Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Admin PusakaKeris.com
● online
Admin PusakaKeris.com
● online
Halo, perkenalkan saya Admin PusakaKeris.com
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Buka jam 08.00 s/d jam 23.00
Beranda » Tagguh Kediri » Wedhung Kuno
click image to preview activate zoom

Wedhung Kuno

Rp 6.000.000
KodeTAG048
Stok Tersedia (1)
Kategori Tagguh Kediri, Wedung
Jenis : Wedhung
Dhapur : Wedhung
Pamor Keleng
Tangguh Kediri (tahun 1042–1222)
Warangka : Kayu Cendana Jawa
Deder/Handle : Kayu Cendana Jawa
Mendak : Metok
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan lebih cepat! Quick Order
Bagikan ke

Wedhung Kuno

Wedhung

Wedhung merupakan salah satu jenis tosan aji yang dikenal dalam tradisi Jawa dan Bali. Berbeda dengan keris yang lebih banyak dikenal sebagai pusaka pribadi dan lambang status sosial, wedhung berkembang sebagai senjata pendek bermata satu yang memiliki fungsi praktis sekaligus simbolis. Seiring perjalanan waktu, sebagian wedhung memperoleh kedudukan sebagai pusaka, terutama yang dibuat oleh empu, diwariskan secara turun-temurun, atau menjadi bagian dari koleksi keraton dan keluarga bangsawan.

Dalam lingkungan keraton Jawa, wedhung termasuk salah satu perlengkapan pusaka yang disimpan bersama keris, tombak, pedang, dan senjata tradisional lainnya. Selain sebagai benda budaya, wedhung juga menjadi bagian dari tata busana resmi (ageman) pada upacara adat maupun upacara kenegaraan. Berbeda dengan keris yang pada umumnya dikenakan oleh laki-laki, wedhung dalam paugeran busana keraton juga dapat dikenakan oleh perempuan pada kesempatan tertentu.

Secara bentuk, wedhung memiliki bilah lurus bermata satu dengan ujung yang melebar dan meruncing. Pada masa awal perkembangannya, wedhung diperkirakan lebih berfungsi sebagai senjata serbaguna. Memasuki masa kerajaan-kerajaan Islam di Jawa, terutama pada era Mataram, fungsi tersebut berkembang menjadi perlengkapan busana yang melambangkan kesiapan mengabdi, bekerja, dan menjalankan tugas.

Jejak Sejarah

Istilah wedhung telah dikenal sejak masa Jawa Kuno. Kata tersebut ditemukan dalam beberapa prasasti abad ke-9 hingga ke-10 Masehi, antara lain Prasasti Humanding, Prasasti Poh, dan Prasasti Rukam, sebagai salah satu jenis senjata yang telah dikenal masyarakat pada masa itu. Penyebutan tersebut menunjukkan bahwa istilah wedhung telah digunakan sejak periode Mataram Kuno, meskipun bentuknya kemungkinan belum sama dengan wedhung yang berkembang pada masa-masa berikutnya.

Perkembangan wedhung mencapai bentuk yang lebih baku pada masa Mataram Islam, kemudian dilestarikan oleh Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta. Pada periode ini, wedhung tidak hanya dibuat sebagai senjata, tetapi juga sebagai perlengkapan busana kebesaran dengan garap yang semakin halus. Sejumlah wedhung ditempa menggunakan teknik yang sama dengan pembuatan keris, termasuk penggunaan pamor dan pengerjaan ricikan yang menunjukkan keterampilan tinggi para empu.

Hingga kini, wedhung tetap menjadi bagian penting dari warisan budaya Nusantara. Keberadaannya tidak hanya mencerminkan perkembangan teknologi penempaan logam, tetapi juga memperlihatkan bagaimana sebuah senjata dapat bertransformasi menjadi simbol budaya, identitas, dan pusaka yang diwariskan lintas generasi.

 

TAG048

Wedhung Kuno

Berat 1500 gram
Kondisi Bekas
Dilihat 1 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Mohon maaf, form diskusi dinonaktifkan pada produk ini.
Produk Terkait

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

WhatsApp WhatsApp us