Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Admin PusakaKeris.com
● online
Admin PusakaKeris.com
● online
Halo, perkenalkan saya Admin PusakaKeris.com
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Buka jam 08.00 s/d jam 23.00
Beranda » Dhapur Tilam Upih » Keris Tilam Upih Pamor Wengkon Isen
click image to preview activate zoom

Keris Tilam Upih Pamor Wengkon Isen

Rp 2.500.000
KodeTAG077
Stok Tersedia (1)
Kategori Dhapur Tilam Upih, Katalog Produk, Keris, Keris Lurus, Pamor Putri Kinurung, Pamor Wengkon Isen, Tangguh Tuban
Jenis : Keris Leres
Dhapur Tilam Upih
Pamor Wengkon Isen + Putri Kinurung
Tangguh Tuban
Warangka : Ladrang Surakarta, Kayu Gembol Jati
Deder/Handle : Canteng, Kayu Kemuning Bang
Pendok : Bunton Slorok, Bahan Tembaga
Mendak : Kendhit, Bahan Kuningan
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan lebih cepat! Quick Order
Bagikan ke

Keris Tilam Upih Pamor Wengkon Isen

Dhapur Tilam Upih

Tilam Upih merupakan salah satu dhapur keris lurus atau leres yang dikenal luas dalam tradisi perkerisan Jawa. Ricikannya relatif sederhana, yaitu gandik lugas, tikel alis, dan pejetan. Kesederhanaan ini justru menjadi salah satu karakter utama dhapur Tilam Upih.

Nama Tilam Upih berasal dari kata tilam, yang berarti alas atau tempat beristirahat, dan upih, yaitu pelepah pinang yang dahulu dapat dimanfaatkan sebagai alas sederhana. Dari pengertian tersebut, Tilam Upih kemudian dimaknai sebagai simbol ketenteraman, kenyamanan, dan kesejahteraan hidup.

Dalam konteks keluarga, filosofi tersebut berkembang menjadi harapan akan rumah tangga yang harmonis, tenteram, dan berkecukupan. Karena itu, Tilam Upih kerap dikaitkan dengan pusaka keluarga dan doa agar pemiliknya mampu membangun kehidupan yang baik, menjaga keharmonisan, serta meneruskan nilai-nilai keluarga kepada generasi berikutnya.

Maknanya bukan semata-mata tentang kemewahan, melainkan tentang kecukupan, kasih sayang, tanggung jawab, dan ketenteraman.

Sebutan “Ibu dari Semua Keris” yang kadang dilekatkan pada Tilam Upih lebih tepat dipahami sebagai ungkapan dalam tradisi tutur sebagian pemerhati keris, bukan istilah baku dalam nomenklatur dhapur.

 

Pamor Wengkon Isen

Pamor Wengkon Isen memiliki karakter berupa wengkon, yaitu garis pamor yang membingkai tepi bilah, sementara bagian tengahnya diisi atau di-isen dengan motif pamor lainnya.

Secara sederhana, wengkon dapat dimaknai sebagai bingkai, batas, atau pelindung, sedangkan isen berarti isi. Dari sini lahir filosofi bahwa sesuatu yang berharga tidak cukup hanya memiliki isi yang baik, tetapi juga membutuhkan batas dan perlindungan agar tetap terjaga.

Wengkon dapat dimaknai sebagai perlambang tata krama, pengendalian diri, dan batas moral, sementara isen menggambarkan ilmu, pengalaman, rezeki, keluarga, serta kebijaksanaan yang ada dalam diri seseorang.

Filosofinya mengingatkan bahwa kualitas manusia tidak hanya ditentukan oleh apa yang dimilikinya, tetapi juga oleh kemampuannya menjaga apa yang dimiliki tersebut. Ilmu perlu dijaga dengan kebijaksanaan, rezeki dengan tanggung jawab, dan keluarga dengan kasih sayang.

Dalam tradisi simbolik perkerisan, Wengkon Isen juga dikaitkan dengan harapan agar berbagai anugerah kehidupan senantiasa berada dalam perlindungan, tetap utuh, dan membawa manfaat.

