Menu

Pusaka Kudi Kabudhan Kuno Sepuh Tua Temuan

KategoriKatalog Produk, Kudi, Pamor Sanak, Tangguh Kabudhan
KodePK166
Di lihat32 kali
DhapurKudi
PamorSanak Meteorit (Besi Nglempung)
TangguhKabudhan (Abad X)
Panjang Bilah19,3 cm
WarangkaKayu Cendana Jawa
Deder/HuluKayu Cendana Jawa
Harga Rp 900.000
Beli Sekarang

Ulasan Pusaka Kudi Kabudhan Kuno Sepuh Tua Temuan

Pusaka Kudi Kabudhan Kuno Sepuh Tua Temuan

  • Dhapur (jenis bentuk pusaka) : Kudi
  • Pamor (motif lipatan besi) : Sanak Meteorit (Besi Nglempung)
  • Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Kabudhan (Abad X)
  • Panjang Bilah : 19,3 cm
  • Warangka : Kayu Cendana Jawa
  • Handle / Gagang : Kayu Cendana Jawa
  • Kode : PK166

Dialih rawatkan (dimaharkan) Pusaka Kudi Kabudhan Kuno Sepuh Tua Temuan sesuai dengan foto dan deskripsi yang tertera.

Pusaka Kudi Kabudhan Kuno Sepuh Tua Temuan Pusaka Kudi Kabudhan Kuno Sepuh Tua Temuan

Tentang Pusaka Kudi Kabudhan Kuno Sepuh Tua Temuan

KUDI, yang bentuknya agak mirip dengan kujang adalah salah satu jenis senjata tradisional yang khusus terdapat di Pulau Jawa dan Madura. Ragam bentuknya banyak, ada yang menyerupai kujang (senjata tradisional khas bumi parahyangan), tetapi kujang tergolong senjata genggam, sedangkan kudi sebagaian orang menganggap termasuk jenis dhapur tombak dengan tangkai pendek (65-85 cm). Sebagian yang lain, terutama di masyarakat Jawa Tengah bagian Selatan menganggap kudi bukan sebagai tombak, melainkan sebangsa alat pertanian (bendo). Di sisi lain, para kestaria atau pejabat di wilayah Jawa Tengah bagian barat menggunakannya sebagai senjata. Bahkan diyakini kalau lubang-lubang yang ada di senjata Kudi merupakan tanda kepangkatan. Dalam Babad Jawa cerita soal Kudhi sebagai benda pusakapun tak lepas dari sejarah berdirinya Mataram, dimana Ki Ageng Selo sebagai penurun raja-raja Mataram Islam, bermimpi membabad alas (merambah) hanya dengan berbekal sebuah kudhi.

Bentuk kudi menyerupai stilir bangau terbang. Bagian kepala dan pinggang biasanya diberi lubang-lubang. Bentuk warangka kudi tergolong unik, karena masuknya kudi ke dalam warangkanya bukan dari atas melainkan samping bilah. Membuat warangka kudi adalah pekerjaan yang sulit dan merepotkan. Karena itu dalam msyarakat Jawa terdapat pemeo yang mengatakan: “Ora kaya ngrangkani Kudi”, maksudnya: tidak sesulit membuat warangka kudi. Pada zaman dahulu bahkan masih bertahan hingga sekarang, daerah yang paling banyak terdapat kudi adalah Jawa Tengah sebelat barat dan selatan teruama di daerah Banyumas dan Cilacap.

Pusaka Kudi Kabudhan Kuno Sepuh Tua Temuan Pusaka Kudi Kabudhan Kuno Sepuh Tua Temuan Pusaka Kudi Kabudhan Kuno Sepuh Tua Temuan

Filosofi Kudi

FILOSOFI, Orang Jawa biasa menyebut Kudi dengan istilah gaman, yang diartikan serba bisa. Kudi ini merupakan suatu alat yang sifatnya serba bisa digunakan msyarakat pedesaan Jawa itu sendiri. Orang Jawa percaya dengan gaman ini akan bisa “nguripi” dalam arti menghidupi dalam segala situasi kondisi masyarakat pedesaan. Misalnya dengan kudi kita bisa mencari makan walau tidak mempunyai uang, Kudi bisa digunakan untuk mencari kayu bakar dan kemudian dijual. Dengan Kudi kita bisa melakukan dan berbuat segala hal, seperti mencari kayu, berburu, membentuk atau mengukir obyek bambu/kayu dan dijadikan sebagai senjata untuk membela diri.

Bentuk Kudi juga melambangkan unsur kehidupan, seperti yang kita lihat secara kasap mata bagian yang menonjol besar atau orang Jawa biasa menyebutnya dengan istilah “mlbenduk” melambangkan perut, kemudian dibagian paling atas agak membengkok melambangkan mulut. Bagian-bagian tersebut tidak hanya berfungsi sebagai alat pemotong semata, namun merupakan cermin dari karakter orang Jawa yang sesungguhnya.

Ujung yang lancip melambangkan mulut (lathi) dimana harga diri seseorang ditentukan antara ucapan dan perbuatannya. Bentuk perut menunjukan bahwa manusia hidup tidak hanya untuk memenuhi nafsu belaka namun ada hal yang lebih penting yaitu berusaha dan bekerja. Kemampuan perut kudi sangat besar untuk dapat menyelesaikan pekerjaan yang berat-berat seperti membelah atau memotong obyek yang besar. Karah disini menyimbolkan bahwa penampilan material ternyata tidak bisa dijadikan sebagai acuan baik buruknya sifat sesorang. Hal ini dimaksudkan bahwa tidak semua karah yang bagus dan berukir akan memiliki perut dan ujung yang tajam Sedangkan gagang merupakan pegangan dimana orang Jawa didalam menyikapi hidup harus punya keyakinan yang jelas.

Rp 3.555.000
Order Sekarang » SMS : 082 177 400 100
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodePK120
Nama BarangPusaka Keris Brojol Pamor Rojo Abolo Rojo
Harga Rp 3.555.000
Lihat Detail
Rp 550.000
Order Sekarang » SMS : 082 177 400 100
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodePK088
Nama BarangTombak Pusaka Baru Kuping Pamor Tambal
Harga Rp 550.000
Lihat Detail
Rp (Hubungi CS)
Order Sekarang » SMS : 082 177 400 100
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodePK043
Nama BarangPusaka Keris Tilam Upih Pamor Lintang Kemukus
Harga Rp (Hubungi CS)
Lihat Detail
Rp 4.500.000
Order Sekarang » SMS : 082 177 400 100
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodePK024
Nama BarangPusaka Keris Brojoguno Tilam Sari Pamor Pedaringan Kebak
Harga Rp 4.500.000
Lihat Detail

Hubungi Kami

082 177 400 100
082 177 400 100
082 177 400 100
cspusakakeris@gmail.com

Semua Kategori