Menu

Keris Parungsari Wengkon Isen Tangguh Kartasura

KategoriDhapur Parungsari, Keris, Keris Istimewa, Keris Luk 13, Keris Nom-Noman, Pamor Telaga Membleng, Pamor Wengkon Isen, Tangguh Mataram Amangkurat
KodeK169
Di lihat836 kali
DhapurParungsari
PamorWengkon Isen & Telaga Membleng
TangguhMataram Amangkurat (Kartasura)
Panjang Bilah36,2 cm
WarangkaLadrang Surakarta Kayu Songgo Langit Kuno
Deder/HuluKayu Kemuning Kuno
PendokBunton Solo Cukir Ukiran Kuningan
Harga Rp (Hubungi CS)
SUDAH TERMAHAR
(Wengkon Isen pamor yang sangat sulit dibuat, besi keris sangat padat pulen serta garap keris istimewa. Terdapat pamor telaga membleng di bagian pejetan)

Ulasan Keris Parungsari Wengkon Isen Tangguh Kartasura

Pusaka Keris Parungsari Wengkon Isen Tangguh Kartasura (Mataram Amangkurat)

  • Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Parungsari
  • Pamor (motif lipatan besi) : Wengkon Isen + Telaga Membleng (Wengkon Isen pamor yang sangat sulit dibuat, besi keris sangat padat pulen serta garap keris istimewa. Terdapat pamor telaga membleng di bagian pejetan)
  • Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Amangkurat (Sebagian orang perkerisan menyebutnya Tangguh Kartasura)
  • Panjang Bilah : 36,2 cm
  • Pesi Panjang Utuh
  • Warangka : Ladrang Surakarta Kayu Songgo Langit Kuno
  • Handle / Gagang : Kayu Kemuning Kuno
  • Pendok : Bunton Solo Cukir Ukiran Kuningan
  • Mendak: Perak Kuno
  • Kode: K169

Dialih rawatkan (dimaharkan) sesuai dengan foto dan deskripsi yang tertera.

Keris Parungsari Wengkon Isen Tangguh Kartasura Keris Parungsari Wengkon Isen Tangguh Kartasura

Keris Parungsari Wengkon Isen Tangguh Kartasura

Keistimewaan Pusaka Keris Parungsari Wengkon Isen Tangguh Kartasura (Mataram Amangkurat)

Dhapur Keris Parungsari

Parungsari adalah salah satu bentuk dhapur keris berluk tiga belas. Ukuran Panjang bilahnya sedang. Keris ini memakai kembang kacang; ada yang memakai jenggot ada yang tidak, lambe gajahnya dua, sraweyan, sogokan rangkap, pejetan dan greneng. Sekilas mirip dengan dhapur Sengkelat, perbedaan diantara keduanya hanyalah; Keris dhapur Parungsari mempunyai dua (2) lambe gajah, sedangkan dhapur Sengkelat hanya satu (1). Menurut literatur dhapur ini diciptakan pada masa pemerintahan Prabu Banjaransekar dari Pajajaran sekitar tahun jawa 1170 an.

Filosofi Dhapur Keris Parungsari

Parung adalah deretan lereng bukit dan lembah, sedangkan Sari adalah bunga. Secara harafiah dapat diartikan sebagai hamparan elok bukit dan lembah yang dipenuhi oleh bunga-bunga yang indah. Seperti “Bukit Berbunga”, tempat yang indah untuk memadu cinta, Lagu yang diciptakan oleh Yonas Pareira dan dipopulerkan oleh Uci Bing Slamet pada tahun 1982.

Irisan tanah secara vertikal akan menyulitkan beragam tumbuhan untuk dapat hidup disana, dan hanya tanaman pioneer saja yang mampu tumbuh dan berkembang disitu. Selain menjadi tanaman perintis, merangkap juga sebagai tanaman perlindungan yang mempu menahan hempasan air hujan dan laju permukaan, sehinga meminimalkan resiko erosi. Disisi lain, banyak serangga yang hidup didalam bunga untuk sekedar menghisap nektar atau berlindung didalam rimbunya dedaunan.

Parung Sari adalah bahasa pemahaman. Ada bukan karena diadakan, hadir bukan karena dihadirkan…. begitu apa adanya, sehingga begitu mudah untuk dipahami, namun begitu sulitnya kita untuk bisa mencoba mengerti arti sesungguhnya.
Parungsari adalah pembelajaran. Bila tidak pernah merasa tinggi, mengapa takut untuk jatuh, bila tidak merasa mulia, mengapa merasa dihinakan, bila tidak pernah bersama, mengapa takut untuk kehilangan.

