Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
- Keris Brojol Pamor Wengkon Isen Madura Koso
- Keris Sabuk Inten Kinatah Emas Wadana 5
- Keris Nogo Sosro Luk 13 Corok Full Kinatah Kamarog
- Keris Pakubuwono Surakarta PB V
- Tilam Upih Tangguh Tuban TUS
- Keris Naga Sasra Luk 9 Kinatah Emas
- Keris Brojol Pamor Sumur Bandung
- Pusaka Keris Sengkelat Pamor Rojo Abolo Rojo
Keris Tuban Majapahit Pamor Wahyu Tumurun
Rp 5.500.000| Kode | TAG035 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Dhapur Tilam Upih, Katalog Produk, Keris, Keris Lurus, Pamor Wahyu Tumurun |
| Jenis | : Keris Lurus |
| Dhapur | : Tilam Upih |
| Pamor | : Wahyu Tumurun |
| Tangguh | : Tuban Majapahit |
| Warangka | : Ladrang Surakarta, Bahan Kayu Trembalo Iras |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Bahan Kayu Kemuning Bang |
| Pendok | : Bleweh, Bahan Kuningan |
| Mendak | : Kendhit, Bahan Kuningan |
| Ket. | : Terdapat Pamor Udan Mas Pada Gonjo |
Keris Tuban Majapahit Pamor Wahyu Tumurun
Dhapur Tilam Upih
Tilam Upih merupakan salah satu dhapur keris lurus yang paling populer dan paling banyak dijumpai dalam tradisi perkerisan Nusantara. Nama Tilam Upih berasal dari bahasa Jawa, yakni tilam yang berarti alas tidur dan upih yang berarti pelepah pinang. Dahulu, pelepah pinang dianyam menjadi tikar sederhana sebagai tempat beristirahat. Dari makna itulah lahir filosofi Tilam Upih sebagai lambang ketenteraman, keharmonisan, dan kesejahteraan dalam kehidupan keluarga.
Tidak mengherankan apabila sejak dahulu Dhapur Tilam Upih menjadi salah satu pusaka keluarga yang paling sering diwariskan secara turun-temurun. Para orang tua lazim menghadiahkan keris berdhapur Tilam Upih kepada anak yang telah menikah sebagai doa dan restu agar rumah tangganya senantiasa dipenuhi kedamaian, kemuliaan, kecukupan rezeki, serta mampu melewati setiap ujian kehidupan dengan kebersamaan.
Lebih dari sekadar simbol kesejahteraan, Tilam Upih mengajarkan bahwa kebahagiaan tidak lahir dari kemewahan, melainkan dari kasih sayang, tanggung jawab, saling menghormati, dan kemampuan menjaga keharmonisan di dalam keluarga. Karena itulah, dhapur ini dipandang sebagai perlambang pondasi kehidupan yang kokoh, tempat bertumbuhnya generasi-generasi yang baik.
Di kalangan pecinta tosan aji, Tilam Upih bahkan kerap dijuluki sebagai “Ibu dari Semua Keris” (The Mother of Kris). Sebutan tersebut muncul karena dhapur ini dianggap sebagai keris dasar yang paling tepat dimiliki sebelum seseorang mengenal berbagai dhapur lainnya. Tradisi lisan juga menyebutkan bahwa Sunan Kalijaga menganjurkan para pengikutnya untuk memiliki Keris Tilam Upih sebagai pusaka pertama, sebab nilai-nilai filosofinya bersifat universal, membumi, dan relevan bagi siapa pun.
Pamor Wahyu Tumurun
Pamor Wahyu Tumurun merupakan salah satu pamor yang paling banyak dicari oleh para pecinta keris. Sejak dahulu pamor ini dipercaya melambangkan turunnya anugerah, ilham, serta petunjuk dari Tuhan Yang Maha Kuasa kepada pemiliknya.
Nama Wahyu Tumurun sendiri bermakna “turunnya wahyu”. Dalam pandangan masyarakat Jawa, wahyu tidak selalu dimaknai sebagai wahyu kenabian, melainkan sebagai simbol datangnya kesempatan, kepercayaan, kemuliaan, serta jalan kehidupan yang baik. Oleh sebab itu, pamor ini sering dihubungkan dengan harapan memperoleh kemudahan dalam meraih kedudukan, tanggung jawab, kemapanan, maupun keberhasilan dalam mengemban amanah.
Namun sesungguhnya filosofi Wahyu Tumurun jauh lebih dalam daripada sekadar mengejar keberuntungan. Pamor ini mengingatkan bahwa setinggi apa pun ilmu, kecakapan, dan usaha manusia, semuanya tetap membutuhkan izin serta pertolongan Tuhan. Apa yang diraih bukanlah milik pribadi sepenuhnya, melainkan amanat yang harus dipertanggungjawabkan.
Karena itu, makna sejati Pamor Wahyu Tumurun bukan hanya tentang memperoleh kedudukan, tetapi juga tentang kemampuan menjaga kerendahan hati ketika anugerah itu telah datang. Sebab wahyu yang paling berharga adalah hati yang tetap bersyukur, bijaksana, dan tidak lupa kepada Sang Pemberi Nikmat.
Pamor Udan Mas pada Gonjo
Keistimewaan lain dari keris ini adalah hadirnya Pamor Udan Mas pada bagian gonjo. Keberadaan pamor pada bagian ini tergolong cukup istimewa karena memerlukan tingkat ketelitian dan penguasaan teknik tempa yang tinggi. Terlebih lagi, pamor tersebut merupakan pamor rekan, yakni pamor yang memang dirancang dan dibentuk secara sengaja oleh sang empu, sehingga proses pembuatannya jauh lebih kompleks dibandingkan pamor yang muncul secara alami.
