Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
- Keris Naga Sapta Keleng Yasan Enggal
- Tombak Pusaka Kuno Menur Pamor Rojo Gundolo Origin
- Keris Majapahit Pamor Rojo Gundolo
- Jual Blawong Keris Kayu Jati Ukir Mentahan
- Kujang Lanang Pajajaran Kuno
- Keris Tumenggung Pamor Ganggeng Kanyut Sepuh
- Dimaharkan Pusaka Keris Brojol Warangka Ladrang Ir
- Keris Pamor Sumur Sinaba
Keris Sepuh Parungsari Luk 13
Rp 3.500.000| Kode | FR054 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Dhapur Parungsari, Katalog Produk, Keris, Keris Luk 13, Pamor Beras Wutah, Tangguh Mataram Amangkurat |
| Jenis | : Keris Leres |
| Dhapur | : Parungsari |
| Pamor | : Wos Wutah |
| Tangguh | : Mataram Amangkurat |
| Warangka | : Ladrang Suakarta, Kayu Sono Keling Iras |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Kayu Sono Keling |
| Pendok | : Bleweh, Bahan Kuningan |
| Mendak | : Kendhit, Bahan Kuningan |
Keris Sepuh Parungsari Luk 13
DHAPUR PARUNGSARI
Dhapur Parungsari merupakan salah satu dhapur keris luk 13. Dhapur dikenali terutama dari bentuk bilah dan susunan ricikannya. Pada Dhapur Parungsari terdapat ricikan sekar kacang, jalen, lambe gajah dua, pejetan, tikel alis, sogokan rangkap, sraweyan, dan greneng. Susunan ricikan tersebut menjadi salah satu dasar untuk mengenali Dhapur Parungsari dan membedakannya dari dhapur lain yang memiliki bentuk serupa.
Nama Parungsari dapat menjadi pintu masuk untuk memahami makna simboliknya. Kata parung dapat dikaitkan dengan aliran air yang mengalir melalui lekukan atau celah, sedangkan sari dapat dimaknai sebagai inti, esensi, atau bagian yang utama. Dari sini, Parungsari dapat dimaknai sebagai gambaran tentang perjalanan manusia dalam menemukan inti kehidupan.
Bentuk luk yang berkelok dapat menjadi pengingat bahwa perjalanan hidup tidak selalu berjalan lurus. Ada belokan, perubahan arah, tantangan, dan proses yang harus dilalui. Karena itu, Parungsari dapat dimaknai sebagai pengingat untuk tetap mencari nilai yang utama, mengambil pelajaran dari setiap perjalanan, dan tidak kehilangan arah meskipun jalan yang ditempuh tidak selalu mudah.
Pemaknaan tersebut merupakan interpretasi budaya, bukan filosofi baku yang memiliki satu pengertian tunggal. Dhapur Parungsari menjadi bagian dari kekayaan penamaan dhapur dalam tradisi perkerisan Jawa, yang menunjukkan bagaimana bentuk keris juga dapat menjadi media untuk menyampaikan simbol dan nilai kehidupan.
PAMOR WOS WUTAH
Pamor Wos Wutah, yang juga dikenal sebagai Beras Wutah, memiliki nama yang diambil dari bentuk motifnya. Wos atau beras berarti butiran beras, sedangkan wutah berarti tumpah atau tercecer. Secara visual, pamor ini berupa motif-motif kecil yang tersebar di sepanjang bilah, sehingga menyerupai beras yang tumpah. Wos Wutah juga dapat berpadu dengan pola pamor lain, seperti Kulit Semangka, sehingga menghasilkan tampilan yang lebih kompleks.
Pada keris ini, Teknik Tempa Pamor: Mlumah. Dalam teknik mlumah, susunan lapisan pamor berkembang relatif sejajar dengan permukaan bilah sehingga motifnya dapat terlihat pada bidang bilah. Sementara itu, Kemunculan Motif Pamor: Tiban. Dalam tradisi perkerisan, pamor tiban merupakan sebutan untuk motif pamor yang dipercaya muncul tanpa dirancang secara khusus oleh empu untuk membentuk pola tertentu. Penyebutan tersebut merupakan bagian dari klasifikasi tradisional dalam dunia perkerisan.
Beras memiliki kedudukan penting dalam kehidupan masyarakat Jawa dan Nusantara. Beras tidak hanya menjadi bahan makanan, tetapi juga berkaitan dengan kecukupan dan keberlangsungan kehidupan. Sementara wutah berarti tumpah atau tercecer. Dari sini Wos Wutah kemudian sering dimaknai sebagai simbol rezeki yang berlimpah.
