Menu

Keris Janur Sinebit Majapahit Kuno

KategoriDhapur Carubuk, Keris, Keris Luk 7, Keris Sepuh, Pamor Janur Sinebit, Tangguh Majapahit
KodeK160
Di lihat2152 kali
DhapurCarubuk Luk 7
PamorJanur Sinebit (Langka)
TangguhMajapahit Abad Ke 13 Masehi
Panjang Bilah35 cm
WarangkaGayaman Surakarta Gandar Iras Kayu Trembalo Kuno Original Bawaan Bilah
Deder/HuluKayu Kemuning Bang Kuno Bawaan Bilah
PendokBlewah Motif Pangeran Kuno
Harga Rp 3.550.000
SUDAH TERMAHAR

Ulasan Keris Janur Sinebit Majapahit Kuno

Pusaka Keris Janur Sinebit Majapahit Kuno

  • Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Carubuk Luk 7
  • Pamor (motif lipatan besi) : Janur Sinebit (Langka)
  • Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Majapahit Abad Ke 13 Masehi
  • Panjang Bilah : 35 cm
  • Warangka : Gayaman Surakarta Gandar Iras Kayu Trembalo Kuno Original Bawaan Bilah
  • Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang Kuno Bawaan Bilah
  • Pendok : Blewah Motif Pangeran Kuno
  • Mendak : Perunggu Kuno
  • Kode: K160

Dialih rawatkan (dimaharkan) sesuai dengan foto dan deskripsi yang tertera.

Keris Janur Sinebit Majapahit Kuno Keris Janur Sinebit Majapahit Kuno

Ulasan Pusaka Keris Janur Sinebit Majapahit Kuno

Keris Pamor Janur Sinebit

Janur Sinebit, merupakan salah satu gambaran pamor yang tergolong pamor miring, tetapi lapisan pamornya tidak banyak, yaitu sekitar 8 sampai 16 lapis. Bentuk gambaran pamor itu berupa garis-garis membujur bilah, dan ukurannya relatif amat tebal. Pamor ini agak mirip bentuknya dengan pamor Gajah Gelar. Bedanya, garis-garis pamor Janur Sinebit mengumpul di tengah bilah, sedangkan garis pamor pada Gajah Gelar yang di tepi, tepat di pinggir bilah.

Filosofi, Janur sinebit merupakan pengejawantahan dari sebuah daun kelapa yang masih muda yang disebit (disayat). Dalam budaya Jawa-Bali, janur sering disertakan dalam acara-acara penting seperti pernikahan dan upacara adat lainnya. Yang mana janur dijadikan sebagai sebuah harapan maupun simbol kebahagiaan dan kegembiraan. Pamor janur sinebit menitipkan sebuah harapan agar manusia dapat hidup bahagia dan selalu mendapatkan kegembiraan di hari-harinya. Banyak yang mempercayai pamor janur sinebit dapat mendatangkan ketentraman batin, kebahagiaan dan menyingkirkan segala sesuatu yang tidak di inginkan, orang jawa menyebutnya tolak bala.

Keris Janur Sinebit Majapahit Kuno Keris Janur Sinebit Majapahit Kuno

Keris Dhapur Carubuk

Carubuk, kadang-kadang disebut Crubuk, salah satu dhapur keris luk tujuh. Ukuran panjang bilahnya sedang, biasanya nglimpa, tanpa ada-ada. Keris ini memakai kembang kacang, lambe gajah satu, selain itu memakai sraweyan dan greneng. Ricikan lainnya tidak ada. Dhapur Carubuk biasanya dimiliki oleh mereka yang mendalami dunia spiritual.

Berdasarkan manuskrip Sejarah Mpu ing Tanah Jawi, dijelaskan bahwa kersi dhapur Carubuk pertama kali dibuat oleh Mpu Dewayasa II merupakan cucu dari Mpu Dewayasa I yang mengabdi pada Raja Negeri Wiratha. Mpu Dewayasa II membabar tiga dhapur keris, yaitu Sang Carubuk, Sang Kebo Lajer dan Sang Kabor. Dalam versi lain, keris Carubuk yang khusus untuk dikenakan wanita pertama kali dibuat oleh Mpu Gandawijaya tahun 1125 Saka, pada era Pengging Wiratadya.