Parungsari adalah simbol dari kecantikan budi atau suatu bentuk lain dari keikhlasan. Walaupun tidak ditanam ia tumbuh, tidak disirami ia mekar, seolah menerima keadaan apa adanya tanpa menuntut sebuah kondisi, di sisi lain malah banyak memberikan manfaat kepada sekitarnya, serta akan selalu meninggalkan kesan indah memanjakan mata siapapun yang melihat. Terangkum dalam keindahan peribahasa ”Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama “.

Keris Parungsari Wengkon Isen Tangguh Kartasura

Keris Pamor Wengkon Isen

Pamor Wengkon Isen, wengkon adalah pamor yang bentuknya menyerupai garis yang membingkai sepanjang sisi pinggir bilah. Pola pamor ini melambangkan perisai, perlindungan, atau penangkal terhadap suatu malapetaka, penyakit, nasib buruk dan kejadian-kejadian yang tak terduga. Sedangkan isen dalam bahasa Jawa artinya adalah isian. Maksud pamor wengkon isen adalah bentuk pamor wengkon yang mempunyai isian pamor lain di dalamnya. Tuahnya kira-kira hampir sama.

Keris Parungsari Wengkon Isen Tangguh Kartasura

Pamor Telaga Membleng

Pamor Telaga Membleng artinya danau/telaga yang airnya tertahan/tidak mengalir. Bentuk gambaran motif pamor Telaga Membleng sepintas lalu agak mirip dengan pamor Putri Kinurung. Terletak di bagian sor-soran, tepat di tengah blumbangan atau pejetan. Bentuknya menyerupai gelombang di tengah danau/telaga.

Tuah atau angsar pamor ini, bagi mereka yang percaya adalah untuk penumpukan harta, memudahkan pemiliknya mencari jalan rejeki. Tuah dari pamor ini juga dipercaya dapat membantu mengatasi sifat boros. Pamor ini tergolong pamor yang tidak pemilih, setiap orang akan merasa cocok bila memilikinya.

Keris Parungsari Wengkon Isen Tangguh Kartasura Keris Parungsari Wengkon Isen Tangguh Kartasura

Tangguh Kartasura (Mataram Amangkurat)

Tangguh Mataram Amangkurat juga biasa disebut dengan tangguh kartasura. Apabila menatap secara sekilas, sangat kentara sekali jika keris Parungsari ini tampak lebih birawa (lebar, besar) dibandingkan keris-keris era mataram pada umumnya. Bentuk guwaya yang kaku seolah ingin mewakili perwatakan pemiliknya bukannya sosok sulit diatur, namun untuk sebuah prinsip yang dirasa benar merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar. Korosi alami di sepanjang lekuknya mempertontonkan kesan pasikutan yang galak, terlebih dengan karakter besi agak ngrasak dan warna pamornya yang agak keruh seolah ingin menunjukkan dominasi Amangkurat.

Keris-keris tangguh Amangkurat relatif sedikit dan jarang dijumpai sehubungan dengan banyaknya pergolakan (perebutan tahta) di jamannya. Pada umumnya masyarakat perkerisan mempercayai keris-keris tangguh Amangkurat memiliki tuah pemberani, tegas dan kadangkala menjadikan panasan (brangasan). Sangat cocok dimiliki oleh mereka yang terlahir sebagai pemimpin, yang memerlukan ketegasan.

Incoming search terms:

  • perbedaan keris parungsari dan sengkelat
  • perbedaan parungsari dan sengkelat
  • Perbedaan ricikan keris parungsari dengan sengkelat
Rp (Hubungi CS)
Order Sekarang » SMS : 082 177 400 100
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodePK028
Nama BarangPusaka Keris Pandawa Pogog Sepuh
Harga Rp (Hubungi CS)
Lihat Detail
Rp 4.555.000
Order Sekarang » SMS : 082 177 400 100
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodePK199
Nama BarangJual Keris Carita Keprabon Mataram Amangkurat
Harga Rp 4.555.000
Lihat Detail
Rp 1.111.000
Order Sekarang » SMS : 082 177 400 100
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeK139
Nama BarangKeris Brojol Pamor Tangkis Sepuh Kuno
Harga Rp 1.111.000
Lihat Detail
Rp 2.100.000
Order Sekarang » SMS : 082 177 400 100
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodePK201
Nama BarangJual Keris Putut Jaran Goyang Majapahit
Harga Rp 2.100.000
Lihat Detail

Semua Kategori