Namun keberlimpahan tidak hanya berarti memiliki banyak. Ia juga dapat dimaknai sebagai kemampuan untuk berbagi dan memberikan manfaat kepada orang lain. Karena itu, Wos Wutah dapat dipahami sebagai doa agar memperoleh kecukupan dan kelimpahan, sekaligus pengingat bahwa rezeki yang berlebih akan menjadi lebih berarti ketika dapat dibagikan dan memberi manfaat bagi sesama.
Pemaknaan tersebut merupakan simbolisme budaya dan doa atau harapan pemilik, bukan sifat objektif yang secara ilmiah melekat pada pamor. Wos Wutah juga dapat memiliki tampilan yang berbeda antara satu bilah dengan bilah lainnya, terutama ketika berpadu dengan pola pamor lain. Karena itu, selain nama pamornya, pengamatan juga perlu memperhatikan bentuk, persebaran, kepadatan, dan hubungan motifnya dengan pamor lain.
TANGGUH MATARAM AMANGKURAT
Dalam tradisi perkerisan, tangguh merupakan cara untuk membaca perkiraan zaman, lingkungan budaya, dan karakter pembuatan sebuah keris. Keris yang dikaitkan dengan Tangguh Mataram Amangkurat sering memiliki pasikutan yang memberikan kesan galak, tegas, gagah, dan birowo. Istilah galak di sini bukan berarti keris memiliki sifat galak, melainkan menggambarkan kesan visual dari keseluruhan bentuk bilahnya.
Beberapa karakter yang sering menjadi bahan pengamatan antara lain pamor yang cenderung pandes, besi yang cenderung grasak dengan wasuhan relatif sederhana, baja yang relatif tebal, serta sepuhan yang dalam istilah tradisional kerap disebut tua. Pada bagian tertentu, sirah cecak dapat menunjukkan bentuk yang relatif lancip, sedangkan pada greneng, huruf dha sering digambarkan memiliki karakter agal-agal. Apabila merupakan keris luk, bentuk luknya juga sering digambarkan relatif rengkol, dengan lekukan yang terasa lebih tegas.
Istilah seperti pandes, grasak, dan sepuh tua merupakan istilah tradisional yang digunakan dalam pengamatan perkerisan. Karena itu, ciri-ciri tersebut sebaiknya dipahami sebagai bahan pembanding, bukan sebagai rumus tunggal untuk menentukan tangguh.
Masa pemerintahan Amangkurat merupakan salah satu periode penting dalam sejarah Mataram. Periode ini memiliki dinamika tersendiri dalam bidang politik, seni, budaya, serta perkembangan tosan aji. Dalam kajian perkerisan, konteks sejarah tersebut menjadi salah satu dasar untuk memahami keris yang secara tradisional dikaitkan dengan Tangguh Mataram Amangkurat. Dengan demikian, pembahasan tangguh tidak hanya berkaitan dengan perkiraan usia keris, tetapi juga dengan lingkungan budaya, teknologi, dan estetika yang mungkin tercermin pada sebuah bilah.
Pada keris yang dikaitkan dengan masa Amangkurat, pasikutan yang kuat dan tegas menjadi salah satu karakter yang sering disebut. Namun, tidak semua ciri tersebut selalu muncul dengan tingkat yang sama pada setiap bilah. Kondisi fisik, usia, perawatan, serta perubahan permukaan keris juga dapat memengaruhi karakter yang terlihat saat ini.
Karena itu, Tangguh Mataram Amangkurat sebaiknya dipahami sebagai klasifikasi tradisional berdasarkan kumpulan ciri yang saling mendukung. Tangguh tidak dapat ditentukan hanya dari satu ricikan, satu bentuk luk, satu karakter pamor, atau satu karakter besi. Apabila kajian belum dilakukan secara mendalam, penggunaan istilah “diperkirakan” atau “memiliki karakter yang mengarah pada” lebih tepat untuk menunjukkan bahwa identifikasi masih terbuka terhadap kajian lebih lanjut.
Catatan: Identifikasi dhapur, pamor, dan tangguh merupakan bagian dari pengetahuan dan terminologi tradisional perkerisan. Ciri-ciri yang disebutkan merupakan bahan pengamatan dan pembanding, bukan rumus tunggal.