Keberhasilan menghadirkan Pamor Udan Mas pada gonjo menjadi salah satu bukti tingginya kemampuan teknis sang empu dalam mengolah lapisan logam hingga menghasilkan motif yang tetap utuh pada bagian yang relatif kecil tersebut.
Selain bernilai artistik, Pamor Udan Mas juga dikenal sebagai salah satu pamor yang paling diminati karena makna filosofinya. Untaian bulatan-bulatan pamornya dimaknai sebagai simbol rezeki yang terus mengalir, kemakmuran, kejayaan, dan kelimpahan. Namun sebagaimana ajaran para leluhur, kekayaan yang sejati bukan semata-mata banyaknya harta, melainkan kemampuan memanfaatkannya untuk menghadirkan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.
Tangguh Tuban Majapahit
Tuban merupakan salah satu pusat perkembangan perkerisan yang memiliki perjalanan sejarah sangat panjang. Beberapa ahli bahkan berpendapat bahwa tradisi pembuatan keris di wilayah Tuban telah berkembang sejak masa Singasari dan terus mencapai puncak kematangannya pada era Majapahit.
Di antara berbagai periodenya, keris bertangguh Tuban Majapahit termasuk yang paling banyak diburu oleh para kolektor maupun pemerhati tosan aji. Keris-keris dari masa ini dikenal memiliki kematangan garap yang tinggi, kualitas material bilah yang sangat baik, serta karakter pamor yang cenderung lebih hidup dan tegas dibandingkan keris-keris Tuban dari periode sesudahnya.
Secara historis, hal tersebut tidak terlepas dari posisi Tuban sebagai salah satu bandar dagang terbesar pada masa Majapahit. Ramainya aktivitas perdagangan memungkinkan para empu memperoleh bahan-bahan logam berkualitas dari berbagai wilayah, sekaligus memperkaya perkembangan teknik tempa yang mereka kuasai. Perpaduan antara kualitas material, kepiawaian empu, dan kematangan estetik inilah yang menjadikan Keris Tangguh Tuban Majapahit hingga kini tetap memiliki tempat istimewa di kalangan pecinta pusaka Nusantara.
TAG035
Keris Tuban Majapahit Pamor Wahyu Tumurun
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 33 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Pusaka Keris Kebo Lajer Tebu Kineret Sepuh Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Kebo Lajer Pamor (motif lipatan besi) : Tebu Kineret Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Tuban Era Mataram Abad XVII Panjang Bilah : 36,5 cm Pesi masih utuh panjang original tidak sambungan Warangka : Gayaman Yogyakarta Kayu Pandan Laut Kuno Handle / Gagang… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Pamor Simbang Kurung Tuban Bekel Jati Keris Pamor Simbang Kurung Tuban Bekel Jati adalah salah satu dari ratusan koleksi pusaka keris. Keris ini termasuk dalam golongan jenis keris lurus. Jika dilihat dari bentuk dan ricikannya, keris ini berdhapur Tilam Upih. Untuk pamor yang tergurat di sekujur bilahnya adalah pamor Wahyu Tumurun. Ditambah pada bagian sor-soran keris ini… selengkapnya
Rp 25.555.000Keris Parungsari Pamor Pedaringan Kebak Keris Parungsari Pamor Pedaringan Kebak Tangguh Mataram Sultan Agung adalah pusaka yang menyimpan kekayaan filosofi dan keindahan seni tempa logam dari masa kejayaan Mataram. Dengan bilah berluk tiga belas yang ramping dan dihiasi pamor Pedaringan Kebak yang melambangkan kemakmuran, keris ini menghadirkan pesan tentang keikhlasan, keteguhan hati, dan kelimpahan rezeki…. selengkapnya
Rp 2.555.000Pusaka Keris Pulanggeni Sedayu Kyai Prawireng Keleng Hurap Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Pulanggeni (Kyai Prawireng) Pamor (motif lipatan besi) : Kelengan (hurap dom kecer pasir emas) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Sendang Sedayu Majapahit Panjang Bilah : 31,3 cm Pesi masih utuh panjang original tidak sambungan Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Cendana Wangi… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Pamor Bendo Segodo Corok Panjang Sepuh Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Tilam Upih Pamor (motif lipatan besi) : Bendo Segodo (Besi milah 3 warna) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Pajajaran Madya (Abad XIV) Panjang Bilah : 38 cm (Keris corok panjang) Warangka : Gayaman Jogja Kayu Timoho Handle / Gagang : Kayu… selengkapnya
Rp 2.555.000Keris Nom-Noman (Muda) tahun 1614 M – 1945 Meliputi Kerajaan-kerajaan : Kartasura dan Surakarta.
Hubungi AdminTilam Upih Pamor Wahyu Tumurun Tilam Upih Pamor Wahyu Tumurun – Keris bukan sekadar benda pusaka, melainkan sebuah simbol, sebuah doa yang terukir dalam bilahnya. Dan di antara sekian banyak pamor, Wahyu Tumurun adalah salah satu yang paling dicari, karena dipercaya membawa anugerah, ilham, dan keberuntungan bagi pemiliknya. Nama Wahyu Tumurun sendiri bermakna “turunnya wahyu”—sebuah… selengkapnya
Rp 2.300.000Pusaka Keris Carubuk Pamor Pulo Tirto Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Carubuk Luk 7 Pamor (motif lipatan besi) : Pulo Tirto Besi Milah 3 Warna Padat Pulen Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Abad Ke 16 Masehi Panjang Bilah : 34cm Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Timoho Kuno Ori Bawaan Bilah Handle / Gagang… selengkapnya
Rp 2.750.000
























WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.