langka) Tangguh keris langka dhapur duwung (perkiraan masa pembuatan) : Mataram (Abad ke 16 mesehi) Pamor keris langka dhapur duwung : kulit semangka Panjang bilah keris langka dhapur duwung : 32 cm Warangka keris langka dhapur duwung : Gayaman solo kayu timoho kuno bawaan… selengkapnya
Rp 1.550.000Jual Keris Tilam Upih Pamor Udan Mas Tiban Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Tilam Upih Pamor (motif lipatan besi) : Udan Mas Tiban (pamor gonjo sumber mas) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Madura Sepuh Empu Koso Panjang Bilah : 35,5 cm Warangka : Gayaman Surakarta Gandar Iras Kayu Trembalo Kuno Handle / Gagang :… selengkapnya
Rp 3.750.000Dhapur Gumbeng Gumbeng merupakan salah satu dhapur keris lurus dengan bentuk yang sederhana dan berkarakter tenang. Sepintas, bentuknya menyerupai Kebo Lajer, terutama pada gandhik yang memanjang, namun bilahnya cenderung lebih lebar. Sebagian besar Keris Gumbeng yang dikenal saat ini berasal dari tangguh sepuh sehingga memiliki nilai historis sekaligus spiritual yang tinggi. Di balik tampilannya yang… selengkapnya
Hubungi AdminPusaka Keris Ganesha Luk 13 Kamardikan Garap Halus Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Ganesha Luk 13 Pamor (motif lipatan besi) : Keleng Berserat (Kinatah Kamoragan Kuningan Disepuh Emas) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Kamardikan Alusan Panjang Bilah : 37 cm Warangka : Gayaman Solo Kayu Sono Keling Handle / Gagang : Kayu Sono Keling… selengkapnya
Hubungi AdminPusaka Keris Patrem Pulanggeni Pamor Buntel Mayit Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Pandawa Lare Pamor (motif lipatan besi) : Gubet / Buntel Mayit + Rojo Gundolo Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Cirebon Sepuh Panjang Bilah : 27,5 cm pesi utuh masih panjang original Warangka : Sandhang Walikat Kayu Sono Keling Handle / Gagang :… selengkapnya
Rp 2.333.000




















WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.