 

Pamor Putri Kinurung

Pamor Putri Kinurung termasuk pamor tiban yang umumnya muncul pada bagian sor-soran bilah. Namanya diasosiasikan dengan seorang putri yang sedang dipingit, sebuah tradisi Jawa sebelum pernikahan.

Secara simbolik, Putri Kinurung menggambarkan kebaikan yang tidak perlu dipamerkan. Sebagaimana seorang putri yang berada dalam pingitan, sesuatu yang dijaga dan dirawat dengan baik pada waktunya akan memancarkan keindahannya sendiri.

Filosofi tersebut sejalan dengan ungkapan:

“Aruming jeneng ngambar-ambar saluming bumi, jaya-jaya wijayanti nir ing sambekala.”

Nama yang harum akan tersebar luas, sedangkan kebaikan yang dilakukan dengan tulus akan menjadi bekal untuk menghadapi kehidupan.

Dalam tradisi kepercayaan, motif Putri Kinurung juga dikaitkan dengan harapan akan pengayoman, perlindungan dari sambekala, pengendalian diri, dan ketenteraman keluarga. Pemaknaan mengenai tuah tersebut merupakan bagian dari tradisi simbolik yang diwariskan dalam budaya perkerisan.

 

Tangguh Tuban

Tangguh Tuban merupakan salah satu penamaan tangguh dalam tradisi perkerisan yang dikaitkan dengan lingkungan budaya Tuban. Beberapa karakter yang sering digunakan sebagai bahan pembanding antara lain pejetan yang relatif sempit, gandik cenderung tegak, bilah agak lebar atau nglimpo, serta gonjo yang relatif lurus hingga sedikit wuwung.

Pada gonjo dapat dijumpai karakter seperti kepala gonjo berbentuk buweng, bagian perut yang dikenal sebagai mbathok mengkurep, serta ekor dengan karakter nguceng mati. Ciri-ciri tersebut merupakan terminologi tradisional dalam pengamatan bentuk dan ricikan bilah.

Tuban memiliki posisi penting dalam sejarah Jawa sebagai kawasan pesisir yang berkaitan erat dengan perdagangan, politik, dan perkembangan kerajaan-kerajaan besar. Pada masa Majapahit, Tuban dikenal sebagai salah satu wilayah penting di pesisir utara.

Dalam ingatan budaya Tuban terdapat tokoh Ronggolawe, yang kisahnya berkaitan dengan masa awal Majapahit. Tradisi lokal juga mengenal kisah Brandal Lokajaya yang kemudian dikaitkan dengan perjalanan Sunan Kalijaga. Kisah-kisah tersebut menunjukkan kuatnya lapisan sejarah dan tradisi tutur yang berkembang di Tuban.

Dalam konteks perkerisan, lingkungan sejarah dan kebudayaan tersebut menjadi latar yang menarik untuk memahami perkembangan tradisi pembuatan bilah. Namun, identifikasi Tangguh Tuban tidak dapat ditentukan hanya dari sejarah wilayah atau satu ciri fisik.

Pasikutan, ricikan, proporsi bilah, karakter besi, pamor, gonjo, serta keseluruhan garap perlu dibaca secara bersama-sama sebelum menarik kesimpulan mengenai tangguh.

 

Catatan Identifikasi: Identifikasi dhapur, pamor, dan tangguh merupakan bagian dari pengetahuan dan terminologi tradisional perkerisan. Ciri yang disebutkan merupakan bahan pengamatan dan pembanding, bukan rumus tunggal. Hasil identifikasi dapat berbeda karena dipengaruhi kondisi bilah, usia, perawatan, kelengkapan ricikan, pengalaman pemerhati, sudut pandang, serta rujukan yang digunakan.

TAG077

Keris Tilam Upih Pamor Wengkon Isen

Berat 1500 gram
Kondisi Bekas
Dilihat 4 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Mohon maaf, form diskusi dinonaktifkan pada produk ini.
Produk Terkait

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

WhatsApp WhatsApp us