Perbedaan hasil pengamatan juga dapat terjadi karena dipengaruhi oleh objek yang diamati maupun cara pengamatan. Kondisi bilah, usia, perawatan, kelengkapan ricikan, pengalaman pemerhati, sudut pandang, serta rujukan yang digunakan dapat memengaruhi hasil identifikasi.
Karena itu, deskripsi ini merupakan hasil pembacaan berdasarkan karakter yang dapat diamati, dan tetap terbuka terhadap perbandingan, kajian, maupun koreksi apabila terdapat data atau rujukan lain yang lebih kuat.
FR054
Keris Sepuh Parungsari Luk 13
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 243 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Tilam Upih Kadipaten Tuban: Simbol Filosofi dan Keunikan Budaya Jawa Keris adalah salah satu warisan budaya Nusantara yang kaya akan nilai filosofi, simbolisme, dan sejarah. Salah satu jenis keris yang sering menjadi perhatian di kalangan pecinta keris adalah Keris Tilam Upih dari Kadipaten Tuban. Dengan dhapur Tilam Upih dan pamor Wos Wutah, keris ini… selengkapnya
Rp 4.500.000Pusaka Keris Nogo Sapto Kinatah Pamor Wengkon Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Naga Sapto Luk 7 Pamor (motif lipatan besi) : Wengkon (Kinatah Kamoragan Kuningan Disepuh Emas ) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Kamardikan Alusan Panjang Bilah :37,5 cm Warangka ( sarung keris ) : Ladrang Surakarta Kayu Sawo Handle / Gagang / deder… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Sinom Robyong Pamor Lar Gangsir Garap Istimewa Tangguh Mangkubumen Putran Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Sinom Robyong Pamor (motif lipatan besi) : Lar Gangsir (Pamor yang sangat detail dan sempurna) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mangkubumen Putran Panjang Bilah : 36,5 cm Warangka : Ladrang Surakarta Kayu Galeh Nagasari Handle / Gagang :… selengkapnya
Rp 5.555.000Pusaka Keris Jangkung Luk 3 Mataram Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Jangkung Luk 3 Pamor (motif lipatan besi) : Kulit Semangka Full Bilah Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Abad Ke 16 Masehi Panjang Bilah : 35 cm pesi utuh masih panjang original Warangka : Ukiran Kayu Saw Handle / Gagang : Ukiran Kayu… selengkapnya
Rp 2.100.000Keris Jalak Nyucup Madu Pamor Wos Wutah Era Pajajaran Filosofi Keris Jalak Nyucup Madu Keris Jalak Nyucup Madu adalah pusaka yang memancarkan kesederhanaan dan keanggunan. Lebih dari sekadar sebuah senjata, keris ini sarat akan makna mendalam yang mengajarkan jalan menuju makrifat. Bentuknya yang sederhana menjadi simbol ketenangan jiwa yang tidak terpengaruh oleh gemerlap dunia…. selengkapnya
Rp 2.500.000DHAPUR JALAK SANGU TUMPENG Dhapur Jalak Sangu Tumpeng merupakan salah satu dhapur keris lurus atau leres. Ricikan yang terdapat pada dhapur ini antara lain gandik lugas, pejetan, tikel alis, sogokan rangkap, sraweyan, dan tingil. Susunan ricikan tersebut menjadi bagian penting dalam mengenali Dhapur Jalak Sangu Tumpeng. Nama Jalak Sangu Tumpeng tersusun dari beberapa unsur kata…. selengkapnya
Hubungi AdminJual Keris Nogo Welang Luk 13 Kamardikan Antik Unik Istimewa Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Naga Welang Luk 13 Pamor (motif lipatan besi) : Kulit Semangka (kinatah Tembaga Sepuh Emas) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Kamardikan Alusan Panjang Bilah : 37 cm Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Sono Keling Handle / Gagang : Kayu… selengkapnya
Rp 1.750.000Keris Patrem Kebo Lajer Tangguh Pajajaran Ori Sepuh TAG150
Rp 1.520.000Jual Keris Nogo Sosro Sabuk Inten Kinatah Emas Asli Kuno Harga Termahal Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Naga Sasra Sabuk Inten Luk 11 Pamor (motif lipatan besi) : Beras Wutah (Kinatah Full Emas Asli Kamoragan) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Sepuh Panjang Bilah : 37 cm Warangka : Ladrang Surakarta Kayu Cendana Wangi… selengkapnya
Hubungi Admin


















WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.