Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Admin PusakaKeris.com
● online
Admin PusakaKeris.com
● online
Halo, perkenalkan saya Admin PusakaKeris.com
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Buka jam 08.00 s/d jam 23.00
Beranda » Dhapur Tilam Upih » Keris Tuban Majapahit Pamor Wahyu Tumurun
click image to preview activate zoom

Keris Tuban Majapahit Pamor Wahyu Tumurun

Rp 5.500.000
KodeTAG035
Stok Tersedia (1)
Kategori Dhapur Tilam Upih, Katalog Produk, Keris, Keris Lurus, Pamor Wahyu Tumurun

 

Jenis : Keris Lurus
Dhapur Tilam Upih
Pamor Wahyu Tumurun
Tangguh Tuban Majapahit
Warangka : Ladrang Surakarta, Bahan Kayu Trembalo Iras
Deder/Handle : Yudawinatan, Bahan Kayu  Kemuning Bang
Pendok : Bleweh, Bahan Kuningan
Mendak : Kendhit, Bahan Kuningan
Ket. : Terdapat Pamor Udan Mas Pada Gonjo
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan lebih cepat! Quick Order
Bagikan ke

Keris Tuban Majapahit Pamor Wahyu Tumurun

Dhapur Tilam Upih

Tilam Upih merupakan salah satu dhapur keris lurus yang paling populer dan paling banyak dijumpai dalam tradisi perkerisan Nusantara. Nama Tilam Upih berasal dari bahasa Jawa, yakni tilam yang berarti alas tidur dan upih yang berarti pelepah pinang. Dahulu, pelepah pinang dianyam menjadi tikar sederhana sebagai tempat beristirahat. Dari makna itulah lahir filosofi Tilam Upih sebagai lambang ketenteraman, keharmonisan, dan kesejahteraan dalam kehidupan keluarga.

Tidak mengherankan apabila sejak dahulu Dhapur Tilam Upih menjadi salah satu pusaka keluarga yang paling sering diwariskan secara turun-temurun. Para orang tua lazim menghadiahkan keris berdhapur Tilam Upih kepada anak yang telah menikah sebagai doa dan restu agar rumah tangganya senantiasa dipenuhi kedamaian, kemuliaan, kecukupan rezeki, serta mampu melewati setiap ujian kehidupan dengan kebersamaan.

Lebih dari sekadar simbol kesejahteraan, Tilam Upih mengajarkan bahwa kebahagiaan tidak lahir dari kemewahan, melainkan dari kasih sayang, tanggung jawab, saling menghormati, dan kemampuan menjaga keharmonisan di dalam keluarga. Karena itulah, dhapur ini dipandang sebagai perlambang pondasi kehidupan yang kokoh, tempat bertumbuhnya generasi-generasi yang baik.

Di kalangan pecinta tosan aji, Tilam Upih bahkan kerap dijuluki sebagai “Ibu dari Semua Keris” (The Mother of Kris). Sebutan tersebut muncul karena dhapur ini dianggap sebagai keris dasar yang paling tepat dimiliki sebelum seseorang mengenal berbagai dhapur lainnya. Tradisi lisan juga menyebutkan bahwa Sunan Kalijaga menganjurkan para pengikutnya untuk memiliki Keris Tilam Upih sebagai pusaka pertama, sebab nilai-nilai filosofinya bersifat universal, membumi, dan relevan bagi siapa pun.


Pamor Wahyu Tumurun

Pamor Wahyu Tumurun merupakan salah satu pamor yang paling banyak dicari oleh para pecinta keris. Sejak dahulu pamor ini dipercaya melambangkan turunnya anugerah, ilham, serta petunjuk dari Tuhan Yang Maha Kuasa kepada pemiliknya.

Nama Wahyu Tumurun sendiri bermakna “turunnya wahyu”. Dalam pandangan masyarakat Jawa, wahyu tidak selalu dimaknai sebagai wahyu kenabian, melainkan sebagai simbol datangnya kesempatan, kepercayaan, kemuliaan, serta jalan kehidupan yang baik. Oleh sebab itu, pamor ini sering dihubungkan dengan harapan memperoleh kemudahan dalam meraih kedudukan, tanggung jawab, kemapanan, maupun keberhasilan dalam mengemban amanah.