Keris dhapur Carubuk menjadi sangat terkenal ketika menjadi piyandel yang dipegang dan dimiliki oleh Panembahan Hadiwijaya atau yang lebih familiar disebut Joko Tingkir, yaitu Raja Kasultanan Pajang di Jawa Tengah. Dengan keris Carubuk yang dimilikinya, Jaka Tingkir dikenal menjadi sosok yang sangat pandai, cerdik, pemberani, berwibawa dan sangat sakti, sehingga terangkat derajad kemuliannya menjadi menantu Sultan Demak (Trenggono) kala itu. Seiring runtuhnya Kasultanan Demak, Jaka Tingkir kemudian mendirikan dinasti Kasultanan Pajang di Pedalaman Jawa Tengah, dan bergelar Panembahan Hadiwijaya.

Keris Janur Sinebit Majapahit Kuno

Filosofi, Carubuk memiliki pengertian “bagaikan bumi”, jadi manusia harus “Momot, Bakuh, Pengkuh, aja tampik ingkan den arepi among marang ingkang becik kewolo, Kang ala aka den mohi“. Artinya Bahwa manusia itu harus bagaikan bumi, tidak hanya menerima hal-hal yang kita sukai namun harus juga bisa menerima hal-hal yang tidak disukai, karena kesemuanya itu adalah wujud warna kehidupan, bagaikan bumi yang selalu dapat menerima biji yang baik ataupun yang tidak baik.

”Penerimaan” mengandung arti seseorang ikhlas akan sesuatu hal. “Penerimaan” disini bukan sekedar penerimaan apa adanya atau menyerah pada nasib, melainkan penerimaan hasil atas usaha atau ikhtiar yang telah dilakukan. Berusaha, berdoa dan tawakal adalah wajib. Apakah nanti hasilnya baik atau tidak, sesuai dengan harapan atau tidak, kata syukur senantiasa terucap karena perkara hasil adalah urusan dari Sang Pencipta.

Pemahaman ini akan mengajarkan seseorang untuk dapat ikhlas, tidak mengharapkan sebuah balasan dan menjadi pribadi yang selalu bersyukur, bersyukur pada apa yang telah diberikan Sang Khalik hari ini, kemarin dan mungkin esok hari. Dan menjadi simbol optimisme, keyakinan sekaligus kepasrahan. Menerima bukan perkara mudah dan ikhlas adalah ilmu yang sulit dikuasai, sedangkan kita tahu bahwa Tuhan YME mempunya rencana yang terbaik bagi kita.

Incoming search terms:

  • Tuah Pamor janur sinebit
Rp 1.950.000
Order Sekarang » SMS : 082 177 400 100
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodePK370
Nama BarangKeris Naga Sapta Luk 7 Kinatah Kamarogan Kamardikan Istimewa
Harga Rp 1.950.000
Lihat Detail
Rp 2.333.000
Order Sekarang » SMS : 082 177 400 100
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodePK017
Nama BarangPusaka Keris Patrem Pulanggeni Pamor Buntel Mayit
Harga Rp 2.333.000
Lihat Detail
Rp 7.555.000
Order Sekarang » SMS : 082 177 400 100
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodePK402
Nama BarangKeris Sangat Langka Dhapur Laler Mengeng Tangguh Mataram Sultan Agung
Harga Rp 7.555.000
Lihat Detail
Rp (Hubungi CS)
Order Sekarang » SMS : 082 177 400 100
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodePK016
Nama BarangPusaka Keris Karno Tinanding Sepuh
Harga Rp (Hubungi CS)
Lihat Detail

Semua Kategori

Cari Sesuai Dhapur Keris