Namun sesungguhnya filosofi Wahyu Tumurun jauh lebih dalam daripada sekadar mengejar keberuntungan. Pamor ini mengingatkan bahwa setinggi apa pun ilmu, kecakapan, dan usaha manusia, semuanya tetap membutuhkan izin serta pertolongan Tuhan. Apa yang diraih bukanlah milik pribadi sepenuhnya, melainkan amanat yang harus dipertanggungjawabkan.

Karena itu, makna sejati Pamor Wahyu Tumurun bukan hanya tentang memperoleh kedudukan, tetapi juga tentang kemampuan menjaga kerendahan hati ketika anugerah itu telah datang. Sebab wahyu yang paling berharga adalah hati yang tetap bersyukur, bijaksana, dan tidak lupa kepada Sang Pemberi Nikmat.


Pamor Udan Mas pada Gonjo

Keistimewaan lain dari keris ini adalah hadirnya Pamor Udan Mas pada bagian gonjo. Keberadaan pamor pada bagian ini tergolong cukup istimewa karena memerlukan tingkat ketelitian dan penguasaan teknik tempa yang tinggi. Terlebih lagi, pamor tersebut merupakan pamor rekan, yakni pamor yang memang dirancang dan dibentuk secara sengaja oleh sang empu, sehingga proses pembuatannya jauh lebih kompleks dibandingkan pamor yang muncul secara alami.

Keberhasilan menghadirkan Pamor Udan Mas pada gonjo menjadi salah satu bukti tingginya kemampuan teknis sang empu dalam mengolah lapisan logam hingga menghasilkan motif yang tetap utuh pada bagian yang relatif kecil tersebut.

Selain bernilai artistik, Pamor Udan Mas juga dikenal sebagai salah satu pamor yang paling diminati karena makna filosofinya. Untaian bulatan-bulatan pamornya dimaknai sebagai simbol rezeki yang terus mengalir, kemakmuran, kejayaan, dan kelimpahan. Namun sebagaimana ajaran para leluhur, kekayaan yang sejati bukan semata-mata banyaknya harta, melainkan kemampuan memanfaatkannya untuk menghadirkan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.


Tangguh Tuban Majapahit

Tuban merupakan salah satu pusat perkembangan perkerisan yang memiliki perjalanan sejarah sangat panjang. Beberapa ahli bahkan berpendapat bahwa tradisi pembuatan keris di wilayah Tuban telah berkembang sejak masa Singasari dan terus mencapai puncak kematangannya pada era Majapahit.

Di antara berbagai periodenya, keris bertangguh Tuban Majapahit termasuk yang paling banyak diburu oleh para kolektor maupun pemerhati tosan aji. Keris-keris dari masa ini dikenal memiliki kematangan garap yang tinggi, kualitas material bilah yang sangat baik, serta karakter pamor yang cenderung lebih hidup dan tegas dibandingkan keris-keris Tuban dari periode sesudahnya.

Secara historis, hal tersebut tidak terlepas dari posisi Tuban sebagai salah satu bandar dagang terbesar pada masa Majapahit. Ramainya aktivitas perdagangan memungkinkan para empu memperoleh bahan-bahan logam berkualitas dari berbagai wilayah, sekaligus memperkaya perkembangan teknik tempa yang mereka kuasai. Perpaduan antara kualitas material, kepiawaian empu, dan kematangan estetik inilah yang menjadikan Keris Tangguh Tuban Majapahit hingga kini tetap memiliki tempat istimewa di kalangan pecinta pusaka Nusantara.

 

TAG035

Keris Tuban Majapahit Pamor Wahyu Tumurun

Berat 1500 gram
Kondisi Bekas
Dilihat 33 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Mohon maaf, form diskusi dinonaktifkan pada produk ini.
Produk Terkait

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

WhatsApp WhatsApp us